Asas Dan Tujuan Penyelenggaraan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah daratan dan lautan yang terletak di antara dua benua dan dua samudera, serta berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik dalam wilayah khatulistiwa, menyebabkan Indonesia sangat strategis dengan kekayaan dan keunikan kondisi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Unsur meteorologi, klimatologi, dan geofisika adalah kekayaan sumber daya alam dan sekaligus memiliki potensi bahaya sehingga harus dikelola dengan baik guna melindungi keselamatan, di samping juga untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Untuk itulah, pemerintah dituntut untuk dapat mengelola informasi dan menyelenggarakan meteorologi, klimatologi, dan geofisika sesuai dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta akuntabilitas penyelenggara negara dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat demi kepentingan nasional. 


Penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika diatur dalam Undang-Undang Nomor : 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, di mana dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan :
  • meteorologi, adalah gejala alam yang berkaitan dengan cuaca.
  • klimatologi, adalah gejala alam yang berkaitan dengan iklim dan kualitas udara.
  • geofisika, adalah gejala alam yang berkaitan dengan gempa bumi tektonik, tsunami, gravitasi, magnet bumi, kelistrikan udara, dan tanda waktu.

Geofisika : Pengertian Geofisika Serta Metode Yang Digunakan Dalam Geofisika

Pengertian Geofisika. Secara etimologi, "geofisika" atau yang dalam bahasa Inggris disebut dengan "geophysics" merupakan kombinasi dari kata "geo" yang berarti bumi, dan "physics" yang berarti memiliki makna fisika. Sehingga secara umum, geophysics atau geofisika dapat diartikan sebagai suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dengan menggunakan kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip fisika. Atau dengan kata lain,  geofisika adalah ilmu yang menerapkan kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip fisika untuk mengetahui dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan bumi. 

Badan Tenaga Atom Nasional Indonesia
, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan geofisika adalah pengetahuan mengenai sifat-sifat fisika bumi serta aplikasinya yang meliputi metode-metode seismik, magnetik, gravitasi, listrik, dan radioaktif. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, geofisika diartikan dengan ilmu tentang sifat-sifat alami bumi (panas, magnetisme, dan lain sebagainya) serta gejala-gejalanya (mencakup bidang-bidang meteorologi, oseanografi, seismologi, vulkanologi, magnetisme, dan geodesi).


Dalam banyak hal, seringkali orang sulit membedakan antara geofisika dan geologi, karena memang batas di antara keduanya sangatlah tipis. Meskipun keduanya sama-sama mempelajari tentang bumi, tetapi di antara keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Menurut Djoko Santoso dalam bukunya yang berjudul "Pengantar Teknik Geofisika", dijelaskan bahwa :
  • geologi, merupakan ilmu yang mempelajari bumi dengan melakukan penelitian langsung terhadap bebatuan, baik dari singkapan maupun dari pengeboran, serta meneliti gambaran tentang struktur, komposisi, dan sejarahnya yang dilakukan dengan beberapa analisis.
  • geofisika, merupakan ilmu yang mempelajari bagian-bagian bumi yang tidak dapat terlihat langsung dari permukaan, melalui pengukuran sifat fisika-nya dengan peralatan yang tersedia di atas permukaan bumi, sehingga didapat informasi tentang struktur dan komposisi lapisan di dalam bumi.

Klimatologi : Pengertian, Klasifikasi, Dan Tujuan Klimatologi, Serta Perbedaan Antara Klimatologi Dan Meteorologi

Sebagaimana halnya meteorologi, klimatologi sudah dikenal manusia sejak dahulu kala. Bahkan jauh sebelum Hippocrates menulis bukunya yang berjudul "Air, Water, and Place" pada sekitar tahun 400 Sebelum Masehi. Fenomena tentang iklim sudah diceritakan dalam kisah Nabi Yusuf pada sekitaran tahun 1.500 Sebelum Masehi, di mana Nabi Yusuf berhasil mengatasi fase iklim kering selama tujuh tahun berturut-turut.

