Perceraian : Pengertian, Bentuk, Faktor Penyebab, Dan Dampak Perceraian, Serta Tahapan Proses Perceraian

Pengertian Perceraian. Secara umum, istilah perceraian atau “divorce” dapat diartikan sebagai berakhirnya suatu pernikahan. Perceraian juga dapat berarti upaya pelepasan ikatan suami istri dalam suatu pernikahan karena suatu alasan tertentu dengan putusan hakim, atau tuntutan salah satu pihak dalam pernikahan tersebut.

Dalam fiqh Islam, istilah perceraian disebut dengan “talak”, yang berasal dari kata “itlaq” yang berarti melepaskan, meninggalkan, membuka ikatan, atau membatalkan perjanjian. Talak juga sering disebut “furqah” yang berarti bercerai yaitu lawan dari berkumpul. Berdasarkan hal tersebut, makna dari talak adalah segala macam bentuk perceraian, baik yang dijatuhkan oleh suami, yang ditetapkan oleh hakim, maupun perceraian yang jatuh dengan sendirinya atau perceraian karena meninggalnya suami atau istri.

Menurut Undang-Undang Nomor : 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, sebagai aturan hukum positif di Indonesia, dijelaskan bahwa perceraian merupakan :
  • tindakan hukum yang dapat dilakukan oleh suami atau istri untuk memutus hubungan pernikahn di antara mereka.
  • peristiwa hukum yang memutuskan hubungan suami dan istri, yaitu kematian suami atau istri yang bersangkutan, yang merupakan ketentuan yang pasti dan langsung ditetapkan oleh Tuhan yang Maha Kuasa.
  • putusan hukum yang dinyatakan oleh pengadilan yang berakibat hukum putusnya hubungan pernikahan antara suami dan istri.

Sehingga secara yuridis (hukum positif), istilah “perceraian” berarti putusnya perkawinan yang mengakibatkan putusnya hubungan sebagai suami istri atau berarti berlaki-bini (suami istri).


Selain itu, pengertian perceraian juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :

Keintiman (Intimacy) : Pengertian, Konsep, Aspek, Dan Bentuk Keintiman, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Keintiman

Pengertian Keintiman. Secara etimologis, istilah keintiman merupakan terjemahan dari istilah dalam bahasa Inggris, “intimacy”, yang berasal dari bahasa Latin, yaitu “intimus” yang berarti paling dalam. Sehingga keintiman dapat berarti suatu proses berbagi di antara dua orang yang sudah saling memahami sebebas mungkin dalam pemikiran, perasaan, dan tindakan. Keintiman merupakan kedekatan psikologis, emosional, dan perasaan diantara dua manusia.

Sedangkan secara terminologis, keintiman dapat diartikan sebagai suatu kedekatan inter-personal yang ditandai dengan sikap keterbukaan dalam pengungkapan diri (self-disclosure), saling berbagi pikiran dan perasaan, menghargai satu sama lain, dan komitmen dalam menjaga hubungan atau kesetiaan sehingga akan menghasilkan suatu keterkaitan, kehangatan dan kepercayaan. Keintiman juga dapat berarti suatu bentuk perilaku, perasaan maupun pikiran, persepsi atau harapan yang timbul sebagai hasil dari adanya hubungan timbal balik yang erat, hangat dan saling mendukung dengan orang lain, yang dapat terjadi dalam berbagai konteks relasi, seperti antara orang tua-anak, persahabatan, suami-istri, dan juga pacaran.

Selain itu, pengertian keintiman atau “intimacy” juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • J.P. Chaplin, dalam “Kamus Lengkap Psikologi”, menyebutkan bahwa keintiman adalah kedekatan inter-personal yang melibatkan dua orang, baik kedekatan secara fisik ataupun kedekatan secara psikologis.
  • R.J. Sternberg, dalam “The New Psychology of Love”, menyebutkan bahwa keintiman adalah elemen emosional dalam suatu hubungan yang melibatkan pengungkapan diri (self-disclosure), yang akan menghasilkan suatu keterkaitan, kehangatan, dan kepercayaan. Lebih lanjut, R.J. Sternberg menjelaskan bahwa keintiman merupakan kedekatan yang dirasakan oleh dua orang dan kekuatan yang mengikat mereka berdua untuk tetap bersama.

Pengertian Lembaga Keluarga, Ciri-Ciri, Fungsi, Tujuan, Peranan, Dan Tahapan Perkembangan Lembaga Keluarga

Pengertian Lembaga Keluarga. Secara umum, lembaga keluarga atau keluarga dapat diartikan sebagai unit sosial terkecil dalam sebuah masyarakat, yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Lembaga keluarga juga dapat berarti kesatuan masyarakat terkecil yang memiliki struktur yang khas, yang diikat oleh aturan yang ada dalam masyarakat pada lingkungan masyarakat umumnya. Sedangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami isteri atau suami istri dan anak-anaknya, atau ibu dan anak-anaknya.

