Masyarakat Dan Kehidupan Kolektifnya

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Manusia adalah makhluk sosial yang hidup berkelompok. Berbeda dengan makhluk hidup-makhluk hidup lainnya, ada perbedaan asasi yang sangat mendasar antara kehidupan berkelompok (kolektif) binatang dan kehidupan berkelompok (kolektif) manusia, yaitu bahwa sistem pembagian kerja, aktivitas kerja sama, serta berkomunikasi dalam kehidupan kolektif binatang bersifat naluri, yaitu merupakan suatu kemampuan yang terencana oleh alam dan terkandung dalam gen binatang yang bersangkutan. 

Sedangkan sistem pembagian kerja, aktivitas kerja sama, serta berkomunikasi dalam kehidupan kolektif manusia bukan bersifat naluri. Hal ini disebabkan karena lepas dari pengaruh ciri-ciri ras manusia, organisme manusia mengevolusi suatu otak yang khas. Otak manusia telah mengembangkan suatu kemampuan yang biasa disebut akal. Akal manusia mampu untuk membayangkan dirinya serta peristiwa-peristiwa yang mungkin terjadi terhadap dirinya, sehingga manusia dapat mengadakan pilihan serta seleksi terhadap berbagai alternatif dalam tingkah lakunya untuk mencapai efektivitas yang optimal dalam mempertahankan hidupnya terhadap kondisi alam sekelilingnya. 

Kelakuan kolektif binatang (animal behavior) yang berakar dalam naluri, pada manusia menjadi tingkah laku yang dijadikan milik diri dengan belajar. Oleh karena pola-pola tindakan dan tingkah laku manusia adalah hasil pelajaran, maka manusia mudah dapat mengerti bahwa pola-pola tindakan dapat berubah dengan lebih cepat daripada perubahan bentuk organismenya. Hanya dalam beberapa tahun saja tingkah laku dan hidup manusia yang lalu sangat berbeda dengan manusia yang sekarang.


Beberapa ciri yang dapat dianggap sebagai ciri khas kehidupan kolektif adalah :
  1. Adanya pembagian kerja antara berbagai macam sub kesatuan atau golongan individu dalam kelompoknya untuk melaksanakan berbagai fungsi hidup.
  2. Ketergantungan individu kepada individu lain dalam kelompok sebagai akibat adanya pembagian kerja tersebut.
  3. Adanya kerja sama antar individu yang disebabkan karena sifat ketergantungan tersebut.
  4. Komunikasi antar individu yang diperlukan guna melaksanakan kerjasama tersebut.
  5. Diskriminasi yang diadakan antara individu-individu warga kelompok dan individu-individu dari luar kelompok.


Salah satu dari bermacam-macam wujud kesatuan kolektif manusia adalah masyarakat. Ada istilah-istilah khusus untuk menyebut kesatuan-kesatuan khusus yang merupakan unsur-unsur dari masyarakat, yaitu kategori sosial, golongan sosial, komunitas, kelompok, dan perkumpulan.

Masyarakat, dalam bahasa Inggris dipakai istilah "society" yang berasal dari bahasa Latin, yaitu  "socius", yang berarti kawan. Istilah masyarakat sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu  "syaraka" yang berarti ikut serta atau berpartisipasi. Berdasarkan hal tersebut, istilah "masyarakat" dapat diartikan sebagai  sekumpulan manusia yang saling bergaul atau berinteraksi. Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana melalui apa warga-warganya dapat saling berinteraksi. Adanya prasarana untuk berinteraksi memang menyebabkan bahwa warga dari suatu kelompok manusia akan saling berinteraksi. 

Pola tingkah laku yang khas mengenai faktor-faktor kehidupannya dalam batas kesatuan tersebut merupakan ikatan yang membuat suatu kesatuan manusia menjadi suatu masyarakat. Pola tingkah laku tersebut harus bersifat kontinyu, dengan kata lain, pola khas itu harus sudah menjadi adat istiadat yang khas. Kecuali ikatan adat istiadat khas yang meliputi sektor kehidupan serta suatu kontinuitas dalam waktu, suatu masyarakat manusia harus juga mempunyai ciri lain yaitu suatu identitas di antara para warga atau anggotanya, bahwa mereka memang merupakan suatu kesatuan khusus yang berbeda dari kesatuan-kesatuan manusia lainnya.


Suatu negara, kota, maupun desa merupakan kesatuan manusia yang memiliki keempat ciri sebagai suatu masyarakat, yaitu :
  • Adanya interaksi antar warganya.
  • Adanya adat istiadat, norma, hukum dan aturan-aturan khas yang mengatur seluruh pola tingkah laku warganya. 
  • Adanya suatu kontinuitas dalam waktu.
  • Adanya suatu rasa identitas kuat yang mengikat semua warganya. 

Dari hal-hal tersebut di atas dapatlah diambil kesimpulan, bahwa yang dimaksud dengan masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.


Masyarakat sebagai suatu kelompok manusia yang sangat umum sifatnya, mengandung kesatuan-kesatuan yang lebih khusus sifatnya, tetapi belum tentu mempunyai syarat-syarat pengikat yang sama dengan suatu masyarakat. Kesatuan-kesatuan khusus yang merupakan unsur-unsur dari masyarakat :

1. Kategori sosial.
Kesatuan sosial yang tidak mempunyai syarat-syarat pengikat tersebut bisa dikatakan sebagai suatu kerumunan, yang tidak mempunyai sifat-sifat sebagai masyarakat. Kesatuan sosial tersebut adalah kategori sosial atau social category yaitu kesatuan manusia yang terwujudkan karena adanya suatu ciri atau suatu kompleks ciri-ciri obyektif yang dapat dikenakan kepada manusia-manusia itu. Ciri-ciri obyektif tersebut biasanya dikenakan oleh pihak dari luar kategori sosial itu sendiri tanpa disadari oleh masyarakat yang bersangkutan.

2. Golongan sosial.
Suatu golongan sosial juga merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu. Suatu kesatuan manusia yang disebut golongan sosial juga mempunyai ikatan identitas sosial, yang disebabkan karena kesadaran identitas itu tumbuh sebagai respon atau reaksi terhadap cara pihak luar memandang golongan sosial tersebut. Atau bisa juga karena golongan sosial tersebut memang terikat oleh suatu sistem nilai, sistem norma, dan adat istiadat tertentu.

3. Kelompok dan perkumpulan.
Suatu kelompok atau perkumpulan juga merupakan suatu masyarakat karena memenuhi syarat-syarat sebagai suatu masyarakat. Dengan adanya sistem interaksi antara para anggota, dengan adanya adat-istiadat serta sistem norma yang mengatur interaksi itu, dengan adanya kontinuitas, serta dengan adanya rasa identitas yang mempersatukan semua anggotanya. Di samping ciri-ciri tersebut di atas, kelompok atau perkumpulan juga mempunyai ciri tambahan yaitu organisasi dan sistem pimpinan, dan selalu tampak sebagai kesatuan dari individu-individu yang pada masa-masa tertentu secara berulang berkumpul dan yang kemudian bubar lagi.


Demikian penjelasan berkaitan dengan masyarakat dan kehidupan sosialnya.

Semoga bermanfaat.