Brand Personality (Kepribadian Merek) : Pengertian, Karakteristik, Dimensi, Jenis, Fungsi, Dan Manfaat Brand Personality, Serta Cara Menentukan Brand Personality

Pengertian Brand Personality. Brand personality atau “kepribadian merek” menjadi salah satu bagian dari kekuatan brand atau merek yang diciptakan demi mengenalkan produk dan mempertahankannya di pasaran. Brand personality dibangun dengan memperhatikan karakteristik konsumen yang ada, sehingga nantinya akan menarik perhatian konsumen di pasaran, baik secara fisik maupun emosional.

Brand personality
merupakan karakteristik yang melekat pada sebuah nama merek, yang dapat meningkatkan brand equity atau kekuatan dari suatu merek. Secara umum, brand personality atau “kepribadian merek” dapat berarti seperangkat sifat, karakteristik, dan kepribadian manusia yang terkait dan berlaku untuk suatu merek atau produk tertentu. Brand personality adalah suatu usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk membuat karakteristik terbentuk sebagai cerminan suatu merek sebuah produk atau jasa untuk membentuk citra yang baik, yang pada akhirnya akan terhubung dengan niat pembelian konsumen melalui preferensi merek yang diciptakan.

Selain itu, pengertian brand personality juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • David A. Aaker, dalam “Manajemen Ekuitas Merek”, menyebutkan bahwa brand personality adalah himpunan karakteristik manusia yang terkait dengan suatu merek.
  • M.R. Solomon, dalam “Consumer Behaviour”, menyebutkan bahwa brand personality adalah seperangkat sifat dari karakteristik manusia yang disifati pada sebuah produk seolah produk tersebut adalah manusia.
  • Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, dalam “Manajemen Pemasaran”, menyebutkan bahwa brand personality adalah bauran tertentu dari sifat manusia yang dapat dikaitkan pada merek tertentu. Sifat manusia ini menjadi landasan pembentukan brand personality.

Manajemen Komunikasi Pemasaran : Pengertian, Tujuan, Dan Tahapan Manajemen Komunikasi Pemasaran

Pengertian Manajemen Komunikasi Pemasaran. Manajemen komunikasi pemasaran atau “marketing communication management” merupakan proses yang berkaitan dengan komunikasi pemasaran suatu perusahaan, yang melibatkan serangkaian elemen komunikasi terintegrasi penuh yang membentuk bauran komunikasi pemasaran. Manajemen komunikasi pemasaran merupakan bagian dari upaya manajemen pemasaran yang direncanakan dengan hati-hati untuk mencapai tujuan dan untuk memaksimalkan efektivitas kampanye yang dilakukan oleh perusahaan berkaitan dengan produk yang dihasilkan dan dipasarkannya.

Mengartikan istilah “manajemen komunikasi pemasaran” tidak dapat lepas dari pengertian dua istilah “manajemen” dan “komunikasi pemasaran”. Hingga saat ini, tidak ada satu kesatuan  pengertian tentang manajemen. Secara umum, istilah “manajemen” atau “management” dapat diartikan sebagai suatu seni dalam melaksanakan dan mengatur sumber daya suatu perusahaan sehingga tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut dapat dicapai. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), manajemen diartikan dengan :
  1. penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.
  2. pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.

Sedangkan istilah “komunikasi pemasaran” atau “marketing communication” dapat diartikan sebagai suatu sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Komunikasi pemasaran juga berarti suatu kegiatan pertukaran informasi ataupun pesan yang dilakukan untuk membujuk, memasarkan, menawarkan, hingga menjual suatu barang atau jasa. Komunikasi pemasaran merupakan aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta salah satu faktor penentu kesuksesan strategi dan program pemasaran. Betapapun berkualitasnya sebuah produk, apabila konsumen belum pernah mendengarnya atau tidak yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan tertarik membelinya.

Strategi Penetrasi Pasar Serta Persamaan Dan Perbedaan Antara Penetrasi Pasar Dan Pengembangan Pasar

Penetrasi pasar atau “market penetration” merupakan satu istilah yang diberikan pada suatu strategi pertumbuhan di mana perusahaan berfokus pada penjualan produk barang atau jasa yang ada di pasar-pasar yang telah ada sebelumnya.

Penetrasi pasar adalah
suatu strategi pertumbuhan di mana perusahaan berkonsentrasi pada perluasan pangsa pasar untuk produk yang ada di pasar saat ini, yang dapat dilakukan diantaranya dengan merebut konsumen dari pesaing atau menarik konsumen yang saat ini belum menggunakan produk dari perusahaan tersebut, menetapkan harga yang rendah, menggencarkan promosi secara lebih luas, dan lain sebagainya. Pada prinsipnya, penetrasi pasar adalah :
  • tingkat di mana produk dikenali dan dibeli oleh konsumen di pasar tertentu.
  • penjualan perusahaan dinyatakan sebagai persentase dari penjualan total untuk industri.


