Green Accounting : Pengertian, Karakteristik, Indikator, Fungsi, Dan Tujuan Green Accounting

Pengertian Green Accounting. Istilah “green accounting (akuntansi hijau)” atau “environmental accounting (akuntansi lingkungan)” digunakan dalam konsep akuntansi yang mencoba untuk menghubungkan faktor biaya lingkungan ke dalam hasil kegiatan usaha organisasi (negara, organisasi, dan lain sebagainya). Biaya lingkungan merupakan dampak baik moneter maupun non moneter yang harus dipikul sebagai akibat dari kegiatan yang mempengaruhi kualitas lingkungan. Green accounting merupakan akuntansi yang di dalamnya mengidentifikasi, mengukur, menyajikan, dan mengungkapkan biaya-biaya dan manfaat tidak langsung dari aktivitas organisasi yang berhubungan dengan lingkungan dan sosial.

Secara umum, green accounting merupakan jenis akuntansi lingkungan yang menggambarkan upaya untuk menggabungkan manfaat lingkungan dan biaya ke dalam pengambilan keputusan ekonomi atau suatu hasil keuangan usaha. Green accounting memberikan gambaran terhadap upaya menjaga lingkungan dengan menggabungkan manfaat lingkungan dengan biaya dari keputusan ekonomi melalui hasil keuangan organisasi. Green Accounting dapat mengidentifikasi antara biaya dan manfaat melalui konservasi lingkungan melalui kegiatan organisasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan pada bidang penanganan perubahan iklim.

Lebih lanjut, pengertian green accounting dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Andreas Lako, dalam “Akuntansi Hijau: Isu, Teori, dan Aplikasi”, menyebutkan bahwa green accounting adalah suatu proses pengakuan, pengukuran nilai, pencatatan, peringkasan, pelaporan, dan pengungkapan secara terintegrasi terhadap objek, transaksi, atau peristiwa keuangan, sosial, dan lingkungan dalam proses akuntansi agar menghasilkan informasi akuntansi keuangan, sosial, dan lingkungan yang utuh, terpadu, dan relevan yang bermanfaat bagi para pemakai dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan ekonomi dan non-ekonomi.
  • Arfan Ikhsan, dalam “Akuntansi Lingkungan dan Pengungkapannya”, menyebutkan bahwa green accounting adalah istilah yang berkaitan dengan dimasukkannya biaya lingkungan (environmental costs) ke dalam praktek akuntansi perusahaan atau lembaga pemerintah. Biaya lingkungan adalah dampak yang timbul dari sisi keuangan mampu non-keuangan yang harus dipikul sebagai akibat dari kegiatan yang mempengaruhi kualitas lingkungan.


Karakteristik Green Accounting. Green Accounting memiliki beberapa karakteristik tertentu. Secara umum, karakteristik green accounting adalah :

Model Pembelajaran Scramble : Pengertian, Bentuk, Manfaat, Tahapan, Kelebihan Dan Kekurangan Model Pembelajaran Scramble

Pengertian Model Pembelajaran Scramble. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Melalui model pembelajaran, guru dapat membantu para siswa dalam mendapatkan informasi, ide, keterampilan, cara berfikir, dan mengekspresikan ide. Selain itu, model pembelajaran juga berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para guru dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.

Istilah “scramble”, secara etimologi berasal dari bahasa Inggris yang berarti “perebutan, pertarungan, perjuangan”. Istilah scramble ini dipakai untuk jenis permainan anak-anak yang digunakan untuk melatih pengembangan dan peningkatan wawasan pemikiran anak-anak dalam hal pemakaian dan pemahaman kosa kata. Scramble merupakan suatu permainan yang dapat dilakukan oleh dua atau empat orang dalam satu kelompok, di mana para pemainnya harus menyusun kembali kata-kata dari huruf-huruf, kalimat dari kata-kata, dan wacana dari potongan kalimat-kalimat yang susunannya telah diacak terlebih dahulu.

Berdasarkan hal tersebut, model pembelajaran scramble dapat diartikan sebagai suatu model pembelajaran yang menggunakan penekanan latihan soal yang dikerjakan secara berkelompok yang memerlukan adanya kerjasama antar anggota kelompok dengan berfikir kritis sehingga dapat lebih mudah dalam mencari penyelesaian soal. Model pembelajara scramble mengharuskan adanya penggabungan antara otak kanan dan otak kiri. Dalam model pembelajaran ini, siswa tidak hanya diminta untuk menjawab soal, tetapi juga menangkap dengan cepat jawaban soal yang sudah tersedia namun masih dalam kondisi acak. Ketepatan dan kecepatan berpikir dalam menjawab soal menjadi salah satu kunci permainan model pembelajaran scramble. Model pembelajaran scramble membutuhkan media dengan pertanyaan dan jawaban yang ditulis pada sebuah kertas. Pertanyaan yang dibuat disesuaikan dengan bahan ajar yang harus dikuasai oleh siswa. Jawaban atas pertanyaan diberikan pada lembar yang sama dengan mengacak hurufnya.


Selain itu, pengertian model pembelajaran scramble dapat juga dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :

Manajemen Kas : Pengertian, Unsur, Model, Tujuan, Fungsi, Motif, Dan Strategi Manajemen Kas, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Kas

Pengertian Manajemen Kas. Manajemen merupakan seni melaksanakan dan mengatur atau mengendalikan. Dalam suatu organisasi, dibutuhkan suatu manajemen yang baik. Semakin baik sistem manajemen yang digunakan, akan semakin baik juga jalannya roda organisasi. Sedangkan kas dapat diartikan sebagai aktiva lancar yang meliputi uang, baik uang kertas maupun logam, serta benda-benda lain yang dapat digunakan sebagai media tukar atau alat pembayaran yang sah dan dapat diambil setiap saat.