Dalam lembaga keluarga akan terbentuk suatu tingkat sepanjang hidup individu (stage a long the life cycle) yaitu masa perkembangan individu sejak masa bayi, masa penyapihan, masa kanak-kanak, masa pubertas, masa setelah menikah, masa hamil, masa tua, dan seterusnya. Perkembangan kehidupan tersebut bisa terjadi dalam kehidupan keluarga secara umum.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, lembaga keluarga diartikan dalam beberapa pengertian, yaitu :

  1. ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah.
  2. orang seisi rumah yang menjadi tanggungan; batih.
  3. sanak saudara, kaum kerabat.
  4. satuan kekerabatan yang sangat mendasar dalam masyarakat.

Mambantu Anak Mengatasi Rasa Kehilangan

Rasa kehilangan pasti pernah dialami oleh semua orang, termasuk anak. Hanya saja yag membedakan adalah pada apa yang hilang, reaksi saat merasa kekehilangan, dan bagaimana yang bersangkutan mengatasi rasa kehilangan tersebut.

sumber : anandaku.com
Anak akan merasa kehilangan apabila sesuatu atau seseorang yang hilang tersebut sangat berarti baginya. Tanpa kehadiran benda atau seseorang yang hilang tersebut, anak akan merasa ada sesuatu yang kurang dalam kesehariannya. Intensistas kebersamaan yang mendalam membuat anak sadar kalau ia membutuhkan keberadaan serta peran dari benda atau sosok yang hilang tersebut. Semakin dalam ikatan emosional yang terjalin maka akan semakin besar pula rasa kehilangan yang dialaminya. Anak yang terusik kehidupan kehidupan emosinya karena faktor kehilangan akan menunjukkan regresi atau kemunduran perkembangan. Selain itu anak juga akan memperlihatkan perilaku yang kemudian akan memancing kejengkelan orang tua atau orang-orang di sekitarnya.

Secara umum ada lima fase yang dirasakan seorang anak saat merasa kehilangan, yaitu :
  • Fase denial atau pengingkaran. Pada fase ini, anak akan mengingkari kenyataan dan menyangkal perasaannya dengan menampilkan sikap yang bertolak belakang. Ia lebih banyak diam meski matanya berkaca-kaca. Celakanya, orang tua justru biasanya merasa bangga kala anak terkesan tegar.
  • Fase anger atau marah. Pada fase ini, anak mulai menyadari kenyataan bahwa ia kehilangan sesuatu atau seseorang. Ia lantas mengekspresikan kemarahannya dengan menunjukkan perilaku agresif.

Memilih Mobil Untuk Keluarga

Untuk keluarga yang mempunyai jumlah anggota banyak, mobil merupakan suatu kebutuhan. Mobil yang nyaman akan membuat anggota keluarga senang. Di antara banyaknya pilihan mobil saat ini, memilih mobil yang ideal untuk keluarga memang bukan hal yang mudah. Tentunya faktor keselamatan dan kenyaman tetap merupakan hal utama dalam menentukan mobil keluarga.

sumber : parenting.co.id
Sebelum menentukan jenis mobil apa yang akan dipilih, ada beberapa faktor yang mesti dipertimbangkan untuk membeli mobil yang ideal bagi keluarga :
1. Jumlah Anak.
Berapa jumlah anak dalam suatu keluarga merupakan hal penting dalam pemilihan mobil buat keluarga. Hal ini berkaitan dengan berapa jumlah kursi yang dibutuhkan dalam mobil. Selain itu harus juga diperhitungkan ruang ekstra untuk menyimpan barang-barang yang dibutuhkan untuk keperluar keluarga.
2. Tempat Duduk dan Penyimpanan.
Seperti yang disebutkan di atas, saat anggota keluarga menjadi pertimbangan utama, tempat duduk menjadi faktor penting dalam pemilihan jenis mobil yang tepat. Jadi pastikan memilih mobil yang bisa menampung jumlah keluarga inti. Pastikan juga mobil tersebut mempunyai ruang penyimpanan yang cukup untuk barang-barang yang ingin dibawa saat perjalanan jauh, seperti buku, tas belanja, laptop, dan lain-lain.
3. Manual atau Otomatis.
Pemilihan mobil dengan transmisi manual atau otomatis, buat masing-masing orang tentu berbeda. Bagi sebagian orang mobil dengan transmisi manual lebih menyenangkan buat dikendarai karena pengemudi lebih leluasa mengontrol mobilnya. Namun, buat sebagian orang yang lain mobil dengan transmisi otomatis lebih disukai karena lebih mudah dikemudikan, terutama bagi pemula, selain lebih nyaman saat jalanan macet. Jadi pemilihan mobil dengan transmisi manual atau otomatis kembali keselera pribadi masing-masing. Hanya saja, harga jual kembali mobil bertransmisi otomatis lebih tinggi dibandingkan mobil dengan transmisi mabual.

Apa Itu Cinta ?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata cinta. Bahkan kita semua pernah "bersentuhan" dengan cinta. Lantas apakah yang dimaksud dengan cinta itu ? Barang kali sebagian dari kita masih sulit membedakan antara cinta, suka, kasih sayang, serta asmara.