Strategi Penetrasi Pasar. Penetrasi pasar dapat dilakukan oleh suatu perusahaan dengan beberapa strategi, diantaranya adalah :

1. Penyesuaian harga.
Penyesuaian harga merupakan salah satu strategi yang banyak digunakan oleh suatu perusahaan dalam penetrasi. Penyesuaian harga dalam arti menurunan harga produk atau jasa dapat meningkatkan penjualan. Hanya saja, penyesuaian harga barang atau jasa, baik menurunkan atau menaikkan harga, harus dilakukan setelah adanya analisis terhadap produk dari kompetitor.

2. Peningkatan promosi.
Promosi barang atau jasa merupakan salah satu strategi penting yang lain yang banyak digunakan oleh suatu perusahaan dalam penetrasi pasar. Peningkatan promosi yang dilakukan, baik jangka panjang atau jangka pendek, secara efektif dan benar dapat meningkatkan penjualan barang atau jasa, atau setidaknya meningkatkan brand awareness perusahaan.

Penetrasi Pasar : Pengertian Dan Tujuan Penetrasi Pasar, Serta Keuntungan Dan Kerugian Penetrasi Pasar

Pengertian Penetrasi Pasar. Penetrasi pasar atau “market penetration” merupakan satu istilah yang diberikan pada suatu strategi pertumbuhan di mana perusahaan berfokus pada penjualan produk barang atau jasa yang ada di pasar-pasar yang telah ada sebelumnya.

Secara umum, penetrasi pasar atau “market penetration” dapat diartikan sebagai suatu strategi pertumbuhan di mana perusahaan berkonsentrasi pada perluasan pangsa pasar untuk produk yang ada di pasar saat ini, yang dapat dilakukan diantaranya dengan merebut konsumen dari pesaing atau menarik konsumen yang saat ini belum menggunakan produk dari perusahaan tersebut, menetapkan harga yang rendah, menggencarkan promosi secara lebih luas, dan lain sebagainya. Penetrasi pasar juga berarti strategi yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mengusahakan peningkatan pangsa pasar suatu produk atau jasa yang ada dipasar saat ini melalui upaya-upaya pemasaran yang lebih baik. Pada prinsipnya, penetrasi pasar adalah :
  • tingkat di mana produk dikenali dan dibeli oleh konsumen di pasar tertentu.
  • penjualan perusahaan dinyatakan sebagai persentase dari penjualan total untuk industri.

Beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai pedoman tentang kapan penetrasi pasar dapat menjadi sebuah strategi yang sangat efektif adalah saat :
  • pasar saat ini belum jenuh dengan produk atau jasa tertentu.
  • tingkat pemakaian konsumen saat ini dapat dinaikkan secara signifikan.
  • pangsa pasar pesaing utama menurun sementara total penjualan industri meningkat.
  • korelasi antara pengeluaran penjualan euro dan pemasaran euro secara historis tinggi.
  • meningkatnya skala ekonomi memberikan keunggulan kompetitif yang besar.

Pengembangan Pasar : Pengertian, Bentuk, Dan Strategi Pengembangan Pasar, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Pengembangan Pasar

Pengertian Pengembangan Pasar. Sofjan Assauri, dalam “Manajemen Pemasaran:Dasar, Konsep, dan Strategi”, menjelaskan bahwa terdapat beberapa kategori yang dapat ditempuh oleh suatu perusahaan untuk mencapai pertumbuhan usahanya, yaitu :
  • pertumbuhan intensif, yang dapat dilakukan melalui penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk.
  • pertumbuhan intergratif, yang dapat dilakukan melalui integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal.
  • pertumbuhan diversifikatif, yang dapat dilakukan melalui diversifikasi konsentrik, diversifikasi horizontal, dan integrasi konglomerat.

Pengembangan pasar atau “market development” merupakan salah satu bagian dari kemungkinan pertumbuhan intensif, yaitu pertumbuhan yang dicapai tanpa mengubah sistem pemasaran perusahaan. Secara umum, pengembangan pasar dapat diartikan sebagai suatu strategi yang mengidentifikasi segmen pasar baru dan mengembangkannya untuk produk saat ini. Pengembangan pasar juga berarti suatu strategi pertumbuhan dengan menarik lebih banyak pelanggan baru untuk produk yang sudah ada, di mana perusahaan harus mencari segmen pasar baru untuk produknya. Pengembangan pasar biasanya dilakukan ketika segmen pasar saat ini sudah mulai matang. Dengan mencari pasar baru, perusahaan berusaha untuk memperbesar wilayah pemasaran. Dengan begitu, volume penjualan dapat ditingkatkan.

Baca juga : Pengembangan Usaha

Bentuk Pengembangan Pasar. Pengembangan pasar dapat dibedakan dalam beberapa bentuk. Secara umum, pengembangan pasar dibedakan atas tiga bentuk, yaitu :
  • Perusahaan dapat mencoba untuk menstimulus pelanggan agar mereka meningkatkan pembeliannya. Pembelian dapat diuraikan sebagain fungsi dari frekuensi pembelian dikalikan dengan jumlah pembelian yang dilakukan. Suatu perusahaan dapat mendorong pelanggannya untuk membeli lebih banyak pada setiap pembelian. Promosi, harga, iklan, publisitas, dan perluasan jaringan distribusi sangat membantu kegiatan ini.

