Petualang
Lingkungan
Seputar Kita
Inflamasi (Peradangan) : Pengertian, Jenis Dan Gejala, Serta Pengobatan Inflamasi (Peradangan)
Diposkan oleh Abi Asmana di 7:22 AM
Buta Warna : Pengertian, Tes Atau Uji, Klasifikasi, Dan Faktor Penyebab Buta Warna, Serta Cara Mengatasi Buta Warna
- S. Ilyas, dalam "Penuntun Ilmu Penyakit Mata", berpendapat bahwa buta warna adalah suatu gangguan penglihatan warna yang disebabkan oleh ketidak-mampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna. Penderita tidak dapat atau kurang mampu membedakan warna yang terjadi secara kongenital ataupun didapat akibat penyakit tertentu.
- Zenny, dalam "Tes Buta Warna", berpendapat bahwa buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ketidak-mampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu sehingga warna yang kita lihat tidak terlihat sesuai dengan warna yang dilihat mata normal.
Diposkan oleh Abi Asmana di 4:38 PM
Toksoplasmosis : Pengertian, Siklus Hidup, Gejala, Cara Penularan, Pencegahan, Dan Pengobatan Toksoplasmosis
- kucing merupakan hospes definitif dari parasit T. gondii. Di dalam usus kecil kucing, sporozoit akan menembus sel epitel dan tumbuh menjadi trofozoit. Kemudian, inti trofozoit membelah menjadi banyak membentuk skizon. Skizon yang matang akan pecah menghasilkan banyak merozoit (skizogoni).
Diposkan oleh Abi Asmana di 4:14 PM
Persalinan : Pengertian, Jenis Dan Metode, Tahapan, Dan Faktor Resiko Dalam Persalinan, Serta Perbedaan Antara Persalinan Normal Dan Persalinan Spontan
- Arif Mansjoer, dalam "Kapita Selekta Kedokteran", menyebutkan bahwa persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus ke dunia luar.
- Sumarah, dalam "Perawatan Ibu Bersalin (Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin", menyebutkan bahwa persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin turun ke jalan lahir.
- Abdul Bari Saifuddin, dalam "Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal", menyebutkan bahwa persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37 - 42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada inu maupun pada janin.
Diposkan oleh Abi Asmana di 11:45 PM
Pengertian Hipotermia, Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, Dan Pencegahan Hipotermia
- konduksi. Konduksi terjadi saat panas tubuh berpindah secara langsung pada obyek atau benda yang memiliki suhu lebih dingin dari pada suhu tubuh. Misalnya, saat tubuh berbaring pada permukaan yang dingin.
Diposkan oleh Abi Asmana di 5:17 AM
Mengenal Penyakit Autoimun
Diposkan oleh Abi Asmana di 1:23 AM
COVID-19 atau Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV)
Gejala COVID-19. COVID-19 dapat menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Selain itu, COVID-19 juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami gejala penyakit infeksi pernafasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak nafas, dan nyeri dada. Tetapi secara umum terdapat tiga gejala yang dapat menandakan seseorang terinfeksi COVID-19, yaitu :
- demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius).
- batuk.
- sesak nafas.
Diposkan oleh Abi Asmana di 11:32 AM
Gigi Berlubang : Proses, Penyebab, Pengobatan, Dan Pencegahan Gigi Berlubang
- sakit gigi, terutama saat menggigit atau saat gigi tersebut ditekan.
- gigi menjadi sensitif.
- nyeri pada gigi yang terjadi secara spontan dengan sebab yang tidak jelas.
- gigi terasa nyeri saat mengonsumsi makanan atau minuman yang panas atau dingin.
- terdapat perubahan warna pada bagian gigi menjadi putih, cokelat, atau hitam.
- terdapat lubang yang jelas terlihat pada gigi.
Diposkan oleh Abi Asmana di 1:26 AM
Skoliosis : Pengertian Skoliosis, Gejala, Jenis, Faktor Penyebab, Serta Pengobatan Skoliosis
- bahu kanan dan kiri tampak tidak simetris.
- salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol dibandingkan tulang belikat sisi yang lain.
- pinggang tampak asimetris.
- salah satu sisi pinggul tampak lebih tinggi dari sisi lainnya.
- nyeri punggung.
Diposkan oleh Abi Asmana di 12:08 AM
Periodontitis : Pengertian, Jenis, Penyebab, Dan Cara Mengatasinya
Jenis Periodentitis. Berdasarkan tingkat keparahannya, periodentitis dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu :
1. Periodontitis Kronis.
Periodontitis kronis merupakan penyakit peradangan atau inflamasi jaringan periodontal yang paling umum terjadi. Peradangan berasal dari peradangan gusi (gingivitis) yang tidak dirawat. Hal tersebut akan berlanjut proses peradangannya pada struktur dibawahnya, sehingga akan terbentuk kantong yang menyebabkan peradangan berlanjut dan merusak tulang serta jaringan penyangga gigi, dan akibatnya gigi menjadi goyang dan atau harus dicabut. Periodontitis kronis pada umumnya terjadi pada orang berusia di atas 35 tahun, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang usia remaja.
2. Periodontitis Agresif.
Periodontitis agresif biasanya terjadi pada remaja, meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang berusia di atas 30 tahun. Perbedaan utama dari periodontitis agresif adalah :
- kecepatan berkembang dari penyakit.
- tidak adanya akumulasi plak atau kalkulus dan riwayat ada tidaknya riwayat keluarga dengan penyakit agresif (genetik).
- komposisi mikroba yang terlibat atau adanya gangguan pada respon imum penderita.
