Terapi : Pengertian Terapi (Terapi Dalam Dunia Medis, Psikologis, Dan Pendidikan)

Pengertian Terapi. Istilah terapi beasal dari bahasa Yunani, yang berarti perawatan atau pengobatan. Terapi dapat diartikan sebagai upaya pengembalian kesehatan dan fungsionalitas tubuh ke kondisi normal. Terapi juga dapat diartikan dengan usaha untuk memulihkan kondisi tubuh seseorang yang sakit. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, terapi diartikan dengan usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit, pengobatan penyakit, dan perawatan penyakit. 

Terapi Dalam Dunia Medis. Dalam bidang medis, yang dimaksud dengan terapi adalah remediasi kesehatan yang biasanya mengikuti diagnosis. Sedangkan Mosby, mengartikan terapi sebagai suatu tindakan perawatan pemulihan atas penyakit atau cidera apapun yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi tubuh yang terganggu ke fungsi normalnya. Terapi dalam bidang medis biasanya melalui beberapa tahapan, seperti :
  • mempelajari gejala yang muncul.
  • melakukan diagnosis.
  • mengobati penyakit yang diderita.
  • melakukan perawatan hingga kondisi kesehatan pasien kembali seperti semula.

Dalam kaitannya dengan pemulihan kondisi seseorang, terapi dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu :
  • terapi abortive, yaitu suatu pengobatan yang dimaksudkan untuk menghentikan kondisi medis dari perkembangan lebih lanjut.
  • terapi supportive, yaitu suatu terapi yang diberikan untuk meningkatkan kenyamanan pasien. 

Di beberapa negara di dunia dikenal adanya suatu pengobatan alternatif, yaitu bentuk pelayanan pengobatan yang menggunakan cara, alat, atau bahan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan kedokteran modern (pelayanan kedokteran standar) dan dipergunakan sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan kedokteran modern tersebut. Dalam pengobatan alternatif tersebut dikenal adanya terapi alternatif. Terapi alternatif adalah semua jenis pengobatan yang tidak dianggap sebagai praktek standar kedokteran, atau dapat dikatakan bahwa terapi alternatif merupakan suatu jenis pengobatan konvensional dalam suatu budaya tertentu. Contoh dari terapi alternatif adalah homeopati, naturopati, pengobatan tradisional China, dan masih banyak lagi.

Makanan Dan Minuman Untuk Kesuburan

Ada banyak jenis makanan dan minuman yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan pasangan suami istri. Namun, pada prinsipnya makanlah dengan pola makan seimbang, mengurangi makanan berlemak, kurangi karbohidrat berlebihan, dan kurangi makanan dan minuman yang terlalu manis. Jenis makanan berlemak dapat mempengaruhi hormon-hormon dan meningkatkan berat badan, sehingga mengganggu kesuburan.

Untuk meningkatkan kesuburan, banyaklah mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan, terutama yang mengandung vitamin C, vitamin E, dan vitamin B kompleks. Vitamin-vitamin tersebut penting untuk pengaturan hormon-hormon reproduksi baik untuk istri maupun suami. Selain vitamin-vitamin tersebut, konsumsi juga makanan dan minuman yang mengandung mineral terutama seng (zinc), tembaga, dan selenium.

Sementara untuk pasangan suami istri yang sedang menjalani program hamil, sangat penting untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam folat. Asam folat banyak ditemukan di sayur-sayuran hijau, seperti bayam, asparagus, dan buah-buahan seperti kiwi dan alpukat. Asam folat juga banyak ditemukan dalam biji bunga matahari, putih telur, dan kacang-kacangan. Selain asam folat, tambahan Omega 3 dalam menu makanan juga sangat bermanfaat bagi kehamilan. Omega 3 yang mengandung fatty acid sangat baik untuk kesehatan otak. Omega 3 dapat ditemukan dari ikan-ikan laut, seperti tuna dan salmon, serta kacang-kacangan seperti kedelai, flaxseed, dan walnut.

Hypnoterapi, Tetap Langsing Walaupun Banyak Makan

Banyak orang, terutama perempuan, menganggap berat badan berlebih merupakan momok dalam hidupnya. Banyak cara ditempuh untuk memiliki berat badan dan bentuk tubuh ideal. Segala macam metode penurunan berat badan akan dengan rela mereka jalani.