Secara umum, manajemen kas dapat diartikan sebagai sekumpulan aktivitas atau kegiatan dalam perkiraan, merencanakan, mengumpulkan, mengeluarkan serta juga menginvestasikan dari suatu perusahaan supaya dapat atau bisa beroperasi dengan lancar. Manajemen kas juga dapat berarti sistem pengelolaan kas perusahaan yang tujuannya agar tersedia kas yang memadai, dalam arti tidak terlalu banyak tetapi juga tidak terlalu sedikit. Pada dasarnya, manajemen kas yang baik akan menentukan masa depan dari suatu organisasi. Apabila manajemen kas tidak berjalan dengan baik, maka suatu organisasi dapat mengalami kerugian,karena kekurangan kas walaupun organisasi menghasilkan profit.

Selain itu, pengertian manajemen kas juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Mike Williams, dalam “Government Cash Management: Best International Practice”, menyebutkan bahwa manajemen kas adalah strategi dan proses untuk mengelola secara efektif dan efisien arus kas jangka pendek dan saldo-saldo kas yang ada dalam pemerintah maupun dengan sektor-sektor lain.
  • I Made Sudana, dalam “Manajemen Keuangan Perusahaan Teori dan Praktek”, menyebutkan bahwa manajemen kas adalah strategi untuk menjaga saldo kas perusahaan yang cukup untuk menjalankan aktivitas usaha yang normal.

Place Attachment : Pengertian, Aspek, Fungsi, Tingkatan, Dan Faktor Yang Mempengaruhi Place Attachment, Serta Metode Pengukuran Place Attachment

Pengertian Place Attechment. Istilah “place attechment” atau “keterikatan tempat” terdiri dari dua kata, yaitu “place” yang mengacu pada pengaturan lingkungan di mana seseorang secara emosional dan budaya melekat, dan “attachment” yang mengacu pada pengaruh. Place attachment berpotensi menawarkan prediktabilitas dalam rutinitas sehari-hari, tempat untuk bersantai dari kehidupan formal, dan kesempatan untuk mengontrol berbagai bidang kehidupan.

Secara umum, place attachment atau “keterikatan tempat” dapat diartikan sebagai ikatan antara seorang atau kelompok orang dan suatu tempat yang dapat bervariasi dalam hal tingkat keruangan, derajat kekhususan, dan sosial atau fitur fisik tempat, dan dimanifestasikan melalui afektif, kognitif, dan perilaku proses psikologis. Place attachment dapat juga berarti kualitas hubungan antara manusia dengan suatu tempat yang menunjukkan keterikatan emosi antara manusia dengan ruang serta pemenuhan kebutuhan akan tempat dan identitas. Secara garis besar, place attachment mengacu pada terbentuknya ikatan batin seseorang dengan suatu tempat,

Selain itu, pengertian place attachment juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Irwin Altman dan S.M. Low, dalam “Place Attachment”, menyebutkan bahwa place attachment adalah ikatan emosional yang mendalam atau hubungan yang dikembangkan pada suatu tempat tertentu dari waktu ke waktu melalui interaksi positif yang diulang. Lebih lanjut, Irwin Altman dan S.M. Low menjelaskan bahwa place attachment merupakan fenomena kompleks yang menggabungkan beberapa aspek seperti ikatan antar tempat dan orang, interaksi antar emosi dan pengaruh, pengetahuan dan keyakinan, serta perilaku dan tindakan terhadap suatu tempat. Ikatan ini terbentuk secara positif, dan tumbuh seiring dengan panjangnya waktu manusia beraktivitas di tempat tersebut.

Return Saham : Pengertian, Komponen, Jenis, Dan Manfaat Return Saham, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham

Pengertian Return Saham. Dalam teori pasar modal, return merupakan tingkat pengembalian yang diterima oleh seorang investor dari saham yang diperdagangkan di pasar modal (saham perusahaan go public). Sedangkan, saham adalah tanda bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan yang biasanya berbentuk Perseroan Terbatas (PT).

Secara umum, istilah “return saham” dapat diartikan sebagai pembayaran yang diterima oleh seorang investor karena hak kepemilikan saham dalam suatu perusahaan yang dimilikinya. Return saham juga dapat berarti perubahan nilai saham yang diterima oleh investor dari modal awal investasi yang dinyatakan dalam persentase. Dalam investasi saham tidak selalu menjanjikan return yang pasti. Eugene F. Brigham dan Joel F. Houston, dalam “Fundamental of Financial Management: Dasar-Dasar Manajemen Keuangan”, menjelaskan bahwa return saham berbanding positif dengan risiko, maksudnya adalah semakin besar risiko yang ditanggung oleh pemegang saham, maka keuntungan akan semakin besar pula, begitu juga sebaliknya

Secara sederhana, return saham merupakan selisih dari harga jual saham dengan harga belinya ditambah dengan dividen yang diperoleh dari investasi saham. Untuk menghitung return saham dapat digunakan rumus sebagai berikut :

Return Saham = (Harga Jual Saham di Akhir – Harga Beli Saham di Awal) + Deviden

Return saham berupa keuntungan, apabila perhitungan yang dilakukan menghasilkan nilai positif. Sebaliknya return saham berupa kerugian, apabila perhitungan yang dilakukan menghasilkan nilai negatif.


