Manajemen Komunikasi Pemasaran : Pengertian, Tujuan, Dan Tahapan Manajemen Komunikasi Pemasaran

Pengertian Manajemen Komunikasi Pemasaran. Manajemen komunikasi pemasaran atau “marketing communication management” merupakan proses yang berkaitan dengan komunikasi pemasaran suatu perusahaan, yang melibatkan serangkaian elemen komunikasi terintegrasi penuh yang membentuk bauran komunikasi pemasaran. Manajemen komunikasi pemasaran merupakan bagian dari upaya manajemen pemasaran yang direncanakan dengan hati-hati untuk mencapai tujuan dan untuk memaksimalkan efektivitas kampanye yang dilakukan oleh perusahaan berkaitan dengan produk yang dihasilkan dan dipasarkannya.

Mengartikan istilah “manajemen komunikasi pemasaran” tidak dapat lepas dari pengertian dua istilah “manajemen” dan “komunikasi pemasaran”. Hingga saat ini, tidak ada satu kesatuan  pengertian tentang manajemen. Secara umum, istilah “manajemen” atau “management” dapat diartikan sebagai suatu seni dalam melaksanakan dan mengatur sumber daya suatu perusahaan sehingga tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut dapat dicapai. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), manajemen diartikan dengan :
  1. penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.
  2. pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.

Sedangkan istilah “komunikasi pemasaran” atau “marketing communication” dapat diartikan sebagai suatu sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Komunikasi pemasaran juga berarti suatu kegiatan pertukaran informasi ataupun pesan yang dilakukan untuk membujuk, memasarkan, menawarkan, hingga menjual suatu barang atau jasa. Komunikasi pemasaran merupakan aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta salah satu faktor penentu kesuksesan strategi dan program pemasaran. Betapapun berkualitasnya sebuah produk, apabila konsumen belum pernah mendengarnya atau tidak yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan tertarik membelinya.

Komunikasi Pemerintahan : Pengertian, Karakteristik, Fungsi, Prinsip, Dan Strategi Komunikasi Pemerintahan, Serta Hambatan Dalam Komunikasi Pemerintahan

Pengertian Komunikasi Pemerintahan. Komunikasi pemerintahan merupakan proses dinamik, di mana pesan-pesan dikemas, dimunculkan, dan ditafsirkan. Aktivitas komunikasi pemerintahan yang demikian akan berdampak pada efisiensi iklim kerja, penyesuaian, dan inovasi dalam tubuh pemerintahan yang dapat diamati dari berbagai sudut pandang berdasarkan perspektif pemikiran personal maupun kelompok.

Makna dari “komunikasi pemerintahan” tidak bisa dilepaskan dari pengertian dua kata yang menyusunnya, yaitu “komunikasi” dan “pemerintahan”. Komunikasi merupakan salah satu syarat untuk terjadinya suatu interaksi sosial. Komunikasi merupakan suatu proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Komunikasi juga berarti proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi, tidak hanya memerlukan transmisi data melainkan juga tergantung pada keterampilan-keterampilan tertentu untuk membuat sukses pertukaran informasi.

Sedangkan pemerintahan dapat diartikan dalam dua pengertian, yaitu :
  • dalam arti sempit, pemerintahan dapat dipandang sebagai aktivitas memerintah yang dilakukan oleh pemerintah (eksekutif saja) dan jajarannya guna mencapai tujuan negara.
  • dalam arti luas, pemerintahan dipandang sebagai aktivitas pemerintah yang dilakukan oleh organ-organ atau badan-badan legislatif, yudikatif, dan eksekutif dalam mencapai tujuan negara.

Berdasarkan hal tersebut, istilah “komunikasi pemerintahan” dapat diartikan sebagai penyampaian ide, program, dan gagasan pemerintah kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan negara. Dalam hal ini, pemerintah dapat diasumsikan sebagai komunikator dan masyarakat sebagai komunikan, namun dalam suasana tertentu bisa sebaliknya masyarakat berada pada posisi sebagai penyampai ide atau gagasan dan pemerintah berada pada posisi mencermati apa yang diinginkan masyarakat. Dalam kondisi yang demikian pemerintah memiliki kewenangan sekaligus bertanggung jawab untuk mempertimbangkan, bahkan merespon keinginan-keinginan tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. 

Komunikasi Ilmiah : Pengertian, Unsur, Ruang Lingkup, Bentuk, Dan Fungsi Komunikasi Ilmiah

Pengertian Komunikasi Ilmiah. Secara umum, komunikasi ilmiah atau “scholarly communication” atau “scientific communication” dapat diartikan sebagai komunikasi yang dilakukan antara ilmuwan, yaitu pengalihan, penerusan maupun penyampaian bidang informasi dalam bidang ilmu satu kepada ilmuwan yang lain. Komunikasi ilmiah juga berarti suatu sistem yang di dalamnya terdapat proses menciptakan hasil penelitian dan karya ilmiah lainnya, proses evaluasi, proses penyebarannya ke masyarakat ilmiah, dan proses preservasi untuk penggunaan di masa depan.

