Mistisisme : Pengertian Dan Karakteristik Mistisisme, Serta Alasan Mengapa Orang Menganut Mistisisme (Paham Mistik)

Pengertian Mistisisme. Secara etimologi, istilah “mistisisme” merupakan istilah serapan dari bahasa Inggris “mysticism” yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu “mysterion”, yang berakar pada kata kerja “myein” yang berarti menutup mata. Kata mistisisme memiliki kata dasar “mistis atau mistik”, yang dalam bahasa Yunani disebut “mystikos” yang berarti rahasia, tersembunyi, atau gelap. Sedangkan orang yang mencari rahasia-rahasia kenyataan disebut “mystes”.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “mistisisme” diartikan dengan ajaran yang menyatakan bahwa ada hal-hal yang tidak terjangkau oleh akal manusia. Sementara Oxford Advanced Learner’s Dictionary, mengartikan “mistisisme” dengan :
  • suatu kepercayaan atau pengalaman tentang mistik.
  • ajaran atau kepercayaan bahwa pengetahuan tentang hakikat Tuhan bisa diperoleh melalui meditasi atau pemahaman spiritual yang bebas dari pengaruh akal dan panca indra.

Sedangkan Rufus M. Jones, dalam “Dictionary of Philosophy”, menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan mistisisme adalah :
  • suatu tipe agama yang memberikan tekanan pada kesadaran yang langsung berhubungan dengan Tuhan.
  • kesadaran akan kehadiran Tuhan yang langsung dan akrab.
  • agama pada suatu tingkatan yang mendalam.

Secara terminologis, istilah “mistisme” dapat diartikan dengan banyak pengertian. Mistisisme merupakan paham yang memberikan ajaran yang serba mistis (misalnya, ajarannya berbentuk rahasia atau ajarannya serba rahasia, tersembunyi, gelap atau terselubung dalam kekelaman) sehingga hanya dikenal, diketahui, atau dipahami oleh orang-orang tertentu saja, terutama penganutnya. Mistisisme juga berarti kepercayaan bahwa kebenaran tertinggi tentang realitas hanya dapat diperoleh melalui pengalaman intuitif suprarasional bahkan spiritual, dan bukan melalui akal (rasio atau reason) logis belaka.

Danau Bandung Purba

Sungai Citarum pernah dijadikan batas kerajaan-kerajaan wilayah di tatar Sunda. Nama sungai ini diambil dari nama tanaman (nila). Daerah hulunya di Cisanti (gunung Wayang) pernah dijelajahi satria pengembara Bujangga Manik, sekitar abad ke-15 atau ke-16. Saat melintasi kawasan Priangan ini, Bujangga Manik sudah mengenal dengan baik Sakakala Sangkuriang Kesiangan, seperti yang dituliskannya dalam catatan perjalanan mengelilingi pulau Jawa dan Bali.

gambar : kaskus.co.id
Sungai Citarum memiliki peran sangat penting dalam perkembangan manusia dan kebudayaan masyarakatnya. Secara alami, Bandung berada di kuali raksasa Cekungan Bandung. Ke dalam cekungan tersebut mengalir sungai-sungai yang bersumber dari gunung-gunung di pinggiran kuali raksasa tersebut. Kemudian sungai tersebut berbelok mengalir ke arah barat laut, sesuai arah kemiringan wilayah itu.

Pinggiran cekungan Bandang terdiri dari rangkaian gunung-gunung. Di utara, ada gunung Burangrang, gunung Sunda, gunung Tangkuban Perahu, Bukit Tunggul, dan gunung Putri. Sebelah timur, terdapat gunung Manglayang, Di selatan, terdapat gunung Patuha, gunung Tilu, gunung Malabar, dan gunung Mandalawangi. Di bagian tengah, ada rangkaian gunung api tua, dan di barat, ada rangkaian bukit-bukit kapur Rajamandala.

Pada jaman purba dulu, ketika pantai utara pulau Jawa masih di sekitar Pangalengan, cekungan Bandung berupa laut dangkal yang banyak ditumbuhi koral, hal ini dapat dibuktikan di perbukitan kapur di Tagogapu (Rajamandala). Karena adanya proses pengangkatan kulit bumi, menyebabkan pantai utara pulau Jawa bergesar terus ke arah utara, termasuk aliran induk Citarum.

Pada jaman Pliosen (sekitar 4 juta tahun yang lalu), terjadi kegiatan gunung api di selatan Cimahi. Hal ini dibuktikan dengan adanya pasir selacau, pasir lagadar, dan lain-lain yang mengarah ke utara dan selatan. Dengan lahirnya gunung api intrusif, aliran Citarum menyusuri kaki timur rangkaian gunung api tua ini, dan terus mengalir ke utara melewati Padalarang. Nantinya rangkaian gunung api purba ini menjadi pematang tengah yang memisahkan danau Bandung Purba Timur dengan danau Bandung Purba Barat.