Strategi Promosi Dalam Penjualan : Pengertian, Karakteristik, Variabel, Klasifikasi, Dan Tujuan Strategi Promosi

Pengertian Strategi Promosi. Istilah “strategi promosi” dalam penjualan suatu produk tidak dapat dilepaskan dari arti dua istilah “strategi” dan “promosi”. Strategi adalah suatu pendekatan yang dilakukan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan, promosi adalah komunikasi yang persuasif, mengajak, mendesak, membujuk, dan meyakinkan calon konsumen agar mengenal, mamahami, kemudian membeli dan selalu mengingat suatu produk yang dipasarkan oleh perusahaan.

Pemahaman yang baik mengenai konsep strategi dan konsep-konsep lain yang berkaitan, sangat menentukan suksesnya strategi yang disusun. Konsep-konsep tersebut adalah :
  • distinctive competence, merupakan tindakan yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat melakukan kegiatan lebih baik dibandingkan dengan persaingannya.
  • competitive advantage, merupakan kegiatan spesifik yang dikembangkan oleh perusahaan agar lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya.

Berdasarkan hal tersebut, secara umum yang dimaksud dengan strategi promosi adalah perencanaan serangkaian aktivitas untuk memilih dan melaksanakan cara promosi yang tepat bagi perusahaan. Strategi promosi juga berarti kegiatan yang direncanakan dengan maksud membujuk, menstimulus konsumen agar mau membeli produk perusahaan sehingga tujuan untuk meningkatkan penjualan diharapkan dapat tercapai.


Selain itu, pengertian strategi promosi juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Moekijat, dalam “Manajemen Pemasaran”, menyebutkan bahwa strategi promosi adalah kegiatan perusahaan untuk mendorong penjualan dengan mengarahkan komunikasi-komunikasi yang meyakinkan kepada para pembeli.

Konsep Dan Tahapan Komunikasi Pemasaran, Serta Metode Yang Digunakan Dalam Komunikasi Pemasaran

Secara umum, komunikasi pemasaran atau “marketing communication” dapat diartikan sebagai sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual.

Basu Swastha Dharmmesta dan Irawan
, dalam “Manajemen Pemasaran Modern”, menyebutkan bahwa komunikasi pemasaran adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual, dan merupakan kegiatan yang membantu dalam pengambilan keputusan di bidang pemasaran serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan cara menyadarkan semua pihak untuk berbuat lebih baik. Dengan kata lain, komunikasi pemasaran merupakan pertukaran informasi dua arah antara pihak-pihak atau lembaga-lembaga yang terlihat dalam pemasaran.

Komunikasi pemasaran memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan bentuk komunikasi yang lain. Ciri-ciri komunikasi pemasaran adalah :
  • komunikasi pemasaran bersifat kompleks atau tidak sesederhana.
  • komunikasi pemasaran memiliki tujuan yang hendak dicapai, yaitu peningkatan pendapatan (laba).
  • dapat menumbuhkan sebuah keinginan seseorang untuk memiliki atau mendapatkan produk.


Konsep Komunikasi Pemasaran. Konsep inti komunikasi pemasaran adalah pertukaran (exchange). Alasan yang mendasari bahwa konsep inti dalam komunikasi pemasaran adalah pertukaran yaitu bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan satu individu dengan individu yang lainnya merupakan pertukaran. Tidak ada individu yang mendapatkan sesuatu tanpa memberikan sesuatu baik langsung ataupun tidak langsung. Alasan terjadinya pertukaran adalah untuk memuaskan kebutuhan. Pertukaran yang terjadi baik langsung maupun tidak langsung memerlukan komunikasi yang membawa peran. Dengan demikian komunikasi memegang peranan penting dalam proses pertukaran.

Komunikasi Pemasaran : Pengertian, Ciri-Ciri, Ruang Lingkup, Fungsi, Dan Tujuan Komunikasi Pemasaran

Pengertian Komunikasi Pemasaran. Pada hakekatnya, dasar dari pemasaran suatu produk adalah komunikasi dan pemasaran. Komunikasi merupakan suatu proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Sedangkan, pemasaran adalah kegiatan untuk mengenalkan suatu produk kepada konsumen yang potensial.

Komunikasi dalam pemasaran meliputi tiga hal penting, yaitu :
  • harus ada komunikator yang bertindak sebagai sender.
  • harus ada receiver yang akan menerima berita dari komunikator.
  • harus ada alat untuk menyampaikan pesan (messages) berupa saluran (channel) yang bertindak sebagai media saluran berita.