Komunikasi ilmiah merupakan sarana bagi para peneliti untuk saling mengetahui perkembangan ilmu, perkembangan penelitian yang dilakukan oleh rekannya, serta menjadi sarana untuk melakukan masukan terhadap penelitian yang sedang dilakukan oleh rekannya. Sedangkan American Library Association (ALA), mengartikan komunikasi ilmiah dengan suatu sistem dimana penelitian dan tulisan- tulisan ilmiah lainnya diciptakan, dievaluasi dari segi kualitas, disebarluaskan kepada masyarakat ilmiah, dan diawetkan untuk penggunaan masa depan.

Selain itu, pengertian komunikasi ilmiah juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh beberapa hari, diantaranya adalah :
  • Ida Fajar Priyanto, dalam “Kebutuhan dan Perilaku Informasi”, menyebutkan bahwa komunikasi ilmiah adalah proses yang terus berlangsung menjadikan pengetahuan dapat tumbuh dan meluas baik di dalam maupun di luar, lintas, dan antar disiplin ilmu.
  • Irman Siswadi, dalam “Perpustakaan Sebagai Mata Rantai Komunikasi Ilmilah”, yang dimuat dalam Majalah Visi Pustaka, Volume : 11(1), Bulan April 2009, menyebutkan bahwa komunikasi ilmiah adalah komunikasi yang umumnya berkaitan dengan kegiatan-kegiatan penelitian atau penyelidikan, khususnya di lingkungan akademik.
  • A.I. Mikhailov, A.I. Chernyi, dan R.S. Giliarevski, dalam “Scientific Communication and Informatics”, menyebutkan bahwa komunikasi ilmiah adalah kombinasi proses dari presentasi, penyampaian, dan penerimaan dari informasi ilmiah dalam masyarakat ilmiah.

Proses Komunikasi Ilmiah Serta Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Ilmiah

Komunikasi ilmiah atau “scholarly communication” atau “scientific communication” merupakan komunikasi yang dilakukan antara ilmuwan, yaitu pengalihan, penerusan maupun penyampaian bidang informasi dalam bidang ilmu satu kepada ilmuwan yang lain. Komunikasi ilmiah juga berarti suatu sistem yang di dalamnya terdapat proses menciptakan hasil penelitian dan karya ilmiah lainnya, proses evaluasi, proses penyebarannya ke masyarakat ilmiah, dan proses preservasi untuk penggunaan di masa depan.

Proses Komunikasi Ilmiah
. Proses komunikasi ilmiah terjadi melalui beberapa tahap. Ida Fajar Priyanto menjelaskan bahwa sebagaimana dikutip dalam “Educational technologies to facilitate scientific analysis, and the publication, preservation, and sharing of research findings”, Microsoft (2014), proses komunikasi ilmiah (terutama berkaitan dengan publikasi) terjadi dengan melalui empat tahapan, sebagai berikut :

1. Conduct research: Collect, research, and analyze data.
Merupakan tahapan pertama dalam siklus publikasi komunikasi ilmiah, yaitu mengadakan penelitian yang meliputi pengumpulan, pencarian dan analisis data.

2. Author scientific papers.
Dari tahapan pertama tersebut dihasilkan artikel ilmiah sebagai intisari dan implementasi hasil penelitian.

3. Publish and disseminate research.
Pada tahapan ini, dilakukan publikasi dan diseminasi terhadap artikel ilmiah dan paper untuk masyarakat, khususnya stakeholder yang terkait agar dapat diterapkan dalam program aksinya.

4. Archieve, store and preservation.
Tahap terakhir dari siklus komunikasi ilmiah adalah mengkolaborasi hasil riset dan diseminasi dengan perpustakaan dalam pengarsipan, penyimpanan dan pengawetannya. Laporan penelitian, artikel, prosisiding, dan karya ilmiah lainnya dapat digunakan kembali untuk referensi dalam penelitian lanjutan maupun topik terkait lainnya yang terkait.

Konsep Dan Tahapan Komunikasi Pemasaran, Serta Metode Yang Digunakan Dalam Komunikasi Pemasaran

Secara umum, komunikasi pemasaran atau “marketing communication” dapat diartikan sebagai sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual.

Basu Swastha Dharmmesta dan Irawan
, dalam “Manajemen Pemasaran Modern”, menyebutkan bahwa komunikasi pemasaran adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual, dan merupakan kegiatan yang membantu dalam pengambilan keputusan di bidang pemasaran serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan cara menyadarkan semua pihak untuk berbuat lebih baik. Dengan kata lain, komunikasi pemasaran merupakan pertukaran informasi dua arah antara pihak-pihak atau lembaga-lembaga yang terlihat dalam pemasaran.

