Inflamasi (Peradangan) : Pengertian, Jenis Dan Gejala, Serta Pengobatan Inflamasi (Peradangan)

Pengertian Inflamasi. Secara etimologi, istilah inflamasi atau peradangan berasal dari kata "inflammare" yang berarti membakar. Sedangkan secara terminologi, inflamasi dapat diartikan sebagai suatu respon protektif terhadap cedera atau kerusakan jaringan dengan cara menghancurkan, mengurangi, atau mengurung agen atau senyawa asing yang masuk untuk mempertahankan homeostasis tubuh dan membuang sel dan jaringan nekrotik yang diakibatkan oleh kerusakan sel. Inflamasi dapat juga berarti suatu reaksi sistem kekebalan alami yang dimiliki tubuh untuk melawan serangan penyakit. Proses ini merupakan respons biologis terhadap sinyal bahaya yang menghampiri tubuh. Tanpa adanya proses infamasi atau peradangan, maka kemungkinan bagi infeksi dan luka untuk sembuh menjadi sangat kecil.

Dalam "Kamus Kedokteran" yang disusun oleh Dorland, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan inflamasi adalah respons protektif setempat yang ditimbulkan oleh cedera atau kerusakan jaringan, yang berfungsi menghancurkan, mengurangi, atau mengurung (sekuestrasi) baik agen pencedera maupun jaringan yang cedera tersebut. Sedangkan Z. Ikawati dalam "Farmakoterapi Penyakit Sistem Saraf Pusat", menjelaskan bahwa inflamasi adalah salah suatu respon terhadap cedera jaringan ataupun infeksi. Inflamasi merupakan proses alami untuk mempertahankan homeostasis tubuh akibat adanya agen atau senyawa asing yang masuk.

Inflamasi terjadi ketika jaringan tubuh mengalami cedera, terinfeksi bakteri, terkena racun, atau panas. Inflamasi merupakan respon protektif yang sangat diperlukan oleh tubuh dalam upaya mengembalikan ke keadaan sebelum cedera atau untuk memperbaiki diri sendiri sesudah terkena cedera. Inflamasi memiliki tujuan untuk melakukan dilusi, penghancuran atau menetralkan agen berbahaya seperti kuman, bakteri, virus, trauma tajam atau tumpul, suhu sangat dingin atau panas atau terbakar, bahan kimiawi, imunologik yang kemudian akan memperbaiki bagian yang luka.

Buta Warna : Pengertian, Tes Atau Uji, Klasifikasi, Dan Faktor Penyebab Buta Warna, Serta Cara Mengatasi Buta Warna

Pengertian Buta Warna. Secara umum, buta warna dapat diartikan sebagai kondisi di mana kualitas penglihatan seseorang terhadap warna berkurang. Buta warna juga dapat berarti suatu kelainan atau gangguan pada mata yang memiliki kelemahan penglihatan warna disebabkan ketidak-mampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu sehingga warna yang dilihat tidak terlihat sesuai dengan warna yang dilihat mata normal.

Seseorang yang menderita buta warna, tidak saja akan kesulitan dalam membedakan warna tertentu (buta warna sebagian) atau bahkan seluruh warna (buta warna total), tetapi juga akan mengalami pelemahan atau penurunan pada penglihatan warna-warna tertentu.

Selain itu, pengertian buta warna juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • S. Ilyas, dalam "Penuntun Ilmu Penyakit Mata", berpendapat bahwa buta warna adalah suatu gangguan penglihatan warna yang disebabkan oleh ketidak-mampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna. Penderita tidak dapat atau kurang mampu membedakan warna yang terjadi secara kongenital ataupun didapat akibat penyakit tertentu.
  • Zenny, dalam "Tes Buta Warna", berpendapat bahwa buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ketidak-mampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu sehingga warna yang kita lihat tidak terlihat sesuai dengan warna yang dilihat mata normal.

Baca juga : Pengertian Terapi

Tes atau Uji Buta Warna. Terdapat beberapa tes yang dapat digunakan untuk mengetahui seseorang menderita buta warna atau tidak. Salah satu tes yang sering digunakan adalah "Tes atau Uji Ishihara". Tes Ishihara dikembangkan oleh Dr. Shinobu Ishihara, yang dipublikasi pada tahun 1917 di Jepang. Tujuan dari tes Ishihara adalah :

Toksoplasmosis : Pengertian, Siklus Hidup, Gejala, Cara Penularan, Pencegahan, Dan Pengobatan Toksoplasmosis

Pengertian Toksoplasmosis. Toksoplasmosis adalah infeksi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit Toxoplasma gondii (T. gondii). T. gondii merupakan suatu protozoa obligat intraselular yang menginfeksi burung dan beberapa jenis mamalia, terutama kucing. Parasit T. gondii pertama kali ditemukan oleh Nicolle dan Manceaux pada tahun 1908, dalam jaringan hewan Ctenodactylus gundi, yaitu sejenis hewan pengerat seperti hamster. Sedangkan pada manusia, parasit T. gondii ditemukan pertama kali sekitar tahun 1923.

