Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Manajemen sumber daya manusia atau juga dikenal dengan human resources management, merupakan bagian dari kajian bidang ilmu manajemen yang menggabungkan beberapa teori seperti teori psikologi, sosiologi, dan lain sebagainya. Dalam suatu perusahaan, pada umumnya manajemen sumber daya manusia akan selalu melibatkan kebijakan dan keputusan yang berpengaruh terhadap tenaga kerja.

Manajemen sumber daya manusia merupakan penggabungan dari istilah manajemen dan sumber daya manusia. Di mana masing-masing istilah tersebut mempunyai arti sebagai berikut :


1. Manajemen.
Manajemen, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai :
  • penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. 
  • pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.

Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya tentang apa yang dimaksud dengan manajemen, diantaranya adalah :
  • Mary Parker Follett, berpendapat bahwa  manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Pengertian tersebut mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan, atau berarti dengan tidak melakukan tugas-tugas itu sendiri.
  • Luther Gulick, berpendapat bahwa manajeman sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerja sama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan. Menurut Gulick, manajemen telah memenuhi persyaratan untuk disebut bidang ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari untuk waktu yang lama dan telah diorganisasi menjadi suatu rangkaian teori.
  • James A.F. Stoner, berpendapat bahwa  manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Dari tiga pengertian manajemen yang dikemukakan oleh para ahli tersebut di atas, dapat dilihat  perbedaan dalam hal penekanan dalam pengertian manajemen, yaitu bahwa :
  • Mary Parker Follett dan Luther Gulick, lebih menitik-beratkan pengertian manajemen sebagai 'seni' dan 'ilmu pengetahuan', di mana hal tersebut mengandung arti lebih kepada kemampuan dan keterampilan pribadi.
  • James A.F. Stoner lebih menitik-beratkan pengertian manajemen pada 'proses'. Suatu proses adalah cara sistematis untuk melakukan pekerjaan. Menitik-beratkan pada 'proses'  dalam pengertian manajemen karena dalam praktek manajerial suatu organisasi, semua manajer, tanpa memperdulikan kecakapan atau ketrampilan khusus mereka, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka inginkan. 

'Proses' dalam kegiatan manajemen tersebut terdiri dari :
  • Perencanaan, yaitu bahwa para manajer memikirkan kegiatan-kegiatan mereka sebelum dilaksanakan. Berbagai kegiatan ini biasanya didasarkan pada berbagai metoda, rencana, atau logika, bukan hanya atas dasar dugaan atau firasat.
  • Pengorganisasian, yaitu  bahwa para manajer mengkoordinasikan sumber daya-sumber daya manusia dan material organisasi. Kekuatan suatu organisasi terletak pada kemampuannya untuk menyusun berbagai sumber daya daya-nya dalam mencapai suatu tujuan. Semakin terkoordinasi dan terintegrasi kerja organisasi, semakin efektif pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Pengkoordinasian merupakan bagian vital pekerjaan manajer.
  • Pengarahan, yaitu bahwa para manajer mengarahkan, memimpin, dan mempengaruhi bawahannya. Manajer tidak melakukan semua kegiatan sendiri, tetapi menyelesaikan tugas-tugas esensial melalui orang-orang lain. Manajer tidak sekedar memberikan memberikan perintah, tetapi menciptakan iklim yang dapat membantu para bawahan melakukan pekerjaan secara paling baik.
  • Pengawasan, yaitu bahwa para manajer berupaya untuk menjamin bahwa organisasi bergerak ke arah tujuan-tujuannya. Bila beberapa bagian organisasi ada pada jalur yang salah, manajer harus membetulkannya.


2. Sumber Daya Manusia.
Sumber daya manusia, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai :
  • sumber daya manusia adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi.

Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya tentang apa yang dimaksud dengan sumber daya manusia, beberapa diantaranya adalah :
  • Schermerhorn, berpendapat bahwa sumber daya manusia adalah orang, individu-individu, kelompok-kelompok yang membantu suatu organisasi menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa.
  • Melayu S.P. Hasibuan, berpendapat bahwa sumber daya manusia adalah manusia yang mempunyai kemampuan terpadu yang dicirikan dengan pola pikir dan daya fisik yang baik
  • Ermaya, berpendapat bahwa sumber daya manusia adalah suatu faktor utama yang penting dalam tiap proses pembangunan negara, perusahaan, maupun organisasi. Peran yang dimiliki sumber daya manusia ada dua yaitu sebagai obyek dan subyek dari proses pembangunan.