Komunikasi pemasaran memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan bentuk komunikasi yang lain. Ciri-ciri komunikasi pemasaran adalah :
  • komunikasi pemasaran bersifat kompleks atau tidak sesederhana.
  • komunikasi pemasaran memiliki tujuan yang hendak dicapai, yaitu peningkatan pendapatan (laba).
  • dapat menumbuhkan sebuah keinginan seseorang untuk memiliki atau mendapatkan produk.


Konsep Komunikasi Pemasaran. Konsep inti komunikasi pemasaran adalah pertukaran (exchange). Alasan yang mendasari bahwa konsep inti dalam komunikasi pemasaran adalah pertukaran yaitu bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan satu individu dengan individu yang lainnya merupakan pertukaran. Tidak ada individu yang mendapatkan sesuatu tanpa memberikan sesuatu baik langsung ataupun tidak langsung. Alasan terjadinya pertukaran adalah untuk memuaskan kebutuhan. Pertukaran yang terjadi baik langsung maupun tidak langsung memerlukan komunikasi yang membawa peran. Dengan demikian komunikasi memegang peranan penting dalam proses pertukaran.

Komunikasi Pemasaran : Pengertian, Ciri-Ciri, Ruang Lingkup, Fungsi, Dan Tujuan Komunikasi Pemasaran

Pengertian Komunikasi Pemasaran. Pada hakekatnya, dasar dari pemasaran suatu produk adalah komunikasi dan pemasaran. Komunikasi merupakan suatu proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Sedangkan, pemasaran adalah kegiatan untuk mengenalkan suatu produk kepada konsumen yang potensial.

Komunikasi dalam pemasaran meliputi tiga hal penting, yaitu :
  • harus ada komunikator yang bertindak sebagai sender.
  • harus ada receiver yang akan menerima berita dari komunikator.
  • harus ada alat untuk menyampaikan pesan (messages) berupa saluran (channel) yang bertindak sebagai media saluran berita.

Secara umum, komunikasi pemasaran atau “marketing communication” dapat diartikan sebagai sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Pengertian komunikasi pemasaran juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Onong Uchjana Effendy, dalam “Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek”, menyebutkan bahwa komunikasi pemasaran adalah semua elemen-elemen promosi dari marketing mix yang melibatkan komunikasi antar perusahaan dan target audience pada segala bentuknya yang ditujukan untuk performance pemasaran.
  • Fandy Tjiptono, dalam “Pemasaran Strategik”, menyebutkan bahwa komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

Prinsip Dan Pendekatan Dalam Komunikasi Pembangunan, Serta Strategi Yang Digunakan Dalam Komunikasi Pembangunan

Istilah “komunikasi pembangunan” oleh N.C. Quebral dan Gomes, dalam “Development of Communication: Some Implications”, diartikan sebagai suatu disiplin ilmu dan praktikum komunikasi dalam konteks negara-negara yang sedang berkembang, terutama kegiatan komunikasi untuk perubahan sosial yang berencana. Komunikasi pembangunan lebih mengutamakan pada kegiatan mendidik dan memotivasi masyarakat, bukannya memberi laporan yang tidak realistik dari fakta-fakta atau sekedar penonjolan diri.

Sementara Zulkarimen Nasution, dalam “Komunikasi Pembangunan: Pengenalan Teori Dan Penerapannya”, menjelaskan bahwa komunikasi pembangunan dapat diartikan dalam dua pengertian, yaitu :
  • dalam arti sempit, komunikasi pembangunan merupakan segala upaya dan cara, serta teknik penyampaian gagasan dan keterampilan-keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai pembangunan dan ditujukan kepada masyarakat luas. Kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat yang dituju dapat memahami, menerima, dan berpartisipasi dalam melaksanakan gagasan-gagasan yang disampaikan.
  • dalam arti luas, komunikasi pembangunan merupakan peran dan fungsi komunikasi (sebagai suatu aktivitas pertukaran pesan secara timbal balik) di antara semua pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan, terutama antara masyarakat dengan pemerintah, sejak dari proses perencanaan, kemudian pelaksanaan, dan penilaian terhadap pembangunan.


Prinsip Komunikasi Pembangunan. Terdapat beberapa prinsip dalam komunikasi pembangunan. Rochajat Harun dan Elvinaro Ardianto, dalam “Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial”, menjelaskan bahwa prinsip dalam komunikasi pembangunan adalah :
  • penggunaan pesan yang dirancang khusus atau tailored messages untuk khalayak yang spesifik. Misalnya bila hendak menjangkau khalayak miskin, pada perumusan pesan, tingkat bahasa, gaya penyajian dan sebagainya disusun sedemikian rupa agar dapat dimengerti dan serasi dengan kondisi mereka.