Toksoplasmosis
disebarkan dari hewan ke manusia (zoonosis), bukan antar manusia. W. Hassan, dalam "Info Kesehatan Masyarakat", menyebutkan bahwa toksoplasmosis adalah penyakit jenis infeksi yang disebabkan oleh parasit bernama T. gondii, yang ditularkan dari hewan ke manusia. Toksoplamosis dapat menular antar manusia hanya apabila terdapat kondisi khusus, yaitu ditularkan oleh ibu hamil kepada janin yang dikandungnya. Akibat dari penularan ini, maka janin akan mengalami perkembangan yang lambat. Hanifa Wiknjosastro, dalam "Ilmu Kebidanan", menyebutkan bahwa toksoplasmosis berbahaya karena infeksi yang terjadi pada saat kehamilan dapat menyebabkan abortus spontan atau kelahiran anak yang dalam kondisi abnormal atau disebut sebagai kelainan kongenital, seperti hidrosefalus, mikrosefalus, iridosiklisis, dan retardasi mental.


Siklus Hidup Toksoplasma. Menurut J.L. Krahenbuhl dan J.S. Remington, dalam "The Immunology of Toxoplasma and Toxoplasmosis", djelaskan bahwa siklus hidup parasit T. gondii (pada kucing) adalah sebagai berikut :
  • kucing merupakan hospes definitif dari parasit T. gondii. Di dalam usus kecil kucing, sporozoit akan menembus sel epitel dan tumbuh menjadi trofozoit. Kemudian, inti trofozoit membelah menjadi banyak membentuk skizon. Skizon yang matang akan pecah menghasilkan banyak merozoit (skizogoni). 

Persalinan : Pengertian, Jenis Dan Metode, Tahapan, Dan Faktor Resiko Dalam Persalinan, Serta Perbedaan Antara Persalinan Normal Dan Persalinan Spontan

Pengertian Persalinan. Secara umum, persalinan dapat diartikan sebagai proses pengeluaran janin dari kandungan. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang dimaksud dengan persalinan adalah proses di mana janin, plasenta, dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu.

Selain itu, pengertian persalinan juga dapat dijumpai dari pendapat para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Arif Mansjoer, dalam "Kapita Selekta Kedokteran", menyebutkan bahwa persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus ke dunia luar.
  • Sumarah, dalam "Perawatan Ibu Bersalin (Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin", menyebutkan bahwa persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin turun ke jalan lahir.
  • Abdul Bari Saifuddin, dalam "Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal", menyebutkan bahwa persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37 - 42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada inu maupun pada janin.

Pengertian Hipotermia, Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, Dan Pencegahan Hipotermia

Hipotermia, istilah yang sangat familiar bagi para penggiat kegiatan alam bebas, terutama para pendaki gunung. Dalam kondisi tertentu, hipotermia merupakan salah satu momok yang ditakuti oleh para pendaki gunung, karena banyak menyebabkan kematian. Hipotermia tidak saja bisa dialami oleh para pendaki gunung, tapi juga bisa dialami oleh bayi yang baru lahir. Jadi, apakah hipotermia itu ? Pada prinsipnya, hipotermia merupakan hal berbahaya yang membutuhkan penanganan dengan segera.

Tubuh manusia secara otomatis mampu untuk mengatur suhu pada zona termonetral, yaitu antara suhu 36,5 derajat Celcius hingga 37,5 derajat Celcius. Di luar suhu tersebut, respon tubuh untuk mengatur suhu akan aktif menyeimbangkan produksi panas tubuh dengan melepaskan panas dalam tubuh. Apabila tubuh kehilangan panas hingga di bawah suhu 35 derajat Celcius, maka kondisi tersebut akan mengakibatkan hipotermia. Jadi, secara umum hipotermia dapat diartikan sebagai suatu kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35 derajat Celcius yang disebabkan oleh paparan suhu dingin. Hipotermia juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana tubuh kesulitan mengatur keseimbangan suhu karena tekanan udara dingin.