Numerologi, Untuk Memahami Bagian Dunia Anda

Numerologi adalah sebuah ilmu angka yang dipercaya dapat menjelaskan berbagai hal dalam hidup. Jika anda berminat menggunakan kunci tersebut untuk memahami bagian dunia anda, cobalah perhitungan ini. Berdasarkan rumusan urutan abjad (A = 1. B = 2, C = 3, ..., Z = 26), jumlahkan huruf-huruf dalam dalam nama lengkap anda, hingga ditemukan satu digit angka. Misalnya nama "Shirley" =  S+H+I+R+L+E+Y = 19+8+9+18+12+5+25 = 96, = 9+6 = 15, = 1+5 = 6. Berarti angka kunci anda adalah 6.

gambar : twice.se
Dan gerbang pun akan terbuka...
Inilah apa yang angka anda "katakan" di dua minggu ke depan :

Angka 1
Kehidupan eksternal. Anda terlalu asyik dengan keinginan untuk berpetualang sehingga mengabaikan kata-kata orang lain. Tanpa disadari anda telah menyakiti hati orang yang anda kasihi. Kehidupan spiritual. Salurkanlah energi anda yang melimpah melalui kegiatan olahraga yang aktif dan kompetitif.

Angka 2
Kehidupan eksternal. Jangan panik karena ketiban pekerjaan yang menumpuk. Organisasikan tugas menurut skala perioritas sehingga anda terhindar dari stres dan kewalahan. Mintalah asisten untuk membantu anda. Kehidupan spiritual. Jiwa anda harus 'didinginkan'. Mengkonsumsi cairan dan buah mengandung air akan memberikan kesegaran.

Misteri Pantai Parangkusuma, Ratu Kidul, Dan Panembahan Senapati

Pantai Parangkusuma cukup dikenal di kalangan para mistikus. Pantai yang terletak di sebelah barat pantai Parangtritis yang ditandai dengan bangunan Cepuri ini konon merupakan titik dimana pintu gerbang kerajaan gaib Segara Kidul berada. Bila kita melakukan meditasi di pinggir pantai menghadap ke laut, maka di kejauhan akan nampak pintu gerbang kerajaan Segara Kidul yang terbuat dari bahan berwarna emas dengan tinggi menjulang puluhan meter dari lautan. Jadi bentangan pantai dari barat ke timur adalah alun-alun kerajaan Segara Kidul tersebut. Sebuah penampakan yang indah yang bisa dinikmati oleh para pejalan spiritual.

gambar : indonesiaexplorer.net
Tiba di pantai Parangkusuma, Panembahan Senapati berjalan di bebatuan karang di pantai. Di sebuah batu kecil dan menonjol, beliau duduk dan melakukan meditasi. Menyatukan semua panca indera ke satu titik dan menata batin untuk berdoa agar Tuhan berkenan memberikan bantuan. Tuhan tentu saja punya puluhan bahkan milyaran cara untuk membantu orang yang ingin ditolong-Nya. Salah satu cara itu adalah mengutus Kanjeng ratu Kidul untuk menemui Panembahan Senapati. Sebagaimana hukum alam yang berlaku, bantuan dan pertolongan Tuhan ini pastilah ada kisah dan cerita uniknya.

Panembahan Senapati yang dikenal sakti ini memulai untuk bertapa. Laut Selatan yang semula bergelombang alamiah, tiba-tiba menampakkan keanehannya. Ombak laut bergulung-gulung semakin besar. Dinginnya air laut, sedikit demi sedikit mulai memanas. Penghuni lautan pastilah terganggu. Ikan-ikan dan binatang laut lainnya banyak yang mati akibat panasnya energi spiritual yang terpancar dari batin Panembahan Senapati.Setiap Panembahan Senapati masuk ke lebih dalam wilayah keheningan dan satu kulit batin terkelupas maka satu kulit itu menjadi energi panas yang membakar alam sekitar. Proses yang alamiah terjadi itu hampir sama persis saat seseorang melakukan matek aji atau matek hizib dan matra yang mengeluarkan hawa panas ke lingkungan sekitarnya.

Misteri Hubungan Laut Kidul Dengan Keraton Yogyakarta Dan Surakarta

Kebudayaan Jawa seringkali banyak menampilkan aspek mitologi yang memerlukan pengkajian mendalam untuk dapat memahami sejarah itu secara objektif. Sedemikian kuatnya aspek mitologi ini sehingga keberadaannya sering mencampuri pembahasan sejarah yang fakta-faktanya sudah jelas. Misalnya terjadi pada sejarah berdirinya kerajaan Mataram.

gambar : kucermis.web.id
Secara faktual, situs keberadaan sejarah kerajaan Mataram masih dapat ditelusuri hingga saat ini, walaupun kerajaan tersebut sudah terbagi ke dalam dua kasunanan, yaitu Yogyakarta dan Surakarta. Namun dalam situs itu juga terdapat mitos (legenda) yang mengisahkan hubungan antara pendiri kerajaan Mataram dengan Nyi Lara Kidul (penguasa laut Selatan).