Komunikasi Pembangunan : Pengertian, Unsur, Bentuk, Dan Tujuan Komunikasi Pembangunan

Pengertian Komunikasi Pembangunan. Komunikasi pembangunan  merupakan kombinasi dari dua disiplin ilmu, yaitu komunikasi dan pembangunan. Komunikasi merupakan suatu proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Sedangkan, pembangunan adalah suatu proses untuk melakukan perubahan, yaitu proses perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Secara umum, komunikasi pembangunan dapat diartikan dalam dua pengertian, dalam arti sempit dan dalam arti luas. Zulkarimen Nasution, dalam “Komunikasi Pembangunan: Pengenalan Teori Dan Penerapannya”, menjelaskan bahwa :
  • dalam arti sempit, komunikasi pembangunan merupakan segala upaya dan cara, serta teknik penyampaian gagasan dan keterampilan-keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai pembangunan dan ditujukan kepada masyarakat luas. Kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat yang dituju dapat memahami, menerima, dan berpartisipasi dalam melaksanakan gagasan-gagasan yang disampaikan.
  • dalam arti luas, komunikasi pembangunan merupakan peran dan fungsi komunikasi (sebagai suatu aktivitas pertukaran pesan secara timbal balik) di antara semua pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan, terutama antara masyarakat dengan pemerintah, sejak dari proses perencanaan, kemudian pelaksanaan, dan penilaian terhadap pembangunan.

Selian itu, pengertian komunikasi pembangunan juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya :
  • Onong Uchjana Effendy, dalam “Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi”, menyebutkan bahwa komunikasi pembangunan adalah proses penyebaran pesan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada khalayak guna mengubah sikap, pendapat, dan perilakunya guna meningkatkan kemajuan lahiriah dan kepuasan bathiniah yang dalam keselarasannya dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat.

Fungsi Komunikasi Kelompok Serta Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Kelompok

Secara umum, komunikasi kelompok dapat diartikan sebagai komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang yang jumlahnya tiga orang atau lebih, dengan tujuan untuk berbagi informasi, mengembangkan gagasan, atau memecahkan masalah, baik secara formal maupun informal. Melalui komunikasi kelompok pula akan terjadi proses pengenalan pola-pola interaksi antar individu dengan titik berat tertentu, misalnya pengambilan keputusan.

Dalam komunikasi kelompok, media yang biasanya digunakan diantaranya adalah :
  • seminar, merupakan suatu pertemuan yang diadakan untuk membahas suatu masalah yang dilakukan secara ilmiah.
  • rapat atau meeting, merupakan pertemuan dalam suatu organisasi, baik dalam situasi formal maupun nonformal untuk membicarakan, merundingkan, dan memutuskan suatu masalah berdasarkan hasil kesepakatan bersama.
  • diskusi panel, merupakan suatu diskusi yang dipakai guna memperluas wawasan tentang suatu masalah yang sedang hangat dan melibatkan beberapa ahli yang disiplin ilmu atau profesi guna bertindak sebagai seorang pembicara atau panelis.
  • workshop, merupakan suatu diskusi yang membahas masalah yang mempunyai ruang lingkup tertentu dan dibahas secara mendalam. Peserta lokakarya adalah orang-orang yang ahli dalam masalah tersebut.
  • talkshow, merupakan sebuah program televisi atau radio seseorang atapun komunitas berkumpul bersama untuk mendiskusikan berbagai hal topik dengan suasana santai tapi serius, yang dipandu oleh seorang moderator.


Fungsi Komunikasi Kelompok. Komunikasi kelompok memiliki beberapa fungsi. Burhan Bungin, dalam “Sosiologi Komunikasi”, menjelaskan bahwa fungsi dari komunikasi kelompok adalah :

1. Menjalin hubungan sosial.
Fungsi ini menjelaskan bagaimana kelompok tersebut dapat membentuk dan memelihara hubungan antara para anggotanya dengan memberikan kesempatan melakukan berbagai aktivitas rutin yang informal, santai, dan menghibur.

Komunikasi Kelompok : Pengertian, Unsur Dan Elemen, Bentuk, Dan Fungsi Komunikasi Kelompok, Serta Tahapan Dalam Komunikasi Kelompok

Pengertian Komunikasi Kelompok. Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu bergantung dan berinteraksi dengan manusia yang lain. Proses interaksi di antara mereka terjadi dalam bentuk komunikasi, yang dapat dilakukan antar satu individu dengan individu yang lain atau antara satu individu dengan sekelompok individu yang disebut sebagai “komunikasi kelompok”.

Istilah “komunikasi kelompok” terdiri dari dua kata, yaitu : “komunikasi” dan “kelompok”. Komunikasi merupakan suatu proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Sedangkan kelompok adalah sekumpulan orang atau individu yang terorganisir, dengan kesamaan kegiatan dan tujuan yang sama.

Secara umum, komunikasi kelompok dapat diartikan sebagai komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang yang jumlahnya tiga orang atau lebih, dengan tujuan untuk berbagi informasi, mengembangkan gagasan, atau memecahkan masalah, baik secara formal maupun informal. Melalui komunikasi kelompok pula akan terjadi proses pengenalan pola-pola interaksi antar individu dengan titik berat tertentu, misalnya pengambilan keputusan.