Penyebab Penurunan Suhu Tubuh. Penurunan suhu tubuh yang dapat menyebabkan hipotermia, dapat terjadi karena :
  • konduksi. Konduksi terjadi saat panas tubuh berpindah secara langsung pada obyek atau benda yang memiliki suhu lebih dingin dari pada suhu tubuh. Misalnya, saat tubuh berbaring pada permukaan yang dingin.

Mengenal Penyakit Autoimun

Sebetulnya beberapa tahun yang lalu saya pernah mendengar tentang penyakit autoimun, tapi karena tidak tertarik saya tidak berusaha untuk mengetahui lebih jauh tentang apa yang dimaksud dengan penyakit autoimun. Barulah beberapa hari yang lalu saya tertarik dengan penyakit ini, karena ada seorang teman yang menderita penyakit autoimun ini.

Kebetulan saya dan teman saya tinggal di gedung apartemen yang sama. Entah karena apa penyebabnya, beberapa hari yang lalu kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun dengan drastis. Teman saya cerita kalau punya riwayat penyakit autoimun. Jika sedang kambuh seperti saat ini, yang diserang adalah bagian persendian. Dia tidak berani minum obat kalau belum konsultasi dengan dokter. Yang jadi masalah adalah dokter yang pernah merawatnya saat penyakitnya kambuh ada jauh di Jakarta. Karena takut penyakitnya akan semakin memburuk, maka ia memutuskan untuk membuat janji dengan salah satu dokter yang praktek di kota tempat kami tinggal. Konsultasi dengan dokter yang bersangkutan dilakukan melalui video call, karena kondisi saat ini sedang pandemi COVID-19 (pemegang otoritas di negara bagian tempat kami tinggal, memutuskan meliburkan semua kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang). Dari konsultasi tersebut, dokter yang bersangkutan menyarankan untuk tidak ke rumah sakit terlebih dahulu, hal ini untuk menghindari kemungkinan teman saya terinfeksi COVID-19. Dalam keadaan penyakit autoimun-nya kambuh, jika terinfeksi COVID-19 akan berakibat semakin buruk buat kesehatan dan keselamatan hidup teman saya.

COVID-19 atau Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV)

Sudah beberapa bulan terakhir ini masyarakat dunia dihebohkan dengan adanya suatu penyakit baru yang disebabkan oleh coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) yaitu COVID-19 atau Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV). COVID-19 pertama kali diidentifikasi pada penyelidikan wabah penyakit di Wuhan, Tiongkok sekitar bulan Desember 2019, yang kemudian menyebar luas ke banyak negara di dunia. Bahkan pada tanggal 11 Maret 2020, WHO (World Health Organization) telah mengumumkan bahwa COVID-19 sebagai pandemi

COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya infeksi yang diakibatkan oleh virus corona SARS-CoV-2 yang menyerang sistem pernafasan. Akibat dari infeksi  COVID-19 tersebut, penderita dapat mengalami pneumonia akut hingga kematian.  

Baca juga : Pengertian Epidemiologi Berikut Beberapa Istilah Dalam Epidemiologi

Gejala COVID-19. COVID-19 dapat menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Selain itu, COVID-19 juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami gejala penyakit infeksi pernafasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak nafas, dan nyeri dada. Tetapi secara umum terdapat tiga gejala yang dapat menandakan seseorang terinfeksi COVID-19, yaitu :
  • demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius).
  • batuk.
  • sesak nafas.
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu dua hari sampai tiga minggu setelah terpapar virus corona.

Gigi Berlubang : Proses, Penyebab, Pengobatan, Dan Pencegahan Gigi Berlubang

Pernahkah anda merasakan sakit gigi ? Sakit gigi dapat terjadi pada siapapun, tidak kenal usia dan status sosial. Sakit gigi merupakan salah satu penyakit yang menjengkelkan, karena saat kita menderita sakit gigi seluruh badan terasa tidak nyaman dan kita pun tidak dapat konsentrasi dalam melakukan kegiatan apapun.

Banyak penyebab terjadinya sakit gigi, salah satu penyebab yang paling umum adalah karena gigi berlubang. Gigi berlubang merupakan suatu kondisi di mana gigi mengalami kerusakan yang mengikis bagian luar gigi (email) hingga bagian dalam gigi (dentin), sampai membentuk lubang. Gejala gigi berlubang yang muncul pada tiap orang dapat berbeda, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi lubang pada gigi. Secara umum, apabila kondisi gigi berlubang tersebut sudah sangat buruk adalah :
  • sakit gigi, terutama saat menggigit atau saat gigi tersebut ditekan.
  • gigi menjadi sensitif.
  • nyeri pada gigi yang terjadi secara spontan dengan sebab yang tidak jelas.
  • gigi terasa nyeri saat mengonsumsi makanan atau minuman yang panas atau dingin.
  • terdapat perubahan warna pada bagian gigi menjadi putih, cokelat, atau hitam.
  • terdapat lubang yang jelas terlihat pada gigi.