Kata cinta berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu citta, yang artinya : yang selalu dipikirkan, senang, kasih. Sedangkan cinta menurut Kamus Poerwodarminta disebutkan bahwa cinta adalah selalu teringat dan terpikir dalam hati, juga berarti : rasa susah hati; rindu; sangat ingin bertemu; sangat suka; sangat sayang; sangat kasih dan sangat tertarik hati.

Lalu apa perbedaan antara cinta, kasih sayang, serta asmara ?
  • Kasih sayang. Berasal dari dua kata, yaitu kasih dan sayang yang digabungkan menjadi satu kata. Kata kasih merupakan nomina yang berarti perasaan sayang, cinta, suka. Sedangkan kata sayang memiliki arti yang lebih variatif dan luas, bahkan bisa jadi memiliki arti yang kontradiktif. Kata sayang bisa berarti cinta kepada, bisa juga kata sayang berarti kasihan atau menyesal. Kasih sayang adalah perasaan yang dalam, lembut dan konsisten yang ditujukan kepada orang lain atau suatu obyek, yang kurang bergelora sebagaimana cinta, baik ditujukan kepada seseorang ataupun kepada sesuatu.
  • Asmara. Berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu smar, yang berarti ingat; memikirkan atau membayangkan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, asmara diartikan sebagai perasaan senang kepada lawan jenis; rasa cinta dan kasih.

Cinta yang dalam bahasa Inggris disebut love, menurut Kamus Funk and Wagnalls, diartikan sebagai cinta adalah suatu emosi atau perasaan yang kompleks dan kuat yang dibangkitkan oleh sesuatu, seseorang, atau suatu kualitas, yang menyebabkan seseorang menghargai, senang, serta mengharapkan kehadiran si obyek dan menyenangkan atau meningkatkan kesejahteraan obyek tersebut; kerinduan atau keramahan jiwa terhadap sesuatu yang dipahami dan dipandang baik atau sempurna dari berbagai sudut pandang dan dalam bermacam hubungan; perasaan sayang atau kasih sayang yang kuat yang dicurahkan terhadap seseorang.

Mitos Seputar Kehamilan

Satu hal yang paling dinanti dan diharapkan oleh pasangan suami istri adalah kehadiran seorang anak. Seringkali banyak cara dan upaya dilakukan oleh pasangan suami istri untuk mendapatkan seorang anak, dari konsultasi dan pemeriksaan medis  ke dokter kandungan hingga menempuh pengobatan non medis atau alternatif.

Tapi tahukah anda bahwa di dalam masyarakat Indonesia terdapat banyak sekali mitos seputar kehamilan ? Mungkin beberapa mitos seputar kehamilan tersebut sudah pernah anda dengar. Mitos seputar kehamilan tersebut bisa jadi ada yang benar dan bisa dibuktikan secara ilmiah, tapi banyak juga dari mitos seputar kehamilan tersebut yang tidak jelas dan tidak ada dasarnya.

Beberapa mitos seputar kehamilan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Mengadopsi Anak Mempercepat Kehamilan.
Memang dalam beberapa kasus yang terjadi dalam masyarakat, dengan mengadopsi anak, seorang istri akan cepat mendapatkan kehamilan. Seringkali kita dengar, banyak pasangan suami istri yang sudah menikah bertahun-tahun namun belum juga dikaruniai anak memutuskan untuk mengadopsi anak, dengan maksud sebagai "pemancing". Hal ini tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, tapi beberapa pasangan suami istri telah membuktikan kemanjuran mitos ini.

Secara psikologis, kehadiran anak adopsi akan mempengaruhi pasangan suami istri, terutama sang ibu. Kehadiran anak yang diadopsi akan membawa kebahagiaan dan mengurangi ketegangan emosi dan depresi sang ibu sehingga berpengaruh positif bagi kondisi psikologisnya. Perlu diketahui bahwa perasaan stress merupakan salah satu penyebab sulitnya kehamilan. Rasa bahagia, santai, dan emosi yang tidak tertekan atau emosi yang stabil akan membantu meningkatkan produksi hormon yang akan mengoptimalkan fungsi sistem reproduksi sehingga pada akhirnya dapat mempercepat kehamilan.

Bahagia Walau Belum Punya Momongan

Setiap pernikahan memiliki tujuan. Tujuan pernikahan  satu pasangan bisa berbeda dengan pasangan yang lain. Ada pasangan yang menganggap memiliki keturunan sebagai sebagai salah satu tujuan pernikahan, tapi ada juga yang tidak.

gambar : artibicara.com
Banyak pasangan merasa tertekan jika sekian lama menikah belum juga dikaruniai anak. Ketidakhadiran buah hati memang kerap menimbulkan perasaan takut ditinggalkan, terutama pada kaum wanita. Kembali pada tujuan pernikahan, yang merupakan kesepakatan keduabelah pihak, suami dan isteri. Masalah anak atau keturunan, seyogyanya harus dibicarakan secara matang sebelum pernikahan terjadi. Dengan demikian, masing-masing pihak sudah siap jika ada permasalahan yang menimpa rumah tangga. Bicarakan hal tersebut dengan terus terang dan terbuka, apakah masing-masing pihak ingin segera memiliki anak atau memilih menunda untuk memiliki anak. Jika memang mempunyai anak menjadi tujuan utama pernikahan, pemeriksaan ke dokter juga perlu dilakukan sebelum pernikahan. Hasil pemeriksaan dokter tersebut bisa dijadikan pertimbangan apakah hubungan akan dilanjutkan ke jenjang pernikahan atau tidak. Meskipun hal ini berpotensi melukai perasaan masing-masing, tapi akan lebih baik demikian daripada masalah tersebut muncul setelah terjadinya pernikahan. 