Secara umum, komunikasi pemasaran atau “marketing communication” dapat diartikan sebagai sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Pengertian komunikasi pemasaran juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Onong Uchjana Effendy, dalam “Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek”, menyebutkan bahwa komunikasi pemasaran adalah semua elemen-elemen promosi dari marketing mix yang melibatkan komunikasi antar perusahaan dan target audience pada segala bentuknya yang ditujukan untuk performance pemasaran.
  • Fandy Tjiptono, dalam “Pemasaran Strategik”, menyebutkan bahwa komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

Sales Order : Pengertian, Manfaat, Serta Perbedaan Antara Sales Order Dan Dokumen Penjualan Lainnya (Purchase Order, Invoice, Dan Quotes)

Pengertian Sales Order. Sales order atau “order penjualan barang” merupakan salah satu bagian dari dokumen penjualan. Sales order adalah penghubung antara beragam fungsi yang diperlukan untuk memproses langganan dengan menyiapkan peranan penjualan.

Secara umum, sales order dapat diartikan sebagai penawaran yang diberikan oleh pihak penjual pada pembeli. Sales order merupakan dokumen penawaran penjualan tertulis yang mengonfirmasi penjualan atas suatu barang atau jasa. Sales order juga berarti dokumen yang dibuat oleh penjual setelah menerima purchase order (pesanan pembelian) dari pembeli yang merinci detail tentang produk atau layanan bersama dengan harga, jumlah, detail pembeli seperti alamat pengiriman, alamat penagihan, cara pembayaran, serta syarat dan ketentuan.


Manfaat Sales Order. Sales order memiliki beberapa manfaat sebagai berikut :

1. Mengurangi Human Error.
Dokumen sales order akan membantu perusahaan dalam memeriksa keakuratan penjualan, karena sales order dibuat sebelum barang tersebut dirakit atau dilakukan pengerjaan jasa. Perusahaan dan pelanggan dapat terlebih dahulu melihat dokumen sales order dan juga memeriksa purchase order serta quotation.

2. Dokumen dan Akun Menjadi Rapi.
Setiap dokumen yang terdapat di dalam sales order adalah suatu hal yang sangat berharga bagi petugas akuntan. Nantinya, setiap quotes, purchase order, sales order, dan faktur bisa disesuaikan dengan menggunakan nomor order yang ada. Selama proses pembuatan faktur berlangsung, maka divisi yang bertugas dalam mengelola piutang akan memeriksa ulang agar bisa memastikan informasi yang terinput tertulis dengan tepat. Di dalamnya, perusahaan dapat melakukan penyesuaian terkait harga pokok penjualan, persediaan, dan juga penjualan secara lebih akurat. Hal ini mampu melindungi perusahaan dari audit dan informasi yang akurat untuk membuat keputusan bisnis yang lebih bijak.

Multi Level Marketing (MLM) : Pengertian, Bentuk, Tujuan, Cara Kerja, Kelebihan Dan Kekurangan MLM, Serta Perbedaan Antara Bisnis MLM Dan Bisnis Konvensional

Pengertian Multi Level Maketing. Istilah “Multi Level Marketing” berasal dari bahasa Inggris, yang secara harfiah berarti pemasaran yang berjenjang banyak, maksudnya adalah pemasaran yang dilakukan oleh banyak tingkatan atau level. Level tingkat atas disebut dengan “upline”, sedangkan level tingkat dibawahnya disebut dengan “downline”. Bisnis Multi Level Marketing dikenal juga dengan banyak nama, seperti : “Network Marketing”, “Uni Level Marketing”, “Multi Generation Marketing”, “penjualan piramida”, “pemasaran berjenjang”, “pemasaran jaringan”, atau “pemasaran berantai”.

Secara umum, Multi Level Marketing dapat diartikan sebagai pemasaran berjenjang melalui jaringan distribusi yang dibangun dengan menjanjikan konsumen sekaligus sebagai tenaga pemasaran. Multi Level Marketing juga berarti suatu sistem pemasaran yang dilakukan melalui jaringan distribusi yang dibangun secara permanen dengan memposisikan konsumen perusahaan sekaligus sebagai tenaga pemasaran. Dengan kata lain, Multi Level Marketing merupakan jenis penjualan langsung di mana distributor menjual produk melalui referensi hubungan dan pemasaran dari mulut ke mulut. Para penjual atau distributor tidak hanya menjual produk tetapi juga mendorong orang lain untuk bergabung dengan perusahaannya.

Berdasarkan hal tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa bisnis Multi Level Marketing memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi. Dalam pandangan masyarakat, muncul pertanyaan apakah bisnis Multi Level Marketing ilegal ? Pertanyaan tersebut muncul lebih karena anggapan bahwa Multi Level Marketing menggunakan skema piramida atau “pyramid schemes” yang dianggap sebagai penipuan (sebagaimana dilansir dari laman resmi Federal Trade Commission), dikarenakan dalam skema piramida, seseorang akan menjanjikan berbagai hal menarik yang akan didapatkan apabila bergabung dengan bisnis Multi Level Marketing. Padahal, nantinya sebagian besar penghasilan yang diperoleh oleh seorang distributor tergantung pada berapa banyak orang yang berhasil direkrut, bukan pada berapa produk yang dijual.

