Pemahaman Teori Dan Metode Ilmu Ekonomi

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Apabila kita melihat kemampuan suatu negara dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan rakyatnya atau biasa disebut tingkat kemakmuran suatu negara di muka bumi ini, sangatlah berbeda-beda. Tingkat kemakmuran masyarakat suatu negara salah satunya dapat dilihat dari pendapatan perkapita atau pendapatan setiap tahunnya penduduk suatu negara.

Berdasarkan tingkat kemakmuran  penduduknya, negara-negara di dunia ini dibagi atas beberapa kelompok, yaitu :
  1. Kelompok negara dunia pertama. Dalam kelompok ini, kemampuan rata-rata ekonomi penduduknya serba kecukupan, bahkan bisa dikatakan cenderung mewah. Termasuk dalam kelompok ini di antaranya Amerika Serikat, Kanada, Eropa Barat, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.
  2. Kelompok negara dunia kedua. Dalam kelompok inipun kemampuan rata-rata ekonomi penduduknya sudah hidup dengan kecukupan meskipun tidak seperti kelompok negara dunia pertama. Selain kebutuhan pokok yang cukup, kebutuhan akan sarana transportasi umum sudah memadai dan murah. Termasuk dalam kelompok ini adalah negara-negara Eropa Timur dan beberapa negara di Amerika Latin.
  3. Kelompok negara dunia ketiga. Dalam kelompok ini sebagian besar kemampuan ekonomi penduduknya di bawah rata-rata. Selain pemenuhan kebutuhan pokok yang serba kekurangan, upah pekerja di negara dunia ketiga tergolong rendah, tingkat kesehatan buruk, dan lain-lain. Terdapat kesenjangan sosial yang sangat lebar antara orang yang kaya dengan orang yang miskin. Termasuk dalam kelompok ini adalah banyak negara di Afrika dan Asia.


Ada perbedaan kondisi pada negara-negara dalam kelompok negara dunia ketiga tersebut, yang disebabkan karena beberapa faktor, yaitu perbedaan geografis, penduduk dan pendapatan perkapitanya, perbedaan sejarah (salah satunya dijajah oleh negara yang berlainan), perbedaan sumber daya alam dan sumber daya manusia, perbedaan peran sektor swasta dan negara, perbedaan struktur perindustriannya, perbedaan ketergantungan ekonomi dan politik pada negara lain, dan perbedaan pembagian kekuasaan, struktur politik dan kelembagaan dalam negeri.

Struktur perekonomian suatu negara sangatlah rumit, tidak mudah untuk memahaminya begitu saja. Oleh karena itu banyak ahli berusaha mencari suatu teknik untuk memahami struktur ekonomi suatu negara.  Salah satu cara yang biasa digunakan adalah dengan mengesampingkan terlebih dahulu peristiwa-peristiwa, faktor-faktor, dan kekuatan-kekuatan yang tidak relevan. Relevan atau tidak relevan tergantung pada penilaian pengamat yang tentunya antara satu pengamat dengan pengamat yang lain seringkali berbeda pendapatnya. Selanjutnya, peristiwa-peristiwa yang relevan dan banyak jumlahnya dikurangi hingga mencapai jumlah minimum yang dapat dikaji. Apabila sudah diketemukan hubungan sebab akibatnya dan sudah dipahami kecenderungannya, maka faktor-faktor, peristiwa-peristiwa, dan kekuatan-kekuatan yang tadinya dikurangkan atau dikesampingkan tersebut ditambahkan kembali. Dengan dimasukkannya kembali faktor-faktor yang dikurangkan tersebut maka akan menemukan bentuk yang realistis, mendekati kehidupan yang sesungguhnya. 


Bentuk pemahaman teori ekonomi yang dibuat dari yang paling sederhana sampai yang paling sulit yang dimaksudkan untuk menelaah hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa lain, satu faktor dengan faktor lain tersebut dinamakan sebuah model yang di dalam ekonomika banyak sekali dipakai. Dalam mengkaji berbagai  model tersebut para ahli mengamati tidak hanya isi model itu sendiri, tetapi juga asumsi atau perumpamaannya, sampai seberapa jauh perumpamaan itu sesuai tidaknya dengan kehidupan sehari-hari. Model tersebut dibuat untuk diterapkan dalam pengkajian perekonomian negara, kehidupan perusahaan, atau kehidupan konsumen.

Sebagian besar perumusan dalam ekonomika berasal dari atau diperoleh dengan cara berfikir deduktif, yaitu di mulai  dengan suatu kesimpulan, suatu perumusan yang logis dan konsisten dalam pikiran manusia untuk kemudian diuji dalam berbagai peristiwa. 


Dalam memecahkan suatu masalah ekonomi, pada garis besarnya para ahli akan mengambil empat langkah utama, yaitu :
  1. Pengumpulan data, informasi, atau kenyataan-kenyataan.
  2. Membentuk hipotesa, yang tidak lain adalah membuat suatu pendapat, tafsiran atau dugaan yang akan diuji dengan kenyataan yang dikumpulkan.
  3. Prediksi atau ramalan, dalam arti mencari hubungan sebab akibat, bisa yang belum tentu berarti apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, tapi bisa juga yang sudah terjadi tetapi belum dipahami.
  4. Pengujian prediksi berdasarkan fakta dan data.


Langkah kedua dan ketiga tersebut yang biasa disebut dengan teori, yang dalam ekonomika disebut teori ekonomi.

Demikian penjelasan berkaitan dengan pemahaman teori dan metode ekonomi.

Semoga bermanfaat.