Skala Pengukuran Dalam Penelitian : Pengertian, Jenis, Dan Tujuan Skala Pengukuran

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Pengertian Skala Pengukuran. Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh seorang peneliti dalam melakukan penelitian. Pertama kali seorang peneliti harus menentukan terlebih dahulu variabel penelitian yaitu segala sesuatu yang akan diukur. Variabel penelitian merupakan suatu atribut, nilai, atau sifat dari objek penelitian (individu atau kegiatan) yang memiliki variasi tertentu antara satu objek dengan objek lainnya. Selanjutnya, seorang peneliti akan menentukan instrumen penelitian, yang akan digunakan untuk mengukur variabel penelitian. Sehingga dalam instrumen penelitian tersebut wajib memiliki skala pengukuran.

Secara umum, yang dimaksud dengan skala pengukuran adalah serangkaian klasifikasi yang menggambarkan sifat informasi dalam nilai yang diberikan pada suatu variabel. Nilai-nilai tersebut akan menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lain, sehingga menggambarkan informasi dalam nilai-nilai. Skala pengukuran juga berarti suatu acuan yang digunakan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam satuan alat ukur.

Selain itu, pengertian skala pengukuran juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah :
  • Sugiono, dalam “Memahami Penelitian Kualitatif”, menyebutkan bahwa skala pengukuran adalah kesepakatan yang digunakan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.
  • Kamrianti Ramli, dalam “Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitian”, menyebutkan bahwa skala pengukuran adalah kesepakatan yang digunakan sebagai acuan atau tolak ukur untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada pada alat ukur sehinga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data.


Jenis Skala Pengukuran. Memahami jenis-jenis skala pengukuran akan sangat membantu dalam mengolah dan menggunakan data. Adalah Stanley Smith Stevens, orang pertama yang mengenalkan dan mengembangkan skala pengukuran hingga digunakan sampai saat ini. Stanley Smith Stevens, dalam “On the Theory of Scales of Measurement”, menyebutkan bahwa skala pengukuran dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu :

1. Skala Nominal.
Skala nominal merupakan skala pengukuran paling sederhana di dalam suatu penelitian. Uji statistik yang sesuai dengan skala nominal adalah uji yang mendasarkan pada jumlah seperti modus dan distribusi frekuensi. Tanda skala nominal adalah mutually exclusive, di mana setiap objek hanya memiliki satu kategori saja. Selain itu, skala nominal tidak memiliki aturan yang terstruktur, dengan kata lain aturannya abstrak.

Ciri-ciri dari skala nominal adalah sebagai berikut :
  • tidak dijumlah bilangan pecahan.
  • tidak memiliki ranking.
  • tidak memiliki nol mutlak.
  • angka hanya sebagai label saja.
  • tidak memiliki ukuran yang baru.
  • menggunakan statistik non parametric.

2. Skala Ordinal.
Skala ordinal merupakan skala pengukuran yang menyatakan peringkat antar tingkatan. Jarak atau interval antar tingkatan tidak harus sama. Uji statistik yang sesuai dengan skala ordinal adalah modus, median, distribusi frekuensi, dan statistik non-parametrik seperti rank order correlation. Dari segi pengkategorisasiannya, skala ordinal saling memisah, sedangkan dari segi kategorisasi data dibuat berdasarkan karakteristik khusus yang disusun berdasarkan pada karakteristik.

Ciri-ciri skala ordinal adalah sebagai berikut :
  • data saling memisah.
  • data bersifat logis dan mengikuti aturan.
  • kategori data ditentukan oleh skala yang didasarkan pada jumlah karakteristik yang dimiliki.

3. Skala Interval.
Skala interval merupakan skala pengukuran yang biasa digunakan untuk menyatakan peringkat untuk antar tingkatan. Jarak atau interval antar tingkatan pun sudah jelas, hanya saja tidak memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak. Uji statistik yang sesuai dengan skala interval adalah semua uji statistik kecuali uji yang mendasarkan pada rasio seperti koefisien variasi. Dari asal tingkatannya, skala interval berada di atas skala ordinal dan skala nominal. Skala interval memiliki nilai bobot yang sama dari satu data dengan yang lain. Skala interval bersifat saling memisah, sedangkan untuk kategorisasi data diatur secara logis, dan memiliki karakteristik khusus saat menentukan skala.