Selain itu, pengertian return saham juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Robert Ang, dalam “Buku Pintar Pasar Modal Indonesia”, menyebtkan bahwa return saham adalah tingkat keuntungan yang dinikmati oleh pemodal atas suatu investasi yang dilakukannya.

Syariah : Pengertian, Fungsi Dan Keistimewaan Syariah, Serta Perbedaan Antara Syariah Dan Fiqih

Pengertian Syariah. Allah berfirman dalam QS. Al-Jatsiyah : 18, yang artinya :

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.”

Secara etimologi, istilah “syariah” atau “syariat” berarti jalan yang dilewati untuk menuju sumber air, atau dapat juga berarti jalan yang lurus dan benar yaitu jalan hidup yang harus dilalui dan digunakan setiap muslim secara individu, sosial, dan negara. Dengan kata lain, syariah atau syariat berarti aturan dan undang-undang.

Sedangkan secara terminologi, istilah “syariah” atau “syariat” dapat diartikan sebagai semua aturan yang Allah turunkan untuk para hamba-Nya, baik terkait masalah aqidah, ibadah, muamalah, adab, maupun akhlak, baik yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah maupun hubungan antar sesama manusia. Syariah juga dapat berarti hukum-hukum Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya dan ditujukan kepada umat manusia, dengan maksud untuk kemashlahatan umat, baik di dunia maupun akhirat.


Pengertian syariah juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli (ulama), diantaranya adalah :
  • Mahmud Syaltut, dalam “Al-Islam: Aqidah wa Syari’ah”, menyebutkan bahwa syariah adalah hukum-hukum dan aturan-aturan yang ditetapkan Allah bagi hamba-Nya untuk diikuti dalam hubungannya dengan Allah dan hubungannya dengan sesama manusia.
  • Farouk Abu Zeid, dalam “Hukum Islam Antara Tradisional dan Modernisasi”, menyebutkan bahwa menyebutkan bahwa syariah adalah apa-apa yang ditetapkan Allah melalui lisan Nabi-Nya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa syariah Islam merupakan hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat manusia, baik muslim maupun bukan muslim, yang selain berisi hukum dan aturan, syariah Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan manusia. Atau dengan kata lain, syariah Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna dalam menyelesaikan seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini.

Team Teaching : Pengertian, Aspek, Jenis, Manfaat, Dan Tahapan Pelaksanaan Team Teaching, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Team Teaching

Pengertian Team Teaching. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah, tidak terlepas dari peran pengajar dalam melaksanakan proses pembelajaran, yang diwujudkan dalam bentuk interaksi belajar mengajar, baik antara pengajar dengan pengajar lainnya, pengajar dengan peserta didik, maupun peserta didik dengan peserta didik beserta lingkungannya.

Dalam proses pembelajaran, pengajar harus mampu memilih metode-metode yang digunakan saat mengajar agar peserta didik dapat dengan cepat memahami materi pelajaran yang disampaikannya sehingga dapat menghasilkan nilai yang baik. Dari berbagai metode pembelajaran yang ada, salah satu yang dapat digunakan oleh pengajar dalam proses pembelajaran adalah “team teaching”.

Secara umum, istilah “team teaching” merupakan suatu metode pengajaran yang melibatkan dua orang pengajar atau lebih dalam pengelolaan proses pembelajaran sesuai dengan peran dan tanggung jawab yang jelas dan seimbang untuk mencapai tujuan pembelajaran. Team teaching juga dapat berarti strategi pembelajaran di mana kegiatan proses pembelajarannya dilakukan oleh lebih dari satu orang pengajar dengan pembagian peran dan tanggung jawabnya masing-masing.

Selain itu, pengertian team teaching juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Abdul Majid, dalam “Strategi Pembelajaran”, menyebutkan bahwa team teaching adalah metode mengajar dengan dua orang pengajar atau lebih bekerja sama mengajar sebuah kelompok peserta didik.
  • Munir, dalam “Team Teaching”, menyebutkan bahwa team teaching adalah suatu metode mengajar di mana pengajarnya lebih dari satu orang yang masing-masing bekerja sama, mempunyai tugas (merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajar mengajar) yang sesuai dengan bidang keahlian dan kemampuannya.
  • Ali Ahmadi dan Prasetya, dalam “Strategi Belajar Mengajar”, menyebutkan bahwa team teaching adalah suatu pengajaran yang dilaksanakan bersama oleh beberapa orang pengajar yang bekerja sama untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi aktivitas proses dan hasil pembelajaran peserta didik.

Kematangan Beragama : Pengertian, Karakteristik, Dan Faktor Yang Mempengaruhi Kematangan Beragama

Pengertian Kematangan Beragama. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius. Religiusitas bangsa Indonesia ini tampak dari keyakinan akan adanya Tuhan, ritual agama yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari, serta dari perilaku sosial moral yang didasarkan pada ajaran agama yang dianutnya. Sebagai masyarakat yang religius, bangsa Indonesia menempatkan keimanan dan ketakwaan, selain ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai kualitas yang harus diperjuangkan perwujudannya.

Agama adalah
suatu sistem nilai yang mengarah kepada norma-norma tertentu yang perlu ditaati. Agama merupakan proses hubungan manusia yang dirasakan terhadap sesuatu yang diyakininya yaitu sesuatu yang lebih tinggi dari manusia. Istilah kematangan dapat berarti suatu pertumbuhan kepribadian dan intelegensi secara bebas dan wajar seiring dengan perkembangan yang relevan. Kematangan seorang individu dapat dicapai melalui perkembangan hidup yang berakumulasi dengan berbagai pengalaman, baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Akumulasi dari pengalaman hidup tersebut kemudian terefleksikan dalam pandangan hidup, sikap, dan perilaku sehari-hari.

