Model Pembelajaran Scramble : Pengertian, Bentuk, Manfaat, Tahapan, Kelebihan Dan Kekurangan Model Pembelajaran Scramble

Pengertian Model Pembelajaran Scramble. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Melalui model pembelajaran, guru dapat membantu para siswa dalam mendapatkan informasi, ide, keterampilan, cara berfikir, dan mengekspresikan ide. Selain itu, model pembelajaran juga berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para guru dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.

Istilah “scramble”, secara etimologi berasal dari bahasa Inggris yang berarti “perebutan, pertarungan, perjuangan”. Istilah scramble ini dipakai untuk jenis permainan anak-anak yang digunakan untuk melatih pengembangan dan peningkatan wawasan pemikiran anak-anak dalam hal pemakaian dan pemahaman kosa kata. Scramble merupakan suatu permainan yang dapat dilakukan oleh dua atau empat orang dalam satu kelompok, di mana para pemainnya harus menyusun kembali kata-kata dari huruf-huruf, kalimat dari kata-kata, dan wacana dari potongan kalimat-kalimat yang susunannya telah diacak terlebih dahulu.

Berdasarkan hal tersebut, model pembelajaran scramble dapat diartikan sebagai suatu model pembelajaran yang menggunakan penekanan latihan soal yang dikerjakan secara berkelompok yang memerlukan adanya kerjasama antar anggota kelompok dengan berfikir kritis sehingga dapat lebih mudah dalam mencari penyelesaian soal. Model pembelajara scramble mengharuskan adanya penggabungan antara otak kanan dan otak kiri. Dalam model pembelajaran ini, siswa tidak hanya diminta untuk menjawab soal, tetapi juga menangkap dengan cepat jawaban soal yang sudah tersedia namun masih dalam kondisi acak. Ketepatan dan kecepatan berpikir dalam menjawab soal menjadi salah satu kunci permainan model pembelajaran scramble. Model pembelajaran scramble membutuhkan media dengan pertanyaan dan jawaban yang ditulis pada sebuah kertas. Pertanyaan yang dibuat disesuaikan dengan bahan ajar yang harus dikuasai oleh siswa. Jawaban atas pertanyaan diberikan pada lembar yang sama dengan mengacak hurufnya.


Selain itu, pengertian model pembelajaran scramble dapat juga dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :

Team Teaching : Pengertian, Aspek, Jenis, Manfaat, Dan Tahapan Pelaksanaan Team Teaching, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Team Teaching

Pengertian Team Teaching. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah, tidak terlepas dari peran pengajar dalam melaksanakan proses pembelajaran, yang diwujudkan dalam bentuk interaksi belajar mengajar, baik antara pengajar dengan pengajar lainnya, pengajar dengan peserta didik, maupun peserta didik dengan peserta didik beserta lingkungannya.

Dalam proses pembelajaran, pengajar harus mampu memilih metode-metode yang digunakan saat mengajar agar peserta didik dapat dengan cepat memahami materi pelajaran yang disampaikannya sehingga dapat menghasilkan nilai yang baik. Dari berbagai metode pembelajaran yang ada, salah satu yang dapat digunakan oleh pengajar dalam proses pembelajaran adalah “team teaching”.

Secara umum, istilah “team teaching” merupakan suatu metode pengajaran yang melibatkan dua orang pengajar atau lebih dalam pengelolaan proses pembelajaran sesuai dengan peran dan tanggung jawab yang jelas dan seimbang untuk mencapai tujuan pembelajaran. Team teaching juga dapat berarti strategi pembelajaran di mana kegiatan proses pembelajarannya dilakukan oleh lebih dari satu orang pengajar dengan pembagian peran dan tanggung jawabnya masing-masing.

Selain itu, pengertian team teaching juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Abdul Majid, dalam “Strategi Pembelajaran”, menyebutkan bahwa team teaching adalah metode mengajar dengan dua orang pengajar atau lebih bekerja sama mengajar sebuah kelompok peserta didik.
  • Munir, dalam “Team Teaching”, menyebutkan bahwa team teaching adalah suatu metode mengajar di mana pengajarnya lebih dari satu orang yang masing-masing bekerja sama, mempunyai tugas (merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajar mengajar) yang sesuai dengan bidang keahlian dan kemampuannya.
  • Ali Ahmadi dan Prasetya, dalam “Strategi Belajar Mengajar”, menyebutkan bahwa team teaching adalah suatu pengajaran yang dilaksanakan bersama oleh beberapa orang pengajar yang bekerja sama untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi aktivitas proses dan hasil pembelajaran peserta didik.

Kejenuhan Belajar : Pengertian, Indikator, Aspek, Penyebab, Dan Tahapan Terjadinya Kejenuhan Belajar, Serta Cara Mengatasi Kejenuhan Belajar

Pengertian Kejenuhan Belajar. Setiap orang pasti pernah merasakan “kejenuhan”. Kejenuhan berasal dari kata dasar “jenuh” yang berarti jemu atau bosan. Sedangkan kata “kejenuhan” sendiri, secara harfiah berarti padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi memuat apapun. Seseorang yang mengalami kejenuhan, tentunya ia akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk dapat lepas dari tekanan atau kejenuhan tersebut.

