Berbagai Jenis Investasi

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Investasi adalah salah satu cara mendapatkan keuntungan dalam hal keuangan. Berinvestasi berarti membeli suatu barang atau benda yang nilainya diharapkan akan meningkat di masa depan. Sehingga saat membutuhkan dana, kita bisa menjual benda tersebut. Berdasarkan durasi waktu, investasi dibedakan menjadi tiga, yaitu :
  • Investasi jangka pendek (kurang dari 5 tahun).
  • Investasi jangka menengah (antara 5 sampai 15 tahun).
  • Investasi jangka panjang (di atas 15 tahun).

Jenis-Jenis InvestasiInvestasi jangka panjang, biasanya memiliki resiko yang lebih kecil di banding bentuk investasi lainnya. Beberapa jenis  investasi yang biasa diminati orang adalah :


1. Properti (Tanah dan Rumah).
Investasi jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

* Kelebihan investasi dalam bentuk properti :
  • Harga properti cenderung naik, terutama tanah karena jumlahnya terbatas dan tidak diproduksi lagi. Mempunyai tanah merupakan suatu keuntungan tersendiri, apalagi kalau letaknya strategis. Bisa mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda.
  • Tidak perlu repot mengurus investasi ini.
  • Resiko relatif kecil dibandingkan investasi yang lain.
  • Membeli  membeli properti bisa dilakukan dengan cara mencicil.

* Kekurangan investasi dalam bentuk properti :
  • Properti tidak dapat diuangkan dalam waktu cepat. Menjual properti diperlukan butuh perencanaan lebih, investasi ini lebih cocok dijadikan investasi jangka panjang.
  • Membutuhkan dana yang tidak sedikit jika ingin membeli properti untuk berinvestasi.

2. Emas (Emas Kuning).
Investasi jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

* Kelebihan investasi dalam bentuk emas :
  • Harga emas cenderung meningkat atau stabil.
  • Emas mudah diuangkan.

* Kekurangan investasi dalam bentuk emas :
  • Emas yang potensial sebagai investasi adalah emas batangan atau dalam bentuk koin. Emas dalam bentuk perhiasan, nilainya akan turun. Karena saat membeli perhiasan emas, akan dikenai ongkos pembuatan. Saat anda mau menjualnya, yang dinilai cuma harga emasnya saja.

Yang perlu diperhatikan jika akan berinvestasi dalam bentuk emas :
  • Belilah emas batangan yang sudah dilengkapi sertipikat PT. Antam. 
  • Agar lebih praktis, belilah emas dalam bentuk koin dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. 
  • Emas kuning adalah emas yang paling digemari. Maka emas inilah yang terbaik untuk dijadikan investasi. Hindari berinvestasi dengan emas putih atau merah.

3. Tabungan.
Investasi jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

* Kelebihan investasi dalam bentuk tabungan :
  • Membuka rekening tabungan sangat mudah.
  • Jika membutuhkan, uang dalam tabungan bisa diambil kapan saja.
  • Resiko sangat kecil, kecuali kalau menabung di bank-bank 'sakit' yang punya kemungkinan bubar (dilikuidasi).

* Kekurangan investasi dalam bentuk tabungan :
  • Uang bisa habis secara pelan-pelan kalau didiamkan saja akibat potongan-potongan administrasi. 
  • Bunganya kecil, bisa dikatakan tidak berarti jika dibandingkan dengan prakiraan inflasi yang terjadi setiap tahun. Inilah sebabnya ada beberapa ahli yang tidak mengkategorikan tabungan sebagai investasi.

4. Deposito.
Investasi jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

* Kelebihan investasi dalam bentuk deposito :
  • Bunganya lebih besar jika dibandingkan dengan tabungan biasa.
  • Resikonya kecil.

* Kekurangan investasi dalam bentuk deposito :
  • Tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Bila diambil sebelum waktunya, bisa terkena pinalti.
  • Bunganya tetap lebih kecil kalau dihadapkan dengan inflasi.

5. Reksadana.
Reksadana adalah dana yang dihimpun secara kolektif dari beberapa orang sekaligus. Uang yang terkumpul akan diinvestasikan pada bidang lain. Investasi jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

* Kelebihan investasi dalam bentuk reksadana :
  • Tidak perlu repot mengelola karena ada manajer investasi yang akan mengurusnya. Tapi anda tetap harus cermat memilih manajer, pilih manajer yang mempunyai reputasi baik.
  • Kerugian di satu bidang investasi, bisa ditutup bidang investasi yang lainnya yang menghasilkan keuntungan.

* Kekurangan investasi dalam bentuk reksadana :
  • Biaya mengelola ada kalanya jadi lebih besar dari pemasukan.

6. Obligasi.
Obligasi adalah surat utang. Dengan membeli obligasi, berarti kita meminjamkan uang kepada pihak tertentu. Investasi jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

* Kelebihan investasi dalam bentuk obligasi :
  • Akan memperoleh bunga yang jumlahnya lebih besar daripada deposito dan frekuensinya rutin.