Berdasarkan hal tersebut, kematangan beragama dapat diartikan sebagai watak keberagamaan yang berasal dari pengalaman-pengalaman yang kemudian membentuk suatu konsep dan prinsip pada diri seseorang dalam menjalani hidupnya yang bersandar pada nilai-nilai agama. Kematangan beragama juga dapat berarti capaian tingkatan seseorang dalam kehidupan beragama baik itu secara ilmu dan aplikasinya yang tercermin dalam perilaku sebagaimana yang diajarkan dan dimaksud oleh ajaran agama tersebut. Kematangan beragama tidak terjadi secara tiba-tiba karena tingkat kematangan beragama merupakan suatu perkembangan individu yang memerlukan waktu, yang diwujudkan dalam bentuk keimanan, karena pada hakikat beragama adalah keimanan.


Selain itu, pengertian kematangan beragama juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :

Respon : Pengertian, Bentuk, Dan Penilaian Respon, Serta Faktor Yang Mempengaruhi Respon

Pengertian Respon. Secara umum, respon dapat diartikan sebagai perilaku atau sikap yang muncul setelah adanya stimulus berupa penerimaan melalui panca indera yang nantinya akan membentuk tingkah laku baru berupa persetujuan atau penolakan, penilaian, suka atau tidak suka, serta kepositifan atau kenegatifan suatu obyek psikologis. Respon dapat juga berarti kecenderungan seseorang untuk memberikan pemusatan perhatian pada sesuatu di luar dirinya karena adanya stimuli yang mendorong. Atau dengan kalimat yang lebih sederhana, respon merupakan tanggapan, reaksi, atau jawaban.

J. P. Chaplin
, dalam “Kamus Lengkap Psikologi”, mengartikan respon dengan :
  1. sebarang proses otot atau kelenjar yang dimunculkan oleh suatu stimulan.
  2. satu jawaban, khususnya jawaban dari pertanyaan tes atau kuesioner.
  3. sebarang tingkah laku, baik yang jelas kelihatan atau yang lahiriah maupun yang tersembunyi atau yang samar.

Sedangkan Save D. Dagun, dalam “Kamus Besar Ilmu Pengetahuan”, mengartikan respon sebagai reaksi psikologis-metabolik terhadap tibanya suatu stimulus, ada yang bersifat otomatis seperti refleksi dan reaksi emosional langsung, adapula yang bersifat terkendali.

Selain itu, pengertian respon juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Jalaludin Rahmat, dalam “Psikologi Komunikasi”, menyebutkan bahwa respon adalah hasil atau kesan yang didapat (ditinggal) dari pengamatan tentang subyek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan-pesan. r.
  • Soejono Soekanto, dalam “Sosiologi Suatu Pengantar”, menyebutkan bahwa respon adalah perilaku yang merupakan konsekuensi dari perilaku sebelumnya.
  • Ahmad Subandi, dalam “Psikologi Sosial”, menyebutkan bahwa respon adalah umpan balik yang memiliki peran atau pengaruh yang besar dalam menentukan baik atau tidaknya suatu komunikasi. Dengan adanya respon yang disampaikan dari komunikan kepada komunikator, maka akan menetralisir kesalahan penafsiran dalam sebuah proses komunikasi.

Responden Penelitian : Pengertian, Syarat Dan Jenis Responden Penelitian, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Proses Pengumpulan Data Dari Responden Penelitian

Pengertian Responden Penelitian. Salah satu hal yang sangat penting dan dibutuhkan saat melakukan suatu penelitian, baik penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif adalah “responden penelitian” atau disebut juga “subyek penelitian”. Responden penelitian merupakan satu istilah yang biasanya digunakan dalam ilmu sosial, terutama dalam penelitian yang menerapkan metode penelitian survei dalam teknik pengumpulan datanya.

Secara umum, istilah “responden penelitian” dapat diartikan sebagai orang atau sekelompok orang yang dipilih dan bersedia untuk menanggapi komunikasi (menjawab pertanyaan) yang dilakukan atau diajukan oleh seorang peneliti, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Pertanyaan yang dilakukan secara tidak langsung dapat dilakukan diantaranya melalui angket atau kuesioner yang disebarkan kepada responden yang mewakili diri sendiri sebagai individu, rumah tangga, atau organisasi yang menjadi bagiannya.
  • dalam penelitian kualitatif, responden penelitian biasa disebut dengan partisipan, yaitu orang yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan penelitian melalui wawancara yang dilakukan oleh seorang peneliti.
  • dalam penelitian kuantitatif, responden penelitian adalah orang yang menjawab angket atau kuesioner dalam penelitian yang diberikan kepadanya.

Baca juga : Variabel Penelitian

Selain itu, pengertian responden penelitian juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Suharsimi Arikunto, dalam “Metode Penelitian Kualitatif”, menyebutkan bahwa responden penelitian adalah subyek penelitian, yaitu orang yang diminta untuk memberikan keterangan tentang fakta dan pendapat terhadap tema tertentu. Subyek penelitian merupakan orang atau kelompok orang yang akan dituju untuk digali atau diteliti oleh peneliti. Atau dengan kata lain, subyek atau responden penelitian adalah orang atau sekelompok orang yang merupakan sumber informasi yang akan digali informasinya, datanya, serta fakta yang mereka ketahui.