Istilah “kejenuhan belajar” atau “learning plateu” dapat diartikan sebagai suatu kondisi mental siswa dalam rentang waktu tertentu, yang merasa malas, bosan, lesu, tidak bersemangat, serta tidak bergairah untuk melakukan aktivitas belajar. Kejenuhan belajar juga dapat berarti suatu kondisi emosional yang terjadi pada seorang siswa ketika merasa lelah, lesu, atau bosan akibat meningkatnya tuntutan belajar sehingga mengakibatkan kurang bergairah, kurang antusias, atau tidak mempunyai ketertarikan dalam melakukan aktivitas belajar.

Selain itu, pengertian kejenuhan belajar juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Thursan Hakim, dalam “Belajar Secara Efektif”, menyebutkan bahwa kejenuhan belajar adalah suatu kondisi mental seseorang saat mengalami rasa bosan dan lelah yang amat sangat sehingga mengakibatkan timbulnya rasa lesu tidak bersemangat atau hidup tidak bergairah untuk melakukan aktivitas belajar.
  • Muhibbin Syah, dalam “Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru”, menyebutkan bahwa kejenuhan belajar adalah rentang waktu tertentu yang digunakan untuk belajar, tetapi tidak mendatangkan hasil seakan-akan pengetahuan dan kecakapan yang diperoleh dari belajar tidak ada kemajuannya.
  • A. Pines dan E. Aronson, dalam “Career Burnout: Causes and Cures”, menyebutkan bahwa kejenuhan belajar adalah kondisi emosional ketika seseorang merasa lelah dan jenuh secara mental maupun fisik sebagai akibat tuntutan pekerjaan terkait dengan belajar yang meningkat.

Model Pembelajaran Team Quiz : Pengertian, Prinsip, Tahapan, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Model Pembelajaran Team Quiz

Pengertian Model Pembelajaran Team Quiz. Secara umum, model pembelajaran team quiz dapat diartikan sebagai suatu model pembelajaran aktif di mana peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian semua anggota kelompok mempelajari dan mendiskusikan materi pelajaran, setelah itu peserta didik menyiapkan kuis (tebak-tebakan) dengan jawaban singkat dari materi yang sudah dipelajari. Model pembelajaran team quiz dapat juga berarti suatu model pembelajaran yang dilakukan dengan membagi peserta didik dalam beberapa kelompok, di mana masing-masing kelompok secara bergantian menjadi pemandu kuis dengan menyiapkan soal kuis jawaban singkat, sementara kelompok yang lain memeriksa catatan mereka.

Model pembelajaran team quiz berfungsi untuk menghidupkan suasana belajar peserta didik, meningkatkan keaktifan dan semangat peserta didik, sehingga peserta didik dapat dengan mudah memahami materi pelajaran.

Selain itu, pengertian model pembelajaran team quiz dapat juga dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Melvin L. Silberman, dalam “Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif”, menyebutkan bahwa model pembelajaran team quiz adalah metode pembelajaran aktif dalam bentuk metode game team quiz di mana peserta didik dibagi menjadi tiga tim. Setiap peserta didik dalam tim bertanggung jawab untuk menyiapkan kuis jawaban singkat, dan tim yang lain menggunakan waktunya untuk memeriksa catatan.
  • Hisyam Zaini, Bermawy Munthe, dan Sekar Ayu Aryani, dalam “Strategi Pembelajaran Aktif”, menyebutkan bahwa model pembelajaran team quiz adalah model pembelajaran aktif yang berfungsi untuk menghidupkan suasana belajar, yaitu dengan mengaktifkan peserta didik untuk bertanya maupun menjawab. Model pembelajaran team quiz merupakan model pembelajaran yang dapat membangkitkan semangat dan pola pikir kritis peserta didik.

Kompetensi Pedagogik : Pengertian, Unsur, Tujuan Dan Manfaat Kompetensi Pedagogik

Pengertian Kompetensi Pedagogik. Dalam dunia pendidikan, tenaga pendidik diwajibkan untuk menguasai kompetensi pedagogik dan sejumlah kompetensi lainnya. Pengertian kompetensi pedagogik tidak dapat dilepaskan dari pengertian dua istilah “kompetensi” dan “pedagogik”. 

Kompetensi merupakan
suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang dalam bidang tertentu, baik kemampuan intelektual, fisik, soft skill ataupun hard skill. Sedangkan pedagogik adalah suatu kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Secara umum, kompetensi pedagogik dapat diartikan sebagai seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh pendidik (guru dan dosen) dalam menjalankan tugas keprofesionalan. Kompetensi pedagogik juga berarti kemampuan atau keterampilan tenaga pendidik (guru dan dosen) yang bisa mengelola proses pembelajaran atau mengatur interaksi belajar mengajar dengan para peserta didik (siswa dan mahasiswa). Dalam Peraturan Pemerintah Nomor : 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik, merancang dan melaksanakan proses pembelajaran, serta evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Penguasaan keterampilan pedagogik yang baik akan membantu tenaga pendidik dalam hal :
  • proses belajar mengajar menjadi lebih baik.
  • dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan baik, menyenangkan, serta menjadi mudah dipahami oleh peserta didik.
  • dapat menciptakan suasana kelas yang mendukung dan mendorong interaksi antara pendidik dengan peserta didik.