Kuatnya keyakinan masyarakat bahwa pendiri Mataram, Panembahan Senapati memiliki hubungan serius dengan Nyi Lara Kidul, hingga membuat aura kerajaan ini diliputi berbagai dimensi magis. Hubungan ini juga berlanjut sampai keturunnya yang menjadi raja-raja, terutama Kraton di Yogyakarta. Tidak ada fakta yang kuat mengenai keberadan Nyi Lara Kidul. Akan tetapi, sejarah menyatakan bahwa mitos Nyi Lara Kidul muncul pada masa berdirinya kerajaan Mataram oleh Panembahan Senapati yang memiliki nama asli Danang Sutawijaya. Mitos tersebut diwariskan turun temurun samapai kerajaan Mataram terpecah belah menjadi dua, yaitu kraton Yogyakarta dan kraton Surakarta. Ironisnya, keberadaan Nyi Lara Kidul telah mengakar dalam keyakinan sebagaian masyarakat Jawa.

Ramalan, Mengapa Sebagian Orang Membutuhkannya ?

Membaca ramalan bintang sepertinya sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Pertanyaan  yang sering muncul adalah mengapa banyak orang yang sedemikian gemarnya membaca ramalan ? Apa yang mereka cari ?


Masyarakat timur, termasuk Indonesia, adalah masyarakat yang sangat memiliki kedekatan dengan alam. Akibatnya, segala sesuatunya diprediksi dengan membaca gejala alam. Namun, karena alam bersifat dinamis, dan selalu berubah, masyarakat timur jadi mengalami kesulitan dalam mendapatkan kepastian. Perubahan sangat mungkin terjadi seiring perubahan alam. Akhirnya dibutuhkan orang yang pandai membaca alam untuk menginformasikan apa yang akan terjadi. Orang pandai inilah yang kemudian berkembang menjadi peramal.

Dalam pandangan ilmu sosiologi, nilai-nilai dan orientasi yang dimiliki saat ini dimaksudkan agar seseorang bisa dengan mulus menjalani kehidupan di masa depan. Jadi wajar jika seseorang lantas mencari cara agar bisa mewujudkannya. Masyarakat timur cenderung memilih sarana ramalan itu.

Dalam diri setiap orang ada kebutuhan untuk bertahan hidup, itu merupakan insting paling dasar. Tidak hanya itu, orang juga ingin bisa mengendalikan hidupnya. Kalau kehidupannya sekarang sudah baik, tentunya ia ingin baik juga di masa depan. Dengan memiliki informasi, ia jadi bisa menyiapkan masa depannya. Orang yang punya informasi, punya kelebihan dan kekuatan. Informasi di masa lalu menjadi modal untuk masa kini. Informasi masa kini dipakai untuk menentukan masa depan. Bagi sebagian masyarakat timur, informasi tersebut mereka dapatkan lewat ramalan (mendatangi peramal). Alasan lain mengapa orang mencari jawaban lewat ramalan yaitu karena hasilnya dijadikan jalan pintas terhadap semua permasalahan yang ada.

Misteri Laut Selatan

Sudah tidak terhitung berapa banyak korban berjatuhan di laut Selatan. Legenda menyebut, bahwa selalu munculnya korban itu dikarenakan ulah dendam penguasa laut Selatan. Tetapi penjelasan ilmiahnya bicara lain. Kebanyakan korban adalah wisatawan domestik berusia muda, yaitu berumur antara 15 - 28 tahun. Mereka berlibur ke pantai laut Selatan untuk menikmati keindahan panorama alam pantai dan merasakan sensasi deburan ombak.

Percaya atau tidak, namun legenda penguasa laut Selatan itu hidup secara turun temurun di sanubari masyarakat pulau Jawa, khususnya kaum nelayan dan penduduk sepanjang pantai selatan pulau Jawa. 

Legenda penguasa laut Selatan inipun mempunyai banyak versi di kalangan masyarakat Jawa. Misalnya, menurut legenda masyarakat pesisir selatan Jawa Barat, Nyi Lara Kidul adalah penjelmaan dari putri Kadita, salah satu putri tercantik Prabu Siliwangi.

Syahdan pada masa Prabu Siliwangi memerintah di kerajaan Pajajaran, ia memiliki seorang permaisuri cantik dan sejumlah selir. Suatu ketika sang permaisuri melahirkan anak permpuan cantik, bahkan melebihi kecantikan ibundanya. Ia dinamai Putri Kadita, yang artinya putri nan cantik jelita. Kebaikan hati dan kecantikan Putri Kadita menimbulkan rasa iri para selir yang takut tersisih dari hadapan Prabu Siliwangi. Mereka kemudian bersekongkol menghancurkan kehidupan Putri Kadita dan ibunya. Keduanya diguna-guna hingga menderita sakit kulit yang sangat parah di sekujur tubuh. Di bawah pengaruh sihir para selir, Prabu Siliwangi pun mengusir keduanya dari keraton. Karena dikuatirkan, meraka akan mendatangkan malapetaka bagi kerajaan.