Reputasi Perusahaan : Pengertian Dan Metode Penilaian Reputasi Perusahaan, Serta Perbedaan Antara Reputasi Perusahaan Dengan Identitas Perusahaan Dan Citra Perusahaan

Pengertian Reputasi Perusahaan. Dalam suatu perusahaan, reputasi sangat diperlukan. Hal tersebut demi tercapainya pandangan yang baik di mata seorang konsumen maupun masyarakat. Reputasi perusahaan menjadi salah satu pegangan bagi banyak orang dalam mengambil berbagai macam keputusan penting.

Secara umum, reputasi perusahaan dapat diartikan sebagai suatu gambaran tentang suatu perusahaan yang ada dalam benak seseorang atau masyarakat. Reputasi perusahaan juga berarti persepsi masyarakat terhadap perusahaan dimana tergantung kepada apa yang dilakukan perusahaan sebagai entitas. Reputasi perusahaan pada dasarnya merupakan proses yang terbentuknya memerlukan waktu yang cukup lama, yang dapat terbentuk dengan adanya identitas dan citra positif yang diperoleh perusahaan. Apabila identitas dan citra positif tersebut dapat bertahan lama maka perusahaan tersebut akan memperoleh reputasi yang positif juga.

Reputasi perusahaan yang baik atau positif akan meningkatkan kredibilitas perusahaan, membuat konsumen lebih percaya diri bahwa mereka akan mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh perusahaan kepada mereka. Reputasi perusahaan menjadi sebuah jaminan bahwa yang konsumen dapatkan akan sesuai dengan ekspektasi yang mereka miliki.

Baca juga : Citra Perusahaan

Selain itu, pengertian reputasi perusahaan juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Ahmad Prayudi, dalam “Manajemen Isu Pendekatan Public Relations”, menyebutkan bahwa reputasi perusahaan adalah kesesuaian aplikasi visi dan misi perusahaan yang tertuang dalam identitas perusahaan yang mewujudkan dalam aktivitas keseharian perusahaan dan dipersepsi sama oleh publik eksternal dan internal perusahaan.

Psikologi Transpersonal : Pengertian, Obyek Dan Konsep Psikologi Transpersonal

Pengertian Psikologi Transpersonal. Kemunculan psikologi transpersonal secara khusus bertitik tolak pada kajian empiris terhadap fenomena perkembangan jiwa manusia yang menghasilkan teori-teori spesifik, seperti : meta-need, nilai-nilai puncak, unitive consciousness, pengalaman puncak, b-values, pengalaman mistik, aktualisasi diri, transendensi diri, esensi kesatuan wujud, dan lain-lain. Secara definitif teori-teori ini dipahami beragam oleh berbagai kalangan di mana ada yang memahaminya sebagai sesuatu yang bersifat alamiah, bersifat ketuhanan, supranatural, dan berbagai kategori lainnya.

Psikologi transpersonal
atau “transpersonal psychology” merupakan istilah yang digunakan dalam mazhab psikologi yang digagas terutama oleh para ahli psikologi maupun ilmuwan dalam bidang lain (selain psikologi) yang menekankan penjelasan tentang kemampuan dan potensi puncak manusia, di mana istilah ini secara sistematis tidak memiliki tempat dalam teori positivistik atau behavioristik, psikoanalisa klasik, maupun psikologi humanistik.

Secara umum, istilah “psikologi transpersonal” merupakan penggabungan dari dua kata, yaitu :
  1. psikologi” atau “psychology”, yang secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yang berakar dari kata “psyche” yang berarti “jiwa”, dan “logos” yang berarti “ilmu”. Sehingga psikologi dapat diartikan sebagai “ilmu jiwa”.
  2. transpersonal”, secara etimologi berakar dari kata “trans” yang berarti “di atas (beyond, over)”, dan “personal” yang berarti “diri”. Sehingga transpersonal dapat diartikan sebagai “pengalaman di mana kesadaran diri atau identitas diri melampaui (trans) individu atau pribadi untuk mencapai aspek-aspek yang lebih luas dari umat manusia, kehidupan, jiwa, atau kosmik”, dengan kata lain transpersonal berarti “perkembangan yang melampaui batas-batas individual”.

Berdasarkan hal tersebut, istilah “psikologi transpersonal” atau “transpersonal psychology” dapat diartikan sebagai psikologi (ilmu jiwa) yang membahas dan mengkaji pengalaman di luar atau batas diri, seperti pengalaman-pengalaman spiritual atau transcendental diri manusia, yaitu pengalaman dasar kemanusiaan dalam hubungannya dengan hal-hal seperti : Tuhan, ketinggian kodrat, cinta, tujuan, dan idealitas. Psikologi transpersonal menempatkan agama (spiritualitas) sebagai salah satu wilayah kajiannya, dan hal inilah yang membedakan konsep manusia dalam  psikologi humanistik dan psikologi transpersonal. Namun demikian, psikologi transpersonal bukanlah seperangkat kepercayaan, dogma, atau agama, melainkan suatu upaya untuk membawa tingkatan pengalaman manusia sepenuhnya menuju puncak spiritualitas yang membawa manusia pada kebahagiaan yang sempurna.

Cacat Logika (Logical Fallacy) : Pengertian, Karakteristik, Jenis, Dan Tujuan Cacat Logika (Logical Fallacy)

Pengertian Cacat Logika. Secara umum, istilah “cacat logika” atau “kesalahan logika” yang dalam bahasa Inggris disebut “logical fallacy” dapat diartikan sebagai kesalahan dalam berpikir secara logis, yang menggambarkan bagaimana seseorang memiliki pola pikir yang salah atau sesat.