Klimatologi
mulai perkembangannya sejak ditemukan instrumen meteorologi seperti termometer oleh Galileo Galilei pada tahun 1593 dan barometer oleh Evangelista Torricelli pada tahun 1643. Penemuan tersebut menandai dimulainya babak baru dalam kajian atmosfer yang menjadi landasan klimatologi. Seiring dengan kemajuan jaman dan teknologi, kemajuan klimatologi-pun semakin pesat. Revolusi teknologi dan numerik (dasar lahirnya komputer) pada abad keduapuluh, membuat ilmu pengetahuan semakin eksponensial dengan kemajuan, termasuk juga klimatologi John von Neumann  adalah orang pertama yang memulai memecahkan persamaan sirkulasi atmosfer dengan komputer pertama. Saat daya komputer semakin meningkat, maka model sirkulasi atmosfer atau GCMs (General Circulation Model) juga semakin meningkat. Saat ini, salah satu sistem yang dikenal dalam pemahaman tentang klimatologi adalah Earth System Models


Pengertian Klimatologi. Istilah klimatologi berasal dari bahasa Yunani, yang merupakan kombinasi dari kata "klima" dan "logos". Klima berarti kemiringan (slope) bumi yang mengarah pada pengertian lintang, zona, atau wilayah. Klima sendiri kemudian dapat diartikan sebagai iklim, yang merupakan gambaran tentang pola cuaca pada suatu wilayah dan dalam waktu tertentu. Sedangkan logos berarti ilmu atau kajian. Berdasarkan arti kata tersebut, klimatologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang iklim. 

Meteorologi : Pengertian, Klasifikasi, Dan Skala Meteorologi, Serta Perbedaan Antara Meteorologi Dan Klimatologi

Meteorologi sudah dipelajari dan dikembangkan sejak dahulu kala oleh bangsa Yunani. Pada sekitar tahun 400 Sebelum Masehi, Hipocrates dengan bukunya yang berjudul "Air, Water, and Place", merupakan salah satu orang yang memiliki peran penting dalam perkembangan awal konsep ilmu meteorologi. Istilah meteorologi pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles pada sekitar tahun 340 Sebelum Masehi, dalam bukunya yang berjudul "Meteorologica", yang hingga saat ini buku tersebut diakui sebagai dokumen tertua yang memuat risalah dengan topik meteorologi secara lengkap. Karena karyanya tersebut, Aristoteles dinobatkan sebagai peletak dasar ilmu tentang cuaca.

Meteorologi
 sebagai sains atmosfer secara ilmiah baru dimulai setelah penemuan instrumen cuaca atau alat-alat ukur meteorologi pada sekitar tahun 1.600-an hingga tahun 1.800-an. Meteorologi terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Perkembangan meteorologi saat ini dalam menggambarkan cuaca didorong oleh kemajuan sistem komunikasi dan informasi serta kemajuan dalam teknik pengamatan meteorologi dengan menggunakan satelit cuaca dan radar cuaca. Dengan peralatan yang semakin modern tersebut, memungkinkan meteorologis (ahli meteorologi) mampu menganalisis kondisi cuaca pada skala yang sangat luas di permukaan bumi dalam bentuk sistem cuaca dunia.  


Pengertian Meteorologi. Istilah "meteorologi" berasal dari bahasa Yunani, yaitu "meteoros" yang berarti benda yang ada dalam udara dan "logos" yang berarti  ilmu atau kajian. Sehingga secara harfiah, meteorologi berarti ilmu yang mempelajari tentang segala hal yang ada dan terjadi di udara (atmosfer), atau dengan kata lain meteorologi adalah ilmu tentang cuaca, yang menekankan pada proses fisika yang terjadi pada atmosfer, misalnya hujan, angin, dan suhu. 

Tokoh-Tokoh Penemu Peta Dunia

Peta merupakan salah satu alat navigasi yang penting, selain kompas. Dua alat tersebut, peta dan kompas, merupakan "mata" dalam dunia penerbangan, pelayaran, maupun perjalanan-perjalanan lain di alam bebas. Selain menunjukkan daerah-daerah yang ada di permukaan bumi, peta juga dapat menentukan dan menunjukkan posisi di mana kita sekarang ini.

1. Claudius Ptolomaeus.
Peta sudah dikenal sejak jaman Yunani. Claudius Ptolomaeus, seorang ahli geografi dikenal sebagai ilmuwan yang memberikan sumbangan yang penting dalam hal pemetaan dan teknik pembuatan peta atau yang biasa disebut dengan kartografi.

Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu geografi, ilmu tentang pemetaan juga mengalami perkembangan dengan pesat, terutama terjadi di kalangan para ilmuwan muslim. Pada jaman awal abad pertengahan, disaat Eropa mengalami jaman kegelapan ilmu geografi terutama sejak kematian Claudius Ptolomaeus, dunia ilmu pengetahuan di kalangan umat muslim justru mengalami kemajuan. Banyak ilmuwan dan cendekiawan muslim berlomba-lomba mempelajari ilmu bumi, astronomi, dan segala macam disiplin ilmu yang telah berkembang maju pada peradaban Yunani dan Romawi. Hal ini juga akibat pengaruh dari kebijakan penguasa imperium Islam saat itu, yang memerintahkan untuk menterjemahkan naskah-naskah kuno dari bahasa Yunani ke bahasa Arab.

Baca juga : Pengertian Peta Serta Syarat Dan Fungsi Peta

2. Jaman Khalifah al-Ma'mum.
Perkembangan ilmu geografi dan pemetaan bumi di dunia Islam di mulai pada tahun 813 hingga 833 M, saat kekuasaan Khalifah al-Ma'mum. Beliau memerintahkan para ahli geografi muslim untuk mengukur kembali jarak bumi. Pada pemerintahan khalifah al-Mu'min ini muncul istilah 'mil' untuk satuan jarak. Berbeda dengan bangsa Yunani yang menggunakan istilah 'stadion' untuk satuan jarak.

Sejarah Perkembangan Geografi Dan Tokoh Geografi

Sifat manusia yang selalu ingin tahu dan kecenderungan manusia untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, membuat manusia selalu berinteraksi dengan alam sekitarnya. Jauh sebelum manusia mengenal adanya teknologi seperti saat ini, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut manusia seringkali berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain (nomaden). Perpindahan yang dilakukan manusia tersebut telah memberikannya pengalaman dan pengetahuan tentang bumi dan segala isinya.

Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Perkembangan ilmu pengetahuan geografi berawal dari mitologi-mitologi yang berkembang di masyarakat pada saat itu. Seiring dengan perkembangan alam pikir manusia dan tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia mulai melakukan perjalanan dan penjelajahan ke berbagai tempat di belahan bumi. Dari sinilah mulai lahir catatan-catatan perjalanan yang menjadi dasar perkembangan ilmu geografi.

Baca juga : Pengertian Geografi Dan Cabang Ilmu Geografi

Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menjadi bagian dan tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Berikut sejarah singkat perkembangan ilmu geografi :

1. Geografi Jaman Klasik.
Istilah geografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'geo' yang berarti bumi, dan 'graphien' yang berarti tulisan atau penjelasan. Geografi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari (memberikan penjelasan) tentang bumi, atau secara singkat geografi adalah ilmu bumi. Geografi sudah dikenal sejak jaman Yunani Kuno di mana pada saat itu pengetahuan dipengaruhi oleh mitologi. Barulah setelah abad ke-6 sebelum masehi pengetahuan tentang bumi mulai mempunyai dasar ilmu alam, ilmu pasti dan proses penyelidikan tentang bumi dilakukan dengan memakai logika.

Pada masa sebelum masehi, pandangan dan paham geografi banyak dipengaruhi oleh paham filsafat dan sejarah. Uraian geografi bersifat sejarah, sedangkan uraian sejarah bersifat geografi. Pada masa ini juga sudah mulai dikenal adanya peta bumi dan atau lukisan fisis daerah tertentu.

Berbagai Jenis Peta

Peta merupakan gambaran konvensional dari permukaan bumi yang umumnya digambarkan pada bidang datar dan diperkecil dengan menggunakan skala tertentu dan simbol-simbol tertentu untuk mempermudah penggunanya.

Peta sudah mulai dikenal manusia sejak berabad-abad tahun yang lalu. Peta pertama yang ditemukan adalah peta yang dibuat oleh bangsa Babilonia sekitar tahun 2.300 sebelum masehi. Peta ini berbentuk bulat yang terbuat dari bahan tanah liat. Seiring dengan perkembagan jaman, peta pun mengalami banyak perubahan, terutama sejak abad ke-15 di mana ilmu kartografi mengalami kejayaannya. Pada abad ke-15 peta sudah mulai dibuat dengan cara dicetak dengan alat cetak berbahan kayu yang sudah diukir bentuk peta. Selanjutnya pada abad ke-16, alat cetak peta diganti dengan bahan tembaga. Alat cetak dari tembaga ini menjadi patokan dasar pembuatan peta hingga teknik fotografis dikembangkan.

