Antropologi Kesehatan : Pengertian, Sejarah Dan Perkembangan Antropologi Kesehatan

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Antropologi kesehatan  merupakan cabang dari antropologi terapan atau bagian dari antropologi sosial dan budaya yang mempelajari bagaimana kebudayaan dan masyarakat mempengaruhi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, serta masalah-masalah lain yang terkait. Sebelum mengupas lebih lanjut tentang antropologi kesehatan, ada baiknya terlebih dahulu dijelaskan tentang antropologi dan kesehatan. 

Istilah antropologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'anthropos' yang berarti manusia, dan 'logos' yang berarti ilmu. Secara umum, antropologi diartikan sebagai ilmu tentang manusia. Antropologi merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari segala hal tentang manusia, baik dari segi kebudayaan, perilaku, keaneka-ragaman, dan lain sebagainya. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis, maupun sebagai makhluk sosial. Koentjaraningrat berpendapat bahwa antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia yang pada umumnya dengan mempelajari sebuah keaneka-ragaman warna, bentuk fisik dari masyarakatnya serta kebudayaan yang sudah dihasilkannya. Selanjutnya Koentjaraningrat menjelaskan bahwa ilmu antropologi memperhatikan beberapa masalah tentang makhluk hidup, yaitu :
  • masalah pada perkembangan manusia sebagai makhluk biologis.
  • masalah pada sejarah terjadinya aneka bentuk makhluk manusia, dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya.
  • masalah pada sejarah asal, perkembangan, dan penyebaran berbagai macam bahasa di seluruh dunia.
  • masalah persebaran dan terjadinya keaneka-ragaman kebudayaan manusia di seluruh dunia.
  • masalah pada dasar-dasar dan keaneka-ragaman kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat dan suku bangsa yang tersebar di seluruh penjuru dunia pada jaman sekarang ini.
Sedangkan, yang dimaksud dengan kesehatan adalah suatu kondisi yang stabil atau umum dalam sistem koordinasi badan dan jiwa raga manusia atau makhluk hidup lainnya pada rata-rata normal. Kesehatan juga berarti suatu keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Menurut Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), kesehatan seseorang meliputi berbagai aspek sebagai berikut :
  • sehat jasmani.
  • sehat mental.
  • senantiasa merasa senang.
  • mengontrol diri.
  • kesejahteraan sosial.
  • sehat spiritual.


Pengertian Antropologi Kesehatan. Kesehatan berhubungan dengan perilaku, sedangkan perilaku manusia mempunyai kecenderungan bersifat adaptif. Dalam hal demikian, terdapat hubungan yang erat antara penyakit, obat-obatan, dan kebudayaan manusia. Antropologi kesehatan mempelajari sosio kultural dari semua masyarakat yang berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya. Dengan kata lain, kajian antropologi kesehatan mengarah pada manusia dan perilakunya yang berkaitan dengan masalah kesehatan.

Banyak ahli telah mengemukakan pendapatnya tentang yang dimaksud dengan antropologi kesehatan, beberapa diantaranya adalah :

1. Landy.
Landy berpendapat bahwa antropologi kesehatan adalah studi mengenai konfrontasi manusia dengan penyakit dan keadaan sakit, serta mengenai susunan adaptif (yaitu sistem medis dan obat-obatan) dibuat oleh kelompok manusia untuk berhubungan bahaya penyakit pada manusia saat ini. Selanjutnya Landy menyatakan bahwa ada tiga generalisasi, yaitu :
  • penyakit dalam beberapa bentuk merupakan kenyataan universal dari kehidupan manusia. Hal ini terjadi dalam keseluruhan waktu, tempat, dan masyarakat.
  • kelompok manusia mengembangkan metode dan peran-peran yang teralokasi, sama dengan sumber daya dan struktur mereka untuk meniru dengan atau merespon penyakit.
  • kelompok manusia mengembangkan beberapa set kepercayaan, pengertian dan persepsi yang konsisten dengan matriks budaya mereka, untuk menentukan suatu penyakit.

Menurut Landy, dalam suatu masyarakat yang berbeda, dengan budaya yang berbeda, memiliki pandangan yang berbeda pula terhadap kesehatan dan penyakit, serta berbeda pula dalam memperlakukan pasien (pihak yang menderita sakit).

2. Fabrega.
Fabrega berpendapat bahwa antropologi kesehatan adalah studi yang menjelaskan berbagai faktor, yaitu :
  • mekanisme dan proses yang memainkan peranan di dalam atau mempengaruhi cara-cara di mana individu-individu dan kelompok-kelompok terkena oleh atau berespon terhadap sakit dan penyakit.
  • mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan terhadap pola-pola tingkah laku.