Pengalaman Pemasaran (Experiential Marketing) : Pengertian, Karakteristik, Unsur, Manfaat, Dan Tahapan Pengalaman Pemasaran (Experiential Marketing)

Pengertian Pengalaman Pemasaran. Istilah “pengalaman pemasaran” atau yang dalam bahasa Inggris disebut dengan “experiential marketing” dibangun dari dua kata, yaitu : “experiential atau pengalaman” dan “marketing atau pemasaran”. Kata “experiential” berasal dari kata “experience” yang berarti sesuatu yang pernah dialami, dijalani, maupun dirasakan yang kemudian disimpan dalam memori. Sedangkan kata “marketing” dapat berarti suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

Berdasarkan hal tersebut, secara umum istilah “pengalaman pemasaran” atau “experiental marketing” dapat diartikan dalam beberapa pengertian. Pengalaman pemasaran atau “experiential marketing” merupakan suatu pendekatan baru untuk memberikan informasi mengenai merek dan produk. Hal ini terkait erat dengan pengalaman pelanggan dan sangat berbeda dengan sistem pemasaran tradisional yang berfokus pada fungsi dan keuntungan sebuah produk. Pengalaman pemasaran juga dapat berarti perpaduan praktek antara pemasaran non tradisional yang terintegrasi untuk meningkatkan pengalaman pribadi dan emosional yang berkaitan dengan merek.

Pengalaman pemasaran didesain untuk dapat menciptakan pengalaman layanan yang tidak terlupakan. Konsep pengalaman pelanggan atau “experiential marketing” merupakan salah satu perkembangan konsep pemasaran yang disesuaikan dengan keadaan yang berkembang secara dinamis di mana konsumen lebih pintar dan selektif dalam memilih produk. Konsep ini memberikan sentuhan secara fisik maupun psikologis yang dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan selama berinteraksi dengan perusahaan. Ketika penerapan pengalaman pemasaran menyentuh perasaan pelanggan, maka pelanggan memiliki pengalaman khusus ketika berhubungan dengan layanan perusahaan.


Selain itu, pengertian pengalaman pemasaran atau “experiental marketing” dapat juga dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :

Customer Focus (Fokus Pelanggan) : Pengertian, Dimensi, Aspek, Dan Peran Customer Fokus, Serta Strategi Membangun Dan Meningkatkan Customer Focus

Pengertian Customer Focus. Fokus pada pelanggan menjadi sangat penting bagi kesuksesan bisnis suatu perusahaan. Customer focus atau “fokus pelanggan”, secara umum dapat diartikan sebagai orientasi dari rangkaian pelayanan yang diberikan khusus kepada pelanggan. Customer focus membuat perusahaan lebih menyadari kebutuhan yang paling diperlukan oleh pelanggan, sehingga bisa diketahui bagian mana yang perlu difokuskan agar bisnis perusahaan dapat lebih berkembang.

Tujuan utama dari customer focus
adalah memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan, yang penerapannya terdiri dari berbagai rangkaian yang harus dilalui dan dijalankan sesuai dengan standar operasional yang ada.

Kunci untuk membentuk customer focus adalah menempatkan para karyawan untuk berhubungan dengan pelanggan dan memberdayakan mereka untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka memuaskan para pelanggan. Sehingga, unsur yang paling penting dalam pembentukan customer focus adalah interaksi antara karyawan dan pelanggan.


Dimensi Customer Focus. Customer focus mencakup empat dimensi, yaitu :
  • pemasaran terpusat pada pelanggan.
  • identifikasi nilai pelanggan.
  • personalisasi.
  • pemasaran interaktif.


Aspek Customer Focus. Customer focus sangat penting dalam lingkungan perusahaan. Retensi pelanggan merupakan kunci untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan dengan memanfaatkan otomatisasi untuk mengoptimalkan customer focus, mengelola retensi, dan mengidentifikasi peluang peningkatan penjualan. Beberapa aspek penting dari customer focus, diantaranya adalah :

Konsep Pemasaran (Marketing Concept) : Pengertian, Unsur, Dan Bentuk Konsep Pemasaran, Serta Perbedaan Antara Konsep Pemasaran Dan Konsep Penjualan

Pengertian Konsep Pemasaran. Pemasaran merupakan kegiatan untuk mengenalkan suatu produk kepada konsumen yang potensial. Pemasaran selalu berhubungan erat dengan pasar yang selalu berubah-ubah yang dikarenakan faktor lingkungan yang berada di luar kontrol perusahaan secara langsung.

