- learning disorder atau ketergangguan belajar, yaitu keadaan di mana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respon yang bertentangan.
- learning disabilities atau ketidak-mampuan belajar, yaitu ketidak-mampuan seseorang yang mengacu kepada gejala dimana seseorang tidak mampu belajar atau menghindari belajar, sehingga hasil belajarnya dibawah potensi intelektualnya.
- learning disfunction atau ketidak-fungsian belajar, yaitu menunjukkan gejala di mana proses belajar tidak berfungsi dengan baik meskipun pada dasarnya tidak ada tanda-tanda subnormalitas mental, gangguan alat indera atau gangguan psikologis lainnya.
- under achiever atau pencapaian rendah, yaitu mengacu pada seseorang yang memiliki tingkat potensi intelektual diatas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah.
- slow learner atau lambat dalam belajar, yaitu seseorang yang lambat dalam proses belajarnya sehingga membutuhkan waktu dibandingkan seseorang yang lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama.
Kesulitan Belajar : Pengertian, Indiktor, Dan Bentuk Kesulitan Belajar, Serta Faktor Penyebab Kesulitan Belajar
Diposkan oleh Abi Asmana di 5:57 PM
Anak Lamban Belajar (Slow Learner) : Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi, Dan Faktor Penyebab Lamban Belajar, Serta Cara Mengatasi Anak Lamban Belajar (Slow Learner)
- Nani Triani dan Amir, dalam “Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Lamban Belajar (Slow Learner)”, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan anak lamban belajar adalah anak yang memiliki prestasi belajar rendah atau sedikit di bawah rata-rata anak normal pada salah satu atau seluruh area akademik dan mempunyai skor tes IQ antara 70 sampai 90.
- G. Lokanandha Reddy, R. Ramar, dan A. Kusuma, dalam “Slow Learner : Their Psychology and Instruction”, menjelaskan bahwa anak lamban belajar merupakan anak yang memiliki prestasi belajar rendah atau sedikit di bawah rata-rata anak normal pada salah satu atau seluruh area akademik. Anak lamban belajar juga merupakan anak yang tidak dapat mengerjakan tugas yang seharusnya dapat dikerjakan oleh anak seusianya, dan kebanyakan anak lamban belajar mengalami masalah dalam pelajaran membaca dan berhitung.
Diposkan oleh Abi Asmana di 5:54 PM
Keterlambatan Bicara (Speech Delay) : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Dan Faktor Penyebab Keterlambatan Bicara, Serta Cara Mengatasi Keterlambatan Bicara
- pada saat lahir, anak tidak respon terhadap suara, tidak minat untuk berinteraksi dengan orang lain.
- pada usia 4 bulan, anak tidak mau berkomunikasi harusnya sudah mulai membuat suara.
- pada usia 6 bulan anak tidak melirik, tidak menoleh terhadap sumber suara yang datang dari belakang atau samping, tidak respon terhadap panggilan namanya.
Diposkan oleh Abi Asmana di 10:25 AM
Memberi Hukuman Pada Anak
![]() |
| sumber : sayangianak.com |
- Secara fisik, biasanya berupa mencubit, memukul, atau hukuman apapun yang dapat melukai secara fisik.
- Secara non fisik, dilakukan dengan cara memarahi atau membantak anak secara keras, sehingga melukai dan membakas di hati dan perasaan si anak.
Diposkan oleh Abi Asmana di 9:07 AM
Gangguan Perkembangan Berbahasa Pada Anak
- Gangguan perkembangan artikulasi atau gangguan fonetik, adalah kemampuan mengucapkan kata yang tidak sesuai dengan usia mental seseorang. Dalam perkembangannya, seorang anak yang berusia 6 - 7 bulan seharusnya sudah bisa bergumam. Usia 4 tahun, pengungkapan suara sudah jelas, hingga huruf yang paling sulit diucapkan sekalipun, seperti huruf R. Usia 7 tahun, penguasaan untuk mengucapkan suara sudah nyaris penuh. Usia 12 tahun, penguasaan berbahasa anak sudah sempurna. Apabila di usia tersebut anak belum mampu berbahasa yang baik, dapatlah dikatakan anak tersebut mengalami gangguan perkembangan artikulasi.