Metode Pembelajaran Pair Check : Pengertian, Prinsip, Dan Tahapan Metode Pembelajaran Pair Check, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Metode Pembelajaran Pair Check

Pengertian Metode Pembelajaran Pair Check. Dalam proses belajar mengajar, seorang guru dapat menerapkan suatu metode pembelajaran dan gaya mengajar dengan beragam dan bervariasi, sehingga memudahkan dalam penyampaian materi serta pencapaian tujuan pembelajaran. Salah satu bentuk dari model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh seorang guru dalam proses belajar mengajar adalah “metode pembelajaran pair check”.

Pair check
merupakan metode pembelajaran berkelompok yang berisi dua orang atau berpasangan. Metode pembelajaran pair check atau cek pasangan, pertama kali dikemukakan oleh Spencer Kagan, pada tahun 1990, untuk melatih setiap pasangan untuk berlomba-lomba memenangkan tugas atau permainan secara kelompok dan cerdas. Metode pembelajaran ini selanjutnya dikembangkan oleh Frank Lyman dari University of Maryland, dengan cara atau teknik belajar mengajar sebagai berikut :
  • ketika guru menyampaikan pelajaran di dalam kelas, para siswa duduk berpasangan dengan timnya masing-masing.
  • guru memberikan pertanyaan kepada kelas.
  • siswa diminta untuk memikirkan sebuah jawaban dari mereka sendiri, lalu berpasangan dengan pasangannya untuk mencapai sebuah kesepakatan terhadap jawaban.

Secara umum, metode pembelajaran pair check dapat diartikan sebagai suatu model pembelajaran yang dilakukan dengan cara kerja kelompok yang berpasangan (kelompok sebangku), di mana salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan pengecekan kebenaran jawaban. Metode pembelajaran pair check termasuk salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif yang menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan.

Metode pembelajaran pair check bertujuan untuk :
  • berfokus pada masalah-masalah dengan jawaban konvergen (seragam).
  • melatih kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan memberi penilaian.

Komunikasi Ilmiah : Pengertian, Unsur, Ruang Lingkup, Bentuk, Dan Fungsi Komunikasi Ilmiah

Pengertian Komunikasi Ilmiah. Secara umum, komunikasi ilmiah atau “scholarly communication” atau “scientific communication” dapat diartikan sebagai komunikasi yang dilakukan antara ilmuwan, yaitu pengalihan, penerusan maupun penyampaian bidang informasi dalam bidang ilmu satu kepada ilmuwan yang lain. Komunikasi ilmiah juga berarti suatu sistem yang di dalamnya terdapat proses menciptakan hasil penelitian dan karya ilmiah lainnya, proses evaluasi, proses penyebarannya ke masyarakat ilmiah, dan proses preservasi untuk penggunaan di masa depan.

Komunikasi ilmiah merupakan sarana bagi para peneliti untuk saling mengetahui perkembangan ilmu, perkembangan penelitian yang dilakukan oleh rekannya, serta menjadi sarana untuk melakukan masukan terhadap penelitian yang sedang dilakukan oleh rekannya. Sedangkan American Library Association (ALA), mengartikan komunikasi ilmiah dengan suatu sistem dimana penelitian dan tulisan- tulisan ilmiah lainnya diciptakan, dievaluasi dari segi kualitas, disebarluaskan kepada masyarakat ilmiah, dan diawetkan untuk penggunaan masa depan.

Selain itu, pengertian komunikasi ilmiah juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh beberapa hari, diantaranya adalah :
  • Ida Fajar Priyanto, dalam “Kebutuhan dan Perilaku Informasi”, menyebutkan bahwa komunikasi ilmiah adalah proses yang terus berlangsung menjadikan pengetahuan dapat tumbuh dan meluas baik di dalam maupun di luar, lintas, dan antar disiplin ilmu.
  • Irman Siswadi, dalam “Perpustakaan Sebagai Mata Rantai Komunikasi Ilmilah”, yang dimuat dalam Majalah Visi Pustaka, Volume : 11(1), Bulan April 2009, menyebutkan bahwa komunikasi ilmiah adalah komunikasi yang umumnya berkaitan dengan kegiatan-kegiatan penelitian atau penyelidikan, khususnya di lingkungan akademik.
  • A.I. Mikhailov, A.I. Chernyi, dan R.S. Giliarevski, dalam “Scientific Communication and Informatics”, menyebutkan bahwa komunikasi ilmiah adalah kombinasi proses dari presentasi, penyampaian, dan penerimaan dari informasi ilmiah dalam masyarakat ilmiah.

Wacana : Pengertian, Syarat, Unsur Pendukung, Jenis, Dan Ciri-Ciri Wacana

Pengertian Wacana. Wacana sangat erat kaitannya dengan bisang bahasa dan sastra, selain juga berkaitan dan sering digunakan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti : politik, antropologi, sosiologi, dan filsafat. Dalam satuan kebahasaan, wacana menjadi unsur tertinggi. Wacana juga menjadi bagian dari salah satu kajian linguistik, yang dikenal dengan istilah analisis wacana. Wacana bisa ditemui dalam novel, buku, ensiklopedia, karangan utuh, dan lainnya.