Secara umum, konsep pemasaran atau “marketing concept” dapat diartikan sebagai seperangkat strategi yang diadopsi oleh perusahaan, di mana mereka menganalisis kebutuhan konsumennya. Basu Swastha Dharmmesta dan Hani T. Handoko, dalam “Pemasaran dan Perilaku Konsumen”, menjelaskan bahwa konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Penerapan strategi pemasaran dilakukan untuk :
  • memenuhi kebutuhan konsumen yang akan menghasilkan peningkatan penjualan, maksimalisasi keuntungan.
  • mengalahkan persaingan yang ada.

Sedangkan Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, dalam “Manajemen Pemasaran”, menjelaskan bahwa penerapan konsep pemasaran oleh suatu pemasaran :
  • merupakan kunci untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
  • menjadikan perusahaan lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai konsumen kepada pasar sasaran yang terpilih.


Unsur Konsep Pemasaran. Terdapat tiga unsur pokok yang terkandung dalam konsep pemasaran, yaitu :

Persepsi Konsumen : Pengertian, Jenis, Proses Pembentukan Dan Pengolahan Informasi Dalam Persepsi Konsumen, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Konsumen

Pengertian Persepsi Konsumen. Persepsi konsumen dapat digunakan oleh suatu perusahaan untuk mengetahui beberapa hal yang menjadi kelebihan atau kelemahan, kesempatan atau ancaman bagi suatu produk yang dipasarkan. Dengan melakukan analisis terhadap persepsi konsumen terhadap suatu produk tersebut, perusahaan akan dapat mengetahui perilaku konsumen terhadap produk barang atau jasa yang dipasarkannya. Hal tersebut dikarenakan persepsi konsumen merupakan salah satu faktor internal yang mempengaruhi konsumen tersebut dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan pembelian suatu produk.

Secara umum, persepsi merupakan suatu proses yang timbul akibat adanya sensasi. Sensasi adalah tanggapan yang cepat dari indra penerimaan terhadap stimuli dasar, seperti : warna, bentuk, suara, dan lain sebagainya. Persepsi timbul karena adanya stimulus dari luar yang akan mempengaruhi seseorang melalui kelima alat inderanya. Stimulus tersebut akan diseleksi, diorganisir, dan diinterprestasikan oleh setiap orang dengan caranya masing-masing.

Berdasarkan hal tersebut, persepsi konsumen dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilalui oleh seseorang dalam melakukan pilihan, penyusunan, dan penafsiran informasi guna mendapatkan arti atau keputusan. Sedangkan Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, dalam “Marketing Management”, menyebutkan bahwa persepsi konsumen adalah proses di mana seseorang memilih, mengatur, dan menerjemahkan masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang berarti. Persepsi tidak hanya tergantung pada stimulus fisik, tetapi juga pada hubungan stimulus terhadap bidang yang mengelilinginya. Dengan adanya itu semua, persepsi akan timbul.


Jenis Persepsi Konsumen. Secara umum, persepsi konsumen terhadap suatu obyek dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

Posisi Merek (Brand Positioning) : Pengertian, Jenis, Manfaat, Tahapan, Dan Faktor Yang Mempengaruhi Posisi Merek, Serta Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Posisi Merek

Pengertian Posisi Merek. Istilah merek atau “brand” diartikan sebagai suatu nama atau simbol yang diasosiasikan dengan suatu produk barang atau jasa dan menimbulkan arti psikologis atau asosiasi. Sedangkan posisi atau “positioning” dalam ilmu ekonomi dan pemasaran diartikan sebagai penempatan suatu merek di tengah produk pesaing, atau suatu tindakan yang dilakukan pemasar (marketer) untuk membuat citra produk, sehingga hal-hal yang ditawarkan kepada pasarnya berhasil memperoleh posisi yang jelas dan mengandung arti dalam benak konsumennya.

Berdasarkan pengertian tersebut di atas, “posisi merek” atau “brand positioning” dapat diartikan sebagai suatu proses memposisikan merek suatu produk di benak konsumen, maksudnya adalah suatu usaha untuk mempengaruhi pikiran konsumen sasaran terhadap produk yang ditawarkan sehingga akan membentuk persepsi yang dapat membangun dan membentuk citra positif kepada produk maupun perusahaannya dengan melakukan komunikasi-komunikasi tertentu. Posisi merek merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan citra merek atau “brand image”, yaitu representasi dari keseluruhan persepsi konsumen terhadap merek suatu produk, yang terbentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek tersebut, yang berhubungan erat dengan sikap yang berupa keyakinan dan preferensi terhadap suatu merek, serta apa yang konsumen pikirkan dan rasakan terhadap suatu merek.

Selain itu, pengertian posisi merek atau “brand positioning” juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh par ahli, diantaranya adalah :
  • Sisco Van Gelder, dalam “Global Brand Strategy”, menyebutkan bahwa posisi merek adalah suatu cara untuk mendemonstrasikan keunggulan dari suatu merek dan perbedaan dari kompetitor lain.