Diposkan oleh Abi Asmana di 10:13 AM
Bahasa Tubuh Pada Bayi
![]() |
| sumber : Alodokter.com |
Diposkan oleh Abi Asmana di 8:29 AM
Gejala Diabetes Pada Anak
- Diabetes Melitus Tipe 1 atau yang biasa disebut Insuline Dependent Deabetic Mellitus (IDDM). Pada umumnya tipe diabetes ini menyerang anak-anak hingga usia remaja. Penyebab dasarnya adalah karena adanya kerusakan atau kesalahan genetik pada sel pankreas sehingga sistem imun terganggu, yang berakibat tidak bisa menghasilkan hormon insulin. Penderita diabetes tipe 1 ini sangat tergantung dengan insulin dari luar.
- Diabetes Melitus Tipe 2. Biasanya tipe diabetes ini disebabkan oleh karena kurang mampunya tubuh dalam merespon insulin, sehingga tubuh tidak mampu memanfaatkan insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas. Ketidakmampuan tubuh dalam memanfaatkan hormon insulin ini sering kali dikarenakan sel-sel tubuh bersaing dengan sel-sel lemak dalam tubuh. Diabetes tipe ini perkembangannya sangat lambat,
- Diabetes Melitus Tipe 3. Diabetes tipe ini merupakan gabungan antara diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2. Penyebab utamanya adalah karena tubuh penderita mengalami resisten terhadap hormon dari luar, terutama karena suntikan insulin yang terus menerus seperti pada penderita diabetes melitus tipe 1, sehingga penderita sekaligus juga menderita diabetes melitus tipe 2. Penyebab lain bisa juga karena penderita diabetes tipe 2 terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan untuk memancing produksi hormon insulin lebih banyak, sehingga menyebabkan pankreas menjadi lelah dan akhirnya rusak.
Diposkan oleh Abi Asmana di 8:52 AM
Manfaat Permainan Tradisional Untuk Anak
- Meningkatkan daya pikir anak. Saat hendak menyebar biji bkel, pemain harus mempunyai strategi bagaimana caranya agar biji-biji tersebut berada di posisi yang tidak berjauhan agar tidak sulit saat mengambilnya. Dengan begitu anak akan berpikir terlebih dahulu bagaimana caranya ia dapat melakukan sesuatu dengan cepat dan tepat.
- Melatih anak untuk terampil dan cekatan. Saat bola dilempar, pemain harus menyebarkan biji dan setelah bola memantul pemain harus segera menangkap bola itu kembali. Kemudian bola dilemparkan kembali dan setelah bola memantul ke lantai, pemain harus mengambil biji tersebut satu persatu. Ini tentu dapat melatih anak agar terampil dan sekatan dalam melakukan sesuatu.
Diposkan oleh Abi Asmana di 10:59 PM
Mengatasi Luka Akibat Perceraian Pada Anak
- Anak akan menjadi pribadi yang pemurung dan pendiam. Mereka akan cenderung menarik diri dalam pergaulannya karena merasa malu pada teman sebayanya.
- Anak akan mengalami gangguan belajar sehingga prestasinya akan menurun.
- Akan akan menjadi mudah emosi atau marah dan lebih sensitif terhadap segala hal yang dialaminya. Hal ini terjadi biasanya karena merasa kehilangan kepercayaan pada orang tua dan orang-orang di sekitarnya.
- Anak akan mencoba hal-hal yang sifatnya negatif.
- Anak dapat mengalami kemunduran mental.
- Anak akan sering menyalahkan diri sendiri, serta sulit memaafkan orang lain.
