Skala Pengukuran Dalam Penelitian : Pengertian, Jenis, Dan Tujuan Skala Pengukuran

Pengertian Skala Pengukuran. Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh seorang peneliti dalam melakukan penelitian. Pertama kali seorang peneliti harus menentukan terlebih dahulu variabel penelitian yaitu segala sesuatu yang akan diukur. Variabel penelitian merupakan suatu atribut, nilai, atau sifat dari objek penelitian (individu atau kegiatan) yang memiliki variasi tertentu antara satu objek dengan objek lainnya. Selanjutnya, seorang peneliti akan menentukan instrumen penelitian, yang akan digunakan untuk mengukur variabel penelitian. Sehingga dalam instrumen penelitian tersebut wajib memiliki skala pengukuran.

Secara umum, yang dimaksud dengan skala pengukuran adalah serangkaian klasifikasi yang menggambarkan sifat informasi dalam nilai yang diberikan pada suatu variabel. Nilai-nilai tersebut akan menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lain, sehingga menggambarkan informasi dalam nilai-nilai. Skala pengukuran juga berarti suatu acuan yang digunakan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam satuan alat ukur.

Selain itu, pengertian skala pengukuran juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Sugiono, dalam “Memahami Penelitian Kualitatif”, menyebutkan bahwa skala pengukuran adalah kesepakatan yang digunakan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.
  • Kamrianti Ramli, dalam “Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitian”, menyebutkan bahwa skala pengukuran adalah kesepakatan yang digunakan sebagai acuan atau tolak ukur untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada pada alat ukur sehinga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data.

Pengukuran (Measurement) Dalam Penelitian : Pengertian, Karakteristik, Komponen, Fungsi Dan Tujuan Pengukuran, Serta Proses Pengukuran

Pengertian Pengukuran. Dalam suatu penelitian, kegiatan pengukuran yang dilakukan tidak hanya untuk mengukur hal-hal atau benda yang tampak atau berwujud saja, tetapi juga dapat mengukur hal-hal yang tidak tampak atau tidak berwujud seperti kepercayaan atau kepuasan konsumen, ketidak-pastian terhadap sesuatu hal, dan lain sebagainya.

Secara umum, pengukuran atau “measurement” dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memberikan nilai pada benda-benda atau peristiwa-peristiwa menurut suatu aturan tertentu. Pengukuran juga dapat berarti suatu kegiatan yang dilakukan untuk menentukan fakta kuantitatif dengan membandingkan sesuatu dengan satuan ukuran standar yang disesuaikan sesuai dengan objek yang akan diukur. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada prinsipnya pengukuran merupakan penggambaran suatu hubungan.

Selain itu, pengertian pengukuran juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Fred N. Kerlinger, dalam “Asas-asas Penelitian Behavioral”, menyebutkan bahwa pengukuran adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang baku.
  • M.E. Winarno, dalam “Metodologi Penelitian Dalam Pendidikan Jasmani”, menyebutkan bahwa pengukuran adalah prosedur penetapan angka yang mewakili kuantitas ciri (atribut) yang dimiliki oleh subjek dalam suatu populasi atau sampel.
  • James S. Cangelosi, dalam “Merancang Tes Untuk Menilai Prestasi Siswa”, menyebutkan bahwa pengukuran adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan. Dalam hal ini guru menaksir prestasi siswa dengan membaca atau mengamati apa saja yang dilakukan siswa, mengamati kinerja mereka, mendengar apa yang mereka katakan, dan menggunakan indera mereka seperti melihat, mendengar, menyentuh, mencium, dan merasakan.