Cacat logika
merupakan cacat atau sesat penalaran yang tidak hanya sering (secara tidak sengaja) digunakan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan penalaran yang terbatas, tetapi juga sering (secara sengaja) digunakan oleh orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan penalaran yang baik, termasuk media, untuk mempengaruhi orang lain. Cacat logika juga berarti kesalahan dalam menyusun logika pada sebuah ujaran yang dikemukakan oleh seseorang, sehingga terdapat ketidak-sinambungan antara premis dan kesimpulan. Premis adalah kalimat yang mengandung ide pokok dalam argumen, yang menentukan bagaimana kesimpulan yang diambil terbentuk baik oleh yang bersangkutan sendiri, lawan bicara, maupun orang atau audiens yang mendengarkannya.

Selain itu, pengertian cacat logika juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Irving M. Copi, dalam “Introduction to Logic”, menyebutkan bahwa logical fallacy adalah tipe argumen yang terlihat benar, namun sebenarnya mengandung kesalahan dalam penalarannya.
  • M.N. Browne dan S.M. Keely, dalam “Asking The Right Questions: A Guide to Critical Thinking”, menyebutkan bahwa cacat logika adalah kesalahan berlogika atau logika yang berasal dari asumsi-asumsi yang keliru. Hal tersebut merupakan cara mengelabui dengan menggunakan nalar yang menyesatkan di mana informasi-informasi yang diberikan terlihat mendukung sebuah kesimpulan secara logis.


Karakter Cacat Logika. Cacat logika terjadi apabila memenuhi beberapa karakteristik sebagai berikut : 
  • adanya kesalahan logika berpikir.
  • adanya kesalahan dalam penyampaian argumen atau kesimpulan.
  • adanya kesan “menipu”.

Geopolitik : Pengertian, Unsur, Fungsi, Dan Peranan Geopolitik, Serta Konsepsi Geopolitik.

Pengertian Geopolitik. Istilah “geopolitik” pertama kali dikemukakan oleh Frederick Ratzel dengan istilah “Political Geography”atau “Ilmu Bumi Politik”. Frederick Ratzel, dalam teorinya yang dikenal dengan “Teori Geopolitik” atau “Teori Ruang” menyebutkan bahwa “negara dalam hal-hal tertentu dapat disamakan dengan organisme, yaitu mengalami fase kehidupan dalam kombinasi dua tau lebih antara lahir, tumbuh, berkembang, mencapai puncak, surut, kemudian mati”. Inti dari teori geopolitik Frederick Ratzel adalah ruang yang ditempati oleh kelompok-kelompok politik (negara-negara) yang mengembangkan hukum ekspansionisme baik di bidang gagasan, perutusan, maupun bidang produk.

Secara etimologi, istilah “geopolitik” merupakan penggabungan dari dua kata, yaitu : “geo” yang berarti bumi dan “politik” yang berarti suatu rangkaian asas, prinsip, keadaan, jalan atau cara, dan juga alat yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Berdasarkan hal tersebut, istilah geopolitik dapat berarti ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat tinggal suatu bangsa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), geopolitik diartikan dengan :
  1. ilmu tentang pengaruh faktor geografi terhadap ketatanegaraan.
  2. kebijaksanaan negara atau bangsa sesuai dengan posisi geografisnya.

Sedangkan secara terminologi, istilah “geopolitik” dapat diartikan sebagai berikut :
  • secara luas, geopolitik merujuk pada hubungan antara politik dan teritori dalam skala lokal ataupun internasional. Geopolitik mencakup praktik analisis, prasyarat, perkiraan, dan pemakaian kekuatan politik terhadap suatu wilayah.
  • secara spesifik, geoplotik merupakan metode analisis kebijakan luar negeri yang berupaya memahami, menjelaskan, dan memperkirakan perilaku politik internasional dalam variabel geografi. Variabel geografi pada umumnya mengarah pada lokasi geografis suatu negara, ukuran negara yang terlibat, iklim wilayah tempat negara tersebut berada, topografi wilayah, demografi, sumber daya alam, dan perkembangan teknologi. Dalam perkembangannya sekarang, pemakaian batasan-batasan tersebut telah berubah mencakup konotasi yang lebih luas.

Workplace Spirituality : Pengertian, Karakterstik, Aspkek, Dan Dampak Workplace Spirituality, Serta Nilai Yang Terkandung Dalam Workplace Spirituality

Pengertian Workplace Spirituality. Istilah “workplace spirituality” atau “spiritualitas di tempat kerja” merupakan pengimplimentasian nilai-nilai agama yang muncul dan bersumber dari dalam keyakinan yang dimiliki oleh individu yang dapat membawa dampak positif di tempat kerja. Workplace spirituality diawali dengan pengakuan bahwa setiap orang memiliki kehidupan pribadi (inner) dan kehidupan luar (outer), di mana pengembangan kehidupan pribadi dapat mengakibatkan kehidupan luar yang lebih bermakna dan lebih produktif.

Workplace spirituality
tidak terkait dengan praktik-praktik religius yang terorganisasi, tidak juga tentang Tuhan ataupun teologi, melainkan berkaitan dan berfokus pada toleransi, kesabaran, tujuan, serta pemikiran terkait norma-norma organisasi untuk membentuk nilai-nilai pribadi. Workplace spirituality menyadari bahwa manusia memiliki kehidupan batin yang tumbuh dan ditumbuhkan oleh pekerjaan yang bermakna, yang berlangsung dalam konteks komunitas.

