Retail (Pengecer) : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Fungsi, Dan Tujuan Retail, Serta Kelebihan Dan Kekurangan Ritel

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Pengertian Retail. Secara etimologis, istilah "retail" berasal dari bahasa Perancis, yaitu "ritelier" yang berarti "memotong atau memecah sesuatu". Berdasarkan arti kata tersebut, dalam bisnis perdagangan retail dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pemasaran suatu produk, baik barang atau jasa, yang dilakukan secara satuan atau eceran langsung kepada konsumen akhir untuk memenuhi kebutuhan pribadi bukan untuk dijual kembali. Retail merupakan bagian yang sangat penting dari rantai distribusi suatu produk dalam menjangkau konsumennya. Dalam suatu rantai distribusi, pedagang retail merupakan mata rantai terakhir dalam penyaluran produk barang maupun jasa. 

Selain itu, pengertian retail juga dapat dijumpai dalam beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Handri Ma'ruf, berpendapat bahwa retail adalah kegiatan usaha menjual barang atau jasa kepada perorangan untuk keperluan sendiri, keluarga atau rumah tangga. Sedangkan retailer atau pengecer adalah pengusaha yang menjual barang atau jasa secara eceran kepada masyarakat sebagai konsumen akhir.
  • Philip Kotler, berpendapat bahwa retail adalah semua kegiatan yang melibatkan penjualan barang dan jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi bukan untuk bisnis. 

Orang yang melakukan kegiatan retail disebut dengan retailer atau pengecer. Atau dengan kata lain, retailer adalah orang yang membeli barang dalam jumlah yang besar kemudian dijual kembali dengan cara mengecer atau satuan kepada konsumen akhir. Retailer merupakan penghubung antara produsen sebagai penghasil produk dengan konsumen akhir, yang pada umumnya retailer menjual barang dagangannya dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang didapatkan dari produsen agar dapat memperoleh keuntungan. 


Ciri-Ciri Retail. Retailer mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • membeli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali dalam jumlah yang kecil.
  • menjual langsung kepada konsumen akhir.
  • tidak ada ikatan untuk menjual produk tertentu, jadi retailer diperbolehkan untuk menjual berbagai jenis barang dari bermacam-macam produsen.


Jenis Retail. Bisnis retail dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yang didasarkan pada :

1. Kepemilikan.
Berdasarkan kepemilikan, retail terdiri dari :
  • independent retail firm, adalah pengecer yang beroperasi secara independen dan tanpa adanya afiliasi (penggabungan). Contoh : toko kelontong, warung, dan lain sebagainya.
  • waralaba (franchising), adalah sistem pemasaran di mana suatu perusahaan memberikan hak kepada pengusaha lain  untuk melakukan sistem usaha dengan cara yang telah ditentukan. Contoh : gerai fastfood (pizza huts, McDonald, dan lain sebagainya).
  • corporat chain, adalah kelompok usaha yang saling terkait dalam satu manajemen dan dimiliki oleh beberapa pemegang saham. Contoh : department store, superstore, dan lain sebagainya.

2.Produk yang Dijual.
Berdasarkan produk yang dijual, retail terdiri dari :

a. Product retailing.
Product retailing dapat dibedakan menjadi :
  • departement store (toko serba ada), adalah perusahaan pengecer yang memiliki pegawai setidaknya 25 orang, yang menjual pakaian dan perlengkapan rumah tangga sebanyak 20 % atau lebih dari total penjualan.
  • speciality store, adalah perusahaan pengecer yang fokus menjual jenis produk tertentu, misalnya toko olah raga, toko mainan anak-anak, dan lain sebagainya.
  • catalog showroom, adalah pengecer yang menjual merek lokal dengan harga rendah, di mana area perbelanjaannya kecil dan berdekatan dengan tempat pajangan ecerannya.
  • food and drug retailer, adalah pengecer yang menjual produk makanan dan minuman dan juga obat-obatan dalam jumlah besar dengan harga yang rendah.