Wacana
bersinonim dengan teks. Kesamaan di antara keduanya adalah menggunakan acuan berupa bahasa yang lebih luas dibandingkan klausa atau kalimat. Sedangkan perbedaan di antara wacana dan teks adalah terletak pada segi penggunaannya, di mana wacana lebih berbentuk lisan sehingga interaktif, sementara teks berbentuk tulisan dan tidak interaktif.

Secara etimologi, istilah “wacana” berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “wac, wak, vak”, yang berarti berkata atau berucap. Dalam bahasa Inggris, wacana disebut dengan “discourse” yang merupakan rekaman peristiwa yang utuh tentang komunikasi. Pada umumnya, wacana merupakan unit kebahasaan yang labih besar dari pada kalimat dan klausa dan mempunyai hubungan antara unit kebahasaan yang satu dengan yang lain.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wacana diartikan dengan beberapa pengertian, yaitu :
  1. n komunikasi verbal; percakapan.
  2. Ling keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan.
  3. Ling satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, seperti novel, buku, artikel, pidato, atau khutbah.
  4. Ling kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat.
  5. pertukaran ide secara verbal.

Secara terminologis, wacana dapat diartikan sebagai suatu peristiwa yang terstruktur yang dimanifestasikan dalam perilaku linguistik (atau lainnya). Wacana juga berarti seperangkat proposisi yang saling berhubungan untuk menghasilkan keadaan suatu kepaduan atau rasa kohesi bagi pendengar atau pembaca. Kohesi atau kepaduan tersebut harus muncul dari isi wacana, tetapi banyak sekali rasa kepaduan yang dirasakan oleh pendengar atau pembaca harus muncul dari cara pengutaraan wacana tersebut.

Proses Komunikasi Ilmiah Serta Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Ilmiah

Komunikasi ilmiah atau “scholarly communication” atau “scientific communication” merupakan komunikasi yang dilakukan antara ilmuwan, yaitu pengalihan, penerusan maupun penyampaian bidang informasi dalam bidang ilmu satu kepada ilmuwan yang lain. Komunikasi ilmiah juga berarti suatu sistem yang di dalamnya terdapat proses menciptakan hasil penelitian dan karya ilmiah lainnya, proses evaluasi, proses penyebarannya ke masyarakat ilmiah, dan proses preservasi untuk penggunaan di masa depan.

Proses Komunikasi Ilmiah
. Proses komunikasi ilmiah terjadi melalui beberapa tahap. Ida Fajar Priyanto menjelaskan bahwa sebagaimana dikutip dalam “Educational technologies to facilitate scientific analysis, and the publication, preservation, and sharing of research findings”, Microsoft (2014), proses komunikasi ilmiah (terutama berkaitan dengan publikasi) terjadi dengan melalui empat tahapan, sebagai berikut :

1. Conduct research: Collect, research, and analyze data.
Merupakan tahapan pertama dalam siklus publikasi komunikasi ilmiah, yaitu mengadakan penelitian yang meliputi pengumpulan, pencarian dan analisis data.

2. Author scientific papers.
Dari tahapan pertama tersebut dihasilkan artikel ilmiah sebagai intisari dan implementasi hasil penelitian.

3. Publish and disseminate research.
Pada tahapan ini, dilakukan publikasi dan diseminasi terhadap artikel ilmiah dan paper untuk masyarakat, khususnya stakeholder yang terkait agar dapat diterapkan dalam program aksinya.

4. Archieve, store and preservation.
Tahap terakhir dari siklus komunikasi ilmiah adalah mengkolaborasi hasil riset dan diseminasi dengan perpustakaan dalam pengarsipan, penyimpanan dan pengawetannya. Laporan penelitian, artikel, prosisiding, dan karya ilmiah lainnya dapat digunakan kembali untuk referensi dalam penelitian lanjutan maupun topik terkait lainnya yang terkait.

Handout : Pengertian, Karakteristik, Jenis, Fungsi, Tujuan, Tahapan Penyusunan, Dan Struktur Handout, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Handout

Pengertian Handout. Daam proses belajar mengajar, “handout” dapat diartikan sebagai bahan ajar yang berisikan ringkasan materi dari berbagai sumber yang relevan dengan kompetensi dasar yang dibuat oleh pendidik untuk menjadi pedoman bagi peserta didik. Handout merupakan bahan ajar tertulis tambahan yang dapat memperkaya pengetahuan peserta didik untuk mencapai kompetensinya.

Andi Prastowo
, dalam “Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif”, menyebutkan bahwa handout adalah bahan ajar yang sangat ringkas yang bersumber dari beberapa literatur yang relevan terhadap kompetensi dasar dan materi pokok yang diajarkan kepada peserta didik. Bahan ajar ini diberikan kepada peserta didik guna memudahkan mereka saat mengikuti proses pembelajaran. Sedangkan menurut Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, yang dimaksud dengan handout adalah bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang pendidik untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Handout termasuk media cetakan yang meliputi bahan-bahan yang disediakan di atas kertas untuk pengajaran dan informasi belajar yang biasanya diambil dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan atau kompetensi dasar dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik.