* Kekurangan investasi dalam bentuk obligasi :
  • Bila yang berhutang bangkrut, uang kita tidak bisa dikembalikan.
  • Surat obligasi memiliki jangka waktu tertentu, jadi tidak bisa menguangkan sewaktu-waktu.

Yang harus diperhatikan dalam berinvestasi dalam bentuk obligasi adalah pilihlah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia karena lebih aman. Surat ini biasa disebut dengan Surat Utang Negara atau Obligasi Negara Ritel (ORI).

7. Saham.
Saham adalah bentuk kepemilikan sebuah perusahaan. Perusahaan menjual saham karena mereka butuh dana untuk beroperasi. Keuntungan yang didapat akan dibagikan kepada pemilik saham atau biasa disebut deviden. Investasi jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

* Kelebihan investasi dalam bentuk saham :
  • Akan mendapat keuntungan apabila harga saham meningkat.

* Kekurangan investasi dalam bentuk saham :
  • Harga selembar saham murah, tapi saham dijual dalam kelipatan tertentu. Jadi anda tidak bisa membeli hanya satu lembar saham.
  • Uang yang dibutuhkan untuk investasi jenis ini tidak sedikit.
  • Harga saham sangat cepat berubah. Kalau turun drastis anda akan rugi berlipat ganda.

Tabungan Pendidikan dan Asuransi Pendidikan. Yang dimaksud dengan tabungan adalah produk dari bank yang fungsi utamanya menyimpan dan mengumpulkan dana dari masyarakat (nasabah). Sedangkan yang dimaksud dengan asuransi adalah produk dari perusahaan asuransi yang fungsi utamanya memberikan proteksi keuangan keluarga bila pencari nafkah mengalami musibah.
  • tabungan pendidikan dilengkapi dengan asuransi agar mempunyai fungsi proteksi. 
  • asuransi pendidikan dilengkapi dengan fungsi tabungan agar bisa untuk mengumpulkan dana. 
Bila memakai tabungan pendidikan dari bank, akan dikenakan pajak sekitar 20 persen terhadap bunga atau keuntungan yang didapat dari bagi hasil, sementara biaya asuransi biasanya dipotong secara berkala dari hasil perolehan bunga atau keuntungan bagi hasil setelah pajak. 

Nilai santunan asuransi pada produk tabungan pendidikan dari bank relatif kecil, bahkan ada yang hanya memberikan santunan untuk musibah akibat kecelakaan. Untuk asuransi, hasil investasinya tidak dikenakan pajak bila melewati masa 3 tahun, dan nilai santunan asuransi pendidikan  relatif besar atau bisa disesuaikan dengan kebutuhan, namun biaya tahun ke-1 hingga tahun ke-3 yang dipotong dari premi relatif besar. Biasanya para pakar bisnis dan keuangan menyarankan, untuk jangka waktu yang relatif pendek dan kebutuhan uang santunan tidak besar gunakan tabungan pendidikan. Tapi bila jangka waktunya panjang dan kebutuhan santunan besar, misalkan karena anak masih balita dan pencari nafkah dalam keluarga cuma satu orang, gunakanlah asuransi pendidikan.

Obligasi Ritail Indonesia (ORI)
. Yang dimaksud dengan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) adalah obligasi atau semacam surat utang yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan dapat dibeli atau dimiliki kalangan individu dengan pecahan terkecil, biasanya bernilai Rp. 5 juta. ORI ini biasanya berjangka waktu jatuh tempo 5 tahun, artinya bila membelinya tahun ini, maka dijanjikan oleh pihak yang menerbitkan obligasi 5 tahun lagi pokok uang akan dikembalikan penuh. Berkaitan dengan hasil investasi yang diperoleh nasabah ORI, selama 5 tahun, setiap bulannya secara tetap nasabah ORI akan mendapatkan sejumlah uang yang ditransfer langsung ke rekening nasabah, biasanya disebut kupon. Kupon ini besarnya diperjanjikan di awal, dan besarnya berbeda-beda untuk setiap seri ORI. ORI hanya ditawarkan dalam periode tertentu sesuai dengan waktu penerbitannya dan dapat dibeli di bank-bank pemerintah ataupun swasta yang menjadi agen penjualan ORI.

Nasabah dapat menjual atau mencairkan ORI sewaktu-waktu bila membutuhkan uang tunai. Harga ORI apabila dijual sebelum jatuh tempo dapat berubah-ubah dari harga pokoknya, tergantug besarnya penawaran dan permintaan, serta faktor lain seperti tingkat suku bunga perbankan dan terbitnya ORI yang lain dengan besar kupon yang berbeda. Risiko yang ada pada ORI adalah risiko penurunan nilai bila dijual atau dicairkan sebelum jatuh tempo atau gagal bayar ORI pada saat jatuh tempo.

Demikian penjelasan berkaitan dengan berbagai jenis investasi yang banyak dikenal oleh masyarakat.

Semoga bermanfaat.