3. R. Lieban
Lieban berpendapat bahwa antropologi kesehatan adalah studi tentang fenomena medis yang dipengaruhi oleh aspek sosial dan kultural, serta fenomena sosial dan kultural yang diterangi oleh aspek-aspek medis. Faktor-faktor sosial dan kultural membantu menentukan etiologi penyakit dan penyebaran melalui pengaruh mereka dalam hubungan antara populasi manusia dan lingkungan alamnya, atau melalui pengaruh langsung pada kesehatan populasi. Menurut R. Lieban :
  • kesehatan dan penyakit adalah pengukuran efektivitas dengan di mana kelompok manusia menggabungkan sumber daya kultural dan biological, menyesuaikan dengan lingkungan mereka. 
  • pada hakekatnya ada enpat macam era utama dalam antroologi kesehatan, yaitu : 1. ekologi dan epidemi, 2. ethnomedicine, 3. aspek medis dari sistem sosial, 4. perubahan medis dan kultural.

4. GM. Foster dan Barbara Gallatin Anderson
GM. Foster dan Barbara Gallatin Anderson berpendapat bahwa antropologi kesehatan adalah disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia. Dalam pengertiannya tersebut, GM. Foster dan Barbara Gallatin Anderson, menegaskan bahwa antropologi kesehatan mengkaji masalah-masalah kesehatan dan penyakit dari dua sisi, yaitu sisi :
  • biologis, yang pusat perhatiannya pada : 1. pertumbuhan dan perkembagan manusia, 2. peranan penyakit dalam evolusi manusia, 3. paleopatologi (studi mengenai penyakit-penyakit masa lalu/purba).
  • sosial budaya, yang pusat perhatiannya pada : 1. sistem medis tradisional (etnomedisin), 2. masalah petugas-petugas kesehatan dan persiapan profesional mereka, 3. tingkah laku sakit, 4. hubungan antara dokter dan pasien, 5. dinamika dari usaha memperkenalkan pelayanan kesehatan barat kepada masyarakat tradisional.  

5. McElroy dan Townsend.
McElroy dan Townsend berpendapat bahwa antropologi kesehatan adalah sebuah studi tentang bagaimana faktor-faktor sosial dan lingkungan mempengaruhi kesehatan dan kesadaran cara-cara alternatif tentang pemahaman dan merawat penyakit. McElroy dan Townsend menekankan peningnya adaptasi dan perubahan sosial dengan menyatakan bahwa sejumlah besar ahli antropologi kesehatan  kini berhubungan dengan kesehatan dan penyakit yang berkaitan dengan adaptasi kelompok manusia sepanjang jarak geografis dan jangka waktu luas dari masa pra sejarah ke masa depan.


Sejarah Perkembangan Antropologi Kesehatan. Antropologi kesehatan pertama kali dikenal pada tahun 1953 dari buku karangan Caudill yang berjudul "Applied Anthropology in Medicine". Jauh sebelum itu, tepatnya pada tahun 1849, Rudolf Virchow, seorang ahli patologi berkebangsaan Jerman menuliskan bahwa :
  • kedokteran adalah ilmu mengenai manusia yang sehat maupun sakit, maka apapun ilmu yang merumuskan hukum-hukum sebagai dasar struktur sosial, untuk menjadikan efektif hal-hal yang inheren dalam manusia itu sendiri, sehingga kedokteran dapat melihat struktur sosial yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit, maka kedokteran dapat ditetapkan sebagai antropologi. 

Meskipun tulisan dari Rudolf Virchow tersebut tidak dapat dikatakan sebagai hal yang berperan dan pembentukan bidang antropologi kesehatan, tetapi tulisan tersebut telah menginspirasi pemikir -pemikir bagi muncul dan berkembangnya antropologi kesehatan di masa mendatang.

Antropologi kesehatan terus mengalami perkembangan, hingga pada tahun 1963 antropologi kesehatan diakui sebagai subdisiplin tersendiri, di mana hal tersebut ditandai dengan :
  • tulisan sebuah artikel mengenai pengobatan dan kesehatan masyarakat dari Scoth dan Paul yang memunculkan istilah "Medicine Anthropology". 
  • tulisan dari Pearsall yang berjudul "Medical Behaviour Sciene" yang berorientasi antropologi.
Dari tulisan tersebut nampaklah pentingnya sistem medis bagi antropologi.


Perkembangan Antropologi Kesehatan Berdasarkan Hubungan antara Sosial Budaya dan Biologi. Hubungan antara sosial budaya dan biologi merupakan dasar dari perkembangan antropologi kesehatan yaitu masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang berkaitan dengan resultant dari berbagai masalah lingkungan, baik  yang bersifat alamiah maupun yang disebabkan oleh buatan manusia, sosial budaya, perilaku, populasi penduduk, genetika, dan lain sebagainya. Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being, merupakan resultante dari emapat faktor, yaitu :
  • lingkungan (environment).
  • perilaku (behaviour), yang dihubungkan dengan ecological balance.
  • keturunan (heredity), yang dipengaruhi oleh populasi, distribusi penduduk, dan sebagainya.
  • health care service, berupa program kesehatan yang bersifat promotif, peventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Dari empat faktor tersebut, lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat. 