Selain itu, pengertian komunikasi kelompok dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Onong Uchjana Effendy, dalam “Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi”, menyebutkan bahwa komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara seseorang komunikator kepada sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua orang. Karena apabila komunikasai seseorang atau dua orang itu termaksud komunikasi antar pribadi.
  • Sasa Djuarsa Sendjaja, dalam “Teori Komunikasi”, menyebutkan bahwa komunikasi kelompok adalah interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagi informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.

Komunikasi Kesehatan : Pengertian, Ruang Lingkup, Komponen, Peran, Tujuan, Dan Tingkatan Komunikasi Kesehatan, Serta Strategi Komunikasi Kesehatan

Pengertian Komunikasi Kesehatan. Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu bergantung dan berinteraksi dengan manusia yang lain. Dalam proses interaksi tersebut, mereka akan belajar untuk saling memahami berbagai macam informasi atau pesan yang disampaikan dan diterima di antara mereka, salah satunya adalah berkaitan dengan isu-isu mengenai kesehatan.

Istilah “komunikasi kesehatan” terdiri dari dua kata, yaitu : “komunikasi” dan “kesehatan”. Komunikasi merupakan suatu proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Sedangkan kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Komunikasi kesehatan meliputi informasi tentang pencegahan penyakit, promosi kesehatan, kebijakan pemeliharaan kesehatan, kebijaksanaan pemeliharaan kesehatan, regulasi bisnis dalam bidang kesehatan, yang sejauh mungkin mengubah dan membaharui kualitas individu dalam suatu komunitas atau masyarakat dengan mempertimbangkan aspek ilmu pengetahuan dan etika.

Berdasarkan hal tersebut, yang dimaksud dengan komunikasi kesehatan adalah aplikasi dari konsep dan teori komunikasi dalam transaksi yang berlangsung antar individua tau kelompok terhadap isu-isu kesehatan. Komunikasi kesehatan juga berarti suatu seni menginformasikan, mempengaruhi dan memotivasi individu, institusi, serta masyarakat tentang isu-isu penting di bidang kesehatan dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan individu dalam masyarakat.


Selain itu, pengertian komunikasi kesehatan juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :

Komunikasi Non Verbal : Pengertian, Ciri-Ciri, Komponen, Jenis, Dan Fungsi Komunikasi Non Verbal, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Non Verbal

Pengertian Komunikasi Non Verbal. Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia akan berinteraksi dengan manusia yang lain. Interaksi yang dilakukan antar manusia tersebut salah satunya adalah pertukaran informasi atau pesan antar individu yang disebut “komunikasi”, yaitu proses pertukaran suatu informasi antar individu atau kelompok dengan adanya makna atau tujuan yang ingin disampaikan. Pesan atau informasi yang disampaikan dapat berupa komunikasi verbal atau komunikasi non verbal.

Secara umum, komunikasi non verbal dapat diartikan sebagai komunikasi tanpa kata. Pesan yang disampaikan dalam komunikasi non verbal berupa pesan yang tidak berupa kata-kata, ucapan, kalimat lisan, maupun tulisan. Komunikasi non verbal juga berarti setiap bentuk perilaku manusia yang langsung dapat diamati oleh orang lain dan yang mengandung informasi tertentu tentang pengirim atau pelakunya.

Selain itu, pengertian komunikasi non verbal dapat juga dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Atep Adya Barata, dalam “Dasar-dasar Pelayanan Prima”, menyebutkan bahwa komunikasi non verbal adalah bentuk komunikasi yang diungkapkan lewat objek di setiap kategori lainnya (the object language), komunikasi yang menggunakan gerak (gesture) sebagai sinyal (sign language), serta komunikasi melalui tindakan atau gerakan tubuh manusia (action language).
  • Adityawarman, dalam “Penelitian Dalam Suatu Metode”, menyebutkan bahwa komunikasi non verbal adalah bentuk komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata. Dengan kata lain, terdapat bentuk pesan lain yang disampaikan kepada komunikan oleh komunikator, dan hal tersebut bukanlah kata-kata.
  • Sasa Djuarsa Sendjaja, dalam “Teori Komunikasi”, menyebutkan bahwa komunikasi non verbal adalah bentuk komunikasi yang menggunakan pesan-pesan yang diekspresikan dengan sengaja atau tidak sengaja melalui gerakan, tindakan, perilaku atau suara-suara atau vokal yang berbeda dari penggunaan kata-kata dalam bahasa.

Komunikasi Verbal : Pengertian, Karakteristik, Unsur Dan Aspek, Bentuk, Fungsi, Dan Prinsip Komunikasi Verbal, Serta Perbedaan Antara Komunikasi Verbal Dan Komunikasi Non Verbal

Pengertian Komunikasi Verbal. Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia akan berinteraksi dengan manusia yang lain. Interaksi yang dilakukan antar manusia tersebut salah satunya adalah pertukaran informasi atau pesan antar individu yang disebut “komunikasi”, yaitu proses pertukaran suatu informasi antar individu atau kelompok dengan adanya makna atau tujuan yang ingin disampaikan. Pesan atau informasi yang disampaikan dapat berupa komunikasi verbal atau komunikasi non verbal.