Strategi Merek (Brand Strategy) : Pengertian, Unsur, Jenis, Dan Tujuan Strategi Merek, Serta Faktor Yang Menentukan Dalam Pengembangan Strategi Merek

Pengertian Strategi Merek. Terdapat banyak aspek yang dapat menentukan keberhasilan pemasaran suatu produk, diantaranya adalah “merek atau brand” dari produk yang dipasarkan serta strategi yang digunakan dalam memasarkan produk tersebut. Merek merupakan suatu nama atau simbol yang diasosiasikan dengan suatu produk barang atau jasa dan menimbulkan arti psikologis atau asosiasi. Sedangkan, strategi adalah suatu pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Berdasarkan pengertian tersebut, secara umum strategi merek atau “brand strategy” dapat diartikan sebagai serangkaian konsep, metode atau cara untuk dapat membuat merek suatu produk yang dihasilkan dapat bersaing atau mendapatkan “positioning” yang tepat pada segmen dan target pasar yang dibidik atau dituju. Strategi merek merupakan suatu manajemen merek yang direncanakan dan ditetapkan dengan tujuan untuk mengatur seluruh elemen merek yang berkaitan dengan tata perilaku konsumen.

Selain itu, pengertian strategi merek atau “brand strategy” dapat juga dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • D.E. Schultz dan B.E. Barnes, dalam “Strategic Brand Communication Campaign”, menyebutkan bahwa strategi merek adalah manajemen suatu merek yang di dalamnya terdapat berbagai aktivitas atau kegiatan yang mengatur semua elemen dengan tujuan untuk membentuk suatu merek.
  • C.S. van Riel dan G.H. van Bruggen, dalam “Incorporating Business Unit Managers: Perspectives in Corporate Branding Strategy Decision Making”, yang dimuat dalam Corporate Reputation Review, Volume : 5, Nomor : 2/3, Tahun 2002, menyebutkan bahwa strategi merek adalah suatu rencana tersistematisasi serta proses implementasi pembentukan serta pemeliharaan reputasi baik.

Penjualan Dengan Sistem Konsinyasi : Ciri-Ciri, Strategi, Keuntungan Dan Kerugian Penjualan Konsinyasi, Serta Perbedaannya Dengan Penjualan Biasa Dan Dropshipping

Konsinyasi merupakan salah satu sistem atau cara penjualan, yaitu suatu bentuk kerja sama dalam penjualan suatu barang, yang dilakukan dengan cara pemilik barang menitipkan barangnya kepada pihak lain untuk dijualkan dengan harga dan syarat-syarat yang telah diatur dalam perjanjian. Aliminsyah dan Padji, dalam “Kamus Istilah Keuangan dan Perbankan”, menjelaskan bahwa konsinyasi adalah barang-barang yang dikirim untuk dititipkan kepada pihak lain dalam rangka penjualan di masa mendatang atau untuk tujuan lain, di mana hak atas barang tersebut tetap melekat pada pihak pengirim (pengamanat atau consignor), dan selanjutnya penerima penitipan barang (komisioner atau consignee) bertanggung jawab terhadap penanganan atau pengelolaan barang sesuai dengan kesepakatan.

Berdasarkan pengertian konsinyasi tersebut, dapat diketahui bahwa para pihak yang terlibat dalam penjualan dengan sistem konsinyasi adalah :
  • pengamanat atau “consignor”, yaitu pihak yang menitipkan barang atau pihak pemilik barang.
  • komisioner atau “consignee”, yaitu pihak yang menerima titipan barang atau pihak penjual.

Dalam praktik, penjualan dengan sistem konsinyasi banyak dijumpai dalam penjualan berbagai barang, diantaranya :
  • fashion (pakaian, sepatu, dan lain sebagainya).
  • makanan dan minuman.
  • media cetak.
  • obat-obatan.


Ciri-Ciri Penjualan Dengan Sistem Konsinyasi. Tidak semua hubungan dagang dengan sistem pembayaran yang dilakukan setelah produknya laku dapat dikategorikan sebagai konsinyasi. Suatu penjualan dapat dikategorikan sebagai sistem konsinyasi apabila memenuhi ciri-ciri sebagai berikut :

Pemasaran Sosial (Social Marketing) : Model Komunikasi Dan Tahapan Pemasaran Sosial (Social Marketing), Serta Perbedaan Antara Pemasaran Sosial Dan Pemasaran Komersial

Pemasaran sosial atau “social marketing” merupakan bagian dari pemasaran secara keseluruhan. Hanya saja, dalam pemasaran sosial, pemasar (marketer) dan praktisi perubah kondisi sosial menerapkan teknik pemasaran untuk mempromosikan program atau kegiatan sosial.

Secara umum, pemasaran sosial atau “social marketing” dapat diartikan sebagai penggunaan prinsip dan teknik pemasaran, yang dirancang untuk mempengaruhi kelompok sasaran (target adopter) agar secara sukarela mengubah perilaku, demi kebaikan dan kepentingan individu serta masyarakat. Philip Kotler dan Eduardo L. Roberto, dalam “Social Marketing: Strategies for Changing Public Behavior”, menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pemasaran sosial adalah strategi untuk mengubah perilaku yang mengkombinasikan komponen-komponen terbaik pendekatan tradisional dan perubahan sosial dalam sebuah kerangka karya perencanaan dan pelaksanaan terintegrasi serta memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan keterampilan pemasaran.