- Pada bebarapa kasus perceraian, efek psikologis akan paling terasa pada anak adalah rasa marah. Rasa marah ini dirasakan pada dirinya sendiri maupun kepada orang tuanya. Kemarahan yang meluap pada anak akan menimbulkan sikap agresif, sementara kemarahan yang selalu terpendam akan membuat anak mempunyai kecenderungan menjadi sosok yang pemurung, pendiam, dan selalu menarik diri dari pergaulan sosialnya.
Diposkan oleh Abi Asmana di 10:58 AM
Mendidik Anak Disiplin Dan Sesuai Gender
![]() |
| gambar : konfrontasi.com |
- Membiasakan diri sendiri (orang tua) untuk senantiasa disiplin dalam pengertian konsisten dengan apa yang dibicarakan, jangan sampai orang tua membiasakan pada anak untuk berbohong walaupun itu dengan tujuan baik.
- Membiasakan memberi contoh perilaku disiplin secara langsung.
- Orang tua perlu memahami kejiwaan anak diusianya, karena jika tidak maka yang muncul adalah hal yang berlawanan dari yang dikehendaki atau kontraproduktif.
- Anak dilatih berdisiplin di berbagai kegiatan kehidupan, misalnya dengan memberikan tanggung jawab dari merapikan tempat tidur, mencuci pakaian sendiri, dan lain-lain.
Diposkan oleh Unknown di 3:36 PM
Karakter Anak Manja Dan Melatih Anak Untuk Tidak Manja
![]() |
| gambar : ayahbundaku.com |
Sifat manja berbeda dengan bermanja-manja. Sifat manja cenderung negatif, tapi tidak demikian dengan bermanja-manja. Kadang kala anak minta kepada orang tuanya untuk dicium atau dipangku, hal tersebut merupakan perilaku dari anak yang menunjukkan si anak ingin bermanja-manja dan mencari kehangatan dari orang tuanya. Perilaku anak bermanja-manja seperti tersebut justru bagus, karena bisa mendekatkan hungungan antara anak dan orang tua secara emosi. Beda dengan anak manja, yang segalanya harus dituruti, dan seolah-olah semua orang harus bekerja untuk dia. Sifat manja akan merugikan diri anak itu sendiri. Anak-anak yang bersifat manja biasanya mempunyai karakter sebagai berikut :
- Sering merasa tertekan di area publik. Karena terbiasa diperlakukan istimewa di rumah, dan semua orang rumah terbiasa melayani kebutuhannya, maka anak manja akan merasakan tertekan di luar rumah, karena tidak ada orang yang melayani dan memperlakukannya dengan isstimewa.
- Sulit bekerja sama dengan orang lain. Anak manja selalu hanya fokus pada dirinya sendiri, mereka cenderung masa bodoh dengan orang lain.
- Banyak mengeluh. Karena tidak terbiasa melakukan urusannya sendiri, maka anak manja akan selalu mengeluh apabila ditinggalkan oleh orang-orang yang biasa melayaninya.
- Kurang disukai oleh teman-temannya. Hal ini disebabkan karena anak manja cenderung mau menang sendiri dan egois.
Diposkan oleh Unknown di 10:25 AM
Memilih Mainan Anak-Anak Berdasarkan Usia Yang Tidak Membahayakan Anak
![]() |
| gambar : ibumuda.com |
Berikut adalah macam-macam mainan sesuai dengan usia dan perkembangan anak :
- Warna yang digunakan pada mainan haruslah warna asli atau warna dasar, bukan warna gradasi. Misalnya, warna merah, perkenalkan yang benar-benar warna merah, jangan warna merah marun atau merah muda (pink), atau warna biru, pilih yang benar-benar warna biru jangan biru tosca.
- Bentuk mainan haruslah jelas. Misalnya lingkaran, kubus, balok, atau segitiga.
- Tekstur mainan carilah yang kontras. Tujuannya adalah agar anak bisa mengenali perbedaan yang ada. Misalnya tebal tipis, keras lembut, dan lain-lain.