b. Service retailing.
Servive retailing dapat dibedakan menjadi :
  • rented goods service, adalah pengecer yang menyewakan produk-produk tertentu kepada konsumen, di mana kepemilikan produk tetap ada pada retailer. Contoh : penyewaan mobil, penyewaan apartemen, dan lain sebagainya.
  • owned goods service, adalah pengecer yang menjual jasa reparasi/perbaikan dan perawatan barang-barang tertentu. Contoh : jasa service mobil, jasa perawatan taman, dan lain sebagainya.
  • non goods service, adalah pengecer yang menjual jasa personal yang sifatnya intangible (tidak berbentuk produk fisik). Contoh : baby sitter, sopir, dan lain sebagainya.

3. Non Store Retailing.
Berdasarkan non store retailing, retail terdiri dari :
  • telephone and media retailer, adalah pengecer yang menggunakan kontak melalui telepon (telemarketing) dan media periklanan seperti surat kabar, televisi, dan lain sebagainya dalam memberikan informasi dan membujuk konsumen untuk membeli produknya.
  • mail order, adalah pengecer yang menawarkan produknya melalui pos surat.
  • vending machine, adalah alat yang digunakan untuk menjual produk tertentu. Contoh : mesin penjual minuman.
  • electronic shopping, adalah penjualan yang dilakukan oleh pengecer melalui media televisi, media sosial, atau platform marketplace yang ada.
  • direct selling, adalah metode penjualan yang dilakukan oleh pengecer secara langsung ke konsumen tertentu melalui transaksi yang diawali dan diakhiri oleh tenaga penjual.

4. Strategi Penetapan Harga.
Dalam jenis retail ini, masing-masing retailer atau pengecer akan menawarkan produknya dengan harga yang bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal. Untuk setiap barang yang sama, masing-masing retailer dapat saja menawarkan barang dagangannya tersebut dengan harga yang berbeda. 

5. Lokasi.
Berdasarkan lokasinya, retail terdiri dari :
  • strip development (mal strip), adalah lahan komersial yang dikembangkan sehingga semua orang memiliki akses langsung, baik ke pusat perbelanjaan,  ke jalan, atau ke area parkir.
  • downtown cetral business districts, adalah pusat bisnis dan komersial di suatu kota. 
  • shopping center, adalah suatu tempat yang berfungsi sebagai tempat perdagangan eceran atau retail yang lokasinya digabung dalam satu bangunan atau kompleks. 


Fungsi Retail. Terdapat beberapa fungsi dari retail, yaitu :
  • ujung tombak pemasaran suatu produk. Retail merupakan bagian akhir dari mata rantai pasokan barang dari produsen ke konsumen. Adanya bisnis retail membuat produsen tetap fokus dalam memproduksi barang tanpa harus terganggu oleh banyaknya usaha yang harus dilakukan untuk berhadapan dengan konsumen yang ingin membeli produk untuk dikonsumsi.
  • memudahkan konsumen mendapatkan suatu produk. Bisnis retail merupakan perantara untuk memudahkan konsumen dalam membeli suatu produk. Adanya retail memungkinkan bagi konsumen untuk mendapatkan berbagai jenis barang yang dibutuhkannya dalam satu tempat.
  • membantu promosi suatu produk. Untuk mendukung pemasaran suatu produk, melalui perusahaan retail produsen dapat menawarkan produknya kepada konsumen secara maksimal. Oleh karenanya, pada bisnis retail jenis apapun, selalu memiliki tenaga penjualan (sales marketing), pelayanan pelanggan, serta katalog produk.
  • mengobservasi pasar. Bisnis retail akan selalu berhubungan langsung dengan konsumen akhir, oleh karenanya retail dapat digunakan oleh produsen untuk mengetahui perilaku dan tren pasar.