Skoliosis : Pengertian Skoliosis, Gejala, Jenis, Faktor Penyebab, Serta Pengobatan Skoliosis

Pengertian Skoliosis. Skoliosis merupakan suatu kondisi di mana tulang belakang (kurvatura) melengkung ke arah samping lebih dari 10 derajat. Normalnya, tulang belakang membentuk kurva dari bahu ke bawah dan terlihat lurus dari belakang. Tulang hanya terlihat sedikit melengkung kalau dilihat dari samping. Pada penderita skoliosis, tulang terlihat melengkug ke samping jika dilihat dari belakang. Lengkungan tulang penderita skoliosis biasanya membentuk huruf "S" atau "C". 

Skoliosis dapat terjadi pada siapa saja. Hanya saja pada banyak kasus, skoliosis banyak terjadi pada anak-anak dan perempuan. Berdasarkan hasil penelitian, perbandingan penderita skoliosis laki-laki dan perempuan adalah 1 : 7. Sedangkan, skoliosis yang sering atau banyak diderita adalah skoliosis ringan yang tidak menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan. Hanya saja, pada beberapa kasus tertentu, deformitas tulang belakang yang terjadi dapat mempersempit volume rongga dada, sehingga mengganggu pernafasan.

Gejala Skoliosis Ringan. Skoliosis ringan dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana tulang belakang melengkung ke arah samping lebih dari 10 derajat tetapi di bawah 20 derajat. Gejala skoliosis ringan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut :
  • bahu kanan dan kiri tampak tidak simetris.
  • salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol dibandingkan tulang belikat sisi yang lain.
  • pinggang tampak asimetris.
  • salah satu sisi pinggul tampak lebih tinggi dari sisi lainnya.
  • nyeri punggung.

Periodontitis : Pengertian, Jenis, Penyebab, Dan Cara Mengatasinya

Pariodontitis merupakan infeksi gusi yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi, termasuk juga gusi, tulang yang membentuk kantong tempat gigi berada, dan ligamen periodontal. Periodontitis umum terjadi dan dapat terjadi pada orang dengan usia berapapun.

Jenis Periodentitis. Berdasarkan tingkat keparahannya, periodentitis dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu :

1. Periodontitis Kronis.
Periodontitis kronis merupakan penyakit peradangan atau inflamasi jaringan periodontal yang paling umum terjadi. Peradangan berasal dari peradangan gusi (gingivitis) yang tidak dirawat. Hal tersebut akan berlanjut proses peradangannya pada struktur dibawahnya, sehingga akan terbentuk kantong yang menyebabkan peradangan berlanjut dan merusak tulang serta jaringan penyangga gigi, dan akibatnya gigi menjadi goyang dan atau harus dicabut. Periodontitis kronis pada umumnya terjadi pada orang berusia di atas 35 tahun, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang usia remaja.

2. Periodontitis Agresif.
Periodontitis agresif biasanya terjadi pada remaja, meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang berusia di atas 30 tahun. Perbedaan utama dari periodontitis agresif adalah :
  • kecepatan berkembang dari penyakit.
  • tidak adanya akumulasi plak atau kalkulus dan riwayat ada tidaknya riwayat keluarga dengan penyakit agresif (genetik).
  • komposisi mikroba yang terlibat atau adanya gangguan pada respon imum penderita.

Gingivitis (Radang Gusi) : Pengertian, Penyebab, Dan Pengobatannya

Gingivitis adalah peradangan atau inflamasi pada gusi yang ditandai dengan adanya perubahan bentuk dan warna gusi. Gingivitis jarang menyebabkan atau jarang dibarengi dengan rasa sakit, sehingga seringkali tidak disadari oleh penderitanya. 

Istilah gingivitis secara terminologi terdiri dari "gingiva" yang berarti gusi dan "itis" yang berarti radang. Sehingga gingivitis dapat diartikan sebagai radang gusi. Goldman dan Cohen mengartikan gingivitis sebagai peradangan pada gusi yang diakibatkan oleh akumulasi bakteri dalam plak sepanjang gingiva margin. Sedangkan Departemen Kesehatan Republik Indonesia mengartikan gingivitis sebagai peradangan pada gingiva (gusi)  yang menunjukan adanya tanda-tanda penyakit atau kelainan pada gingiva (gusi). Gingivitis termasuk salah satu penyakit periodontal, yang mempengaruhi kesehatan periodontium (jaringan sekitar gigi yang terdiri dari gusi, jaringan lunak, dan tulang).