Misteri Gunung Galunggung

Gunung Galunggung terletak di daerah Tasikmalaya,  Jawa Barat, gunung ini memiliki ketinggian 2.168 m dpl merupakan gunung berapi tipe strato. Sebelah barat gunung Galunggung berbatasan dengan gunung Karasak, sebelah utara berbatasan dengan gunung Talagabodas, sebelah timur berbatasan dengan gunung Sawal, dan
sebelah selatan berbatasan dengan batuan tersier pegununganSelatan. Gunung Galunggung dibagi dalam tiga satuan morfologi, yaitu kerucut gunung api, kaldera, perbukitan Sepuluh ribu. Karakter gunung Galunggung berupa erupsi leleran lava sampai dengan letusan sangat dasyat yang berlangsung sangat singkat atau lama.

Menurut catatan sejarah, wilayah Galunggung dikenal mulai pada abad XII, di kawasan ini terdapat suatu Rajyamandala (kerajaan bawahan) Galunggung yang berpusat di Rumantak sekarang masuk wilayah desa Linggawangi, kecamatan Leuwisari, Tasikmalaya. Galunggung merupakan salah satu pusat pemerintahan sekaligus spiritual kerajaan Sunda pra Pajajaran dengan tokoh pimpinannya Bathari Hyang  pada abad XII.

Saat pengaruh Islam menguat, pusat pemerintahan tersebut berpindah ke daerah Pamijahan dengan Syeikh Abdul Muhyi (abad XVII) sebagai tokoh ulama panutan. Sumber prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di sana menyebutkan bahwa pada tahun 1033 Saka atau tahun 1111 Masehi, Bathari Hyang membuat susuk (parit pertahanan). Peristiwa nyusuk atau pembuatan parit ini berarti menandai adanya penobatan kekuasaan baru di wilayah Galunggung.

Misteri Gunung Salak

Gunung Salak tidak setinggi gunung tetangganya, yaitu gunung Gede - Pangrango. Namun tingkat kesulitan yang dimiliki gunung Salak begitu angker untuk didaki. termasuk keberadaan Kawah Ratu yang ada di wilayahnya.

gambar : ceritamu.com
Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur pendakian, yakni jalur Wana Wisata Cangkuang, Cidahu, Sukabumi, Wana Wisata Curug Pilung, Cimelati, Pasir Rengit, dan Ciawi. Belum lagi jalur-jalur tidak resmi yang dibuka para pendaki atau masyarakat sekitar.

Dengan banyaknya jalur menuju puncak gunung Salak dan saling bersimpangan ini tentu akan membingungkan para pendaki. Banyak diantaranya yang kemudian tersasar dan menghilang. selain itu, terdapat banyak mitos atau kisah yang menyelimuti gunung Salak. Bagi kalangan masyarakat Sunda Wiwitan, kawasan ini dianggap suci, karena dianggap sebagai tempat terakhir Prabu Siliwangi.

Disebutkan oleh banyak orang, bahwa lokasi ini menyimpan harta karun peninggalan Belanda. Harta tersebut berupa emas murni yang dimasukkan di dalam peti. Peti-peti tersebut kemudian dikubur di empat titik terpisah di area gunung Salak. Harta tersebut sengaja dikubur Belanda, karena takut diambil tentara Jepang yang masuk ke Indonesia tahun 1942.

Misteri Gunung Ciremai

Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Tinggi gunung Ciremai mencapai 3.078 m dpl. Ketika berada di puncak gunung Ciremai, kita akan disuguhi pemandangan indah kota Majalengka, Bandung, dan Laut Jawa. Keindahan tersebut sama sekali berbanding terbalik dengan cerita misteri gunung Ciremai yang beredar di masyarakat sekitar.

Bagi sebagian masyarakat Kuningan dan sekitarnya, gunung Ciremai diyakini sebagai asal muasal nenek moyang orang Jawa Barat. Keyakinan ini semakin kuat ketika para ahli arkeologi menemukan beberapa perkakas dari jaman Batu Besar (Megalithikum) yang diperkirakan berusia 3.000 tahun sebelum Masehi. Cerita mistis gunung Ciremai juga dipercaya sejak jaman leluhur hingga kini.

Misteri gunung Ciremai pun ramai terlahir dari daerah itu. Di situs Kuburan Kuda misalnya, daerah ini oleh masyarakat sekitar dianggap angker. Konon, di area ini terdapat kuburan kuda milik tentara Jepang di masa penjajahan. Kuda tersebut digunakan untuk mengawasi para pekerja romusa. Jika melewati daerah ini, sering terdengar ringkikan kuda tanpa pernah terlihat jelas wujudnya.