Perasaan takut dan kecemasan untuk ditinggalkan, yang timbul karena setelah lama menikah  tidak dikaruniai anak tersebut haruslah dibuang jauh-jauh. Kekuatiran seperti itu akan menimbulkan rasa curiga dan tidak percaya pada pasangan. Hal inilah yang kemudian bisa memicu konflik rumah tangga. Banyak pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun belum dikaruniai momongan, kehidupan rumah tangga mereka tetap baik-baik saja dan bahagia.

Memahami Orang Tua Di Masa Pensiun

Setiap manusia akan melewati tahapan-tahapan tertentu yang berkaitan dengan usia. Setiap tahapan menuntut kompetensi tertentu agar orang yang bersangkutan mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan yang ada. Yang dalam bahasa psikologi disebut tugas-tugas perkembangan.

Masing-masing orang mempunyai tugas perkembangan yang berbeda-beda. Seorang remaja misalnya, memiliki tugas perkembangan yang berbeda dari seseorang yang sudah memasuki usia dewasa. Orang dewasa sudah dituntut untuk memiliki tanggung jawab lebih. Tugas perkembangannya ditandai dengan banyak hal, antara lain sudah terbangunnya relasi yang mendalam dengan orang lain sebagai pasangan hidup, sudah membangun keluarga, membangun karier, dan lain sebagainya.

Keberhasilan atau kegagalan dalam menjalani tugas perkembangan akan mempengaruhi cara pandang terhadap dirinya sendiri. Kalau mampu memandang diri sendiri secara positif, biasanya akan muncul perasaan yang positif pula, misalnya rasa puas, nyaman, senang, dan optimis. Demikian juga sebaliknya, jika menganggap dirinya negatif, perasaan yag muncul juga negatif. Perasaan-perasaan itu akan mempengaruhi reaksi orang terhadap lingkungan.

Pensiun, merupakan salah satu tahap kehidupan yang pasti dilalui oleh setiap orang pekerja. Tahapan ini sering disebut dianggap sebgai titik turun dalam hidup seseorang. Sebaliknya, pada umumnya di usia antar 40 sampai 60 tahun, dianggap orang sebagai titik puncak, artinya dalam rentang usia tersebut kondisi ekonomi sudah mapan, bahkan kecenderung naik, sukses di bidangnya, mendapat peranan di lingkungan sosial, dan lain sebagainya. Dalam tahapan ini orang terbiasa menjalani aktivitas padat dan menantang dari hari ke hari. Ketika masa ini dijalani dengan optimal, ia akan merasa berguna. Bahkan bisa muncul rasa powerful atau berkuasa karena mampu memberikan makna bagi orang lain. Oleh karena itu, bagi sebagian orang, terutama orang kantoran, masa pensiun seolah-olah menjadi pemutusan perjalanan atau pemutusan perjuangan mereka dalam memberikan manfaat bagi lingkungan maupun diri sendiri.

Tetap Mesra Di Bulan Puasa

Bulan suci Ramadhan tinggal hitungan hari. Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah. Dengan menjalankan ibadah puasa, kita tidak hanya berkesempatan menyehatkan tubuh dan menguatkan iman, tetapi bulan Ramadhan juga merupakan momen untuk mengakrabkan diri dengan pasangan dan keluarga kita. Bulan Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk membuat anda dan pasangan serta keluarga menjadi semakin harmonis. 

Untuk menciptakan keharmonisan pasangan, tentunya dibutuhkan komunikasi yang selaras serta kesepakatan antara anda dan pasangan. Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, saat Allah memberikan pahala dan limpahan rejeki bagi umatnya. Oleh sebab itu, manfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Anda berserta pasangan dapat merencanakan hal-hal yang harus dilakukan dalam bulan Ramadhan. Perencanaan yang disusun menjelang bulan Ramadhan ini bisa juga diartikan sebagai doa. Bulan Ramadhan merupakan suatu peluang yang harus disyukuri, doa yang dipanjatkan isyaallah akan dikabulkan oleh Allah. Sebagaimana dalam hadits, Rasulullah menyampaikan, "Berkahkanlah bulan Rajab, Berkahkan bulan Syaban, dan sampaikan pada bulan Ramadhan."

Perencanaan keluarga dapat dilakukan dengan berdiskusi bersama pasangan anda. Kesapakatan yang dicapai tersebut, jadikan sebagai suatu doa pada bulan Ramadhan, selain tentu saja jangan putus untuk selalu berusaha. Insyaallah doa yang anda panjatkan dan didengar oleh-Nya. dengan memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh keberkahan, niscaya satu per satu keinginan anda akan terkabul. 