Tahapan-tahapan Gingivitis. Terdapat beberapa tahapan gingivitas, yaitu
  • Lesi awal (permulaan). Perubahan akan terlihat di sekitar pembuluh darah gingiva (gusi) yang kecil di sebelah apikal dan epitelium jungtional. Pembuluh mulai bocor dan kolagen perivaskuler mulai menghilang, digantikan oleh beberapa sel inflamasi, sel plasma, limfosit, dan protein serum. 
  • Gingivitis tahap awal. Bila deposit plak masih tetap ada, perubahan inflamasi tahap awal akan berlanjut disertai dengan meningkatnya aliran cairan gingiva dan migrasi polymorphonuclear neutrophils.

Norovirus : Gejala Dan Pencegahannya

Apakah anda pernah diare ? Mungkin semua orang pernah mengalami penyakit yang satu ini. Diare bisa disebabkan oleh berbagai macam sebab, salah satunya adalah norovirus. Norovirus adalah penyakit karena virus yang memicu inflamasi pada lambung dan usus sehingga memicu diare, muntah, dan sakit perut. 

Wabah dari virus ini pertama kali terjadi di Norwalk, Ohio, Amerika Serikat pada tahun 1968. Oleh karena itu virus ini dinamakan norovirus. Dari penelitian yang pernah dilakukan, disebutkan bahwa norovirus sulit diberantas, hal ini dikarenakan virus tersebut dapat tahan pada suhu panas dan dingin, serta desinfektan. Virus ini juga bisa hidup dipermukaan benda yang terkontaminasi. Virus dari norovirus ini dapat menyerang semua usia dan merupakan penyebab diare tersering pada manusia. 

Penyebarannya yang mudah membuat virus ini dengan cepat meluas ke seluruh dunia. Pada umumnya, penularan dan penyebaran norovirus terjadi melalui :
  • makanan yang terkontaminasi.
  • air yang telah terkontaminasi.
  • kontak dengan orang yang terinfeksi. 
  • menyentuhkan tangan ke mulut setelah tangan melakukan kontak dengan benda yang terkontaminasi.

Orang yang terinfeksi norovirus akan mengalami gejala, seperti :
  • mual dan muntah.
  • diare cair.
  • nyeri perut.
  • hilangnya selera makan.
  • badan lemas.
  • nyeri otot.
  • sakit kepala dan demam.

Menjaga Kesehatan Otak

Dua bagian yang sangat penting dari otak manusia, adalah otak kanan dan otak kiri. Masing-masing bagian dari otak tersebut mempunyai peran yang berbeda. Otak kiri berperan dalam kemampuan kognitif, seperti membaca, menulis, dan lain sebagainya. Sedangkan otak kanan mempunyai peran dalam hal berpikir paralel, kreatif, intuitif, dan imajinatif.

Salah satu fungsi otak adalah mengendalikan seluruh kegiatan tubuh. Jika ada sedikit saja masalah dalam otak, maka akibatnya akan mengganggu seluruh aktivitas tubuh. Demikian pentingnya, sehingga otak merupakan organ tubuh manusia yang sangat berharga dan tidak tergantikan.

Otak manusia yang sehat, selain mempunyai ukuran dan volume yang cukup, juga mempunyai kemampuan kognitif, psikomotorik, memori atau daya ingat yang baik. Agar otak tetap dapat berfungsi dengan baik, haruslah selalu dilatih dan diasah. Hal tersebut dikarenakan, setiap harinya otak manusia menghasilkan sel-sel baru . Dengan demikian, otak yang aktif dan sering digunakan akan semakin baik kondisinya dan akan menghindarkan seseorang dari kepikunan.

Selain itu, ada beberapa kegiatan ringan, atau bahkan sepele yang bisa berfungsi dalam pemeliharaan otak, seperti :
  • Memangkas rambut. Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan, memangkas rambut dapat mengurangi stres dan membuat rasa lebih bahagia. Aroma rambut yang baru dipangkas akan bekerja langsung pada wilayah emosi dan memori di otak. 
  • Bermain tetris. Tetris merupakan salah satu permainan menyusun bentuk. Permainan yang sangat sederhana. Namun begitu, bermain tetris memiliki dampak positif pada kekuatan otak. Jika dilakukan secara rutin akan membuat otak mengalami perubahan struktural di bagian yang berkaitan dengan gerakan, berpikir kritis, penalaran, bahasa, dan pengolahan pada otak.
  • Berjemur. Vitamin D yang didapat dari berjemur terbukti ampuh menjaga otak tetap aktif dalam kondisi puncak. Oleh karena itu dipercaya, bahwa berjemur dapat meningkatkan kecerdasan otak.