Cerita misteri gunung Ciremai ini juga disuguhkan oleh situs Papa Tere. Situs ini juga dianggap angker, karena pernah terjadi pembunuhan terhadap seorang anak oleh ayah tirinya. Situs Sangga Buana dan Pangasungan atau Pangasinan, juga dikabarkan tak kalah angkernya. Pada malam-malam tertentu sering terdengar jeritan atau derap langkah kaki. Menurut penduduk sekitar, derap langkah kaki tersebut merupakan langkah kaki para serdadu Jepang. Pada masa penjajahan Jepang, Pengasinan adalah tempat pembuangan tawanan perang dari Indonesia.

Misteri Gunung Sumbing

Gunung Sumbing, terletak di Jawa Tengah, dengan ketinggian 3.371 m dpl, merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah. Di kalangan pendaki dan penggiat supranatural gunung ini dikenal mempunyai aura mistis yang cukup kuat.

Beberapa waktu yang lalu sekelompok pendaki gunung berdiskusi memetakan lokasi-loskasi mistis di sepanjang jalur pendakian menuju ouncak gunung Sumbing. Hasil pemetaan penunggu gunung Sumbing yang sangat misterius itu merupakan suatu pengalaman fenomenal dan subjektif. Pemetaan ini merupakan kolaborasi hasil diskusi antara pendaki yang senang menikmati atmosfer mistis gunung Sumbing. Berikut adalah hasil pemetaan yang pernah dilakukan oleh sekelompok pendaki.

Kilometer I - II
Perjalanan menuju kilometer II, para pendaki sudah mulai merasakan getaran terus menerus yang mengikuti di belakang. Getaran khas tersebut biasanya menjadi pertanda bahwa terdapat kekuatan lain yang tengah berusaha masuk untuk melakukan interkoneksi dengan mereka. Perjalanan kilometer I - II akan melewati sebuah jembatan. Di jembatan itu, terdapat banyak mahkluk berjejer  dengan segala bentuk. Termasuk juga sosok raksasa besar berwarna hitam yang dipercaya oleh penduduk sekitar sebagai penunggu utama gunung Sumbing. Sepanjang perjalan menuju kilometer II, mereka melewati lahan perkebunan penduduk yang ditanami tembakau. Mahkluk besar hitam itupun terus mengikuti mereka. Sedangkan di sepanjang perjalan, sebagian dari mereka melihat pocong di beberapa tempat.

Misteri Gunung Gede

Kadangkala pendaki yang berada di kawasan alun-alun Suryakencana akan mendengar suara kaki kuda yang berlarian, tapi kuda tersebut tidak terlihat wujudnya. Konon kejadian ini ditangkap sebagai pertanda Pangeran Suryakencana datang ke alun-alun dengan dikawal oleh para perajurit. Selain itu terkadang para pendaki akan melihat suatu bangunan istana.

Alun-alun Suryakencana berupa lapangan datar dan luas pada ketinggian 2.750 m dpl di sebelah timur puncak gunung Gede. Suryakencana adalah nama seorang putera Pangeran Aria Wiratanudatar (pendiri kota Cianjur) yang beristerikan seorang putri jin. Pangeran Suryakencana memiliki dua putra, yaitu Prabu Sakti dan Prabu Siliwangi.

Kawasan gunung Gede merupakan tempat bersemayam Pangeran Suryakencana. Bersama rakyat jin, beliau menjadikan alun-alun sebagai lumbung padi yang disebut leuit salawe, selawe jajar, kebun kelapa Salawe Tangkal, dan Salawe Manggar. Petilasan singgasana Pangeran Suryakencana berupa batu besar berbentuk pelana, hingga kini masih berada di tengah alun-alun dan disebut dengan nama batu Dongdang yang dijaga Embah Layang Gading. Sumber air yang berada di tengah alun-alun, semula merupakan jamban untuk keperluan minum dan mandi.

Di dalam hutan yang mengitari alun-alun Suryakencana, terdapat situs kuburan kuno yang dipercaya sebagai tempat bersemayam Prabu Siliwangi. Pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi yang menguasai Jawa Barat, terjadi peperangan melawan Majapahit. Selain itu, Prabu Siliwangi juga harus berperang melawan kerajaan Kasultanan Banten. Setelah menderita kekalahan yang sangat hebat, Prabu Siliwangi melarikan diri bersama dengan para pengikutnya ke gunung Gede.

Misteri Gunung Merbabu (Pasar Setan)

Gunung Merbabu, terletak di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, salah satu gunung yang sangat dikeramatkan di tanah Jawa. Konon di salah satu bagian dari gunung Merbabu terdapat Pasar Setan, Fenomena ini sudah lama beredar di lingkungan masyarakat yang tinggal di lereng gunung Merbabu.