Penyebab Pertengkaran Suami Isteri Dan Solusinya

Pertengkaran dalam hubungan rumah tangga adalah suatu hal yang biasa. Yang menjadikannya tidak biasa adalah cara penyelesaiannya dan apabila pertengkaran tersebut sering berulang dan bahkan pemicunya adalah hal-hal yang sepele sifatnya.

Pada dasarnya ada lima penyebab utama munculnya pertengkaran dalam rumah tangga, yaitu :

1. Uang.
Uang bukanlah segala-galanya, tapi dengan uang kita bisa melakukan banyak hal. Setidaknya dengan mempunyai uang, pikiran dan perasaan kita akan terasa aman dan nyaman, begitu juga dalam sebuah rumah tangga. Banyak kebutuhan hidup yang dapat dicukupi dengan uang. Seringkali banyaknya kebutuhan hidup dan tekanan ekonomi membuat seseorang lebih sensitif dan mudah tersulut emosinya. Faktor keuangan yang memicu pertengkaran dalam rumah tangga, di antaranya adalah :
  • Pemasukan keluarga yang minim. Hal ini terjadi karena pemasukan keluarga hanya dari atu sumber, sementara kebutuhan dan pengeluaran semakin banyak. Solusi yang dapat diambil adalah kedua belah pihak harus mengupayakan penghasilan tambahan, selain itu dapat juga dengan mencoba menurunkan standar hidup ke level yang lebih sederhana dari sebelumnya.
  • Kesalahan manajemen. Keuangan keluarga tidak dikelola dengan baik, terjadi pemborosan. Hal ini dapat diatasi dengan menentukan skala prioritas kebutuhan keluarga. Membuat catatan keuangan keluarga, sehingga setiap pengeluaran dapat terpantau dengan jelas.
  • Isteri memiliki penghasilan lebih tinggi. Hal tersebut seringkali mengusik ego suami. Atau bisa jadi isteri merasa mempunyai hak lebih dalam mengatur rumah tangga ketimbang suami. Penyelesaiannya adalah lebih kepada pihak isteri. Isteri harus mampu mengelola emosi. Penghasilan lebih tidak berarti mempunyai hak lebih. Bantu suami untuk lebih meningkatkan rasa percaya diri. Selain itu suami juga harus lebih mengembangkan kemampuan diri, sehingga penghasilanya dapat ditingkatkan.

Suami Pelit, Penyabab Dan Solusinya

Memiliki suami pelit memang suatu hal yang merepotkan. Di luar sana ada banyak suami yang pelit. Bentuknya bermacam-macam, tapi pada intinya tetaplah sama, terlalu perhitungan dan pelit. Sabar, adalah salah satu hal yang bisa dilakukan oleh seorang isteri yang mempunyai suami pelit.

Sifat perhitungan dan pelit dalam keluarga, apalagi sifat itu ada pada seorang suami, merupakan hal yang sensitif, bahkan sering kali sifat pelit ini menjadi pemicu keretakan hubungan rumah tangga. Oleh karenanya, masalah tersebut haruslah segera diatasi dan dicari jalan keluarnya oleh masing-masing pihak, baik suami maupun isteri. Cara paling mudah adalah dengan introspeksi diri dan keterbukaan pikiran masing-masing pihak. Seorang isteri juga harus bisa membedakan mana sikap suami yang dinilai berhemat dan mana yang pelit.

Yang harus pertama kali dipahami adalah bahwa seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa penyebab. Jadi, yang harus dicari tahu terlebih dahulu kenapa suami bersikap pelit adalah penyebabnya. Selanjutnya menentukan sikap apakah sikap suami memang pelit atau berhemat.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa faktor yang membuat seorang suami sangat perhitungan dan pelit. Faktor-faktor penyebab suami pelit di antaranya adalah :

1. Faktor Isteri.
Menghadapi sikap pelit suami, seorang isteri hendaknya introspeksi diri. Apakah penyebab sikap pelit suaminya tersebut karena faktor dirinya. Misalnya saja karena isteri yang terlalu boros dan tidak bisa dipercaya untuk mengurus keuangan keluarga. Jika suami pelit karena hal tersebut, maka seorang isteri harus mulai belajar memahami bahwa berbelanja atau menghambur-hamburkan uang untuk kepentingan yang tidak mendesak adalah suatu hal yang kurang baik. Tidak ada larangan dan sah saja, seseorang memanjakan dirinya dengan belanja, berlibur, dan lain-lain, hanya saja harus memperhatikan kebutuhan dan tidak berlebihan. Kalau isteri sudah bisa memperbaiki dirinya, berusahalah untuk dapat mengembalikan kepercayaan suami dan menunjukkan bahwa dirinya telah berubah dan dapat dipercaya untuk kembali mengurus dan mengatur, serta bertanggung jawab atas keuangan keluarga. 