Diposkan oleh Unknown di 1:31 PM
Dampak Negatif Televisi Bagi Anak
![]() |
| gambar : jendelaberita.com |
- Membuat renggang hubungan anak dengan orang tua atau anggota keluarga yang lain. Kebanyakan menonton televisi akan menghabiskan waktu si anak. Sehingga kesempatan untuk berkumpul dengan orang tua atau anggota keluarga yang lain menjadi berkurang. Lebih lagi apabila masing-masing anggota keluarga sibuk menonton acara televisi yang berbeda di ruangan rumah yang berbeda pula, tentunya hak ini akan semakin menjauhkan hubungan antara sesama anggota keluarga. Hal ini tentunya akan berakibat kurang baik bagi perkembangan psikis maupun sosial si anak.
Diposkan oleh Unknown di 7:45 PM
Menghadapi Anak Indigo
![]() |
| gambar : spiritualcleansing.org |
Diposkan oleh Unknown di 5:47 PM
Sifat Pemalu Dan Solusinya
![]() |
| gambar : katalogbunda.com |
Karakter masing-masing anak berbeda-beda, ada kecenderungan anak yang pemberani namun ada juga anak yang punya kecenderungan penakut, pemalu, dan lain sebagainya. Hal tersebut terbentuk disebabkan oleh lingkungan tempat si anak tinggal, terutama peran dari orang tua.
Suatu hal yang wajar bila anak merasa malu ketika bertemu dengan orang yang baru dikenal, tampil di depan orang banyak, masuk ke kelas sekolah baru, atau berkenalan dengan orang baru. Menghadapi situasi baru atau orang-orang baru tersebut memang bukan hal yang nyaman untuk seorang anak.
- Menghindari kontak mata dengan orang lain.
- Menyembunyikan wajah.
- Menarik diri.
- Tidak banyak bicara, bila ditanya hanya menjawab "ya" atau 'tidak".
- Tidak mau ikut kegiatan di kelas.
- Tidak mau minta pertolongan atau bertanya pada orang yang tidak dikenal.
- Enggan bila harus "tampil".
- Anak yang mau menang sendiri, tidak bisa bekerja sama, atau juga kurang terampil bersosialisasi bisa berimbas menjadi sulit bergaul.
Diposkan oleh Unknown di 8:42 AM
Pengetahuan Seputar Balita
1. Merangkak, Satu Tahapan dalam Perkembangan Anak.Merangkak merupakan tahapan perkembangan motorik yang mesti dilakukan oleh anak manusia. Biasanya bayi mulai belajar merangkak mulai usia 6 - 9 bulan. Hanya saja orang tua sekarang banyak yang tidak tahu pentingnya merangkak bagi perkembangan anak. Para orang tua tersebut maunya si anak cepat bisa berdiri dan berjalan. Sehingga banyak bisa kita lihat, anak-anak yang seharusnya pada tahapan merangkak, distimulus untuk berdiri dengan cara badan bayi diangkat dan kaki-kakinya diarahkan menapak ke paha orang tuanya. Sehingga ketika itu dilakukan terus menerus maka bayi akan lebih cepat berkemampuan berdiri, karena bayi tidak dikenalkan dengan model merangkak. Padahal merangkak merupakan salah satu tahapan perkembangan manusia, yang diantaranya adalah untuk :
- Menstimulus koordinasi otak kanan dan kiri sehingga dapat melatih organ-organ tubuh yang terdiri dari kanan dan kiri, diantaranya mata, telinga, tangan, kaki, dan juga melatih koordinasi otak kanan dan kiri untuk bekerja sesuai fungsinya secara maksimal.
- Merangkak menurut para ahli juga dapat meningkatkan proses respon terhadap lingkungan.
- Menguatkan otot lengan sendi dan leher bayi sehingga anak terlatih memiliki kekuatan otot lengan dan tangan.
- Meningkatkan kepekaan saraf telinga, perkiraan, penglihatan.