Keberadaan Pasar Setan di gunung Merbabu, seperti yang diceritakan penulis buku Hikayat Bumi Jawa bersama-sama team Mapala dari salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Barat, yang melakukan pendakian di gunung Merbabu tersebut. Team berjumlah 9 orang, pada tanggal 30 Maret 2001, saat matahari terbit mereka telah sampai di kaki gunung Merbabu. Sebagai langkah pertama, mereka mulai beradaptasi dengan penduduk sekitar di kaki gunung Merbabu yang sebagian besar masih berbahasa Jawa totok. Tidak banyak informasi yang mereka dengar tentang keberadaan Pasar Setan di puncak Merbabu.

Pagi hari berikutnya, mereka mulai pendakian. Ketika mereka sampai di sebuah area yang menurut warga setempat disebut Ketong Sanga, mereka menemui kejadian aneh. Kenyataan ini membuat mereka sangat penasaran. Ketika berada di area tersebut, mereka bertemu dengan jasad lelaki yang telah meninggal. Posisi mayat tersebut dalam keadaan semedi. Anehnya, tubuh lelaki itu sama sekali tidak menebarkan bau busuk. Hanya pakaiannya yang nampak lusuh dengan tubuh nampak kering kerontang. Barangkali keadaan tubuh lelaki paruh baya itu telah sedingin es. Salah satu dari anggota Mapala mencoba mengambil gambar jasad tersebut dengan jepretan kamera. Hampir saja jantung mereka akan copot. Betapa tidak, karena ketika akan dipotret, sontak jasad tersebut lenyap begitu saja.

Misteri Gunung Merapi (Pasar Bubrah)

Sejak jaman dahulu, misteri gunung Merapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta - Jawa Tengah ini memang menarik perhatian dan sering dibicarakan masyarakat. Misteri ini tidak lepas dari segala hal gaib yang terkadang menjadi ciri khas dari gunung ini.

Gunung Merapi sendiri adalah salah satu gunung vulkanik teraktif di Indonesia. Karena menurut para ahli vulkanologi, gunung Merapi sering mengalami peningkatan aktivitas dan erupsi setiap sekitar 2 - 5 tahun sekali. Padahal di sekitar lereng gunung Merapi ini banyak desa (pemukiman penduduk) yang cukup padat.

Terdapat beberapa cerita menarik seputar misteri gunung Merapi dan letusannya yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang. Misteri gunung Merapi tdak bisa lepas dari kepercayaan banyak orang bahwa di gunung  Merapi hidup berbagai mahkluk halus yang sekaligus menjadi penguasanya. Menurut penduduk setempat, ada beberapa jin yang berkuasa di gunung Merapi, mereka adalah :
  • Eyang Merapi, adalah raja dari para mahkluk halus di gunung Merapi.
  • Eyang Sapu Jagad, adalah jin penguasa Merapi yang menentukan apakah gunung akan meletus atau tidak. 
  • Eyang Megantara, adalah jin yang dipercaya sebagai pengendali cuaca di sekitar Merapi.
  • Nyi Gadung Melati, adalah jin yang dipercaya sebagai pemimpin para mahkluk halus wanita dan bertugas untuk menjaga kesuburan tanaman di wilayah sekitar gunung Merapi.
  • Eyang Antaboga, adalah jin yang dipercaya sebagai penjaga keseimbangan gunung Merapi di permukaan bumi.

Misteri Gunung Semeru

Gunung Semeru, terletak di Propinsi Jawa Timur, berketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa, dengan puncaknya bernama Mahameru. Gunung Semeru memiliki banyak kisah menarik bagi para pendaki gunung. Untuk mendaki gunung Semeru, salah satu jalur
yang banyak ditempuh adalah melalui kota Malang. Dari kota Malang ini, pendakian ke gunung Semeru dimulai dari daerah Ranu Pane. Dari sinilah para pendaki mulai menentukan waktu untuk mengawali pendakian. Dari Ranu Pane, perjalanan setengah hari menuju daerah yang bernama Ranu Kumbala, yang berupa danau. Di lokasi ini, biasanya para pendaki akan bermalam. Menikmati keindahan malam di pinggir danau dari atas ketinggian.

Perjalan dari Ranu Kumbala, para pendaki akan dipertemukan dengan daerah yang ditumbuhi hutan lebat. Dari sini, banyak kisah yang bernuansa mistik terjadi. Konon banyak orang menyebut kawasan butan tersebut adalah hutan mistis. Sebab, tak jarang pendaki tersesat di hutan tersebut meski sudah berulang kali mendaki Semeru.

Orang Jawa mengatakan, oyot kesimpar, artinya seseorang akan dibuat linglung dan hanya berputar-putar di jalan yang sama dalam waktu panjang. Di kawasan ini, para pendaki harus memperbanyak doa pada Sang Pencipta dan mengurangi sikap sombong dan bercanda yang tidak perlu.