Baca juga : Pengertian Peta Serta Syarat Dan Fungsi Peta

Jenis Peta. Peta yang dibuat dan digunakan oleh manusia terdiri dari berbagai macam jenis peta, yang dapat dibedakan bendasarkan sebagai berikut : 

1. Sumber Datanya.
Berdasarkan sumber datanya, peta dibedakan menjadi :
  • Peta Induk (Basic Map), yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. Peta induk dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat peta topografi, sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar. Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan peta-peta lainnya.
  • Peta Turunan (Derived Map), yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan. Peta turunan ini tidak bisa digunakan sebagai peta dasar.
2. Isi Data Yang Disajikan.
Berdasarkan isi data yang disajikan, peta dibedakan menjadi :

a. Peta Umum.
Peta umum yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum yang meliputi semua unsur topografi di permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia, serta menggambarkan keadaan relief permukaan bumi yang dipetakan. Peta umum ini memuat semua penampakan yang terdapat di suatu daerah atau wilayah, baik kenampakan fisis (alam) seperti sungai, gunung, laut, danau, dan lain-lain, maupun kenampakan sosial budaya seperti jalan kereta api, jalan raya, dan lain-lain. Peta umum meliputi :

Unsur-Unsur Peta Dan Cara Pembuatan Peta

Dengan menggunakan peta, kita dapat mengetahui segala hal yang berada di permukaan bumi, seperti letak suatu wilayah, jarak antar wilayah, lokasi pegunungan, danau, bentuk sungai, jalan raya dan lain sebagainya. Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, juga merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.

Karena begitu pentingnya fungsi dan manfaat peta, maka dibutuhkan suatu peta yang baik yang mampu memberikan informasi dan data-data dengan sejelas-jelasnya kepada penggunanya. Suatu peta dikatakan sebagai peta yang baik, apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  • Konform. Suatu peta dikatakan baik apabila digambar dengan sebangun sesuai dengan keadaan permukaan bumi asli yang sebenarnya.
  • Ekuidistan. Suatu peta dikatakan baik apabila jarak antar tempat di dalam peta sama dengan jarak antar tempat sebenarnya apabila dikalikan dengan skala.
  • Ekuivalen. Suatu peta dikatakan baik apabila luas daerah atau bidang yang digambar pada peta dengan keadaan yang sebenarnya harus sama setelah diperhitungkan dengan skala.
Unsur-Unsur Peta. Sedangkan suatu peta dapat dikatakan lengkap, apabila terdapat unsur-unsur sebagai berikut :
  • Judul. Terdapat di bagian paling atas, biasanya menyebutkan jenis peta, lokasi wilayah, serta keadaan yang digambarkan dalam peta tersebut.
  • Skala. Angka yang menunjukkan perbandingan jarak di peta dengan jarak yang sebenarnya.
  • Tanda arah atau mata angin. Berbentuk seperti anak panah yang selalu menghadap ke atas untuk menunjukkan arah utara.

Pengertian Peta Serta Syarat Dan Fungsi Peta

Dari segi bahasa peta atau map berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'mappa' yang berarti taplak meja. Sedangkan istilah peta sendiri diartikan sebagai lembaran tentang gambar sebagian atau seluruh permukaan bumi pada bidang suatu bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu, dan dilengkapi dengan simbol-simbol tertentu sebagai penjelas.

Peta telah dikenal manusia sejak jaman sebelum masehi. Hal ini dibuktikan dengan penemuan benda bersejarah yang berhubungan dengan peta yaitu lempengan tanah liat peninggalan bangsa Babilonia, Mesir, dan China, yang saat ini disimpan dan dapat disaksikan di Museum Semit Harvard Amerika Serikat. Peta yang dibuat pada jaman sebelum masehi tersebut masih sangat sederhana.

Baca juga : Berbagai Jenis Peta

International Cartographic Association (ICA) mengartikan peta sebagai suatu representasi atau gambaran unsur-unsur kenampakan abstrak dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa dan umumnya digambarkan pada bidang datar secara diperkecil atau diskalakan.