Secara umum, komunikasi verbal dapat diartikan sebagai komunikasi yang berbentuk lisan ataupun tulisan. Komunikasi verbal merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan kata-kata, baik yang menyatakan perasaan atau pikiran secara langsung ataupun tidak kepada orang lain. Komunikasi verbal juga berarti suatu bentuk komunikasi yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan secara lisan maupun tulisan dengan memakai simbol-simbol yang menggunakan satu kata ataupun lebih.

Komunikasi verbal sebagian besar terjadi dalam situasi tatap muka langsung. Namun demikian, komunikasi verbal sering juga dilakukan melalui telepon atau surat elektronik (email). Faktor yang paling penting dalam komunikasi verbal adalah adanya simbol-simbol verbal dalam pesan yang disampaikan seperti penggunaan bahasa lewat susunan kata atau kalimat.

Selain itu, pengertian komunikasi verbal juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Deddy Mulyana, dalam “Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar”, menyebutkan bahwa komunikasi verbal adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral).

Keterampilan Interpersonal : Pengertian, Aspek, Manfaat, Dan Cara Meningkatkan Keterampilan Interpersonal, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Keterampilan Interpersonal

Pengertian Keterampilan Interpersonal. Keterampilan merupakan kemampuan yang ada pada diri seseorang semenjak ia lahir. Dalam arti tersebut, keterampilan adalah bakat yang melekat pada diri seseorangsebagai suatu hakikat. Keterampilan juga dapat berarti kemampuan dasar yang melekat dalam diri manusia, yang kemudian dilatih, diasah, serta dikembangkan secara terus menerus dan berkelanjutan guna menjadikan kemampuan seseorang menjadi potensial, sehingga kemudian seseorang tersebut menjadi ahli serta profesional di bidang tertentu.

Keterampilan
yang dalam bahasa Inggris disebut dengan “skill” dapat diartikan dalam dua pengertian, yaitu :
  • dalam arti sempit, keterampilan merupakan kemudahan, kecepatan, dan ketepatan dalam tingkah laku motorik yang disebut juga normal skill.
  • dalam arti luas, keterampilan meliputi aspek normal skill, intelektual skill, dan social skill.

Secara umum, keterampilan interpersonal atau “interpersonal skill” dapat diartikan sebagai suatu keahlian yang dimiliki seorang individu untuk berelasi dan berinteraksi dengan sesama, hal ini berlaku baik untuk masyarakat maupun individu. Keterampilan interpersonal juga dapat berarti suatu kemampuan yang digunakan untuk membangun sebuah komunikasi, interaksi, serta menjaga hubungan yang ada dengan orang lain dalam segala keadaan dan juga situasi. Kemampuan interpersonal yang tinggi dapat meningkatkan kesuksesan seseorang. Hal tersebut dikarenakan seseorang yang memiliki keterampilan interpersonal terbiasa dapat memecahkan konflik dan permasalahan di lingkungan sekitar di mana ia menjalani kehidupannya. Keterampilan interpersonal sendiri dapat diterapkan dalam berbagai bentuk, seperti : taktik, tindakan, maupun diplomasi yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Relasi Interpersonal : Pengertian, Aspek, Jenis, Pola, Dan Tahapan Relasi Interpersonal, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Relasi Interpersonal

Pengertian Relasi Interpersonal. Dalam sosiologi, relasi diartikan sebagai hubungan antar individu. Relasi juga disebut sebagai hubungan sosial, yaitu hasil dari interaksi (rangkaian tingkah laku) yang sistematis antara dua orang atau lebih. Relasi atau hubungan yang terjadi antara individu yang berlangsung dalam waktu yang relatif lama akan membentuk suatu pola, pola hubungan ini juga disebut pola relasi.

Relasi yang interpersonal terdiri dari dua orang atau lebih yang saling tergantung satu sama lain dan menggunakan pola interaksi yang konsisten. Dengan kata lain, relasi interpersonal dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antar individu yang satu dengan individu yang lain dan saling mempengaruhi. Brent D. Ruben dan Lea P. Stewart, dalam “Communication and Human Behavior”, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan relasi interpersonal adalah hubungan yang berdasarkan pada pengolahan pesan yang timbal-balik.

Aspek Relasi Interpersonal. Relasi interpersonal memiliki beberapa aspek. Jalaluddin Rakhmat, dalam “Psikologi Komunikasi”, menjelaskan bahwa relasi interpersonal dibangun berdasarkan beberapa aspek, yaitu :

1. Kesamaan karakteristik personal.
Orang-orang yang memiliki kesamaan dalam nilai-nilai, sikap, keyakinan, tingkat sosioekonomis, agama, ideologis, cenderung saling menyukai. Mereka yang bersahabat menunjukkan korelasi yang erat dalam kepribadiannya.