Diposkan oleh Abi Asmana di 11:36 PM
Gingivitis (Radang Gusi) : Pengertian, Penyebab, Dan Pengobatannya
- Lesi awal (permulaan). Perubahan akan terlihat di sekitar pembuluh darah gingiva (gusi) yang kecil di sebelah apikal dan epitelium jungtional. Pembuluh mulai bocor dan kolagen perivaskuler mulai menghilang, digantikan oleh beberapa sel inflamasi, sel plasma, limfosit, dan protein serum.
- Gingivitis tahap awal. Bila deposit plak masih tetap ada, perubahan inflamasi tahap awal akan berlanjut disertai dengan meningkatnya aliran cairan gingiva dan migrasi polymorphonuclear neutrophils.
Diposkan oleh Abi Asmana di 9:46 AM
Norovirus : Gejala Dan Pencegahannya
- makanan yang terkontaminasi.
- air yang telah terkontaminasi.
- kontak dengan orang yang terinfeksi.
- menyentuhkan tangan ke mulut setelah tangan melakukan kontak dengan benda yang terkontaminasi.
- mual dan muntah.
- diare cair.
- nyeri perut.
- hilangnya selera makan.
- badan lemas.
- nyeri otot.
- sakit kepala dan demam.
Diposkan oleh Abi Asmana di 8:34 AM
Menjaga Kesehatan Otak
- Memangkas rambut. Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan, memangkas rambut dapat mengurangi stres dan membuat rasa lebih bahagia. Aroma rambut yang baru dipangkas akan bekerja langsung pada wilayah emosi dan memori di otak.
- Bermain tetris. Tetris merupakan salah satu permainan menyusun bentuk. Permainan yang sangat sederhana. Namun begitu, bermain tetris memiliki dampak positif pada kekuatan otak. Jika dilakukan secara rutin akan membuat otak mengalami perubahan struktural di bagian yang berkaitan dengan gerakan, berpikir kritis, penalaran, bahasa, dan pengolahan pada otak.
- Berjemur. Vitamin D yang didapat dari berjemur terbukti ampuh menjaga otak tetap aktif dalam kondisi puncak. Oleh karena itu dipercaya, bahwa berjemur dapat meningkatkan kecerdasan otak.
Diposkan oleh Abi Asmana di 8:09 AM
Faktor Penyebab Munculnya Keloid
- Faktor bawaan dan tipe kulit. Keloid tidak dialami oleh semua orang. Hal ini terjadi karena adanya faktor bawaan. Pada orang yang tidak berbakat keloid, meskipun ia mengalami luka bakar atau pernah mengalami operasi, keloid tidak akan muncul. Begitu juga sebaliknya, pada orang yang berbakat keloid, bekas jarum suntikpun bisa menimbulkan keloid. Selain faktor bawaan, tipe kulit juga berpengaruh terhadap timbulnya keloid. Kulit orang-orang Asia dan Afrika yang berpigmentasi tinggi, sangat rentan terhadap munculnya keloid dibandingkan kulit orang-orang Eropa atau orang-orang ras kulit putih.
- Lokasi luka. Keloid tidak selalu muncul setiap kali kulit tubuh terluka. Hanya bagian-bagian tubuh tertentu saja yang menjadi tempat munculnya keloid, seperti lengan, leher depan bagian bawah atau leher bagian belakang, dada, perut, paha, dan kaki.
Diposkan oleh Abi Asmana di 7:51 AM
Tiroid, Gejala Dan Pencegahannya
![]() |
| sumber : detikHealth.com |
- Berkaitan dengan fisik, seperti kelelahan yang terus menerus, susah tidur, masalah berat badan. kurang darah (anemia), susah buang air besar, radang pada hidung yang kronis, perubahan pada kulit dan rambut, hingga badan terasa sangat panas atau dingin.
- Berkaitan dengan psikis, seperti stres, gelisah, depresi, serta perubahan pada kondisi emosional. Hal ini karena salah satu fungsi dari kelenjar tiroid adalah sebagai pengatur metabolisme, sehingga membuatnya juga berperan dalam melindungi fungsi otak. Apabila terjadi gangguan tiroid, bisa jadi akan menyebabkan otak salah mengirimkan sinyal, menganggap bahwa tubuh sedang dalam bahaya dan karenanya memerintahkan tubuh untuk memproduksi antibodi, yang kemudian justru menyerang kelenjar tiroid sendiri.
Diposkan oleh Abi Asmana di 10:57 AM
Faktor Kerusakan Gigi Dan Pencegahannya
![]() |
| sumber : gigiberlubang.com |
Diposkan oleh Abi Asmana di 9:55 AM
Hidup Normal Dengan Epilepsi
- Kekurangan oksigen dalam jaringan otak atau hipoksia.
- Cidera pada kepala atau pernah mengalami operasi otak.
- Kelainan pada saat menjelang dan setelah persalinan.
- Kelainan pembuluh darah pada otak, ada genangan darah atau nanah di otak, dan adanya peradangan atau tumor di otak.
- Faktor genetik, meskipun hal ini sangat kecil kemungkinannya.
Diposkan oleh Abi Asmana di 8:32 AM
Anemia Defisiensi Besi (ADB) Mengganggu Pertumbuhan Anak
Diposkan oleh Abi Asmana di 9:51 AM
Gemuk Tidak Lagi Berarti Sehat (Obesitas Pada Anak)
Diposkan oleh Abi Asmana di 6:50 PM
Kebiasaan Buruk Bagi Ginjal
Diposkan oleh Abi Asmana di 4:10 PM
Inflamasi (Peradangan) : Pengertian, Jenis Dan Gejala, Serta Pengobatan Inflamasi (Peradangan)


