Ada tiga hal yang menyebabkan berat badan seseorang tidak juga berkurang, yaitu :
  • Makan ketika sedang emosional (emotional eating). Salah satu cara seseorang melarikan diri dari masalahnya adalah dengan makan. Akibatnya mereka terbiasa melakukan apa yang dinamakan emotional eating. Walaupun sebenarnya perut sudah kenyang, tapi kita tetap tidak berhenti untuk terus mengunyah. Yang dipikirkan hanyalah makan dan makan.
  • Diet secara berlebihan (obsessive dieting). Diet sebenarnya adalah seperangkat aturan tentang yang boleh dan tidak boleh soal makanan, tentang yang sehat dan tidak sehat, tentang yang baik dan tidak baik. Begitu seseorang lepas dari diet, biasanya berat badannya akan bertambah karena ia akan melampiaskannya pada makanan. 
  • Pemrograman yang keliru (faulty programming). Seringkali dipikiran banyak orang sudah tertanam anggapan-anggapan yang salah tentang kegemukan. Banyak orang menghubungkan badan yang gemuk dengan kesuksesan dalam hidup atau berhubungan dengan anak yang lucu. Hal-hal tersebut dan apapun yang dikatakan tersebut akan mudah tertanam di alam bawah sadarnya dan tanpa disadari, ia akan menggemukkan badannya.

Pengobatan Dengan Akupunktur

Akupunktur adalah ilmu dan seni tusuk jarum. Cara kerja akupunktur dengan menekan atau menusuk titik-titik tertentu yang disebut sebagai titik akupunktur atau meridian di tubuh. Jarum yang digunakan dalam terapi akupunktur ini sangatlah tipis dan fleksibel bagaikan sehelai rambut.

Akupunktur berasal dari Cina, yang sudah dikenal sejak 5.000 tahun yang lalu. Pada awalnya, masyarakat Cina menggunakan  batu yang berujung runcing, kayu, atau buluh untuk terapi akupunktur. Tapi sekarang dalam praktek akupunktur, alat-alat tersebut telah digantikan dengan jaru,-jarum khusus yang sangat runcing dan halus untuk menekan titik-titik meridian.

Jarum-jarum yang digunakan dalam terapi akupunktur terbuat dari berbagai macam logam, seperti perak, tembaga, atau emas. Untuk menjamin keamanan dan kebersihannya, semua jarum yang digunakan dalam terapi akupunktur harus steril dan hanya digunakan satu kali. Setelah digunakan, jarum-jarum tersebut dibuang dan akupunkturis atau ahli akupunktur harus menggunakan jarum yang baru.

Terapi akupunktur menjadi pilihan pengobatan alternatif yang bebas dari bahan kimia yang dapat menimbulkan efek buruk pada tubuh. Penusukan titik-titik akupunktur akan membuat sistem syaraf melepaskan zat kimia dalam otor, sumsum tulang belakang dan otak. Pelepasan zat kimia tersebut akan membantu perbaikan keseimbangan energi sehingga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Untuk menjalani terapi akupunktur ini, tidak ada batasan usia yang diterapkan. Semua orang bisa menjalani terapi akupunktur. 

Angin Pantai Untuk Penyembuhan Asma

Asma disebabkan karena adanya gejala sesak nafas atau batuk yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernafasan. Ketika otot mengejang, saluran udara mengecil dan menghalangi pernafasan. Apabila ini terjadi, paru-paru akan kekurangan udara. Hal ini yang biasanya terjadi pada awal asma.

gambar : bersatulah.com
Penyakit asma paling banyak terjadi pada anak-anak dan berpotensi mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Sangat banyak kasus penyakit asma di masyarakat yang tidak terdiagnosis, sehingga hal tersebut menyebabkan penderita tidak memperoleh pengobatan dengan baik.

Dari riset yang dilakukan oleh Dr. Ben Wheeler dan Dr. Mathew Uppon, peneliti dari Peninsula College of Medicine and Dentistry di Exeter, Inggris, menemukan bahwa kehidupan di pinggir laut membuat kesehatan lebih baik, terutama bagi penderita asma. Udara yang lepas dari laut yang belum tercemar polutan darat berdampak sangat bagus, mampu mendorong dan menghilangkan lendir-lendir yang menyumbat saluran pernafasan atau tenggorokan. Jika proses terapi ini dilakukan setiap hari maka perlahan-lahan penyempitan pada saluran pernafasan akan mengalami perkembangan yang berarti (kembali menjadi normal).