Diposkan oleh Unknown di 9:17 AM
Membuat Anak Gemar Berolah Raga Serta Memilih Olah Raga Untuk Anak
A. Membuat Anak Gemar Berolah Raga.Diposkan oleh Unknown di 2:44 PM
Tes IQ Buat Anak, Masihkah Dibutuhkan ?
IQ atau yang biasa dikenal dengan Intelligence Quotient adalah satuan pengukuran kecerdesan (inteligensi), sebagaimana kilogram untuk pengukuran berat atau kilometer untuk pengukuran jarak. Oleh karena penyebutan tes IQ merupakan kesalahkaprahan yang terjadi di masyarakat, yang lebih tepat adalah dengan penyebutan tes kecerdasan atau tes inteligensi yang nantinya hasilnya berupa skor IQ.
Diposkan oleh Unknown di 9:56 PM
Bagaimana Cara Mengatasi Anak Susah Makan ?
- Faktor fisik. Faktor fisik meliputi adanya gangguan pada organ pencernaan atau adanya infeksi dalam tubuh anak.
- Faktor psikis. Faktor psikis meliputi gangguan psikologis pada anak, seperti kondisi rumah tangga yang bermasalah, suasana makan yang kurang menyenangkan, tidak pernah makan dengan bersama orang tua, maupun dipaksa memakan makanan yang tidak disukai.
- Coba sajikan makanan dalam porsi kecil. Lambung anak belum mampu menampung makanan terlalu banyak, jadi berikan ia makanan sediit demi sedikit.
- Variasi makanan. Cobalah buat beberapa pilihan menu makanan, lalu biarkan anak anda memilih makanan yang disukai. Biasanya anak akan lebih suka dengan makanan pilihannya.
- Sajikan dengan menarik. Setelah menyajikan banyak pilihan, sajikan dengan tampilan yang menarik.
- Jadikan saat makan menyenangkan. Hindari mengancam, menghukum, atau menakut-nakuti anak agar ia makan lebih banyak. Ini akan membuat ia merasa bahwa saat makan merupakan saat yang tidak menyenangkan, bahkan bisa menimbulkan trauma psikologis.
- Makan teratur. Jadwalkan waktu makan secara teratur, agar anak terbiasa dengan waktu makannya. Sama halnya dengan waktu tidur, mandi, dan sebagainya.
- Beri camilan sehat. Ketika anak memasuki usia 2 tahun, aktifitasnya semakin banyak. Ini mugkin membuatnya sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang. Untuk menyiasatinya, berikan ia cemilan sehat dalam porsi kecil namun beragam.
Diposkan oleh Unknown di 8:28 PM
Merayakan Ulang Tahun Anak Yang Murah
- Pastikan dana yang anda miliki. Buatlah anggaran yang realistis dengan batasan harga yang anda tetapkan.
- Buatlah perencanaan jauh-jauh hari sebelumnya, jangan mendadak atau mendekati hari H.. Anda bisa mulai belanja di toko jauh-jauh hari, syukur-syukur ketika ada diskon, jadi anda bisa menghemat.
- Adakan pesta sederhana, bisa hanya kumpul-kumpul sambil makan kue dan es krim.
- Selenggarakan pesta kecil yang hanya melibatkan keluarga inti dan saudara-saudara dekat. Anak yang masih kecil tidak terlalu mengerti konsep pesta ulang tahundan tidak mengenal semua tamu yang datang.
- Kalau anda mau mengundang orang-orang di luar anggota keluarga, batasi jumlahnya. Semakin banyak tamu, akan semakin banyak biaya yang dikeluarkan.
- Batasi waktu acara. Semakin lma acara, akan semakin banyak makanan dan minuman yang mesti disediakan.
Diposkan oleh Unknown di 8:35 PM
Kesulitan Belajar : Pengertian, Indiktor, Dan Bentuk Kesulitan Belajar, Serta Faktor Penyebab Kesulitan Belajar















