Pengukuran (Measurement) Dalam Penelitian : Pengertian, Karakteristik, Komponen, Fungsi Dan Tujuan Pengukuran, Serta Proses Pengukuran

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Pengertian Pengukuran. Dalam suatu penelitian, kegiatan pengukuran yang dilakukan tidak hanya untuk mengukur hal-hal atau benda yang tampak atau berwujud saja, tetapi juga dapat mengukur hal-hal yang tidak tampak atau tidak berwujud seperti kepercayaan atau kepuasan konsumen, ketidak-pastian terhadap sesuatu hal, dan lain sebagainya.

Secara umum, pengukuran atau “measurement” dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memberikan nilai pada benda-benda atau peristiwa-peristiwa menurut suatu aturan tertentu. Pengukuran juga dapat berarti suatu kegiatan yang dilakukan untuk menentukan fakta kuantitatif dengan membandingkan sesuatu dengan satuan ukuran standar yang disesuaikan sesuai dengan objek yang akan diukur. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada prinsipnya pengukuran merupakan penggambaran suatu hubungan.

Selain itu, pengertian pengukuran juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Fred N. Kerlinger, dalam “Asas-asas Penelitian Behavioral”, menyebutkan bahwa pengukuran adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang baku.
  • M.E. Winarno, dalam “Metodologi Penelitian Dalam Pendidikan Jasmani”, menyebutkan bahwa pengukuran adalah prosedur penetapan angka yang mewakili kuantitas ciri (atribut) yang dimiliki oleh subjek dalam suatu populasi atau sampel.
  • James S. Cangelosi, dalam “Merancang Tes Untuk Menilai Prestasi Siswa”, menyebutkan bahwa pengukuran adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan. Dalam hal ini guru menaksir prestasi siswa dengan membaca atau mengamati apa saja yang dilakukan siswa, mengamati kinerja mereka, mendengar apa yang mereka katakan, dan menggunakan indera mereka seperti melihat, mendengar, menyentuh, mencium, dan merasakan.


Karakteristik Pengukuran. Pengukuran merupakan pemberian angka terhadap suatu atribut atau karakter tertentu yang dimiliki oleh suatu objek tertentu yang mengacu pada aturan dan formulasi yang jelas. Aturan atau formulasi tersebut harus disepakati secara umum oleh para ahli. Asmawi Zainul dan Noehi Nasution, dalam “Penilaian Hasil Belajar”, menyebutkan bahwa karakteristik utama pengukuran adalah :
  • penggunaan angka atau skala tertentu.
  • menurut suatu aturan atau formula tertentu.


Komponen Pengukuran. Beberapa komponen yang dibutuhkan dalam pengukuran adalah :
  • kejadian empiris (empirical events). Kejadian empiris merupakan sejumlah ciri-ciri dari objek, individu, atau kelompok yang dapat diamati.
  • penggunaan angka (the use of number). Komponen ini digunakan untuk memberi arti bagi ciri-ciri yang menjadi pusat perhatian peneliti. Spesifikasi tingkat pengukuran, kemudian, diberikan dengan memberi arti bagi angka tersebut.
  • sejumlah aturan pemetaan (set of mapping rules). Komponen ini merupakan pernyataan yang menjelaskan arti angka terhadap kejadian empiris. Aturan-aturan ini menggambarkan dengan gamblang ciri- ciri apa yang kita ukur. Aturan-aturan pemetaan disusun oleh peneliti untuk tujuan studi.


Jenis Pengukuran. Pengukuran dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yang didasarkan pada :

1. Sifat.
Berdasarkan sifatnya, pengukuran terdiri dari :
  • pengukuran bersifat kuantitatif, yaitu membandingkan sesuatu dengan satu ukuran.
  • pengukuran bersifat kualitatif, yaitu mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran tertentu.

2. Tujuan.
Berdasarkan tujuannya, pengukuran terdiri dari :
  • pengukuran yang dilakukan untuk digunakan keperluan tertentu dan bukan untuk menguji sesuatu.
  • pengukuran yang dilakukan untuk maksud menguji.
  • pengukuran untuk tujuan memberikan nilai, pengukuran ini dilakukan dengan cara menguji yang pada umumnya dikenal dalam pembelajaran.

3. Cara melakukan.
Berdasarkan cara melakukannya, pengukuran terdiri dari :
  • pengukuran langsung, yaitu proses penyekoran atau pemberian angka atas obyek yang diukur dilakukan secara langsung dengan melakukan cara dan kriteria tertentu. Hasil pengukuran secara langsung menghasilkan pengukuran dengan ketepatan atau validitas yang tinggi, karena mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
  • pengukuran tidak langsung, yaitu pengukuran yang dilakukan melalui indikator-indikator tertentu yang menggambarkan karakteristik obyek tertentu. Hasil pengukuran tidak langsung pada umumnya tidak setepat pengukuran langsung.

Baca juga : Variabel Penelitian

Fungsi dan Tujuan Pengukuran. Pengukuran yang dilakukan dalam suatu penelitian mempunyai fungsi dan tujuan. Fungsi dan tujuan pengukuran adalah :
  • fungsi pengukuran : untuk mendapatkan hasil perbandingan atau nilai yang diperoleh ketika pengukuran dimaksud selesai dilakukan.
  • tujuan pengukuran : untuk membandingkan sesuatu dengan satu ukuran yang serupa, serta menerjemahkan karakteristik data empiris ke dalam bentuk yang dapat dianalisis oleh peneliti.


Proses dalam Pengukuran. Titik fokus pengukuran adalah pemberian angka terhadap data empiris berdasarkan sejumlah aturan atau prosedur tertentu. Prosedur ini disebut dengan proses pengukuran, yaitu investigasi mengenai ciri-ciri yang mendasari kejadian empiris dan memberi angka atas ciri-ciri tersebut. Proses pengukuran dilakukan dengan melalui beberapa tahapan, yaitu :
  • mengisolasi kejadian empiris. Aktivitas ini merupakan konsekuensi langsung dari masalah identifikasi dan formulasi. Intinya kejadian empiris dirangkum dalam bentuk konsep atau konstruksi yang berkaitan dengan masalah penelitian.
  • mengembangkan konsep kepentingan. Yang dimaksud dengan konsep dalam hal ini adalah abstraksi ide yang digeneralisasi dari fakta tertentu.
  • mendefinisikan konsep secara konstitutif dan operasional. Definisi konstitutif mendefinisikan konsep dengan konsep lain sehingga melandasi konsep berkepentingan. Jika suatu konsep telah didefinisikan secara konstitutif dan benar, berarti konsep tersebut telah siap untuk dibedakan dengan konsep lain.

Baca juga : Proposal Penelitian

Pengukuran yang baik harus mempunyai sifat isomorphism dengan realitas, maksudnya bahwa terdapat kesamaan yang dekat antara realitas yang diteliti dengan nilai yang diperoleh dari pengukuran. Oleh karena itu, suatu instrumen pengukur dipandang baik apabila hasilnya dapat merefleksikan secara tepat realitas dari fenomena yang hendak diukur.

Demikian penjelasan berkaitan dengan pengertian pengukuran, karakteristik, komponen, jenis, fungsi dan tujuan pengukuran, serta proses pengukuran.

Semoga bermanfaat.