Faktor Penyebab Munculnya Keloid

Pada dasarnya keloid adalah jaringan parut yang tumbuh membesar dan menebal secara cepat di area kulit yang terluka dengan permukaan licin dan halus. Warnanya bervariasi, dari merah muda, kemerahan, keunguan, hingga cokelat tua. Dalam beberapa kasus, keloid menimbulkan rasa nyeri dan gatal bagi penderitanya.

Umumnya orang mengetahui bahwa keloid merupakan bekas luka, Keloid timbul karena luka, biasanya luka yang dialami terbilang dalam, seperti akibat terbakar, kecelakaan, atau operasi. Walaupun sebenarnya bekas luka ini wajar dan justru menunjukkan adanya proses alami penyembuhan dan perbaikan kulit yang terluka, tapi buat sebagian orang, terutama perempuan, keloid ini mengganggu dan menjadi masalah.

Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya keloid, yaitu :
  • Faktor bawaan dan tipe kulit. Keloid tidak dialami oleh semua orang. Hal ini terjadi karena adanya faktor bawaan. Pada orang yang tidak berbakat keloid, meskipun ia mengalami luka bakar atau pernah mengalami operasi, keloid tidak akan muncul. Begitu juga sebaliknya, pada orang yang berbakat keloid, bekas jarum suntikpun bisa menimbulkan keloid. Selain faktor bawaan, tipe kulit juga berpengaruh terhadap timbulnya keloid. Kulit orang-orang Asia dan Afrika yang berpigmentasi tinggi, sangat rentan terhadap munculnya keloid dibandingkan kulit orang-orang Eropa atau orang-orang ras kulit putih. 
  • Lokasi luka. Keloid tidak selalu muncul setiap kali kulit tubuh terluka. Hanya bagian-bagian tubuh tertentu saja yang menjadi tempat munculnya keloid, seperti lengan, leher depan bagian bawah atau leher bagian belakang, dada, perut, paha, dan kaki.

Tiroid, Gejala Dan Pencegahannya

Penyakit bisa kapan saja menyerang tubuh kita. Pola hidup sehat merupakan pilihan untuk mencegah bakteri atau virus penyakit masuk ke dalam tubuh kita. Pada saat kita merasakan tubuh tidak sehat, perasaan atau suasana hati yang tidak menentu, seringkali kita berpikiran kalau kita sedang stress. Apalagi jika ditambah kita merasa kehilangan energi, susah tidur, dan berat badan yang tidak terkendali. Kita jarang berpikir bahwa kemungkinan penyebabnya adalah tiroid.

sumber : detikHealth.com
Tiroid adalah kelenjar  yang terletak di bagian depan leher dan fungsi tiroid adalah untuk memproduksi hormon thyroxine, yang mengatur organ-organ seperti jantung, otak, liver, dan ginjal agar dapat bekerja dengan optimal. Sehingga akan ada lebih banyak gangguan pada tubuh kita jika hormon tiroid kita tidak seimbang. Apakah karena produksinya berlebihan yang disebut dengan hipertiroid, atau produksinya sangat kurang yang disebut dengan hipotiroid.

Secara statistik, gangguan fungsi tiroid memang lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Gangguan fungsi tiroid banyak terjadi pada wanita di usia subur. Gejala gangguan tiroid dapat berkaitan dalam dua hal, yaitu :
  • Berkaitan dengan fisik, seperti  kelelahan yang terus menerus, susah tidur, masalah berat badan. kurang darah (anemia), susah buang air besar, radang pada hidung yang kronis, perubahan pada kulit dan rambut, hingga badan terasa sangat panas atau dingin.
  • Berkaitan dengan psikis, seperti stres, gelisah, depresi, serta perubahan pada kondisi emosional. Hal ini karena salah satu fungsi dari kelenjar tiroid adalah sebagai pengatur metabolisme, sehingga membuatnya juga berperan dalam melindungi fungsi otak. Apabila terjadi gangguan tiroid, bisa jadi akan menyebabkan otak salah mengirimkan sinyal, menganggap bahwa tubuh sedang dalam bahaya dan karenanya memerintahkan tubuh untuk memproduksi antibodi, yang kemudian justru menyerang kelenjar tiroid sendiri.