Selain itu, pengertian workplace spirituality dapat juga dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Stephen P. Robbins, dalam “Perilaku Organisasi”, menyebutkan bahwa workplace spirituality adalah bentuk kesadaran manusia memiliki kehidupan batin yang tumbuh dan ditumbuhkan oleh pekerjaan yang bermakna yang berlangsung dalam konteks komunitas. Organisasi yang mendukung kultur spiritual mengakui bahwa manusia memiliki pikiran dan jiwa, berusaha mencari makna dan tujuan dalam pekerjaan mereka, hasrat untuk berhubungan dengan orang lain, serta menjadi bagian dari sebuah komunitas.
  • John M. Ivancevich, Robert Konopaske, dan Michael T. Matteson, dalam “Perilaku Organisasi dan Manajemen”, menyebutkan bahwa workplace spirituality adalah karyawan memiliki kehidupan personal yang berkembang dan dikembangkan dengan melakukan pekerjaan yang relevan, berarti dan menantang.

Aglomerasi : Pengertian, Jenis, Tujuan, Penyebab, Dan Keuntungan Aglomerasi, Serta Teori Pendukung Aglomerasi

Pengertian Aglomerasi. Ide tentang “aglomerasi” pertama kali berasal dari Marshall, yang dikemukakannya dalam kaitannya dengan penghematan ekonomi (agglomeration economies) atau disebut juga sebagai industri yang terlokalisir (localized industries). Secara umum, aglomerasi merupakan istilah yang merujuk kepada upaya pengumpulan beberapa elemen ke dalam suatu tempat atau wilayah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aglomerasi diartikan dengan :
  1. Ek pengumpulan atau pemusatan dalam lokasi atau kawasan tertentu.
  2. Kim pengumpulan, dan/atau penumpukan partikel atau zat menjadi satu.

Istilah aglomerasi dapat dijumpai dalam berbagai bidang, diantaranya :
  • dalam bidang ekonomi, aglomerasi berarti pemusatan beberapa perusahaan ke dalam satu wilayah. Aglomerasi juga berarti konsentrasi spasial dari beberapa aktivitas ekonomi dengan adanya fasilitas pendukung seperti transportasi, tenaga kerja, dan pelayanan pemerintahan yang saling berdekatan untuk melayani industri-industri.
  • dalam bidang industri, aglomerasi berarti pengelompokkan atau pemusatan beberapa perusahaan dalam suatu daerah atau wilayah sehingga membentuk daerah khusus industri. Aglomerasi juga berarti pemusatan berbagai macam industri dalam suatu wilayah agar dapat memberikan keuntungan yang lebih besar kepada berbagai industri pada wilayah tersebut.
  • dalam bidang geografi, aglomerasi berarti kecenderungan pengelompokan suatu gejala yang terkait dengan aktivitas manusia. Aglomerasi juga berarti proporsi jumlah penduduk perkotaan (urban area) terhadap jumlah penduduk di provinsi tersebut.
  • dalam bidang kimia, aglomerasi diartikan sebagai pengumpulan dan/atau penumpukan partikel atau zat menjadi satu.

Logika : Pengertian, Komponen, Dasar, Jenis, Fungsi, Dan Manfaat Logika

Pengertian Logika. Logika lahir berbarengan dengan lahirnya filsafat di Yunani. Secara etimologis, istilah “logika” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “logos”yang kemudian membentuk kata “logikos” yang berarti suatu pertimbangan akal pikiran yang diungkapkan dengan kata-kata atau bahasa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), logika diartikan dengan :
  1. pengetahuan tentang kaidah berpikir.
  2. jalan pikiran yang masuk akal.

Sebagai suatu ilmu, logika mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu dimaksud mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui. Sedangkan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Sehingga, istilah logika (yang mengacu pada kata “logis”) dapat diartikan dengan masuk akal. Sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, logika memiliki dua objek, sebagai berikut :
  • objek material, yaitu berpikir atau bernalar atau proses penalaran.
  • objek formal, yaitu berpikir atau penalaran yang dilihat dari aspek ketepatan atau kejituan.

Selain itu, pengertian logika juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • R.G. Soekadijo, dalam “Logika Dasar”, menyebutkan bahwa logika adalah suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan dalam menalar.
  • W. Poespoprodjo dan Ek. T. Gilarso, dalam “Logika Ilmu Menalar”, menyebutkan bahwa logika adalah suatu ilmu dan kecakapan menalar, serta berpikir dengan tepat.
  • Louis O. Kattsoff, dalam “Elements of Philosophy” menyebutkan bahwa logika adalah upaya untuk menguraikan aturan-aturan untuk mencapai pada kesimpulan, yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan disertai dengan adanya premis-premisnya. Logika menjabarkan mengenai aturan-aturan dan cara, guna mencapai suatu kesimpulan, setelah didahului oleh suatu perangkat bernama premis atau asumsi.

Mindfulness (Kesadaran) : Pengertian, Aspek, Tujuan, Manfaat, Dan Faktor Yang Mempengaruhi Mindfulness, Serta Teknik Pelatihan Dan Terapi Mindfulness

Pengertian Mindfulness. Secara umum, istilah “mindfulnees” atau “kesadaran” dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana seorang individu benar-benar hadir dalam situasi tertentu. Mindfulness juga berarti suatu kegiatan akan menyadari secara penuh yang terjadi dalam diri individu secara sengaja dengan (niat) menyatukan pikiran, perasaan dan tubuh untuk fokus terhadap apa yang dilakukan. Mindfulness akan menjadikan kesadaran penuh dan memberi suatu pandangan yang positif terhadap sesuatu hal. Dengan kalimat yang sederhana, mindfulness merupakan menerima sepenuhnya tanpa penilaian.

