- Stephen P. Robbins, dalam “Perilaku Organisasi”, menyebutkan bahwa workplace spirituality adalah bentuk kesadaran manusia memiliki kehidupan batin yang tumbuh dan ditumbuhkan oleh pekerjaan yang bermakna yang berlangsung dalam konteks komunitas. Organisasi yang mendukung kultur spiritual mengakui bahwa manusia memiliki pikiran dan jiwa, berusaha mencari makna dan tujuan dalam pekerjaan mereka, hasrat untuk berhubungan dengan orang lain, serta menjadi bagian dari sebuah komunitas.
- John M. Ivancevich, Robert Konopaske, dan Michael T. Matteson, dalam “Perilaku Organisasi dan Manajemen”, menyebutkan bahwa workplace spirituality adalah karyawan memiliki kehidupan personal yang berkembang dan dikembangkan dengan melakukan pekerjaan yang relevan, berarti dan menantang.
Workplace Spirituality : Pengertian, Karakterstik, Aspkek, Dan Dampak Workplace Spirituality, Serta Nilai Yang Terkandung Dalam Workplace Spirituality
Diposkan oleh Abi Asmana di 8:41 PM
Kepemimpinan Spiritual (Spiritual Leadership) : Pengertian, Aspek, Indikator, Model, Dampak, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Kepemimpinan Spiritual
- penciptaan suatu visi di mana para anggota organisasi mengalami suatu perasaan panggilan hidup yaitu kehidupan mereka mempunnyai makna dan mampu membuat perubahan kepada orang lain.
- mewujudkan suatu budaya sosial atau organisasi berdasarkan pada cinta altruistis di mana para pemimpin dan pengikut mempunyai perhatian dan keprihatinan genuin untuk diri sendiri dan orang lain, sehingga melahirkan perasaan keanggotaan dan merasa dipahami serta dihargai.
Diposkan oleh Abi Asmana di 6:22 PM
Karakteristik Individu : Pengertian, Indikator, Dan Faktor Yang Mempengaruhi Karakteristik Individu
- Miftah Thoha, dalam “Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya”, menyebutkan bahwa karakteristik individu adalah perilaku atau karakter yang ada pada diri seorang karyawan, baik positif maupun negatif.
- Ratih Hurriyati, dalam “Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen”, menyebutkan bahwa karakteristik individu adalah proses psikologi yang mempengaruhi individu dalam memperoleh, mengkonsumsi serta menerima barang dan jasa serta pengalaman. Karakteristik individu merupakan faktor internal (interpersonal) yang menggerakan dan mempengaruhi individu.
- Malayu S.P. Hasibuan, dalam “Manajemen Sumber Daya Manusia”, menyebutkan bahwa karakteristik individu adalah sifat pembawaan seseorang yang dapat diubah dengan lingkungan dan pendidikan.
- K.J. Ivancevich dan M. Matteson, dalam “Perilaku Manajemen dan Organisasi”, menyebutkan bahwa karakteristik individu adalah orang yang memandang berbagai hal secara berbeda akan berperilaku yang berbeda, orang yang memiliki sikap yang berbeda akan memberikan respon yang berbeda terhadap perintah, dan berbeda berinteraksi dengan atasan, rekan kerja maupun bawahannya
Diposkan oleh Abi Asmana di 5:33 PM
Retensi Karyawan : Pengertian, Indikator, Dan Strategi Meningkatkan Retensi Karyawan, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Retensi Karyawan
- Robert L. Mathis dan John H. Jackson, dalam “Human Resource Management”, menyebutkan bahwa retensi karyawan ini merupakan suatu upaya perusahaan untuk dapat mempertahankan karyawannya supaya tetap berada di dalam organisasi yang bertujuan untuk dapat membantu mencapai target organisasi itu secara maksimal.
Diposkan oleh Abi Asmana di 5:13 PM
Strategi Dan Tahapan Pengembangan Usaha
- aspek penjualan. Memperhatikan bagaimana penjualan barang tersebut, mayoritas umur, asal, dan juga kecenderungan konsumen, dan proses penjualan.
- aspek manajeman. Memperhatikan proses manajerial dari bisnis dimulai pembuatan produk, perencanaan pemasaran, hingga perencanaan distribusi produk.
- aspek strategi. Mencakup bagaimana cara pengembangan bisnis dengan meningkatkan kualitas produk, membuat produk baru, atau bekerja sama dengan pihak lain.