Peta juga merupakan suatu alat penting dalam perencanaan lingkungan, hal tersebut dikarenakan :
  • peta sebagai penyimpanan data.
  • peta sebagai alat analisis.
  • peta sebagai sumber informasi atau dapat menyampaikan informasi kepada penggunanya.

Baca juga : Pengertian Kartografi Dan Jenis Kartografi

Pengertian Peta. Beberapa ahli mengemukakan pendandapatnya tentang peta, yaitu :

1. Aryono Prihandito.
Peta adalah gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu dan digambarkan pada bidang datar dengan sistem proyeksi tertentu.

2. Soetarjo Soerjosumarmo.
Peta adalah lukisan dengan tinta dari seluruh atau sebagaian permukaan bumi yang diperkecil dengan perbandingan ukuran yang disebut skala atau kadar.

Pengertian Kartografi Dan Jenis Kartografi

Kartografi menurut International Cartographic Association (ICA) dirumuskan sebagai suatu perpaduan seni, ilmu dan teknik membuat peta, termasuk pengertian peta sebagai karya seni. Kartografi merupakan teknik dalam pembuatan peta yang dilakukan dengan cara memperkecil keruangan pada suatu daerah di mana luas permukaan bumi dapat disajikan dengan mudah untuk kepentingan komunikasi bagi manusia. Dengan demikian, tujuan utama dari kartografi adalah untuk mempermudah kehidupan manusia terutama dalam bekomunikasi.

Dahulu atau secara tradisional peta dibuat dengan menggunakan kertas dan pena. Sekarang dengan kemajuan teknologi, pembuatan peta sudah banyak dilakukan dengan menggunakan komputer, dengan memanfaatkan perangkat lunak pembuatan peta, seperti sistem informasi grafis, dan lain-lain.  Hal tersebut  telah merevolusionerkan kartografi.

Baca juga :  Pengertian Peta Serta Syarat Dan Fungsi Peta

Perkembangan dan kemajuan kartografi sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama banyak dipengaruhi oleh kemajuan ilmu visualisasi, yang berhubugan dengan cara-cara pemanfaatan teknologi modern dengan menggunakan komputer yang dapat memfasilitasi proses pembuatan peta secara nyata dalam waktu yang jelas untuk memperkuat ilmu pengetahuan.

Baca juga : Pengertian Geografi Dan Cabang Ilmu Geografi

Pengertian Kartografi. Oleh para ahli, kartografi diartikan diantaranya adalah sebagai berikut : 

1. Prihandito.
Kartografi adalah ilmu dan teknik pembuatan peta.

2. Rystedt B.
Kartografi adalah disiplin ilmu yang menyatakan antara peta dan pemetaan. Kartografi menyatukan tampilan atau atau representasi dari dua fenomena geografi, yaitu geografi dan virtual.

Konsep Dan Pendekatan Geografi

Secara sederhana geografi dapat diartikan sebagai ilmu bumi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang bumi. Geografi merupakan suatu disiplin ilmu yang kompleks, dengan ruang lingkup geografi yang sangat luas, yang terbagi dalam beberapa aspek geografi.

Aspek Geografi. Dalam ruang lingkup geografi, selain ilmu-ilmu lain sebagai penunjang juga diknal adanya aspek-aspek geografi, yaitu sebagai berikut :
  • aspek topologi, seperti letak, luas, bentuk, dan batas.
  • aspek non biotik, seperti tanah, air, dan udara.
  • aspek biotik, seperti manusia, tumbuhan, dan hewan.
  • aspek sosial, seperti tradisi, adat istiadat, masyarakat, kelompok, dan lembaga sosial.
  • aspek ekonomi, seperti industri, perdagangan, dan perkebunan.
  • aspek budaya, seperti pendidikan, agama, bahasa, dan kesenian.
  • aspek politik, seperti sistem pemerintahan dan partai politik.