Ciri-ciri skala interval adalah sebagai berikut :
  • data bersifat saling memisah.
  • data bersifat logis.
  • data ditentukan skala berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya.
  • angka “0” (nol) hanya menggambarkan titik dalam skala, tetapi sebenarnya tidak memiliki nilai nol absolut.

4. Skala Rasio.
Skala rasio merupakan skala pengukuran yang ditujukan pada hasil pengukuran yang bisa dibedakan, diurutkan, memiliki jarak tertentu, dan bisa dibandingkan. Skala rasio adalah jenis skala pengukuran yang menghasilkan data dengan mutu yang paling tinggi.

Ciri-ciri skala rasio adalah sebagai berikut :
  • data bersifat saling memisah.
  • data bersifat logis dan mengikuti aturan.
  • kategori data ditentukan skala berdasarkan karakteristik khusus.


Perbedaan skala rasio dengan skala interval adalah :

1. skala rasio :
  • nilai nol bersifat mutlak (absolut).
  • data yang dihasilkan adalah data rasio.
  • tidak ada pembatasan terhadap alat uji statistik yang sesuai.

2. skala interval :
  • nilai nol bersifat tidak mutlak (tidak absolut).
  • data yang dihasilkan adalah data interval.
  • ada pembatasan terhadap alat uji statistik yang sesuai.

Sugiyono, menyebutkan bahwa skala pengukuran terdiri dari empat jenis, yaitu :
  • skala likert. Pada umumnya skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu fenomena sosial, yang telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.
  • skala guttman. Skala guttman digunakan untuk mendapatkan jawaban yang tegas, yaitu “ya-tidak”, “benar-salah”, “pernah-tidak pernah”, positif-negatif, dan lain sebagainya. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikotomi (dua alternatif).
  • skala semantic differensial. Skala semantic differensial dikembangkan oleh Osgood. Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, dengan bentuk yang tersusun dalam satu garis kontinum, di mana jawaban “sangat positif” terletak di bagian kanan garis, dan jawaban “sangat negative” terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya. Data yang diperoleh adalah data interval, dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang.
  • rating scale. Penggunaan rating-scale akan menafsirkan data mentah yang diperoleh (yang berupa angka) dalam pengertian kualitatif.

Lebih lanjut Sugiyono menjelaskan bahwa ketiga skala pengukuran, yaitu skala likert, skala guttman, dan skala semantic differensial akan menghasilkan data kualitatif yang kemudian dikuantitatifkan.

Sedangkan Uma Sekaran dan Roger Bougie, dalam "Research Method For Business: A Skill Building Approach", menyebutkan terdapat empat tipe skala pengukuran, yaitu :
  • skala nominal. Skala nominal skala merupakan suatu pengukuran yang memungkinkan peneliti untuk mengelompokkan berdasarkan kategori atau grup.
  • skala ordinal. Skala ordinal tidak hanya mengkategorisasikan variable, tetapi juga membuat urutan dari kategori.
  • skala interval. Skala interval tidak hanya membuat urutan, tetapi juga menyediakan informasi dari beberapa variable yang berbeda.
  • skala ratio. Skala ratio merupakan skala yang dapat memberi arti perbandingan atau perkalian.


Tujuan Skala Pengukuran. Penggunaan skala pengukuran dalam penelitian memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah :

1. Menafsirkan variabel penelitian.
Dengan mengetahui skala pengukuran yang tepat akan membantu seorang peneliti dalam memutuskan bagaimana menafsirkan data dari suatu variabel penelitian.

2. Memutuskan uji statistik.
Dengan mengetahui tingkat pengukuran akan membantu seorang peneliti dalam memutuskan analisis statistik apa yang sesuai dengan nilai yang ditetapkan. Oleh karenanya, skala pengukuran suatu variabel akan menentukan jenis uji statistik yang akan digunakan.


Pada dasarnya skala pengukuran dapat digunakan dalam berbagai hal. Dengan menentukan skala pengukuran, maka nilai variabel yang diukur dengan instrumen tertentu akan menghasilkan suatu angka, sehingga akan lebih akurat, efisien dan komunikatif.

Demikian penjelasan berkaitan dengan pengertian skala pengukuran, jenis dan tujuan skala pengukuran.

Semoga bermanfaat.