Diposkan oleh Abi Asmana di 5:54 PM
Pengembangan Usaha : Pengertian, Aspek, Unsur, Jenis, Dan Fungsi Pengembangan Usaha
- Mulyadi Nitisusantro, dalam “Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil”, menyebutkan bahwa pengembangan usaha adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan stakeholder lainnya untuk memberdayakan suatu usaha melalui pemberian fasilitas, bimbingan pendampingan dan bantuan perkuatan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan dan daya saing sebuah usaha.
Diposkan oleh Abi Asmana di 10:10 AM
Prosedur : Pengertian, Sifat Dan Ciri-Ciri, Karakteristik, Jenis, Dan Manfaat Prosedur, Serta Prinsip Prosedur
- n tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas.
- metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu masalah.
Diposkan oleh Abi Asmana di 6:01 PM
Co-working Space (Tempat Kerja Bersama) : Pengertian, Nilai, Jenis, Dan Tujuan Co-working Space, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Co-working Space
- bekerja dan belajar.
- bertemu dengan klien.
- seminar, diskusi, sharing, dan lain sebagainya.
- pelatihan.
Diposkan oleh Abi Asmana di 6:19 PM
Inventaris : Pengertian, Karakteristik, Jenis, Manfaat, Dan Tahapan Pencatatan Barang Inventaris, Serta Perbedaan Antara Inventaris Dan Aset
- Adm daftar yang memuat semua barang milik kantor (sekolah, perusahaan, kapal, dan sebagainya) yang dipakai dalam melaksanakan tugas.
- Tern daftar ternak yang menyebutkan macam, ukurannya, dan sebagainya.
- mempercepat proses pembuatan laporan.
- salah satu acuan untuk menghitung kekayaan.
- bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan dalam hal pengadaan ataupun pemeliharaan.
- mengontrol setiap laju barang.
- membantu menjaga sarana dan prasarana.
- membantu melakukan perencanaan, penyaluran, pemeliharaan, pemindahan, ataupun menentukan tempat penyimpanan.
- semua informasi yang berkaitan dengan inventaris harus dicatat untuk mendapatkan tindak lanjut yang memadai untuk masuk dan keluar. Untuk ini, ia memiliki buku akuntansi dan dokumen khusus.
Diposkan oleh Abi Asmana di 6:21 PM
Manajemen Kearsipan : Pengertian, Aspek, Ruang Lingkup, Tujuan, Fungsi Dan Manfaat Manajemen Kearsipan, Serta Asas Manajemen Kearsipan
Diposkan oleh Abi Asmana di 9:42 AM
Perencanaan Agregat (Aggregate Planning) : Pengertian, Tujuan, Strategi, Dan Metode Perencanaan Agregat, Serta Tahapan Proses Perencanaan Agregat
- T. Hani Handoko, dalam “Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia”, menyebutkan bahwa perencanaan agregat adalah proses perencanaan kuantitas dan pengaturan waktu keluaran selama periode waktu tertentu (3 bulan sampai 12 bulan) melalui penyesuaian variabel-variabel tingkat produksi karyawan, persediaan, variabel yang dapat dikendalikan lainnya.
- Jay Heizer dan Barry Render, dalam “Manajemen Operasi: Keberlangsungan dan Rantai Pasokan”, menyebutkan bahwa perencanaan agregat adalah sebuah pendekatan perencanaan untuk menentukan kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah (3 hingga 18 bulan ke depan). Perencanaan dimaksud merupakan upaya pemilihan arah tindakan yang diambil suatu perusahaan dan setiap departemen.
Diposkan oleh Abi Asmana di 5:25 PM
Keterampilan Interpersonal : Pengertian, Aspek, Manfaat, Dan Cara Meningkatkan Keterampilan Interpersonal, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Keterampilan Interpersonal
- dalam arti sempit, keterampilan merupakan kemudahan, kecepatan, dan ketepatan dalam tingkah laku motorik yang disebut juga normal skill.
- dalam arti luas, keterampilan meliputi aspek normal skill, intelektual skill, dan social skill.
Diposkan oleh Abi Asmana di 6:26 PM
Loyalitas Kerja : Pengertian, Aspek, Dan Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Kerja
Diposkan oleh Abi Asmana di 3:06 PM
Profesionalisme : Pengertian, Karakteristik, Elemen, Dan Konsep Profesionalisme, Serta Perbedaan Antara Profesi, Profesional, Profesionalisme, Profesionalitas, Dan Profesionalisasi
Secara umum, istilah profesionalisme dapat diartikan sebagai suatu konsep mengenai bidang pekerjaan, yaitu pandangan yang menganggap bahwa bidang pekerjaan sebagai suatu pengabdian melalui keahlian tertentu dan menganggap keahlian ini sebagai suatu yang harus diperbaharui sacara terus menerus dengan memanfaatkan kemajuan-kemajuan yang terdapat dalam ilmu pengetahuan. Profesionalisme juga dapat berarti sifat-sifat yang berupa kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu, dan lain sebagainya, sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional.