Baca juga : Tujuan, Fungsi, Dan Manfaat Geografi

Konsep Geografi. Studi geografi merupakan studi keruangan tentang gejala-gejala geografi. Konsep geografi adalah gejala geografi yang konkret yang merupakan hasil keseluruhan interelasi keruangan antara faktor fisik (alam) dan faktor manusia. Menurut Ikatan Geografi Indonesia (IGI), konsep geografi meliputi :

1. Konsep Lokasi
Konsep lokasi memiliki kaitan dengan kedudukan suatu obyek di permukaan bumi yang dapat digambarkan dengan dua lokasi, yaitu :
  • lokasi absolut, yaitu lokasi menurut letak lintang dan bujur sistem koordinat, bersifat tetap.
  • lokasi relatif, yaitu lokasi yang tergantung dari pengaruh daerah di sekitarnya, atau berdasarkan  kedudukan obyek dengan obyek lainnya. sifatnya berubah.

Tujuan, Fungsi, Dan Manfaat Geografi

Geografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang segala  fenomena yang ada dipermukaan bumi, seperti keadaan penduduk, iklim, tumbuhan, binatang, air, tanah, dan lain-lain termasuk interaksi yang terjadi antara fenomena-fenomena tersebut.  
  
Rhoads Murphy menjelaskan bahwa  fenomena geografi yang terjadi dan berkaitan dengan ruang lingkup geografi tersebut, dapat dijelaskan dengan menggunakan analisis pendekatan geografi yaitu analisis menggunakan pertanyaan 5W + 1H, sebagai berikut :
  • Apa (What) yang terjadi di permukaan bumi ?
  • Di mana (Where) ruang atau tempat terjadinya ?
  • Mengapa (Why) gejala tersebut terjadi ?
  • Kapan (When) waktu terjadi atau berlangsungnya ?
  • Siapa (Who) yang terlibat dalam gejala yang terjadi ?
  • Bagaimana (How) keterkaitan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan alam dengan alam yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia, serta untuk kepentingan apa ?
Tujuan Geografi. Dengan mengetahui fenomena geografi yang terjadi dan menganalisisnya dengan pendekatan geografi, maka geografi dapat dimanfaatkan berdasarkan pada tujuannya. Tujuan dari geografi dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu :

1. Sebagai ilmu pengetahuan, tujuan dari geografi adalah :
  • mengembangkan konsep dasar geografi yang berkaitan dengan pola keruangan dan prosesnya.

Obyek Dan Ruang Lingkup Geografi

Berdasarkan Seminar dan Lokakarya di Semarang pada tahun 1988, para sarjana geografi Indonesia sepakat membuat rumusan tentang geografi yaitu ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfera dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan.  

Obyek Geografi. Mempelajari geografi juga harus mempelajari dan memahami ilmu-ilmu lain yang merupakan pendukung dari geografi. Obyek geografi merupakan segala sesuatu  yang menjadi pembelajaran dalam ilmu geografi. Obyek geografi meliputi :
  • Kondisi dan seluruh proses yang terjadi di atas permukaan bumi.
  • Pengorganisasian wilayah dan ruang di muka bumi.
  • Tafsiran terhadap bentang alam dan bentang sosial.
  • Hubungan manusia dengan lingkungan yang berbeda-beda.
  • Interaksi manusia dengan proses di permukaan bumi.
Selain itu, obyek geografi juga dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :

1. Obyek Material Geografi.
Obyek material geografi adalah seluruh fenomena atau gejala geografi yang terjadi pada ruang (geosfer) yang dipelajari oleh geografi, yang meliputi :
  • Litosfer. Litos artinya batuan dan sphera artinya lapisan. Jadi litosfer dapat diartikan sebagai lapisan penyusun kulit bumi yang terluar dan terbentuk dari batuan. Obyek material geografi pada lapisan ini adalah segala sesuatu materi atau gejala geografi yang terdapat atau terjadi pada lapisan ini. Fenomena dan gejala geografi dalam lapisan ini misalnya gempa, pergerakan lempeng bumi, dan lain-lain.
  • Hidrosfer, yaitu bagian dari geosfer yang berbentuk lapisan perairan, seperti lautan, sungai, danau, air tanah, dan lain-lain baik yang berbentuk cair, padat, ataupun gas. Fenomena dan gejala geografi pada bagian ini seperti pasang surut, pergerakan air tanah, hujan, dan lain-lain.
  • Atmosfer, yaitu lapisan udara yang menyelubungi bumi. Fenomena dan gejala geografi pada bagian ini seperti perubahan cuaca.