Misteri Gunung Kelud

Gunung Kelud berada sekitar 35 kilometer dari Kediri dan 24 kilometer dari Blitar. Di puncak gunung Kelud terdapat danau kawah yang volumenya mencapai jutaan meter kubik. Punggung Kelud merupakan daerah pertanian yang subur. Berupa perkebunan dan menjadi lahan produksi tanaman pangan bagi penduduk sekitar.

gambar : news.liputan6.com
Nama gunung Kelud berasal dari jarwadhasak, yaitu dari kata 'ke' (kebak yang artinya penuh) dan 'lud' (ludira yang artinya darah). Sehingga Kelud bisa diartikan apabila murka, bisa merenggut banyak korban jiwa.  Menurut kepercayaan dari penduduk sekitar, gunung Kelud dijaga oleh sepasang buaya putih yang konon merupakan jelmaan bidadari.

Legenda menceritakan, jaman dahulu kala ada dua bidadari sedang mandi di telaga sekitar gunung Kelud. Karena terlena, dua bidadari itu melakukan perbuatan menyimpang seperti yang biasa terjadi pada manusia yang sejenis. Apa yang dilakukan oleh dua bidadari tersebut diketahui oleh dewa. Maka dewapun mengutuk kedua bidadari tersebut menjadi buaya.

Sebagai salah satu gunung berapi yang masih aktif di pulau Jawa, gunung Kelud menyimpan banyak misteri. Gunung Kelud di Jawa Timur ini sering 'mengamuk' (kurda). Meski sehari-hari tampak tenang dan damai, namun setiap saat gunung Kelud tiba-tiba saja bisa menjadi mengerikan. Uniknya, Kelud biasa meletus pada saat malam hari. Biasanya sebelum meletus, Kelud selalu memberi tanda dengan suara gemuruh terlebih dahulu. Kemudian Kelud melontarkan berbagai material yang panasnya bisa mencapai  300 - 500 derajat Celcius.

Misteri Gunung Slamet

Gunung Slamet, dengan ketinggian 3.428 m dpl merupakan gunung berapi yang berada di Jawa Tenga, tepatnya di antara perbatasan Kabupaten Brebes, kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang. Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah serta tertinggi kedua di pulau Jawa setelah gunung Semeru. Untuk mencapai puncak gunung Selamet bisa melalui beberapa jalur pendakian, di antaranya melaui jalur Bambangan termasuk dalam wilayah Kabupaten Purbalingga, jalur Baturraden termasuk dalam wilayah Purwokerto, dan jalur Bumi Ayu termasuk dalam wilayah Kabupaten Brebes. Masing-masing jalur pendakian tersebut mempunyai tingkat kesulitan yang bervariasi.
Di puncak gunung Selamet terdapat empat kawah  yang semuanya masih aktif. Sedangkan di kaki gunung Slamet, terdapat kawasan wisata, bernama Baturaden atau Batur Raden yang termasuk dalam wilayah kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Menurut cerita penduduk sekitar, gunung Slamet memang sedikit berbeda dengan gunung lain di wilayah tanah Jawa. Banyak orang mendaki puncak gunung Slamet untuk tujuan spiritual. Walaupun pada musim liburan sekolah banyak anak-anak dari kelompok-kelompok pecinta alam yang mendaki gunung Slamet  untuk tujuan wisata, hobi, atau sekedar ingin menaklukkan puncak gunung tersebut..

Dalam istilah bahasa Indonesia, kata slamet berarti selamat. Karenanya semenjak jaman kakek buyut hingga sekarang, gunung Slamet tidak pernah terbatuk-batuk atau meletus. Keberadaan gunung yang memberikan rasa aman dan tenang itu seakan memberikan keselamatan bagi masyarakat sekitarnya. Penduduk sekitar gunung Slamet percaya, apabila gunung Slamet meletus, maka akan terbelahlah pulau Jawa menjadi dua bagian. Akibatnya, pulau Jawa akan mengalami kelumpuhan.

Misteri Gunung Lawu

Gunung Lawu, dengan ketinggian 3.265 meter dpl, terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di lereng sebelah barat gunung Lawu, terdapat tempat wisata Grojogan Sewu yang terletak di wilayah Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sedangkan di sebelah timur gunung Lawu, terdapat tempat wisata Tlogo Sarangan, yang terletak di wilayah Kabupaten Magetan Jawa Timur.

Di kalangan para pendaki gunung, Gunung Lawu terkenal sebagai gunung yang menyimpan misteri. Dengan tiga puncak utamanya yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiliah, dan Hargo Dumiling, gunung Lawu dimitoskan sebagai tempat sakral di tanah Jawa. Hargo Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Hargo Dumiling diyakini sebagai tempat pamosan Ki Sabdopalon, dan Hargo Dumilah merupakan tempat misterius yang sering dipergunakan sebagai ajang kemampuan olah batin dan meditasi.