- keahlian.
- pendapatan.
Diposkan oleh Abi Asmana di 7:40 AM
Profesional : Pengertian, Karakteristik, Konsep, Dan Kode Etik Profesional, Serta Perbedaan Antara Profesi, Profesional, Profesionalisme, Profesionalitas, Dan Profesionalisasi
- a bersangkutan dengan profesi.
- memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.
- mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya (lawan amatir).
- Nana Sudjana, dalam “Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar”, menyebutkan bahwa profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan orang-orang yang secara khusus disiapkan untuk pekerjaan tersebut, bukan oleh orang orang yang mengerjakannya karena tidak ada pekerjaan lainnya.
Diposkan oleh Abi Asmana di 8:39 AM
Beban Kerja : Pengertian, Aspek, Jenis, Dampak, Indkator, Dan Pengukuran Beban Kerja, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Beban Kerja
- Munandar, dalam “Stress dan Keselamatan Kerja, Psikologi Industri dan Organisasi”, menyebutkan bahwa beban kerja adalah tugas-tugas yang diberikan pada tenaga kerja atau karyawan untuk diselesaikan pada waktu tertentu dengan menggunakan keterampilan dan potensi dari tenaga kerja.
- Tarwaka, dalam “Ergonomi Industri: Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja”, menyebutkan bahwa beban kerja adalah suatu perbedaan antara kapasitas atau kemampuan pekerja dengan tuntutan pekerjaan yang harus dihadapi.
- Suci Koesomowidjojo, dalam “Panduan Praktis Menyusun Analisis Beban Kerja”, menyebutkan bahwa beban kerja adalah segala bentuk pekerjaan yang diberikan pada sumber daya manusia dan diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditetapkan.
- Moekijat, dalam “Manajemen Tenaga Kerja dan Hubungan Kerja”, menyebutkan bahwa beban kerja adalah volume dari hasil kerja atau catatan tentang hasil pekerjaan yang dapat menunjukkan volume yang dihasilkan oleh sejumlah pegawai dalam suatu bagian tertentu.
Diposkan oleh Abi Asmana di 5:29 PM
Pembagian Kerja : Pengertian, Klasifikasi, Indikator, Bentuk, Dan Manfaat Pembagian Kerja, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Pembagian Kerja
Diposkan oleh Abi Asmana di 6:11 AM
Motivasi Kerja : Pengertian, Bentuk, Aspek, Jenis, Dan Asas Motivasi Kerja, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Kerja
- Sondang P. Siagian dalam “Manajemen Sumber Daya Manusia”, menyebutkan bahwa motivasi Kerja adalah daya pendorong yang mengakibatkan seorang karyawan mau dan rela untuk menggerakkan kemampuan dalam membentuk keahlian dan keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran perusahaan yang telah ditentukan sebelumnya.
- Malayu S.P. Hasibuan, dalam “Manajemen Sumber Daya Manusia”, menyebutkan bahwa motivasi kerja merupakan suatu modal dalam menggerakkan dan mengarahkan para karyawan atau pekerja agar dapat melaksanakan tugasnya masing–masing dalam mencapai sasaran dengan penuh kesadaran, kegairahan dan bertanggung jawab.
Diposkan oleh Abi Asmana di 1:59 PM
Iklim Keselamatan Kerja : Pengertian, Dimensi, Aspek, Instrumen Pengukuran, Dan Pengukuran Iklim Keselamatan Kerja, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Iklim Pengukuran Keselamatan Kerja
- komitmen manajemen pada keselamatan.
- keterlibatan karyawan pada keselamatan.
- T. Winarsunu, dalam “Psikologi Keselamatan Kerja”, menyebutkan bahwa iklim keselamatan kerja adalah sebuah persepsi pekerja pada sikap manajemen terhadap keselamatan kerja dan persepsi pada sejauh mana kontribusi keselamatan kerja di dalam proses produksi secara umum.
Diposkan oleh Abi Asmana di 5:09 PM
Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja : Pengertian, Manfaat, Tujuan, Perencanaan, Dan Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Diposkan oleh Abi Asmana di 4:06 PM
Workplace Spirituality : Pengertian, Karakterstik, Aspkek, Dan Dampak Workplace Spirituality, Serta Nilai Yang Terkandung Dalam Workplace Spirituality












