Mengenal Penyakit Autoimun

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Sebetulnya beberapa tahun yang lalu saya pernah mendengar tentang penyakit autoimun, tapi karena tidak tertarik saya tidak berusaha untuk mengetahui lebih jauh tentang apa yang dimaksud dengan penyakit autoimun. Barulah beberapa hari yang lalu saya tertarik dengan penyakit ini, karena ada seorang teman yang menderita penyakit autoimun ini.

Kebetulan saya dan teman saya tinggal di gedung apartemen yang sama. Entah karena apa penyebabnya, beberapa hari yang lalu kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun dengan drastis. Teman saya cerita kalau punya riwayat penyakit autoimun. Jika sedang kambuh seperti saat ini, yang diserang adalah bagian persendian. Dia tidak berani minum obat kalau belum konsultasi dengan dokter. Yang jadi masalah adalah dokter yang pernah merawatnya saat penyakitnya kambuh ada jauh di Jakarta. Karena takut penyakitnya akan semakin memburuk, maka ia memutuskan untuk membuat janji dengan salah satu dokter yang praktek di kota tempat kami tinggal. Konsultasi dengan dokter yang bersangkutan dilakukan melalui video call, karena kondisi saat ini sedang pandemi COVID-19 (pemegang otoritas di negara bagian tempat kami tinggal, memutuskan meliburkan semua kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang). Dari konsultasi tersebut, dokter yang bersangkutan menyarankan untuk tidak ke rumah sakit terlebih dahulu, hal ini untuk menghindari kemungkinan teman saya terinfeksi COVID-19. Dalam keadaan penyakit autoimun-nya kambuh, jika terinfeksi COVID-19 akan berakibat semakin buruk buat kesehatan dan keselamatan hidup teman saya.


Akhirnya dokter yang bersangkutan hanya menyarankan untuk mengkonsumsi beberapa jenis obat ringan, banyak istirahat, dan membatasi tidak makan jenis makanan tertentu. Untungnya dokter tersebut baik hati, setiap satu atau dua jam sekali beliau selalu mengontrol perkembangan kesehatan teman saya dengan menghubunginya melalui telepon.

Apakah Penyakit Autoimun Itu ? Dari pengalaman tersebut, saya jadi penasaran dengan penyakit autoimun ini. Saya mulai mencari informasi tentang penyakit tersebut. Dari beberapa sumber yang yang saya baca, barulah saya paham apa yang dimaksud dengan penyakit autoimun. Penyakit autoimun sebenernya bukan nama suatu jenis penyakit. Autoimum merupakan kelompok jenis penyakit yang kemunculannya disebabkan oleh adanya gangguan imunitas tubuh.


Secara umum, penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat dalam tubuh. Atau dapat dikatakan bahwa penyakit autoimun merupakan suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Maksudnya adalah :
  • dalam kondisi normal, sistem kekebalan tubuh menjaga tubuh seseorang dari serangan organisme asing, seperti virus atau bakteri. Akan tetapi, pada seseorang yang menderita penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuhnya melihat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing, sehingga sistem kekebalan tubuh seseorang tersebut akan melepaskan autoantibodi untuk menyerang sel-sel tubuh yang sehat.


Gejala Penyakit Autoimun. Penyakit autoimun terkadang sulit untuk dikenali, hal ini dikarenakan gejalanya seringkali tumpang tindih dengan gejala penyakit lainnya. Sampai saat ini diketahui terdapat lebih dari 80 penyakit yang dapat digolongkan penyakit autoimun, dan beberapa diantaranya memiliki gejala yang sama. Pada umumnya, gejala-gejala awal dari penyakit autoimun adalah :
  • kelelahan yang berlebihan.
  • nyeri di sekujur tubuh.
  • pegal otot.
  • ruam kulit.
  • demam ringan.
  • rambut rontok.
  • sulit berkonsentrasi.
  • kesemutan di tangan dan kaki.
Penyebab Penyakit Autoimun. Belum diketahui secara pasti apa penyebab penyakit autoimun. Hanya saja terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang beresiko untuk mengidap penyakit autoimun. Beberapa faktor dimaksud adalah sebagai berikut :
  • genetik (keturunan), merupakan faktor resiko utama yang dapat menimbulkan penyakit autoimun.
  • lingkungan, dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit autoimun. Faktor lingkungan tersebut seperti paparan bahan kimia atau zat-zat tertentu, sinar matahari, infeksi virus dan bakteri, dan lain sebagainya.
  • perubahan hormon, seringkali perubahan hormon menjadi salah satu penyebab penyakit autoimun, terutama menyerang kaun perempuan seperti pada kondisi setelah melahirkan, menopause, dan lain-lain. 
  • etnis, beberapa jenis penyakit autoimun umumnya menyerang etnis tertentu, seperti diabete tipe 1 umumnya menyerang orang Eropa, sedangkan lupus rentan menyerang orang Afrika-Amerika dan Amerika Latin.
  • gender. Penyakit autoimun lebih banyak menyerang perempuan dibandingkan pria.