Tujuan Retail. Adanya bisnis retail mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
  • perantara antara produsen dengan konsumen akhir.
  • mengadakan transaksi dengan para konsumennya.
  • menyediakan pertukaran nilai tambah dari produk (ready exchange of value).
  • tempat rujukan bagi konsumen untuk mendapatkan produk yang dibutuhkan.
  • penghimpun berbagai jenis produk yang menjadi kebutuhan konsumen.
  • penentu eksistensi suatu barang produk produsen di pasar konsumen.
  • menciptakan tersedianya pilihan akan produk sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen.
  • memberikan penawaran suatu produk barang atau jasa pelayanan dalam unit yang kecil sehingga memungkinkan para konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.


Kelebihan dan Kekurangan Retail. Dari apa yang telah disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis retail mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan retail dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Kelebihan Retail.
Kelebihan dari retailer adalah :
  • termasuk salah satu usaha dengan modal kecil, tetapi mempunyai potensi mendatangkan keuntungan yang besar.
  • lokasi perdagangan cenderung berada di tempat-tempat yang ramai aktivitas, sehingga memungkinkan untuk menjaring banyak konsumen.
  • hubungan penjual dan pembeli akan harmonis, karena kedua pihak sering berkomunikasi secara langsung dengan dua arah.

2. Kekurangan Retail.
Kekurangan dari retailer adalah :
  • perkembangan usaha retail yang semakin modern mengakibatkan pengelolaan usaha dalam skala kecil akan semakin tertinggal.
  • banyak retailer yang tidak memperhatikan dan memperhitungkan masalah pengelolaan usaha yang berskala kecil, karena mereka beranggapan usahanya hanya untuk mengisi waktu luang atau sekedar menghasilkan pendapatan tambahan sehingga menjadikan usahanya sulit untuk berkembang.
  • strategi promosi yang jarang diperbaharui dan tidak maksimal, sehingga banyak pengusaha retail (retailer) yang tidak diketahui oleh para konsumennya.
  • para retailer dalam menjalankan usahanya kurang memperhatikan masalah manajemen keuangan, sehingga modal dan keuntungan seringkali habis tidak jelas.


Jenis Perusahaan Retail. Terdapat  beberapa jenis perusahaan retail, yaitu :
  • discount stores, adalah toko pengecer yang menjual berbagai macam barang dengan harga yang murah dan memberikan pelayanan yang minimum.
  • speciality stores, adalah toko yang menjual barang-barang jenis produk tertentu yang bersifat spesifik secara eceran.
  • departemen strores, adalah toko eceran berskala besar yang pengelolaannya dipisah dan dibagi menjadi departemen-departemen yang menjual berbagai macam barang yang berbeda.
  • convenience stores, adalah toko yang menjual jenis item produk yang terbatas secara eceran, bertempat di tempat yang nyaman dan jam buka toko yang panjang.
  • catalog stores, adalah toko yang banyak memberikan informasi produk melalui media katalog yang dibagikan kepada para konsumen.
  • chain stores, adalah toko pengecer yang mempunyai beberapa gerai dan dimiliki oleh orang atau perusahaan yang sama.
  • supermarket, adalah toko yang menjual berbagai macam produk makanan dan produk non makanan secara eceran, dengan sistem konsumen melayani dirinya sendiri (swalayan).
  • hypermarkets, adalah toko eceran yang menjual berbagai jenis barang dalam jumlah yang sangat besar dalam berbagai jenis produk. 
  • minimarket, adalah sejenis toko kelontong yang menjual segala macam barang dan makanan, tetapi tidak sebesar dan selengkap supermarket, dengan sistem konsumen melayani dirinya sendiri (swalayan).


Retail berbeda dengan wholesale atau grosir. Jika retail menjual barang secara satuan atau mengecer, dan barang tersebut pada umumnya untuk memenuhi kebutuhan pribadi konsumen, maka wholesale atau grosir menjual barang dalam jumlah yang besar (tidak secara satuan), di mana produk tersebut akan dijual kembali kepada konsumen. 

Demikian penjelasan berkaitan dengan pengertian retail, ciri-ciri, jenis, fungsi, dan tujuan retail, serta kelebihan dan kekurangan retail.

Semoga bermanfaat.