Karena itulah banyak ahli sependapat bahwa angin pantai mempunyai potensi sebagai terapi penyembuhan bagi penderita asma, dengan menghilangkan lendir-lendir yang menyumbat di saluran pernafasan secara bertahap. Terapi asma dengan udara pantai merupakan pengobatan sederhana yang sangat bermanfaat bagi paru-paru dan pernafasan. Saat berada di pantai, semuanya terasa lega dan tenang.

Terapi Sengatan Lebah Madu

Lebah madu, saat ini sudah banyak orang yang membudidayakannya untuk dimanfaatkan madunya. Selain menghasilkan madu, royal jelly, bee pollen, lilin lebah, dan propolis ternyata lebah madu juga menghasilkan sejenis racun (avitoksin) yang dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit tertentu. Diantaranya stroke, migram, reumatik, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, lumpuh, sering kesemutan, dan lain sebagainya.

Kandungan utama racun lebah adalah avitoksin, yaitu suatu zat yang mampu memacu kerja jantung dan memberikan kehangatan melalui pembuluh-pembuluh darah ke seluruh tubuh.

Pada tahun 1864, Profesor Libowsky dari Polandia berhasil membuktikan kesembuhan pasiennya dengan terapi sengatan lebah, Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa sengatan lebah mengandung senyawa kimia antara lain triftopan, kolin, gliserin, asam fospat, asam falmitat, asam lemak, asam vitellin, apramin, peptida, enzim, hystamin, dan mellitin. Kandungan-kandungan ini merupakan senyawa dari golongan protein Apis Melifera, mellitin, dan vitellin, dimana memiliki aktivitas antibakteri yang kuat dan tahan terhadap penisilin serta anti rematik, dan dapat bereaksi dengan senyawa yang sudah ada dalam tubuh manusia.

Metode terapi sengatan lebah harus dilakukan  dengan benar dan tepat pada titik sengatannya dengan dosis yang terukur. Bila takarannya terlalu banyak racun akan berpengaruh buruk terhadap kerja paru-paru (dapat menyebabkan sesak nafas), karena itu orang yang melakukan metode terapi sengatan lebah harus benar-benar mengetahui tentang teknik-teknik akupuntur dan mengetahui titik-titik sengatan yang tepat sesuai dengan jenis penyakit yang diderita oleh pasien.

Placebo Sistem Pengobatan Dengan Sugesti

Placebo dalam bahasa latin berarti 'saya akan senang'. Jika placebo dikaitkan dengan kesehatan, efek placebo sering disebut fake treatment. Placebo merupakan istilah medis, yang berarti suatu cara dalam kefarmasian dengan mempergunakan suatu zat yang tidak mempunyai efek farmakodinamik, untuk maksud tertentu. Placebo adalah sejenis pengobatan dengan sugesti, tapi efek kesembuhannya lebih ampuh dari obat yang sebenarnya. Sebagian orang menganggap placebo ini adalah sistem pengobatan semu. 

Pada jaman dahulu, seorang dokter adalah juga merupakan seorang yang ahli dalam bidang agama, contohnya Ibnu Sina, Aljaber, dan tabib-tabib lain. Sehingga mereka tidak hanya memberikan solusi secara konvensional, namun sekaligus memberikan efek placebo lewat kata-kata positif berupa doa atau motivasi yang sarat nilai spiritual.

Metode efek placebo ini dikemukakan oleh Ibnu Sina. Ia selalu berpesan kepada muridnya, "Jangan pernah mengatakan kepada pasien bahwa penyakitnya tidak dapat diobati. Sesungguhnya sugesti kalian merupakan obat bagi pasien."

Di masa sekarang ini, banyak orang mempunyai dokter pribadi atau mereka hanya percaya dengan salah satu dokter tertentu saja, sehingga apabila mereka sakit, mereka hanya bisa sembuh jika berobat dengan dokter tersebut, tidak dengan dokter lain. Terkadang mereka akan merasa lebih baik hanya dengan berbicara dengan dokter tersebut. Hal ini bisa terjadi karena adanya efek placebo. Dengan hanya mendengar kata-kata dari dokter tersebut, rasa cemas dan sakit yang dirasakannya benar-benar hilang.