Etika Dalam Menjenguk Orang Sakit

Mungkin, hampir setiap orang pernah menjenguk orang sakit, baik di rumah ataupun di rumah sakit. Termasuk anda. Seperti kebiasaan menjenguk orang sakit, yaitu datang, berbasa-basi, memberikan buah tangan, selanjutnya pamit pulang. Orang yang sedang sakit membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Oleh karenanya ada etika tersendiri dalam menjenguk orang sakit. Hal ini dimaksudkan agar kita tahu waktu sehingga tidak mengganggu orang yang sedang sakit tersebut. 
gambar : dream.co.id

Etika dalam menjenguk orang yang sedang sakit adalah sebagai berikut :
  • Bersikap sopan. Yang dimaksudkan sopan di sini adalah termasuk dalam hal berpakaian. Walaupun si sakit yang kita jenguk adalah saudara sendiri dan sedang dirawat di rumah, tetap saja kita harus sopan, selayaknya seperti saat bertamu. Berilah kesempatan pada tamu yang datang terlebih dahulu untuk sekedar berbicara terlebih dahulu dengan si sakit atau keluarganya, apabila saat kita datang menjenguk si sakit tersebut sudah ada tamu lain terlebih dahulu.
  • Jangan terlalu lama saat menjenguk orang sakit. Pikirkanlah bahwa orang sakit membutuhkan istirahat yang cukup, sehingga saat menjenguk si sakit kita mesti memikirkan baik-baik kapan waktu yang tepat dan berapa lama kita mesti menjenguk si sakit tersebut.
  • Jangan menakut-nakuti si sakit dengan menceritakan kisah-kisah suram orang lain yang berpenyakit yang sama. Bangkitkan semangat pasien agar lekas sembuh dari sakitnya.
  • Jangan menunjukkan rasa kasihan yang berlebihan. Meski penyakit orang yang kita kunjungi tergolong akut dan parah, ternyata tidak semua orang senang dikasihani.
  • Apabila tidak terpaksa, hindari membawa anak saat menjenguk. Selain kurang baik untuk kesehatan si anak, apabila anak rewel justru akan mengganggu pasien yang sakit.
  • Jika si pasien sudah terlihat jenuh, sebaiknya akhiri kunjungan. Kita mesti pintar-pintar membaca situasi dan bahasa tubuh seseorang.

Menjadi Pahlawan Dalam Keluarga

Dalam sebuah keluarga besar seringkali ada sosok istimewa yang dijadikan tempat bergantung, menyelesaikan permasalahan atau mencari jalan keluar atas masalah yang terjadi dalam keluarga. Posisi tersebut pastinya tidak melekat pada sembarang sembarang orang secara tiba-tiba. Pemilihan sosok tersebut biasanya karena seseorang tersebut memiliki kelebihan di antara anggota keluarga yang lain.

gambar : kompasiana.com
Semestinya orang yang menjadi andalan keluarga tersebut patut berbangga, karena sosok tersebut dianggap lebih dari anggota keluarga yang lain atau menempati posisi di atas anggota keluarga yang lain sehingga diharapkan bantuannya. Sosok yang menjadi andalan dalam keluarga ini muncul karena beberapa hal, di antaranya adalah : 
  • Senioritas. Biasanya orang lebih tua akan cenderung dimintai pertolongan ketika ada masalah. Orang yang dituakan ini diharapkan untuk dapat menjadi dan menyediakan solusi bagi setiap permasalahan yang datang dalam keluarga.
  • Finansial. Seorang yang mapan secara finansial biasanya juga akan menjadi sosok yang diandalkan oleh keluarga besar karena diharapkan dapat membantu keluarga lain yang membutuhkan. Sosok ini biasanya akan dianggap lebih berhasil dalam menjalani kehidupannya.
  • Pendidikan. Dianggap lebih dalam hal pengetahuan dan wawasan. Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka akan semakin dianggap memiliki wawasan dan pengetahuan lebih luas.

Strategi Bernegosiasi Dengan Anak

Perilaku anak sering kali membuat kesabaran orang tuanya hilang. Mulai dari melawan saat dilarang atau mengulur-ulur waktu saat diperintah. Terkadang sikap orang tuapun mendukung anak untuk melakukan hal tersebut. Sikap kasihan orang tua terhadap anak atau sikap orang tua yang selalu mengabulkan permintaan si anak hanya karena alasan tidak mau ribut, justru akan berakibat buruk bagi perkembangan anak.

Apapun masalah yang terjadi dengan anak, ada baiknya orang tua mengajak anak untuk bernegosiasi. Proses negosiasi ini akan sangat membantu tumbuh kembang anak. Dengan negosiasi anak akan belajar mengemukakan pendapatnya, sekaligus juga belajar untuk menghargai pendapat orang lain. Negosiasi akan mengembangkan kemampuan dasar anak dalam berhubungan dengan orang lain. Dengan terbiasa bernegosiasi, anak akan mengetahui aturan dan norma lingkungan. Selain itu, mereka akan belajar membuat pilihan, mengambil keputusan dan sekaligus mempertanggungjawabkan hal itu.

Proses pengenalan negosiasi sebaiknya diajarkan sejak dini, saat anak sudah mulai mengerti  dengan apa yang orang tua katakan. Negosiasi dengan anak harus dimulai pada saat yang tepat dan dengan cara atau strategi komunikasi yang disesuaikan dengan usia anak. Hal ini untuk mendapatkan negosiasi yang efektif sehingga anak akan mengertui dan paham dengan pesan yang orang tua sampaikan. Negosiasi yang dimaksud di sini adalah dialog antara anak dan orang tua dalam menentukan sebuah aturan yang mereka setujui dan patuhi bersama.