Fungsi Sumber Daya Manusia. Dalam suatu organisasi atau perusahaan, sumber daya manusia mempunyai fungsi diantaranya adalah sebagai berikut :
  • sebagai tenaga kerja, yang meliputi seluruh penduduk yang berusia produktif. Tenaga kerja mempunyai kemampuan untuk memberikan jasa setiap satuan waktu yang berguna untuk menghasilkan produk berupa barang maupun jasa yang bermanfaat bagi dirinya sendiri atau orang lain.
  • sebagai tenaga ahli, yaitu sumber daya manusia yang menempati posisi pekerjaan sesuai dengan bidang dan kemampuan atau keahliannya.
  • sebagai pemimpin, yaitu sumber daya manusia yang mempunyai kapasitas lebih besar dengan skill dan pengalaman yang mumpuni dapat berfungsi sebagai pemimpin bagi suatu golongan, perusahaan, maupun organisasi.
  • sebagai tenaga usahawan, yaitu mereka yang dapat melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan kemandirian dalam rangka menciptakan suatu produk baru yang bermanfaat bagi orang banyak maupun lingkungannya.
  • sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu sumber daya manusia yang mempunyai fungsi utama dalam penemuan dan pengembangan ilmu sehingga dapat digunakan untuk kemajuan dirinya sendiri, lingkungan, dan orang lain termasuk perusahaan ataupun organisasi.


Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli. Manajemen sumber daya manusia secara umum dapat diartikan sebagai ilmu untuk mengatur hubungan dan peran tenaga kerja secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan utama perusahaan atau organisasi. Sedangkan di antara para ahli belum terdapat satu kesatuan pengertian tentang apa yang dimaksud dengan manajemen sumber daya manusia, di mana masing-masing ahli mengemukakan pendapatnya berdasarkan pengalaman dan keilmuannya, diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Melayu S.P. Hasibuan, berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peran tenaga kerja agar dapat secara efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.
  • Mutiara S. Panggabean, berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pemimpin, dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi, dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang ditetapkan.
  • Anwar Prabu Mangkunegara, berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
  • Handoko, berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai titik tujuan-tujuan individu maupun organisasi.
  • Sulistiyani dan Rosidah, berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagai modal, baik non material atau non finansial di dalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata atau real secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi.
  • James A.F. Stoner, berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
  • Henry Simamora, berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota atau kelompok pekerja.
  • Mary Parker Follet, berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan.
  • Moses N. Kiggundu, berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia adalah pengembangan dan pemanfaatan pegawai dalam rangka tercapainya tujuan dan sasaran individu, organisasi, masyarakat, bangsa, dan internasional yang efektif.
  • Bohlarander dan Snell, berpendapat bahwa manajemen sumber daya manusia adalah ilmu yang mempelajari bagaimana memberdayakan karyawan dalam perusahaan, membuat pekerjaan, kelompok kerja, mengembangkan para karyawan yang mempunyai kemampuan, mengidentifikasi suatu pendekatan untuk dapat mengembangkan kinerja karyawan dan memberikan imbalan kepada mereka atas usahanya dalam bekerja.


Manajemen sumber daya manusia memiliki konsep dasar yaitu menempatkan semua karyawan sebagai manusia, maksudnya adalah karyawan bukan hanya dipandang sebagai mesin pendukung suatu perusahaan atau organisasi saja. Dalam praktek, penerapan manajemen sumber daya manusia meliputi desain dan implementasi perencanaan, penyusunan karyawan, pengelolaan karir, pengembangan karyawan, evaluasi kinerja, dan hubungan ketenagakerjaan

Demikian penjelasan berkaitan dengan pengertian manajemen sumber daya manusia.

Semoga bermanfaat.