Perkembangan Antropologi Kesehatan dari Sisi Sosio Cultural Pole. Antropologi kesehatan mempelajari sosio kultural dari semua masyarakat yang berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya. Obyek yang menjadi kajian disiplin ilmu ini diantaranya adalah :
  • penyakit yang berhubungan dengan kepercayaan (misfortunes).
  • beberapa misfortunes disebabkan oleh kekuatan supranatural, supernatural, atau sihir.
  • kelompok healers ditemukan  dengan bentuk yang berbeda disetiap kelompok masyarakat.
  • healers yang mempunyai peranan sebagai penyembuh.
  • perhatian terhadap suatu keberadaan sakit atau penyakit tidak secara individual, terutama illness dan sickness pada keluarga ataupun masyarakat.


Perkembangan Antropologi Kesehatan dari Sisi Biological Pole. Antropologi kesehatan dari sisi biological pole berusaha untuk memahami jasad atau fisik manusia melalui evolusi, kemampuan adaptasi, genetika populasi, dan primatologi (studi tentang makhluk primate/binatang yang menyerupai manusia). Sisi biologi adalah hal penting dalam kesehatan. Sisi biologi adalah kesatuan sistem organ tubuh yang saling menunjang, apabila terdapat gangguan dari salah satu organ tubuh maka juga akan mengganggu keseluruhan sistem fungsi. 

Terdapat beberapa ahli antropologi yang pokok perhatiannya adalah tentang pertumbuhan dan perkembangan manusia, peranan penyakit dalam evolusi manusia, dan paleopatologi (studi mengenai penyakit-penyakit purba). Para ahli antropologi yang memiliki minat tersebut mempunyai kesamaan perhatian dengan para ahli genetika, anatomi, sorologi, biokimia, dan sejenisnya. Hal tersebut memungkinkan untuk menghubungkan antara  perubahan biologi yang didapatkan dengan menggunakan teknik tersebut terhadap faktor-faktor sosial dan budaya di masyarakat tertentu. 

Terdapat beberapa ilmu yang memberikan sumbangan terhadap antropologi kesehatan, diantaranya adalah :
  • Antropologi fisik/biologi. 
  • Etnomedisin (pengobatan tradisional).
  • Kepribadian dan budaya (observasi terhdap tingkah laku manusia di berbagai belahan dunia).
  • Kesehatan Masyarakat (beberapa program kesehatan bekerja sama dengan antropologi untuk menjelaskan hubungan antara kepercayaan dan praktek kesehatan). 


Ruang Lingkup Antropologi Kesehatan. Menurut R. Lieban, ruang lingkup antropologi kesehatan adalah :
  • aspek medis. Dari sistem sosial adanya kepercayaan bahwa sakit adalah bentuk hukuman yang diterima akibat dari perbuatan salah dan sikap ini telah menyebar dalam masyarakat.
  • medis dan perubahan kebudayaan. Perkembangan di bidang teknologi di masyarakat dapat menyebabkan terjadinya perubahan dalam berbagai kehidupan masyarakat. 


Kegunaan Antropologi Kesehatan. Secara umum, antropologi kebudayaan senantiasa memberikan sumbangan pada ilmu kesehatan lain, diantaranya sebagai berikut :
  • memberikan suatu cara untuk memandang masyarakat secara keseluruhan termasuk individunya. Di mana cara pandang yang tepat akan mampu untuk memberikan kontribusi yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan suatu masyarakat dengan tetap bertumpu pada akar kepribadian masyarakat yang membangun.
  • memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses sosial budaya bidang kesehatan. 
  • sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian. Baik dalam merumuskan suatu pendekatan yang tepat maupun membantu analisis dan interpretasi hasil tentang suatu kondisi yang ada di masyarakat.


Antropologi kesehatan menjelaskan secara komprehensif dan interpretasi berbagai macam masalah tentang hubungan timbal balik bio-budaya, antara tingkah laku manusia di masa lalu dan masa kini dengan derajat kesehatan dan penyakit, tanpa mengutamakan perhatian pada penggunaan praktis dari pengetahuan tersebut. Sedangkan partisipasi profesional antropolog dalam program-program yang bertujuan memperbaiki derajat kesehatan dilakukan melalui penanaman pemahaman yang lebih besar tentang hubungan antara gejala bio-sosial budaya dengan kesehatan, serta melalui perubahan tingkah laku sehat ke arah yang diyakini akan meningkatkan kesehatan yang lebih baik.

Demikian penjelasan berkaitan dengan pengertian antropologi kesehatan, sejarah, perkembangan, dan kegunaan antropologi kesehatan.

Semoga bermanfaat.