Pengertian Geografi Dan Cabang Ilmu Geografi

Istilah geografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'geo' yang berarti bumi, dan 'graphien' yang berarti tulisan atau penjelasan. Geografi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari (memberikan penjelasan) tentang bumi, atau secara singkat geografi adalah ilmu bumi.

Berdasarkan Seminar dan Lokakarya di Semarang pada tahun 1988, para sarjana geografi Indonesia sepakat membuat rumusan tentang geografi yaitu ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfera dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan.

Baca juga : Sejarah Perkembangan Geografi Dan Tokoh Geografi

Pengertian Geografi. Banyak ahli telah merumuskan pengertian tentang geografi dengan batasan-batasan sesuai dengan sudut pandang keilmuannya masing-masing. Secara umum, pengertian dari geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang segala  fenomena yang ada dipermukaan bumi, seperti keadaan penduduk, iklim, tumbuhan, binatang, air, tanah, dan lain-lain termasuk interaksi yang terjadi antara fenomena-fenomena tersebut. Sedangkan pengertian geografi menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Erasthothenes.
Ilmuwan yang hidup pada abad ke-1 ini mendefinisikan geografi sebagai penulisan atau penggambaran mengenai bentuk bumi. Erasthothenes mengartikan geografi secara sederhana, sesuai dengan arti kata 'geographica'.

2. Claudius Ptolomaeus.
Geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi.

3. Von Rithoffen.
Geografi adalah studi tentang gejala, dan sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya, dan menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala-gejala, dan sifat tersebut.

4. Immanual Kant.
Geografi adalah ilmu yang obyek studinya adalah benda-benda, hal-hal atau gejala-gejala yang tersebar dalam wilayah di permukaan bumi.

Pembagian Daerah Berdasarkan Iklim Beserta Pembagian Daerah Untuk Hewan

A. Pembagian Derah Berdasarkan Iklim.
Geografi kehidupan atau biografi adalah pembagian wilayah berdasarkan kondisi geografi yang berkaitan dengan kehidupan yang terdapat di dalamnya. Atau dengan kata lain, pembagian wilayah di bumi yang berkaitan dengan kehidupan tumbuhan dan hewan. Iklim, tumbuhan (vegetasi), dan hewan merupakan ekosistem skala besar yang disebut habitat atau bioma. Kondisi suatu bioma dipengaruhi oleh faktor abiotik dan biotik. Misalnya daerah pantai, faktor abiotiknya adalah pasir, lumpur, dan lain-lain, sedangkan faktor biotiknya adalah ikan, buaya, dan lain-lain.

Baca juga : Pengertian Ekologi Dan Ekosistem

Berdasarkan iklimnya, suatu daerah/wilayah di bumi ini dibedakan menjadi tiga, yaitu : 

1. Daerah Tropis.
Daerah tropis terletak di sepanjuang khatulistiwa antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) dan 23,5 derajat Lintang Selatan (LS), beriklim panas. Ciri-ciri daerah tropis, antara lain adalah :
  • Matahari bersinar sepanjang tahun.
  • Perubahan suhu sangat kecil (amplitudonya kecil).
  • Curah hujan tinggi, merata sepanjang tahun antara 200 - 225 cm per tahun.
  • Pohon-pohonnya besar dan tinggi, bisa mencapai 20 - 40 meter dan membentuk kanopi.
  • Tanah di bawahnya hampir tidak terkena sinar matahari, yang menyebabkan tanaman merambat atau menjalar ke atas.
  • Tanaman perdu masih bisa hidup dalam kanopi tanaman besar, sehingga terciptalah tingkatan kehidupan.

Di pedalaman daerah tropis terdapat beberapa padang/gurun pasir yang kondisinya berbeda jauh dengan lingkungan hutan tropis. Ciri-ciri daerah padang/gurun pasir adalah :
  • Perubahan suhunya sangat besar,  padasiang hari suhu bisa mencapai 50 derajat Celciusi, sebaliknya pada malam hari suhu dapat mencapai 0 derajat Celcius.
  • Curah hujan sangat rendah, sekitar 25 cm per tahun.
  • Kelembaban udara sangat rendah, sedangkan penguapan ai (evaporasi sangat tinggi, sehingga mengakibatkan tanah nya menjadi tandus.