Fitoterapi, Penyembuhan Penyakit Dengan Obat Herbal

Fitoterapi adalah suatu sistem terapeutika yang meliputi pencegahan dan pengobatan penyakit pada manusia dengan menggunakan tumbuhan, bagian dari tumbuhan, atau sediaan-sediaan obat herbal. Fitoterapi pertama kali dikenalkan pada tahun 1021 M, oleh Ibnu Sina. Pada saat itu Ibnu Sina melakukan pengobatan dengan menggunakan Taxus baccata L yaitu konifer  yang banyak ditemukan di daerah Eropa bagian barat dan selatan, barat laut Afrika, dan daerah barat daya Asia. Pohon ini termasuk spesies yang paling mematikan diantara banyak pohon yang ada di muka bumi ini. Pohon konifer dikenal juga dengan sebutan Yew atau English Yew atau Europen Yew. 
Dalam praktek medis modern pohon Yew dianggap terlalu berbahaya untuk pengobatan. Racun utama Yew adalah taxin, yang berfungsi sebagai depresan jantung. Sayang, pohon Yew saat ini terancam punah dikarenakan banyaknya penebangan pohon Yew sebagai akibat dari meningkatnya permintaan dari perusahaan farmasi dan rumah sakit.

Ramuan obat yang dibuat oleh Ibnu Sina diberi nama 'Zarnab', yang digunakan untuk penyembuhan penyakit jantung. Penemuan Ibnu Sina sebagaimana tertulis dalam bukunya yang berjudul Canon of Medicine ini telah diakui oleh Yalcin Tekol, seorang sarjana Barat melalui karyanya, 'The Medieval Physician Avicenna Used an Herbal Calcium Channel Blocker, Taxus bacca L'.

Dalam fitoterapi dikenal beberapa konsep terapeutika yang diawali dengan konsep terapeutika manusia purba, konsep terapeutika masa Romawi - Yunani, konsep terapeutika Islam, konsep terepeutika tradisional China, dan konsep terapeutika Ayurveda. Dari berbagai konsep terapeutika tersebut dapat terlihat bahwa dasar-dasar farmakologi sudah mulai diperkenalkan pada masanya masing-masing.

Hirudoterapi (Terapi Lintah) Sebagai Alternatif Pengobatan

Hirudoterapi atau terapi dengan menggunakan limtah adalah suatu cabang pengobatan holistik yang menggunakan lintah untuk mengobati berbagai penyakit medis, terutama yang berhubungan dengan aliran darah, seperti penyakit jantung, stoke, hipertensi, diabetes, dan lain sebagainya.

Ibnu Sina dalam bukunya The Canon of Medicine menuliskan teknik pengobatan penyakit dengan menggunakan hewan lintah ini atau disebut hirudoterapi. Hirudoterapi merupakan terapi penyembuhan penyakit dengan menggunakan lintah sebagai obat dengan tujuan pengobatan. Ibnu Sina juga memperkenalkan penggunaan lintah sebagai perawatan untuk penyakit kulit. Terapi lintah menjadi salah satu metode yang disukai masyarakat Eropa pada abad pertengahan.

Selanjutnya Abdul Latif, pada abad ke 12 Masehi, menuliskan bahwa lintah dapat digunakan untuk membersihkan jaringan penyakit setelah operasi pembedahan. Ia juga melakukan model terapi ini, meskipun ia mengerti resiko menggunakan lintah. Ia memberikan saran kepada pasien atau pengguna terapi ini, bahwa lintah harus harus dibersihkan dari kotoran dan debu sebelum digunakan. Dalam bukunya yang berjudul Alhadith of Prophet on Healing in Three Things : An Interpretational, yang dipublikasikan dalam Journal of the Internasional Society for the History of Islamic Medicine, Abdul Latif selanjutnya menjelaskan bahwa setelah lintah menghisap darah dan ada darah yang keluar, bagian tubuh itu harus diteteskan garam.

Lintah merupakan representasi dari pengobatan Ibnu Sina yang saat ini banyak dijadikan sebagai rujukan terapi holistik. Lintah menyuntikkan puluhan zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh saat menghisap darah penderita. Namun dalam menggunakan terapi lintah perlu diperhatikan bahwa lintah harus segera dibunuh setelah menghisap, karena tubuhnya penuh dengan racun.

