Proses Dan Prosedur Serta Kelangsungan Usaha Modal Ventura

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Modal ventura, oleh Handowo Dipo diartikan sebagai suatu dana usaha dalam bentuk saham atau pinjaman yang bisa dialihkan menjadi saham. Sumber dana tersebut adalah perusahaan modal ventura yang mengharapkan keuntungan dari investasinya tersebut. Sedangkan dalam  Keputusan Presiden RI Nomor : 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan, dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan modal ventura adalah sebagai usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

gbr:nasional.kontan.co.id
Dalam modal ventura, proses pendanaan yang dilakukan dapat dikategorikan ke dalam empat tahap yaitu sebagai berikut :

  1. tahap investasi oleh perusahaan modal ventura. 
  2. tahap transaksi modal ventura antara perusahaan modal ventura dengan perusahaan pasangan usaha. 
  3. tahap pertumbuhan perusahaan pasangan usaha.
  4. tahap pada saat dan setelah divestasi.

Baca juga : Pengertian Modal Ventura

Secara terperinci, proses pencairan dana dan penyertaan saham ke dalam suatu perusahaan pasangan usaha adalah sebagai berikut :

1. Seleksi Awal. 
Seleksi awal merupakan proses pendahuluan dari pencairan dana modal ventura, yaitu untuk mengetahui layak tidaknya calon perusahaan pasangan usaha yang didanai.

2. Proses Penjajakan. 
Proses ini merupakan kegiatan evaluasi pendahuluan, yang meliputi kegiatan seperti desk research, dan diskusi mengenai aspek-aspek seperti permasalahan yang sudah dan/atau yang akan ada, kewajiban usulan proyek, kebutuhan dana riil, prospek bisnis, dan lain sebagainya.

3. Proses Evaluasi.
Proses ini merupakan proses penilaian lebih lanjut dan rinci untuk memastikan apakah pendanaan lewat modal ventura itu pantas diluncurkan atau tidak, dan apakah prospek terhadap capital gain nanti baik atau tidak.

4. Proses Konfirmasi.
Dalam tahap ini sudah ada keputusan pendahuluan tentang apakah diterima atau tidak proposal calon perusahaan pasangan usaha yang bersangkutan.

5. Proses Persiapan Kerjasama. 
Dalam proses kegiatan kerja sama ini meliputi kegiatan-kegiatan seperti penentuan besarnya modal yang akan ditanam, besarnya nilai dan persentase saham yang akan dipegang oleh perusahaan modal ventura, pembuatan, negosiasi, review dan penandatanganan shareholder agreement atau venture capital agreement, verifikasi atas dokumen legal lainnya, dan penyusunan rencana implementasi.

6. Proses Pendirian Badan Hukum.
Apabila pasangan usaha belum berbadan hukum, maka terlebih dahulu dibentuk perusahaan yang berbentuk badan hukum, yang biasanya berbentuk Perseroan Terbatas atau koperasi.

7. Proses Implementasi. 
Rencana yang telah disepakati bersama direalisasikan, yang dapat mencakup kegiatan-kegiatan antara lain pencairan dana, implementasi sistem administrasi keuangan, pembangunan fisik, evaluasi pelaksanaan pembangunan fisik, supervisi, dan Rapat Umum Pemegang Saham pengesahan pelaksanaan implementasi dan rencana kerja tahun pertama komersial.

8. Proses Komersial.
Dalam tahap ini, dilakukan komersialisasi terhadap proses yang sudah ditempuh selama ini, yang mempunyai dua kemungkinan yaitu : Jika investasi berhasil, maka yang dilakukan adalah : Evaluasi perkembangan usaha dan pelaksanaan kerja berdasarkan laporan keuangan, inspeksi ke lapangan, dan laporan khusus, supervisi, penyusunan dan evaluasi rencana kerja, penanganan khusus di luar rencana kerja, rapat pimpinan, dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sedangkan jika investasi tidak berhasil, maka yang dilakukan adalah melakukan tindakan safety dengan cara mengundang pihak ke tiga lainnya untuk dapat berpartisipasi ke dalam perusahaan pasangan usaha yang bersangkutan, baik secara kerja sama equity dan/atau manajerial dan/atau non equity, serta pembubaran kerja sama (divestasi negatif) melalui salah satu di antara hal-hal sebagai berikut membeli kembali saham perusahaan modal ventura oleh pemegang saham lain yang sudah ada, dan perusahaan modal ventura yang bersangkutan akan keluar, atau menjual aset perusahaan dan membagi hasilnya dengan atau tanpa proses likuidasi.