Bila Si Perfeksionis Berpasangan Dengan Si Praktis

Dalam kehidupan rumah tangga, konflik pasti sering terjadi. Apalagi jika suami dan isteri mempunyai dua karakter yang  sangat bertolak belakang. Yang satu perfeksionis, yang satunya lebih praktis. Sebenarnya perbedaan tersebut adalah hal yang wajar dan alamiah, karena tidak ada satu orangpun di dunia ini yang diciptakan sama. Pada dasarnya sebuah hubungan terjadi karena banyaknya persamaan dan kecocokan, akan tetapi bagaimanapun juga perbendaan karakter pastilah tetap ada. Jika perbedaan karakter tersebut tidak bisa dikelola dengan baik, perbedaan itu akan menjadi sumber konflik.

gambar : vemale.com
Saat si perfeksionis ketemu dengan si praktis, masalah akan cenderung mudah muncul. Hal ini disebabkan di antaranya karena si perfeksionis sering membuat keputusan dalam waktu yang lama dan bertele-tele, sehingga membuat pasangan merasa bosan. Sedangkan si praktis cenderung menggampangkan semuanya tanpa banyak pertimbangan, sehingga membuat pasangan merasa tidak diperhatikan.

Ada banyak hal yang memicu munculnya cara berpikir perfeksionis dan praktis pada diri seseorang, antara lain adalah :

  1. Kepribadian. Seorang perfeksioni, biasanya sifat perfeksionis muncul pada orang-orang yang memiliki banyak kekuatiran akan sesuatu. Akibatnya orang tersebut jadi memikirkan banyak hal sebelum bertindak. Biasanya seorang yang perfeksionis ingin selalu tampil sempurna dalam segala situasi. Orang perfeksionis cenderung serius, penuh perencanaan dan antisipasi, serta terkadang sangat tergantung pada pendapat orang lain. Sedangkan seorang praktis, biasanya sifat praktis muncul pada pribadi yang easy going. Orientasinya lebih pada hasil dan fungsi. Biasanya orang yang praktis mempunyai pikiran yang simpel. Orang yang praktis adalah orang yang independen atau tidak tergantung pada orang lain. 

Perubahan Sikap Setelah Menikah, Wajarkah ?

Perubahan sangat bisa terjadi pada pasangan-pasangan yang sudah menikah. Perubahan tersebut bisa terjadi seketika tau perlahan-lahan. Tahu-tahu kita merasa pasangan kita bukanlah orang yang sama seperti dulu. Salah satu faktor penyebab perubahan yang terjadi tersebut adalah peran dan tanggung jawab baru setelah menikah. Tidak sedikit orang yang berubah karena tidak bisa atau takut menghadapi peran dan tanggung jawab tersebut.

gambar : detik.com
Masing-masing pasangan walaupun sudah saling mengenal, tapi tetap saja ada hal-hal yang belum diketahui sebelum menikah. Masing-masing tidak benar-benartahu kebiasaan dan perilaku pasangan di rumah sebelum berumah tangga dengannya. Kebiasaan dan perilaku yang berbeda ini bisa menimbulkan kekagatan pada pasangannya.

Jika kebiasaan atau perubahan yang terjadi tidak berkenan di hati pasangannya, masalah pasti akan muncul. Kalau sudah seperti itu, percekcokan pasti terjadi, karena menganggap hal tersebut mengganggu dan tidak ideal dalam sebuah hubungan. Semakin terganggu dengan hal tersebut, pasangan kita akan menjadi sensitif terhadap hal tersebut. Sedikit-sediit bisa timbul perdebatan.

Perubahan sesudah pernikahan tidak selalu bersifat negatif, banyak contoh perubahan setelah penikahan yang positif. Msalnya apabila dulu malas bangun pagi, setelah menikah pasangan kita menjadi terbiasa bangun pagi. Perubahan yang positif bisa disebut juga sebagai penyesuaian. Sebagai dua individu berbeda yang tinggal serumah, tentu kita perlu menyesuaikan diri dengan pasangan. Seberapa besar penyesuaian itu tergantung kesepakatan bersama antara kedua pasangan tersebut.

Memberikan Hadiah Sesuai Karakter Pasangan Pria Anda

Memilih dan memberikan hadiah untuk pasangan pria ternyata tidaklah gampang. Kebanyakan wanita melihat bahwa pemberian hadiah merupakan suatu bentuk perhatian, tidak masalah hadiah tersebut berupa apa. Semuanya akan dihargai dan dianggap romantis karena buat kebanyakan wanita hal tersebut menjadi tanda bahwa pasangan perhatian dengan dirinya.

Hal tersebut berbeda dengan pria. Kebanyakan pria menganggap masalah romantisme tidaklah begitu penting. Pria lebih menyukai sesuatu yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan. Hal inilah yang harus menjadi pertimbangan anda sebelum memberikan hadiah kepada pasangan pria anda.