Baca juga : Karantina Kesehatan

Jenis Penyakit Autoimun. Seperti telah disebutkan di atas bahwa terdapat lebih dari 80 penyakit  yang dapat digolongkan sebagai penyakit autoimun. Beberapa diantaranya yang sering diderita orang adalah sebagai berikut :
  • Sistemik lupus erythematosus, penyakit ini menyerang banyak bagian tubuh mulai dari persendian, pembuluh darah, ginjal hingga otak.
  • Rheumatoid arthritis, penyakit ini dapat menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan pada sendi, yang sebagian besar muncul di sekitar tangan dan kaki.  
  • Diabetes millitus tipe 1, penyakit ini menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas.
  • Celiac disease, penyakit gangguan pencernaan sebagai akibat dari reaksi kekebalan terhadap gluten yang tidak normal. 
  • Tiroiditis hashimoto, penyakit ini menyerang kelenjar tiroid sehingga memicu hipotiroidisme.
  • Psoriasis, penyakit ini dapat menyebabkan kulit terasa gatal dan nyeri serta menjadi  kemerahan, lebih tebal, bersisik, dan terlihat bercak putih perak.
  • Multiple sclerosis, penyakit ini menyerang lapisan pelindung di sekitar syaraf dan dapat menimbulkan kerusakan yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang.
  • Graves disease atau hipertiroidisme, penyakit ini menyebabkan kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid dalam tubuh.
  • Myasthenia gravis, penyakit kelainan neuromuskular yang mengakibatkan kelemahan pada otot.
  • Giant Cell Myocarditis, penyakit kelainan kardiovaskular yang ditandai adanya peradangan otot jantung (miokardium). 
  • Skleroderma, penyakit ini menyerang kulit, persendian, da pembuluh darah.
  • Sindrom sjorgen, penyakit ini menyerang kelenjar penghasil cairan yang membuat penurunan air mata dan air liur.


Pengobatan Penyakit Autoimun. Tidak mudah bagi dokter untuk mendiagnosis penyakiy autoimun, karena setiap penyakit yang tergolong dalam penyakit autoimun mempunyai ciri khas masing-masing. Sehingga pengobatan dari penyakit ini tergantung pada beberapa hal, seperti :
  • jenis penyakit yang diderita.
  • gejala yang dirasakan.
  • tingkat keparahan.

Pengobatan penyakit autoimun, yang umum dilakukan diantaranya :
  • menjalani terapi pengganti hormon, apabila penyakit autoimun yang diderita menghambat produksi hormon dalam tubuh.
  • mengkonsumsi obat penekan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan), seperti kortikosteroid
  • mengkonsumsi obat anti nyeri, seperti ibuprofen dan aspirin.


Sampai dengan saat ini belum ditemukan jenis pengobatan yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit autoimun. Pengobatan penyakit autoimun selama ini hanya sebatas untuk mengurangi peradangan serta untuk menenangkan respons imun yang terlalu aktif. Menjaga pola hidup sehat, makan nutrisi yang seimbang, hindari stres, dan olah raga teratur merupakan beberapa cara yang disarankan untuk mencegah penyakit autoimun.

Demikian penjelasan berkaitan dengan mengenal penyakit autoimun.

Semoga bermanfaat.