Dalam sebuah handout, umumnya terdapat bagian-bagian yang menjadi komponen utama yang berisikan :
  • peta atau diagram konsep yang menghubungkan antar topik atau bagian dalam topik.
  • annotated bibliography, merupakan kumpulan abstrak dari sumber yang relevan dengan materi yang sedang dipelajari. Handout yang memiliki kandungan annotated bibliography ini akan membantu peserta didik yang membutuhkan informasi lebih lanjut tentang materi ajar yang tertentu.
  • informasi tambahan untuk meluruskan kesalahan dan bisa yang ada dalam bahan ajar.
  • memberikan contoh baru dan contoh tambahan untuk konsep yang sulit dipahami oleh peserta didik.
  • memberikan kasus untuk dipelajari dan diselesaikan, baik secara individu maupun kelompok.

Model Pembelajaran Think-Talk-Write : Pengertian, Aspek, Dan Tahapan Model Pembelajaran Think-Talk-Write, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Model Pembelajaran Think-Talk-Write

Pengertian Model Pembelajaran Think-Talk-Write. Dalam lingkup sekolah, belajar merupakan suatu proses transfer ilmu yang dilakukan oleh guru kepada siswa, baik secara pengetahuan maupun sikap. Proses transfer ilmu dimaksud dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai model pembelajaran, salah satunya adalah “model pembelajaan think-talk-write”.

Model pembelajaran think-talk-write
diperkenalkan oleh D. Huinker dan C. Laughlin, dalam “Talk Your Way into Writing”, pada tahun 1996. D. Huinker dan C. Laughlin menjelaskan bahwa model pembelajaran think-talk-write membangun pemikiran, merefleksi, dan mengorganisasi ide, kemudian menguji ide tersebut sebelum siswa diharapkan untuk menulis. Alur model pembelajaran think-talk-write dimulai dari keterlibatan siswa dalam berpikir atau berdialog reflektif dengan dirinya sendiri, selanjutnya berbicara, dan berbagi ide dengan temannya, sebelum siswa menulis.

Secara umum, model pembelajaran think-talk-write dapat diartikan sebagai suatu model pembelajaran kooperatif yang dimulai dari alur berfikir (think) melalui kegiatan membaca, berbicara (talk) melalui kegiatan diskusi, bertukar pendapat, presentasi dan menulis (write) melalui kegiatan menuliskan hasil diskusinya. Model pembelajaran think-talk-write merupakan model pembelajaran yang dibangun melalui proses berpikir, berbicara, dan menulis. Berpikir berarti siswa mampu untuk menyimak, mengetahui, menanggapi, dan menyelesaikan lembar observasi yang berhubungan dengan materi, selanjutnya siswa diharapkan mampu untuk mengkomunikasikannya melalui presentasi atau diskusi dengan teman, kemudian siswa menyimpulkannya dengan menulis dalam bentuk laporan secara individu dan kelompok.


Selain itu, pengertian model pembelajaran think-talk-write juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantanya adalah :

Komunikasi Non Verbal : Pengertian, Ciri-Ciri, Komponen, Jenis, Dan Fungsi Komunikasi Non Verbal, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Non Verbal

Pengertian Komunikasi Non Verbal. Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia akan berinteraksi dengan manusia yang lain. Interaksi yang dilakukan antar manusia tersebut salah satunya adalah pertukaran informasi atau pesan antar individu yang disebut “komunikasi”, yaitu proses pertukaran suatu informasi antar individu atau kelompok dengan adanya makna atau tujuan yang ingin disampaikan. Pesan atau informasi yang disampaikan dapat berupa komunikasi verbal atau komunikasi non verbal.

Secara umum, komunikasi non verbal dapat diartikan sebagai komunikasi tanpa kata. Pesan yang disampaikan dalam komunikasi non verbal berupa pesan yang tidak berupa kata-kata, ucapan, kalimat lisan, maupun tulisan. Komunikasi non verbal juga berarti setiap bentuk perilaku manusia yang langsung dapat diamati oleh orang lain dan yang mengandung informasi tertentu tentang pengirim atau pelakunya.

Selain itu, pengertian komunikasi non verbal dapat juga dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Atep Adya Barata, dalam “Dasar-dasar Pelayanan Prima”, menyebutkan bahwa komunikasi non verbal adalah bentuk komunikasi yang diungkapkan lewat objek di setiap kategori lainnya (the object language), komunikasi yang menggunakan gerak (gesture) sebagai sinyal (sign language), serta komunikasi melalui tindakan atau gerakan tubuh manusia (action language).
  • Adityawarman, dalam “Penelitian Dalam Suatu Metode”, menyebutkan bahwa komunikasi non verbal adalah bentuk komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata. Dengan kata lain, terdapat bentuk pesan lain yang disampaikan kepada komunikan oleh komunikator, dan hal tersebut bukanlah kata-kata.
  • Sasa Djuarsa Sendjaja, dalam “Teori Komunikasi”, menyebutkan bahwa komunikasi non verbal adalah bentuk komunikasi yang menggunakan pesan-pesan yang diekspresikan dengan sengaja atau tidak sengaja melalui gerakan, tindakan, perilaku atau suara-suara atau vokal yang berbeda dari penggunaan kata-kata dalam bahasa.