Faktor Kerusakan Gigi Dan Pencegahannya

Gigi terdiri atas mahkota gigi dan akar gigi. Susunan gigi terdiri atas email (bagian paling luar gigi), dentin, dan rongga pulpa. Zat anorganik yang terbanyak menyusun email adalah hidroksiapaptit, demikian juga proses flourisasi yang membentuk flourapatit, yang berperan pada pembentukan dan perkembangan gigi, juga paling banyak terjadi di lapisan email dibandingkan pada lapisan dalam gigi.

sumber : gigiberlubang.com
Kriteria gigi sehat adalah fisik gigi dan syarafnya belum rusak, maksudnya masih bereaksi terhadap pengaruh kimia, perubahan suhu dan mekanis. Karena letak email berada di bagian luar gigi, kondisinya pun sangat dipengaruhi oleh berbagai hal. Baik yang berdampak positif maupun negatif yang bersumber dari makanan, minuman, saliva atau air liur, maupun bakteri yang ada di rongga mulut.

Tidak semua makanan atau minuman berbahaya bagi gigi, tergantung seberapa besar tingkat keasaman yang dikandungnya. Makanan yang asam, bila mengenai gigi akan menimbulkan reaksi kimia (perubahan pH air liur) di dalam rongga mulut, Jika penurunan pH terjadi berulang kali dalam satu periode tertentu, akan menyebabkan demineralisasi pada email gigi. Akibatnya, erosi akan terjadi yang mengakibatkan email gigi akan rusak atau terkikis. Makanan atau minuman yang dingin juga dapat menyebabkan terjadinya erosi email. Diagnosa terjadinya erosi gigi didasarkan pada tanda-tanda seperti permukaan gigi yang licin, tepi gigi yang membulat, dan berubahnya bentuk anatomi gigi. Selain dari faktor keasaman tersebut, kerusakan gigi juga dapat disebabkan oleh :

Hidup Normal Dengan Epilepsi

Sampai saat ini masih banyak orang, terutama di daerah-daerah pedesan,  mengartikan epilepsi sebagai kesurupan atau kemasukan roh halus. Suatu pengertian yang salah. Epilepsi atau biasa juga disebut ayan, berasal dari bahasa Yunani "epilepsia" yang berarti serangan. Epilepsi merupakan suatu penyakit syaraf menahun yang dapat menimbulkan serangan secara mendadak serta berulang tanpa diketahui penyebabnya. Oleh sebab itu, oleh para dokter spesialis syaraf, epilepsi dikategorikan sebagai penyakit neurologis menahun yang disebabkan oleh adanya aktivitas listerik abnormal pada otak manusia.

Epilepsi dapat menyerang siapa saja, pada semua kalangan tanpa batasan umur, ras, maupun status sosial ekonomi. Bahkan seorang bayi yang masih berusia satu bulanpun juga bisa terserang epilepsi. Epilepsi pada bayi sering disebut dengan idiopatik dan apa penyebabnya sangat sulit untuk diketahui.

Secara umum ada beberapa faktor yang diketahui sebagai pemicu epilepsi, seperti :
  • Kekurangan oksigen dalam jaringan otak atau hipoksia
  • Cidera pada kepala atau pernah mengalami operasi otak.
  • Kelainan pada saat menjelang dan setelah persalinan.
  • Kelainan pembuluh darah pada otak, ada genangan darah atau nanah di otak, dan adanya peradangan atau tumor di otak.
  • Faktor genetik, meskipun hal ini sangat kecil kemungkinannya.

Ada cara sederhana, khususnya buat para orang tua untuk mengetahui lebih dini apakah anaknya terkena epilepsi atau tidak, yaitu dengan memperhatikan dengan teliti gerakan-gerakan yang dilakukan anak sejak lahir. Apabila anak sering melakukan gerakan-gerakan aneh tanpa sebab dan sering terkejut secara berulang-ulang, sebaiknya orang tua segera membawa anak tersebut ke dokter agar bisa diperiksa lebih seksama.

Anemia Defisiensi Besi (ADB) Mengganggu Pertumbuhan Anak

Anemia, istilah ini bagi sebagian masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi. Penyakit yang umum oleh masyarakat disebut dengan kurang darah ini sering terjadi saat seseorang mengalami pendarahan akibat luka yang serius. Anemia semacam ini disebut dengan anemia non gizi. Selain anemia non gizi, dikenal juga penyakit anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat dalam pembentukan sel darah merah, misalnya kekurangan zat besi. Anemia seperti ini disebut anemia gizi atau lebih spesifik disebut dengan Anemia Defisiansi Besi (ADB). Anemia Defisiensi Besi (ADB) paling sering dialami oleh masyarakat. Lebih dari 50 persen penderita anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan kasus anemia atau kurang darah akibat kekurangan besi. Kekurangan zat besi yang berujung pada anemia, apabila menyerang anak, dapat mengakibatkan tumbuh kembang anak kurang maksimal. Ciri-ciri umum yang bisa dikenali ketika seorang anak menderita Anemia Defisiensi (ADB) adalah wajah terlihat pucat, sering pusing yang tidak disertai dengan gejala demam atau lainnya, lesu dan anak terlihat malas melakukan segala sesuatu, nafsu makan menurun, serta cepat merasakan lelah. Anemia Defisiensi Besi (ADB) pada anak dapat disebabkan diantaranya karena anak mengalami pertumbuhan  yang cepat, sementara pasokan zat besi dalam tubuh anak tidak mencukupi.