Konon kabarnya di gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya kraton, baik kraton Surakarta maupun kraton Yogyakarta. Siapapun yang hendak pergi ke puncak Lawu, maka harus berbekal pengetahuan perihal larangan-larangan tertentu untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan ini dilanggar, maka pelaku bakal bernasib naas.

Santet Dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, santet, tenung, pelet, maupun guna-guna masuk dalam pembahasan sihir. Kata sihir dalam bahasa Arab diambil dari kata sahara, yang artinya akhir waktu malam dan awal terbitnya fajar. 

gambar : dokterghaib.com
Karena pada saat itu bercampur antara gelap dan terang, sehingga sesuatu menjadi tidak jelas atau tidak sepenuhnya jelas. Sedangkan secara istilah Al-Azhari mendifinisikan sihir sebagai perbuatan yang dilakukan dengan mendekatkan diri kepada setan dan meminta bantuan dengannya.

Syaikh Shalih bin Fauzan mengatakan, dinamakan sihir karena terjadi dengan perkara yang sangat tersembunyi yang tidak akan bisa dilihat oleh mata. Yaitu berbentuk jimat-jimat, jampi-jampi, pembicaraan-pembicaraan, atau melalui asap-asap. Sihir memiliki hakekat dan diantaranya berpengaruh terhadap hati dan badan sehingga bisa menyebabkan sakit, terbunuh dan memisahkan antara suami dan isteri.

Pada masa Rasulullah dulu, Rasulullah SAW sendiri pernah disihir oleh seorang Yahudi yang bernama Labid bin Al A'sham. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, "Sesungguhnya Nabi SAW disihir sehingga dikhayalkan padanya bahwa beliau melakukan sesuatu padahal beliau tidak melakukannya, dan beliau Rasulullah pada suatu hari berkata kepada Aisyah, telah datang padaku dua malaikat, salah satunya duduk di dekat kepalaku dan yang lainnya di dekat kakiku. Salah satu malaikat tersebut berkata kepada yang lain, apa penyakit laki-laki ini (Rasulullah) ? Yang satunya menjawab, terkena sihir. Siapa yang menyihir ? satunya menjawab, Labid bin Al A'sham..."

Santet, Antara Ada Dan Tiada

Santet, salah satu jenis ilmu hitam yang tujuannya untuk mencelakai orang lain. Tidak diketahui dengan pasti, kapan pertama kali santet mulai dikenal orang. Yang jelas sampai dengan saat ini isu santet masih menjadi obrolan hangat di berbagai kalangan masyarakat, dari obrolan di warung kopi sampai seminar para intelektual di hotel bintang lima. Tapi sampai dengan saat ini belum ada seorangpun yang mampu membuktikan secara ilmiah atau nyata tentang keberadaan santet ini.

Kalangan paranormal, yang dekat dengan pelaku santet, membagi santet menjadi dua kategori, yaitu Dematrealisasi dan Visualisasi. Pembagian yang dilakukan berdasarkan cara kerja santet, meskipun tujuan akhirnya adalah sama.

1. Santet Dematrealisasi.
Proses terjadinya santet ini adalah berupa perubahan materi menjadi energi. Yaitu benda yang dirubah menjadi energi lalu dikirim melalui gelombang energi hingga sampai pada sasaran. Setelah energi masuk ke dalam tubuh sasaran maka diubah lagi menjadi wujud benda asal. Fenomena ini sangat menyalahi hukum fisika dan kimia, karena terjadinya proses ini (orang yang mempunyai kemampuan ini) sebetulnya juga tidak berdiri sendiri, tapi ada obyek lain yang membantu, yakni bangsa jin yang didapat dari pemujaan. 

Cara kerja dematrealisasi terdiri dari penggabungan antara kekuatan batin dan kekuatan ghaib yang diproses sedemikian rupa oleh ahlinya (dukun yang menguasai dan tukang sihir dari bangsa jin). Dari perpaduan ini memunculkan energi yang besar yang kemudian disalurkan pada sebuah media, misalkan paku, kawat, pecahan kaca, dan lain-lain, yang diselimuti oleh energi ghaib sehingga terproses untuk tidak tampak oleh mata. Korban yang menjadi target sasaran santet di dalam tubuhnya ada benda asing. Rasa sakitnya pun tergantung dari benda apa yang masuk dalam tubuh korban santet. Misalnya, apabila seseorang dimasuki paku dalam tubuhnya, sakitnya berupa nyeri seperti tertusuk, dan kalau tubuh korban dimasuki silet, rasa sakitnya perih seperti tersayat. Karena benda-benda kiriman tersebut tertutup oleh kekuatan ghaib maka sulit dideteksi secara ilmiah, baik menggunakan sinar rontgent ataupun alat-alat canggih lainnya.