Jon Kabat Zinn
, dalam “Bringing Mindfulness to Medicine”, yang dimuat dalam Advances in Mind-Body Medicine, Volume : 21(2), Tahun 2004, menyebutkan bahwa mindfulness adalah sebuah kesadaran yang diperkuat dengan memperhatikan secara berkelanjutan dan khusus yang disengaja, pada saat sekarang dan dengan tanpa menghakimi. Mindfulness melibatkan bagaimana seseorang melihat, merasakan, mengetahui, dan mencintai sesuatu hal yang difokuskan pada saat ini dan memfasilitasi keterpusatan (fokus) dan kesadaran yang lebih besar.

Selain itu, pengertian mainfulness atau kesadaran dapat juga dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • J.T. Wood, dalam “Komunikasi Interpersonal: Interaksi Keseharian”, menyebutkan bahwa mindfulness adalah kondisi di mana seseorang benar-benar hadir dalam situasi tertentu. Lebih lanjut, J.T. Wood menjelaskan bahwa mindfulness merupakan proses psikologis serta proses meditasi yang sanggup meningkatkan pemahaman serta atensi terhadap proses kognitif, emosi, serta pengalaman somatis dengan meningkatkan kemampuan nonjudmental dan penerimaan.

Hedonisme : Pengertian, Karakteristik, Jenis, Dampak, Dan Faktor Penyebab Hedonisme, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Hedonisme

Pengertian Hedonisme. Secara etimologi, istilah “hedonisme” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “hedonismos” yang berakar dari kata “hedone” yang berarti kesenangan, kenikmatan, atau kegembiraan. Sehingga hedonisme dapat berarti gaya hidup yang berfokus mencari kesenangan dan kepuasan tanpa batas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hedonisme diartikan dengan pandangan yang menganggap bahwa setiap kesenangan dan kenikmatan dalam bentuk materi merupakan tujuan utama dalam hidup seseorang.

Sedangkan secara terminologi, istilah “hedonisme” diartikan sebagai suatu pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme juga dapat berarti suatu pandangan hidup yang mengajarkan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Sifat hedonisme adalah berusaha menghindari hal-hal yang menyakitkan atau menyusahkan dengan memaksimalkan perasaan-perasaan menyenangkan.

Selain itu, pengertian hedonisme juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Burhanuddin Salam, dalam “Etika Sosial Asas Moral Dalam Kehidupan Manusia”, menyebutkan bahwa hedonisme adalah sesuatu yang dianggap baik, sesuai dengan kesenangan yang didatangkannya. Dengan kata lain, sesuatu yang hanya mendatangkan kesusahan, penderitaan, serta tidak menyenangkan merupakan sesuatu yang dinilai tidak baik.
  • Sarlito Wirawan Sarwono, dalam “Psikologi Remaja”, menyebutkan bahwa hedonisme adalah konsep diri, di mana gaya hidup seseorang dijalani sesuai dengan gambaran yang ada dipikirannya. Sebagai contoh pengertian hedonisme adalah seorang olahragawan, biasanya gaya hidup sehat merupakan prinsip hidup dan menjadi kesenangan tersendiri bagi mereka.

Sosialita : Pengertian, Dampak, Dan Faktor Yang Mempengaruhi Terbentuknya Kelompok Sosialita

Pengertian Sosialita. Istilah “sosialita” sudah bukan istilah asing bagi telinga banyak masyarakat Indonesia. Dengan adanya akses informasi yang semakin terbuka serta semakin maraknya media sosial, kehidupan sosialita semakin mudah dilihat di sebagian masyarakat Indonesia. Kelompok sosialita pada umumnya terdiri dari orang yang sangat kaya, suka pamer harta, dan sering dikaitkan dengan hedonisme. Hedonisme merupakan pandangan hidup bahwa menciptakan kebahagiaan sendiri akan menyembuhkan kesedihan.

Istilah “sosialita” merupakan adaptasi dari istilah dalam bahasa Inggris, yaitu “socialite” yang sudah dikenal sejak tahun 1928, yang merupakan akronim dari dua kata “social” dan “elite”. Social atau sosial berarti yang berkaitan dengan masyarakat atau dapat berarti juga suka memperhatikan kepentingan umum. Sedangkan elite berarti orang-orang terbaik atau pilihan di satu kelompok atau dapat berarti juga kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi. Berdasarkan hal tersebut, secara etimologi, istilah “sosialitadapat diartikan sebagai orang-orang yang memiliki derajat tinggi atau terpandang, dan mereka memiliki jiwa sosial terhadap orang-orang yang kurang mampu. Sedangkan secara terminologi, istilah “sosialitaberarti seseorang atau sekelompok orang yang selalu berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan menghabiskan waktu untuk menghibur dan dihibur pada acara-acara kelas atas. Sosialita juga dapat berarti kelompok orang yang beraktivitas sosial dan melakukan segala hal yang menyenangkan dan menyelenggarakan acara yang mewah. Kaum sosialita ini biasa beranggotakan kaum elit (kelompok ibu-ibu, pengusaha, dan lain sebagainya) dengan penghasilan yang tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sosialita diartikan dengan orang penting atau sosok yang berpengaruh.

Selain itu, pengertian sosialita juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Robert L. Peabody, dalam artikelnya yang berjudul “What is A Socialite ?”, yang dimuat dalam majalah Town and Country, menyebutkan bahwa sosialita adalah seseorang yang berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan menghabiskan sebagian banyak waktunya untuk menghibur sekaligus mendapatkan hiburan.