9. Proses Divestasi. 
Proses divestasi ini wajib dilakukan oleh perusahaan modal ventura, karena bukanlah tujuan dari pendanaan lewat modal ventura ini untuk tetap permanen di dalam perusahaan pasangan usahanya. Pada umumnya proses divestasi dilakukan pada saat proses pendanaan sudah mencapai antara 5 sampai 10 tahun.

Baca juga : Proses Dan Prosedur Serta Kelangsungan Usaha Modal Ventura

Agar bisnis modal ventura dapat terus dikembangkan dan dapat terus bertahan, ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi, baik yang bersifat interen perusahaan maupun yang bersifat eksteren. Di antara faktor-faktor yang diperlukan dan harus diperhatikan agar bisnis modal ventura kondusif dan dapat berkembang dengan baik, adalah sebagai berikut :

1. Pasar Modal. 
Tersedianya pasar modal yang baik dan likuid merupakan keharusan agar bisnis modal ventura dapat berkembang. Sebab, pasar modal yang baik sangat diperlukan dalam hal perusahaan modal ventura bermaksud untuk melakukan divestasi dari perusahaan pasangan usaha.

2. Sumber Dana. 
Sebagai suatu bisnis, modal ventura juga tentunya memerlukan dana. Maka tersedianya dana dari sumber yang luas dan bervariasi merupakan kebutuhan mutlak bagi suatu perusahaan modal ventura. Sumber dana yang dimanfaatkan oleh perusahaan modal ventra ini dapat berasal dari perusahaan-perusahaan swasta besar, bank, dana pensiun, perusahaan asuransi, atau perusahaan/investor asing.

3. Manajemen Yang Handal. 
Kebutuhan akan manajemen yang handal merupakan faktor yang sangat menentukan akan keberhasilan dan kelangsungan usaha modal ventura. Sebab, apabila suatu perusahaan modal ventura akan melakukan investasi ke dalam perusahaan pasangan usaha, maka perusahaan modal ventura juga akan duduk dan terlibat dalam manajemennya. Untuk itu, dibutuhkan manager-manager profesional. Sehingga di negara yang iklim bisnisnya tidak kondusif terhadap tumbuh dan berkembangnya manager profesional, dapat dipastikan bahwa perkembangan bisnis modal venturapun akan sulit berkembang juga.

4. Pengawasan. 
Faktor yang ikut menumbuh-kembangkan industri modal ventura adalah terjaminnya fungsi pengawasan agar setiap kelemahan dapat terdeteksi sejak dini. Maka untuk itu, seringkali perusahaan modal ventura menyewa pihak ketiga yang independen, berupa konsultan manajemen dan auditor, yang ikut membantu dalam hal pengawasam terhadap proyek-proyek modal ventura dimaksud.

5. Deal Flows. 
Karena modal ventura mempunyai penekanan pada menumbuh-kembangkan perusahaan pasangan usaha yang masih relatif belum berkembang, maka perlu kreativitas untuk mencari dan memanfaatkan peluang-peluang bisnis yang ada. Ide-ide dan temuan-temuan baru perlu sekali digalakkan. Untuk itu, fungsi research and development sangat memainkan peranan penting. Temuan-temuan baru seperti ini sering disebut dengan Deal Flows.

Baca juga : Kelebihan Dan Kekurangan Model Pembiayaan Lewat Modal Ventura

Demikian penjelasan berkaitan dengan proses dan prosedur serta kelangsungan usaha modal ventura. Tulisan tersebut bersumber dari buku Hukum Tentang Pembiayaan Dalam Teori Dan Praktek, karangan Munir Fuady, SH, MH, LLM.

Semoga bermanfaat.