2. Tekanan emosional (stress).
Apabila orang berada dalam keadaan yang mencemaskan atau harus memikul tekanan emosional, ia akan menginginkan kehadiran orang lain. Orang-orang yang pernah mengalami penderitaan bersama-sama akan membentuk kelompok yang bersolidaritas tinggi.

3. Harga diri yang rendah.
Apabila harga diri direndahkan, hasrat filiasi (bergabung dengan orang lain) akan bertambah, dan ia makin responsif untuk menerima kasih sayang orang lain. Dengan perkataan lain, orang yang rendah diri cenderung mudah mencintai orang lain.

Strategi Komunikasi : Pengertian, Komponen, Tujuan, Teknik, Dan Tahapan Strategi Komunikasi, Serta Faktor Pendukung Dan Penghambat Strategi Komunikasi

Pengertian Strategi Komunikasi. Istilah “strategi komunikasi” dibentuk berdasarkan penggabungan dari dua kata, yaitu “strategi” yang berarti suatu pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu, dan “komunikasi” yang berarti pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.

Strategi komunikasi
sendiri secara umum dapat diartikan sebagai suatu paduan antara perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen komunikasi (communication management) yang disusun sedemikian rupa sehingga komunikasi dapat berjalan efektif serta dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Strategi komunikasi juga berarti suatu perencanaan dalam penyampaian pesan melalui kombinasi berbagai unsur komunikasi seperti : frekuensi, formalitas, isi, dan saluran komunikasi sehingga pesan yang disampaikan mudah diterima dan dipahami serta dapat mengubah sikap atau perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi.

Selain itu, pengertian strategi komunikasi juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Onong Uchjana Effendy, dalam “Ilmu Komunikasi: Teori dan Prakteknya”, menyebutkan bahwa strategi komunikasi adalah paduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi untuk mencapai suatu tujuan, maksudnya adalah perencanaan yang efektif dalam penyampaian pesan sehingga mudah dipahami oleh komunikan dan bisa menerima apa yang telah disampaikan sehingga bisa mengubah sikap atau perilaku seseorang.
  • Anwar Arifin, dalam “Strategi Komunikasi: Sebuah Pengantar Ringkas”, menyebutkan bahwa strategi komunikasi adalah perhitungan kondisi dan situasi yang dihadapi dan yang akan dihadapi, untuk mencapai efektivitas.

Keterampilan Berbicara : Pengertian, Bentuk, Dan Cara Mengembangkan Keterampilan Berbicara, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Dan Kegagalan Dalam Berbicara

Pengertian Keterampilan Berbicara. Berbicara merupakan tuntutan kebutuhan hidup manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia akan berkomunikasi dengan orang lain. Dan bahasa merupakan alat utamanya. Untuk dapat melakukan komunikasi dengan baik, seorang individu dituntut untuk memiliki keterampilan. Keterampilan merupakan suatu kepandaian untuk melakukan atau menyelesaikan sesuatu hal cepat dan benar. Keterampilan mencakup segala aspek, termasuk berbicara (berbahasa).

Berbicara adalah kegiatan berbahasa yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berbicara seseorang dapat mengungkapkan pikiran dan perasaannya kepada orang lain secara lisan. Elizabeth Hurlock, dalam "Perkembangan Anak", menyebutkan bahwa berbicara adalah bentuk bahasa yang menggunakan artikulasi atau kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan ide yang akan diungkapkan. Sedangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, mengartikan berbicara dengan suatu penyampaian maksud (ide, pikiran, gagasan atau isu hati) seseorang kepada orang lain.


Secara umum, keterampilan berbicara dapat diartikan sebagai suatu kemampuan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi yakni baik dalam menyampaikan informasi, pikiran maupun menyatakan gagasan dari pembicara kepada pendengar. Keterampilan berbicara juga dapat berarti seni berbicara yang bisa dimiliki seseorang yang bertujuan untuk menyampaikan pesan lisan secara efektif, sebagai bentuk komunikasi kepada orang lain.

Selain itu, pengertian keterampilan berbicara juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, beberapa diantaranya adalah :

Public Speaking (Pembicara Publik): Pengertian, Karakteristik, Jenis, Dan Alur Public Speaking, Serta Cara Menjadi Public Speaking Yang Baik

Public speaking telah dikenal sejak jaman Yunani Kuno, terutama pada tradisi politiknya. Pada saat itu, public speaking dikenal dengan istilah "retorika", yang berarti pidato atau pembicara publik. Tokoh yang terkenal dalam retorika adalah Gorgias, Plato, dan Aristoteles. Para ahli retorika pada jaman Yunani Kuno, menggunakan public speaking untuk memuji atau membujuk orang lain. Public speaking selanjutnya terus berkembang seiring dengan kemajuan dunia yang semakin modern, khususnya dalam bidang teknologi informasi.