Philip Kotler dan Nancy R. Lee, dalam “Social Marketing: Influencing Behaviors for Good”, menjelaskan bahwa pemasaran sosial adalah tentang :
  • mempengaruhi perilaku.
  • memanfaatkan proses perencanaan sistematis yang berlaku pada prinsip-prinsip pemasaran dan teknik.
  • fokus pada prioritas target yaitu masyarakat.
  • memberikan manfaat positif bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Philip Kotler dan Nancy R. Lee menjelaskan bahwa saluran komunikasi yang dimiliki oleh pemasaran sosial sama halnya yang dimiliki oleh pemasaran komersil, yaitu :

Pemasaran Sosial (Social Marketing) : Pengertian, Komponen, Sifat, Tujuan, Dan Keuntungan Pemasaran Sosial (Social Marketing)

Pengertian Pemasaran Sosial. Istilah “pemasaran sosial” atau “social marketing” pertama kali muncul sekitar tahun 1971, yang dipakai untuk menguraikan penggunaan prinsip dan teknik pemasaran dalam menjelaskan suatu penyebab gejala sosial, ide, atau kebiasaan. Sejak saat itu, istilah pemasaran sosial atau social marketing” menjadi pengertian dalam teknologi manajemen perubahan sosial, yang meliputi : desain, implementasi, dan kontrol program yang diarahkan untuk meningkatkan akseptabilitas terhadap ide atau praktik sosial dalam satu atau lebih kelompok sasaran.

Pemasaran sosial
merupakan bagian dari pemasaran secara keseluruhan. Hanya saja, dalam pemasaran sosial, para pemasar (marketers) dan praktisi perubah kondisi sosial menerapkan teknik pemasaran untuk mempromosikan program atau kegiatan sosial. Sehingga secara umum, pemasaran sosial atausocial marketing” dapat diartikan sebagai penggunaan prinsip dan teknik pemasaran, yang dirancang untuk mempengaruhi kelompok sasaran agar secara sukarela mengubah perilaku, demi kebaikan dan kepentingan individu serta masyarakat.

Pemasaran sosial dibangun atas pengetahuan yang diperoleh dari praktik bisnis yang mempertimbangkan segala hal yang berkaitan dengan objek terukur, riset tentang kebutuhan manusia, mengarahkan produk kepada kelompok konsumen tertentu, memanfaatkan teknologi untuk menunjang aktivitas (seperti pemanfaatan komputer untuk desain grafis), mengkomunikasikan keuntungan atau manfaat yang mereka peroleh secara efektif, kewaspadaan yang tetap untuk mengubah lingkungan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Atau dengan kata yang sederhana, kegiatan pemasaran sosial memiliki perencanaan dan strategi yang dapat dievaluasi dan diukur efektivitasnya secara ilmiah.

Personal Selling : Pengertian, Karakteristik Pelaku, Sifat Dan Ciri-Ciri, Bentuk, Tujuan, Prinsip, Dan Tahapan Personal Selling, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Personal Selling

Pengertian Personal Selling. Personal selling termasuk salah satu alat promosi yang telah lama ada dan banyak atau bahkan digunakan oleh semua perusahaan untuk memasarkan produk yang dihasilkannya. Personal selling tidak hanya digunakan sebagai alat promosi dan alat komunikasi saja dalam pemasaran suatu produk, tapi juga digunakan dengan tujuan menghasilkan kepercayaan dari konsumen.

Istilah “personal selling” berasal dari bahasa Inggris yang terdiri dari dari dua suku kata, yaitu : “personal” yang berarti bersifat pribadi atau perorangan dan “selling” yang berarti menjual. Secara umum, “personal selling” atau “penjualan tatap muka” dapat diartikan sebagai suatu teknik penjualan di mana seorang penjual menggunakan keterampilan interpersonalnya untuk membujuk calon konsumen agar mereka mau membeli produk tertentu yang ditawarkannya. Personal selling juga berarti suatu teknik penjualan suatu produk yang dilakukan oleh penjual dengan cara memperkenalkan dan menjelaskan secara langsung produk dimaksud kepada calon konsumen sehingga terbentuk pemahaman dan niat mengkonsumsi produk tersebut dari calon konsumen.

Selain itu, pengertian personal selling juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Fandy Tjiptono, dalam “Strategi Pemasaran”, menyebutkan bahwa personal selling adalah komunikasi secara langsung (bertatap muka) antara penjual dengan calon konsumen untuk memperkenalkan produk dan membentuk pemahaman konsumen terhadap produk sehingga mereka akan mencoba untuk membelinya.
  • Basu Swastha, dalam “Manajemen Pemasaran”, menyebutkan bahwa personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menentukan dengan pihak lain.