Kromoterapi (Colorology) Dan Low Level Laser Therapy

Metode terapi untuk penyembuhan berbagai penyakit sangat banyak ragamnya, di antaranya adalah Kromoterapi dan Low Level Laser Therapy.

1. Kromoterapi.
Kromoterapi adalah suatu metode terapi (perawatan) suatu penyakit dengan menggunakan warna-warna. Kromoterapi bersifat suportif yaitu terapi yang dipakai sebagai pendukung dari pengobatan utama suatu penyakit. Menurut praktisi kromoterapi, penyebab dari beberapa penyakit dapat diketahui dari pengurangan warna-warna tertentu dari sistem dalam tubuh manusia.

Menurut catatan sejarah, terapi warna diperkirakan berasal dari tradisi india kuno, yang diajarkan dalam Ayurveda. Masyarakat India telah mempraktekkan terapi tersebut sejak ribuan tahun yang lalu. Sumber sejarah lain menyebutkan, kromoterapi berasal dari tradisi China dan Mesir Kuno. Dijelaskan bahwa orang mesir kuno telah membangun solarium, sejenis kamar yang dipasang kaca jendela berwarna. Matahari akan bersinar melalui kaca dan pasien akan disinari beraneka warna dari pantulan kaca jendela tersebut.

Dalam catatan sejarah, metode kromoterapi ini telah dipraktekkan dan diperkenalkan secara umum
oleh seorang dokter muslim pada abad ke-10 Masehi. Adalah Ibnu Sina atau Abu Ali al-Husain bin Abdullah bin Sina atau dikenal juga dikalangan orang barat dengan nama Avicenna (980 M - 1037 M) yang pertama kali menerapkan kromoterapi dalam metode pengobatannya. Dalam perjalananya Ibnu Sina sudah menggunakan warna sebagai salah satu media penting dalam mendiagnosa penyakit pasiennya sekaligus  juga sebagai pengobatan, jauh sebelum dunia barat mengenal metode kromoterapi ini.

Di dalam bukunya yang berjudul "Al-Qanun fi At-Thibb (The Canon of Medicine)", Ibnu Sina yang mendapat gelar Bapak Pengobatan Modern ini mengungkapkan bahwa warna merupakan gejala yang tampak dalam penyakit. Warna juga berhasil mengembangkan grafik hubungan antara warna dengan suhu tubuh dan kondisi fisik tubuh pasien.

Bekam Sebagai Alternatif Utama Pengobatan

Bekam atau orang Indonesia mengenal dengan nama cantuk adalah metode pengobatan dengan mengeluarkan racun dalam kulit (oksidan detoks) dengan cara dikop/dihisap lalu disayat/ditusuk dipermukaan kulit, tidak sampai syaraf otot, sehingga tidak terasa sakit. 

Selanjutnya darah yang terkumpul dikeluarkan. Dengan cara ini sirkulasi darah dan bioenergi tubuh akan mengalir lagi untuk menyeimbangkan homeostasis tubuh. Bekam tidak menyakitkan justru memberi efek rileks, analgetik, menghilangkan nyeri, mengurangi pembengkakan, serta mengusit pathogen angin baik dingin atau lembab. Dengan membuang racun dalam kulit yang merupakan organ terbesar sistem pembuangan, maka daya imun pun akan kembali meningkat sehingga penyakit dapat dihalau.

Di jaman seperti sekarang ini, dimana lingkungan tempat kita hidup sudah sangat tercemar, belum lagi persaingan hidup yang hiperkompetitif sehingga memicu tingkat stres yang semakin tinggi, yang hal ini semakin menimbulkan penimbunan racun yang semakin parah dan akan semakin memperberat kerja daya imun tubuh kita. Dampaknya pun berkembang dari infeksi mengarah pada penyakit degeneratif seperti maag, hipertensi, diabetes, ginjal, jantung koroner, asma, serta kanker yang sulit disembuhkan. Ironisnya, pengobatan yang dilakukan dengan menggunakan obat-obat sintetis, seringkali justru menambah kadar racun yang ada pada tubuh kita. Hal ini menyebabkan sistem pertahan imun tubuh kita pun semakin berat, yang pada akhirnya daya imun tubuh kita tidak sanggup lagi menghalau benda asing yang masuk dalam tubuh, yang mengakibatkan timbulnya penyakit akut ataupun kronis yang sulit disembuhkan.