Pengalaman Belajar : Pengertian, Cara Menciptakan, Tipe, Prinsip, Dan Tahapan Pengembangan Pengalaman Belajar, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Pengalaman Belajar

Pengertian Pengalaman Belajar. Istilah “pengalaman belajar” merupakan penggabungan dari dua kata : “pengalaman” dan “belajar”. Pengalaman dapat diartikan sebagai sesuatu yang pernah dialami, dijalani, maupun dirasakan yang kemudian disimpan dalam memori. Pengalaman juga dapat berarti kenyataan-kenyataan yang sifatnya empiris yang berdasarkan dari penemuan, percobaan, dan pengamatan yang telah dilakukan.

Sedangkan belajar merupakan perubahan perilaku sebagai fungsi pengalaman. Di dalamnya mencakup perubahan-perubahan afektif, motorik, dan kognitif yang tidak dihasilkan oleh sebab-sebab lain. Belajar juga berarti rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar didalam diri sesorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran. Secara kontekstual, belajar diharapkan mampu memberi pengalaman berkesan bagi siswa. Untuk itu proses pembelajaran tidak hanya menyertakan otak atau kemampuan kognitif, tetapi tangan, kaki, mata, dan indera lain juga terlibat secara aktif, sehingga kebermaknaan pengalaman belajar betul-betul dirasakan siswa.

Secara umum, istilah “pengalaman belajar” atau “learning experiences” dapat diartikan sebagai serangkaian proses dan peristiwa yang dialami oleh setiap individu, khususnya siswa dalam ruang lingkup tertentu (ruangan kelas) sesuai dengan metode ataupun strategi pembelajaran yang diberikan oleh masing-masing pendidik. Pengalaman belajar juga berarti sejumlah aktivitas siswa yang dilakukan untuk memperoleh informasi dan kompetensi baru sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Wina Sanjaya, dalam “Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran”, menyebutkan bahwa pengalaman belajar adalah sejumlah aktivitas siswa yang dilakukan untuk memperoleh informasi dan kompetensi baru sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

W. Ralph Tyler, dalam “Basic Principles of Curriculum and Instruction”, menyebutkan bahwa pengalaman belajar tidak sama dengan konten materi pembelajaran atau kegiatan yang dilakukan oleh guru. Menurut W. Ralph Tyler, istilah pengalaman belajar mengacu kepada interaksi antara pembelajar dengan kondisi eksternal di lingkungan yang dia reaksi. Berdasarkan pendapat tersebut, pengalaman belajar dapat dijelaskan bahwa :

Model Pembelajaran Drill : Pengertian, Tujuan, Prinsip, Dan Tahapan Model Pembelajaran Drill, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Metode Pembelajaran Drill

Pengertian Model Pembelajaran Drill. Metode pembelajaran merupakan suatu teknik yang digunakan di dalam proses belajar mengajar. Jika suatu metode pembelajaran yang digunakan tepat, maka hasil belajarpun akan lebih maksimal karena siswa akan lebih berkonsentrasi dan nyaman dalam proses belajar mengajar.

Secara umum, metode pembelajaran drill merupakan salah satu metode pembelajaran yang menekankan pada kegiatan latihan yang dilakukan berulang-ulang secara terus menerus untuk menguasai kemampuan atau keterampilan tertentu. Metode pembelajaran drill juga berarti suatu metode yang dilakukan atau diterapkan dengan memberikan latihan-latihan kepada siswa dengan berulang-ulang hingga keterampilan tertentu dapat dikuasai. Metode ini menekankan kepada kebiasaan yang diperoleh melalui latihan-latihan yang dilakukan sehingga penguasaan keterampilan tersebut semakin berkembang dan akhirnya dapat dikuasai dengan baik.

Pelaksanaan model pembelajaran drill memilki beberapa fungsi, yaitu :
  • memberikan motivasi kepada siswa.
  • menambah atau memperkaya sistem pembelajaran tradisional.
  • memberi keterampilan untuk kehidupan.


Selain itu, pengertian metode pembelajaran drill juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • N.K. Roestiyah, dalam “Strategi Belajar Mengajar”, menyebutkan bahwa metode pembelajaran drill adalah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar siswa melakukan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan dan keterampilan lebih tinggi dari apa yang dipelajari.
  • Nana Sudjana, dalam “Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar”, menyebutkan bahwa metode pembelajaran drill adalah satu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk menyempurnakan suatu keterampilan agar menjadi permanen. Ciri yang khas dari metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan yang berkali-kali dari suatu hal yang sama.

Kecerdasan Spiritual : Pengertian, Indikator, Aspek, Fungsi, Dan Cara Mengembangkan Kecerdasan Spiritual, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Spiritual

Pengertian Kecerdasan Spiritual. Kecerdasan spiritual atau “Spiritual Quotient (SQ)” menjadi pusat yang paling dasar dari kecerdasan lainnya, yaitu : Intellegent Quotient (IQ) dan Emotional Quotient (EQ). Kecerdasan spiritual merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan Intelligence Quotient (IQ) dan Emotional Quotient (EQ) secara efektif. Dapat dikatakan bahwa kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan tertinggi, dan tanpa kecerdasan spiritual yang baik maka kecerdasan yang lain tidak akan berkembang dengan baik.