Pengertian Public Speaking
. Public speaking merupakan bagian dari ilmu komunikasi. Secara umum, public speaking dapat diartikan sebagai suatu seni berbicara di depan umum dengan tujuan untuk memberikan informasi, mempengaruhi, atau menghibur pendengar atau audiens-nya. Charles Bonar Sirait dalam bukunya yang berjudul "The Power of Public Speaking", menyebutkan bahwa public speaking merupakan seni yang menggabungkan semua ilmu dan kemampuan yang dimiliki untuk berbicara di depan umum, maksudnya siap menyampaikan pesan kepada orang-orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Pelaku public speaking harus memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi, karena selain harus dapat berbicara di depan umum dengan runtut dan sistematis, pelaku public speaking juga harus dapat menyampaikan pesan dengan baik, menghibur dan dapat meyakinkan audiens-nya.

Komunikasi Terapeutik Dalam Keperawatan

Komunikasi akan memudahkan seseorang untuk mengerti dan memahami orang lain. Dalam kehidupan bermasyarakat, komunikasi merupakan satu komponen yang sangat penting. Demikian halnya dalam bidang asuhan keperawatan. Dalam keperawatan, komunikasi merupakan metode utama dalam mengimplementasikan proses keperawatan. Perawat dituntut untuk memiliki keterampilan berkomunikasi secara terapeutik.

Komunikasi yang dijalin oleh perawat dengan pasiennya dalam proses keperawatan disebut dengan komunikasi terapeutik. Dalam komunikasi terapeutik yang diberikan kepada pasien pada umumnya berisi tentang diagnosa penyakit, manfaat, urgensinya tindakan medis, resiko, komplikasi yang mungkin terjadi, prosedu alternatif yang dapat dilakukan, konsekuensi yang dapat terjadi apabila tidak dilakukan tindakan medis, prognosis penyakit, dampak yang ditimbulkan dari tindakan medis, serta keberhasilan atau ketidakberhasilan dari tindakan medis tersebut. 

Pengertian Komunikasi Terapeutik. Komunikasi terapeutik merupakan bentuk komunikasi interpersonal, maksudnya adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non verbal. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengartikan komunikasi terapeutik sebagai suatu bentuk komunikasi yang mendorong dan membantu proses penyembuhan pasien. Selain itu, pengertian komunikasi terapeutik juga dapat dijumpai dari pendapat para ahli, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Suryani, dalam bukunya yang berjudul "Komunikasi Terapeutik : Teori Dan Praktek", menyebutkan bahwa komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang dilakukan atau dirancang untuk tujuan terapi.
  • Heri Purwanto, dalam bukunya yang berjudul "Komunikasi Untuk Perawat", menyebutkan bahwa komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang dirancang secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien. 

Teori Negosiasi Wajah (Face Negotiation Theory) Stella Ting Toomey

Stella Ting Toomey, seorang profesor komunikasi dari California State University Fullerton,  merupakan ahli yang mempelopori munculnya teori negosiasi wajah. Penelitian yang dilakukannya dipengaruhi oleh teori kesantunan dari Penelope Brown dan Stephen Levinson, yang menyatakan bahwa "orang akan menggunakan strategi kesantunan berdasarkan persepsi ancaman wajah". Teori negosiasi wajah berpendapat bahwa wajah atau citra diri sebagai fenomena universal yang meliputi seluruh budaya. Stella Ting Toomey berpendapat bahwa wajah dapat diinterpretasikan dalam dua cara, yaitu :
  • kepedulian akan wajah (face concern), yaitu berkaitan dengan muka seseorang maupun muka orang lain, terdapat kepentingan sendiri maupun kepentingan orang lain.
  • kebutuhan akan wajah (face need), yaitu merujuk pada dikotomi keterlibatan otonomi. 

Teori negosiasi wajah merupakan teori gabungan antara penelitian komunikasi lintas budaya, konflik, dan kesantunan. Teori negosiasi wajah memberikan dasar pijakan untuk memperkirakan bagaimana manusia akan menyelesaikan masalah berdasarkan wajah atau rupa dalam sebuah kebudayaan yang berbeda. Wajah atau rupa mengacu pada gambaran diri seseorang dihadapan orang lain atau gambaran jati diri orang lain yang berasal dari dalam dirinya dalam sebuah situasi sosial. 

Teori negosiasi wajah mengidentifikasi bagaimana orang-orang yang memiliki budaya berbeda dapat bernegosiasi atau mengatasi konflik dalam komunikasi tanpa harus ada pihak yang merasa menang atau kalah. Wajah (face) merupakan gambaran diri atau identitas budaya dari individu. Sedangkan facework merupakan pesan verbal atau non verbal yang digunakan untuk memelihara, mempertahankan, atau menyempurnakan identitas diri dalam kebudayaan yang berbeda.