Pada kasus Anemia Defisiensi Besi (ADB), kekurangan zat besi aka membuat kadar hemoglobin dalam darah juga berkurang. Hal ini disebabkan karena besi merupakan unsur terpenting dalam pembentukan hemoglobin. Hemoglobin adalah bagian darah yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Dengan berkurangnya hemoglobin, oksigen yang diedarkan sel darah merah ke tubuh juga akan berkurang. Hal inilah yang membuat tubuh menjadi lesu, pucat, dan cepat lelah.

Gemuk Tidak Lagi Berarti Sehat (Obesitas Pada Anak)

Banyak orang tua senang bila anaknya gemuk dan hobi makan. Masalah obesitas pada anak-anak semakin lama semakin mengkuatirkan. Dan ironisnya, orang tualah yang justru kerap menjadi faktor pemicu. Orang tua akan lebih senang kalau anaknya doyan makan, daripada anak yang susah makan. Ketika pipi anak semakin chubby dan badannya semakin lebar, orang tua biasanya tidak langsung panik. Namun, ketika si anak divonis obesitas oleh dokter, barulah kepanikan rasa menyesal itu datang.

Orang tua memiliki andil yang besar dalam membuat anak jadi obesitas. Bukan hanya faktor genetis, gaya hidup yang tidak sehat jauh lebih berperan dalam menimbulkan obesitas. Misalnya saja makan tidak sehat, jarang  atau bahkan tidak pernah berolah raga. Seorang anak yang sebenarnya punya gen obese, tidak akan mengalami obesitas kalau hidupnya aktif dan mengkonsumsi makanan yang rendah lemak. Akan tetapi apabila aktivitas fisiknya menurun ditambah lagi dengan banyak mengkonsumsi makanan tinggi lemak, maka berat badan si anak akan meningkat dengan cepat dibandingkan anak yang tidak memiliki gen obese.

Selain dari peran orang tua, penyebab obesitas pada anak adalah faktor lingkungan, yaitu kehidupan modern dan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi membuat berkurangnya anak dalam melakukan kegiatan luar ruangan. Anak lebih sering beraktivitas di dalam rumah dengan menonton televisi, bermain game atau komputer. Diperparah lagi dengan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh orang tua, sehingga seringkali orang tua memilih makanan instan yang biasanya tinggi kalori dan lemak untuk konsumsi si anak. Hal-hal tersebut memicu obesitas pada anak. 

Kebiasaan Buruk Bagi Ginjal

Ginjal mempunyai fungsi yang sangat penting bagi tubuh manusia, salah satunya adalah menyaring racun yang masuk dalam tubuh, yang di antaranya berasal dari beragam kandungan kimia. Oleh karena itu, kesehatan ginjal harus tetap dijaga agar fungsinya tidak terganggu.

Ginjal yang tidak berfungsi atau rusak atau terganggu dapat berakibat fatal bagi tubuh manusia. Kerusakan itu dapat berujung pada gagal ginjal yang membuat seseorang harus melakukan proses cuci darah seumur hidup.

Kerusakan ginjal, selain dapat disebabkan oleh faktor keturunan, dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti kebiasaan atau aktivitas yang dilakukan. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat memicu penyakit ginjal, yaitu :

1. Menunda Buang Air Kecil.
Kebiasaan menunda buaair kecil dapat mengakibatkan terjadinya aliran balik (reflux) pada saluran kencing atau kantung kemih ke arah ginjal sehingga ginjal tertekan. Tekanan yang berlebihan tersebut akan menyebabkan kerusakan jaringan pada ginjal. Urine yang berisi kotoran dan racun juga dapat menyebabkan infeksi. Selain itu, lama-kelamaan reflux dapat melemahkan aliran dari atas ke bawah sehingga memungkinkan terjadinya pengendapan kotoran dan racun yang seharusnya dikeluarkan oleh tubuh. Endapan tersebut lalu mengkristal dan dapat menjadi batu ginjal. Oleh karena itu, jangan menunda buang air kecil kalau memang sudah terasa mau keluar.