Secara umum, kecerdasan spiritual atau “Spiritual Quotient (SQ)” dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengelola nilai-nilai, norma-norma, dan makna kehidupan. Kecerdasan spiritual merupakan kemampuan untuk mendengarkan hati nuraninya (god spot), yang berkaitan erat dengan kesadaran seseorang untuk dapat memaknai segala sesuatu dan merupakan jalan untuk bisa merasakan kebahagiaan. Kecerdasan spiritual juga berarti kecerdasan yang berhubungan dengan hati nurani seseorang sehingga ia mampu memahami perkara yang terjadi dalam hidupnya sehingga ia dapat memandang hidup bukan dari satu sisi saja. Kecerdasan spiritual membuat seseorang mampu memaknai mozaik kehidupannya dalam setiap kegiatan sebagai ibadah. Kecerdasan spiritual merupakan sebuah konsep yang berhubungan dengan bagaimana seseorang dalam mengelola dan mendayagunakan makna-makna, nilai-nilai, dan kualitas kehidupan spiritual.

Selain itu, pengertian kecerdasan spiritual atau “Spiritual Quotient (SQ)” juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Iskandar, dalam “Psikologi Pendidikan”, menyebutkan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan individu mengelola nilai-nilai, norma-norma, dan kualitas kehidupan dengan memanfaatkan kekuatan-kekuatan pikiran bawah sadar atau lebih dikenal dengan suara hati (god spot).

Kecerdasan : Pengertian, Jenis, Dan Tahapan Perkembangan Teori Kecerdasan, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan

Pengertian Kecerdasan. Kecerdasan merupakan kesempurnaan perkembangan akal budi. Istilah “kecerdasan” berasal dari kata dasar “cerdas” yang berarti pintar dan cerdik, cepat tanggap dalam menghadapi masalah dan cepat mengerti jika mendengar keterangan. Kecerdasan adalah kesempurnaan perkembangan akal budi.

Secara umum, kecerdasan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapi, dalam hal ini adalah masalah yang menuntut kemampuan pikiran. Kecerdasan juga dapat berarti suatu kemampuan yang digunakan untuk memahami informasi, memecahkan masalah, dan membentuk pengetahuan dan kesadaran serta menciptakan produk-produk dan karya-karya.

Sedangkan Casmini, dalam “Emotional Parenting”, menyebutkan bahwa menurut pendapat Dusek, kecerdasan dapat diartikan melalui dua hal, yaitu :
  • secara kuantitatif, kecerdasan merupakan proses belajar untuk memecahkan masalah yang dapat diukur dengan tes inteligensi.
  • secara kualitatif, kecerdasan merupakan suatu cara berpikir dalam membentuk konstruk bagaimana menghubungkan dan mengelola informasi dari luar yang disesuaikan dengan dirinya.

Selain itu, pengertian kecerdasan juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Howard Gardner, dalam “The Theory of Multiple Intelligences”, menyebutkan bahwa kecerdasan adalah kemampuan umum yang ditemukan dalam berbagai tingkat yang dimiliki oleh seorang individu untuk menyelesaikan suatu permasalahan, menciptakan masalah baru yang tentu harus dapat dipecahkan, serta kemampuan untuk dapat menciptakan sesuatu maupun menawarkan suatu pelayanan yang berharga di dalam kebudayaan masyarakat.

Intelektual (Intelegensi) : Pengertian, Tingkat, Dimensi, Bentuk, Tahapan Dan Karakteristik Perkembangan Intelektual, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Intelektual

Pengertian Intelektual. Istilah “intelektual” yang oleh banyak ahli psikologi disamakan artinya dengan “intelegensi” merupakan kecakapan yang tinggi untuk berpikir. Istilah intelektual atau inteligensi banyak dikenal oleh masyarakat umum dengan istilah popular IQ (Inteligency Quotion), meskipun sebebarnya antara intelektual atau inteligensi dengan IQ merupakan dua hal yang berbeda. Intelektual atau inteligensi memiliki arti kecerdasan, sedangkan IQ adalah jumlah skor yang dapat menunjukkan tinggi rendahnya kapasitas kecerdasan seseorang.

Intelektual atau intelegensi
dapat berarti suatu kemampuan untuk memperoleh berbagai informasi, berfikir abstrak, menalar, serta bertindak secara efektif dan efisien. Dalam “Webster New World Dictionary of The American Language”, intelektual (intellect) diartikan dengan :
  1. Kecakapan untuk berpikir, mengamati atau mengerti; kecakapan untuk mengamati hubungan-hubungan, dan sebagainya. Dengan demikian kecakapan berbeda dari kemauan dan perasaan.
  2. Kecakapan mental yang besar, sangat intelligence.
  3. Pikiran atau inteligensi.

Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), intelektual diartikan dalam beberapa pengertian sebagai berikut :
  1. a cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan.
  2. n (yang) mempunyai kecerdasan tinggi; cendekiawan.
  3. n totalitas pengertian atau kesadaran, terutama yang menyangkut pemikiran dan pemahaman.


Selain itu, pengertian intelektual atau intelegensi dapat juga dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :

Filsafat Pendidikan : Pengertian, Obyek Kajian, Manfaat, Tujuan, Dan Aliran Filsafat Pendidikan, Serta Landasan Filsafat Pendidikan

Pengertian Filsafat Pendidikan. Pada hakekatnya, filsafat pendidikan merupakan ilmu filsafat yang mempelajari hakikat pelaksanaan dan pendidikan. Filsafat pendidikan adalah kajian kritis terhadap pemikiran dan sikap yang telah dan/atau akan dibuat melalui pencarian dan analisis konsep paling mendasar untuk menciptakan pertimbangan yang lebih baik dan sesuai dalam lingkup pendidikan yang berusaha untuk mewujudkan pembelajaran yang dapat diikuti oleh peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya dari segi keilmuan, kepribadian, dan nilai positif lainnya.