Sebagai panduan anda agar tidak salah saat memberikan hadiah kepada pasangan pria anda, sebaiknya anda perlu menyesuaikan hadiah dengan karakter pasangan anda. Dengan begitu diharapkan pasangan pria anda akan antusias dan dapat menangkap pesan dari hadiah yang anda berikan. Berikut adalah karakter pria dan hadiah yang cocok untuk diberikan :

1. Tipe Romantis.
Pria dengan karakter ini biasanya sangat sensitif dan sentimental. Karakter ini juga sangat menghargai hari-hari bersejaerah pada suatu hubungan. Perhatian dan cara penyampaian akan lebih berkesan buatnya dibanding dengan harganya. Pilihan hadiah yang tepat untuk pria dengan itpe romantis ini antara lain adalah foto-foto lama yang dikemas ulang, sweeter buatan sendiri, makan malam yang romantis, pesta kejutan, dan kartu ucapan selamat yang puitis.

Membesarkan Anak Sendiri, "Tanpa Ayah"

Idealnya, setelah menikah pasangan suami istri dapat hidup dan tinggal dalam satu rumah. Apalagi setelah pasangan suami istri tersebut dikaruniai anak. Peran ayah dan ibu dalam tumbuh kembang anak sama-sama penting. Dengan tinggal serumah, tentu ada kedekatan fisik, yang sangat berpengaruh pada perkembangan anak. Seorang ayah dapat memberikan tauladan kepada anak-anaknya, soal ketegasan, ketangkasan, serta bagaimana peran seorang laki-laki dalam lingkungan sosial, dan tentunya juga bagaimana cara menghadapi permasalahan hidup secara logis dan praktis, sifat yang cenderung dimiliki oleh seorang laki-laki.

Biasanya seorang ibu cenderung protektif terhadap anak-anaknya, sedangkan seorang ayah lebih memberi kebebasan dan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi banyak hal. Perbedaan karakter inilah yang membuat peran seorang ayah dalam mengasuh anak menjadi sangat penting.

Dewasa ini, tantangan dan kebutuhan hidup dalam berumah tangga sangat beragam. Terutama masalah ekonomi. Banyak ditemui dalam masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, seorang suami harus bekerja jauh dari keluarga. Mulai dari luar kota, bahkan hingga ke luar negeri. Dalam kondisi seperti itu, tentunya suami baru bisa pulang setiap minggu sekai atau bahkan hingga bertahun-tahun baru bisa pulang menemui istri dan anaknya. Akibatnya dari hal tersebut, intensitas pertemuan antara ayah dan anak menjadi berkurang. Jika anak sampai kehilangan sosok ayahnya, tentu akan berpengaruh pada perkembangan mentalnya. Bahkan tidak tertutup kemungkinan akan muncul hal-hal negatif pada diri si anak, misalnya saja prestasi belajar menurun, emosi yang labil, dan lain sebagainya yang pada setiap anak akan berbeda-beda dampaknya. 

Oleh karenanya, untuk menghindari hal tersebut supaya tidak terjadi, orang tua harus lebih berkomitmen untuk mengelola waktu yang ada secara optimal. Dibutuhkan usaha lebih untuk tetap menjalin interaksi agar kebutuhan anak akan seorang ayah tetap terpenuhi. Bentuk interaksi tersebut dapat dibangun melalui berbagai cara, antara lain dengan memanfaatkan teknologi yang saat ini sudah cukup modern untuk mempermudah komunikasi. Komunikasi antara ayah dan anak bisa dilakukan dengan melalui telepon, email, video call, dan lain sebagainya, yang dapat digunakan untuk saling bertukar kabar atau memberikan semangat.

Ciri-Ciri Orang Tua Yang Memanjakan Anak

Dalam sebuah keluarga, hampir semua orang tua pasti menginginkan anaknya merasa bahagia. Terkadang untuk kebahagiaan anak tersebut, orang tua akan menuruti dan memenuhi semua keinginan sang anak. Memang tidak ada yang melarang, hanya saja tetap perlu ada batasan-batasannya. Jangan sampai perlakuan orang tua terhadap anaknya tersebut diartikan lain oleh sang anak, sehingga membuatnya tumbuh menjadi anak yang manja.

Sifat manja pada anak terbentuk akibat pola asuh dari orang tua, karena tidak ada anak yang terlahir manja. Pola asuh orang tua yang berlebihan dan cenderung salah, akan membentuk pribadi anak yang tidak mandiri dan manja. Orang tua biasanya cenderung memosisikan anak sebagai pusat perhatian.

Berikut ini ciri-ciri orang tua yang memanjakan anak, antara lain adalah sebagai berikut :
  • Selalu memprioritaskan perhatian dan fasilitas untuk anak. Dalam hal ini orang tua akan selalu melayani si anak apapun kondisinya, tanpa cukup melakukan usaha untuk memberikan pengertian kepada anak, tentang baik dan buruk dari keinginan anak tersebut dan kondisi dari orang tuanya.
  • Tidak ada aturan. Orang tua tidak mempunyai dan tidak membuat aturan yang tegas dalam rumah tangga. Sehingga orang tua akan menerima semua kelakuan anak tanpa pengarahan dan batasan yang jelas. Anak tidak diberi tanggung jawab pada apa yang diperbuatnya.