Herbert Spencer
, seorang filosof berkebangsaan Inggris yang berpandangan pada naturalisme positivistik (naturalisme), dalam “Education: Intellectual, Moral, and Physical”, mengartikan filsafat pendidikan dalam tiga tingkatan, yaitu :
  • tingkat pengetahuan umum.
  • pengetahuan yang terstruktur.
  • pengetahuan yang komprehensif.

Lebih lanjut, Herbert Spencer menjelaskan bahwa pada dasarnya fungsi pendidikan adalah mengulas tentang mengajar dan studi tentang metode dalam mengajar yang melihat psikologis peserta didik, yang juga didasarkan pula pada cabang ilmu yang memiliki korelasi dengan ilmu tersebut.

Sedangkan Sultan Zanti Arbi, dalam “Pengantar Kepada Filsafat Pendidikan”, menjelaskan bahwa filsafat pendidikan :
  • menginspirasi, yaitu mampu memberikan inspirasi bagi para pendidik untuk menjalankan berbagai ide dalam pengembangan pendidikan.
  • menganalisis, yaitu mampu memeriksa secara detail setiap bagian dari pendidikan hingga validitas dari pendidikan itu sendiri dapat diketahui secara jelas.
  • memperspektifkan, yaitu mengenai upaya memberi pengarahan dan penjelasan kepada pendidik mengenai pendidikan secara lebih luas dan mendalam.
  • menginvestigasi, yaitu meneliti dan memeriksa tingkat kebenaran dari berbagai teori yang ada di dunia pendidikan.

Pengetahuan (Knowledge) : Pengertian, Aspek, Jenis, Tingkat, Cara Mengukur, Dan Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan, Serta Teori Dan Sumber Pengetahuan

Pengertian Pengetahuan. Pengetahuan berkembang dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia, karena manusia adalah makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. Manusia mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan demi kelangsungan hidupnya.

Manusia mempunyai kemampuan untuk mengembangkan pengetahuan, dikarenakan dua hal, yaitu :
  • manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi tersebut.
  • kemampuan berfikir menurut suatu alur kerangka berfikir tertentu.

Secara umum, pengetahuan atau “knowledge” dapat diartikan sebagai segala apa yang diketahui dan merupakan suatu yang baru terhadap suatu objek tertentu dengan pengamatan akal dan pikiran. Pengamatan terjadi melalui panca indra, yaitu indra penglihatan atau mata, indra pendengaran atau telinga, indra penciuman atau hidung, indra peraba atau kulit, serta indra pengecap atau lidah. Pengetahuan juga dapat berarti suatu hasil dari proses pengamatan panca indra manusia yang kemudian mendasari manusia untuk mengingat dan menerapkannya dalam kehidupan.

Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segenap apa yang diketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk didalamnya adalah ilmu. Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui manusia disamping berbagai pengetahuan lainnya, seperti : seni dan agama. Pengetahuan dikumpulkan oleh ilmu dengan tujuan untuk menjawab permasalahan kehidupan yang sehari-hari dihadapi manusia. Pemecahan tersebut pada dasarnya adalah dengan meramalkan dan mengontrol gejala alam. Untuk bisa meramalkan dan mengontrol sesuatu, maka harus menguasai pengetahuan yang menjelaskan peristiwa itu.

Ilmu : Pengertian, Syarat, Karakteristik, Dan Pengelompokkan Ilmu, Serta Perbedaan Antara Ilmu Dan Pengetahuan

Pengertian Ilmu. Secara etimologi, istilah “ilmu” berasal dari bahasa Arab, yaitu “ilm” yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Berkaitan dengan penyerapan katanya, ilmu dapat berarti memahami, mengerti, atau mengetahui suatu pengetahuan.

Sedangkan secara terminologi, istilah “ilmu” dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang pengetahuan tersebut. Ilmu juga dapat berarti segala suatu proses kegiatan terhadap suatu keadaan dengan cara memakai alat, prosedur, cara, dan metode, sehingga menghasilkan pengetahuan baru bagi manusia itu sendiri. Ilmu merupakan kepandaian atau pengetahuan yang berkenaan dengan bidang yang tersusun secara sistematis menurut kaidah dan metode yang bisa digunakan untuk menjelaskan serta memahami hal yang terkait dengan bidang ilmu tersebut.

Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berpikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu merupakan produk dari epistemologi, dengan kata lain ilmu terbentuk dari tiga cabang filsafat, yaitu :
  • ontologi.
  • epistemologi.
  • aksiologi.
Jika ketiga cabang tersebut terpenuhi berarti sah dan diakui sebagai sebuah ilmu.

Lebih jauh, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa ilmu merupakan sejenis pengetahuan, yang :
  • tersusun atau disusun secara sistematis.
  • sistimatisasi dilakukan dengan menggunakan metode tertentu.
  • pemerolehannya dilakukan dengan cara studi, observasi, dan eksperimen.