Cara Menanam Seledri

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Seledri, dalam bahasa latin dikenal dengan nama Apium graveolens Linn, termasuk dalam keluarga Apiaceae. Tumbuhan ini dikategorikan sebagai sayuran, berbonggol, memiliki batang basah bersusun, dan berwarna hijau. Daunnya berwarna hijau, bertekstur tipis, kasar, dengan bagian tepi bergelombang, dan mempunyai aroma segar. Bunga seledri berbentuk payung, dengan mahkota bunga terbagi lima, warna bunga putih kehijauan, dan bagian pangkalnya berdekatan.

Tanaman seledri terdiri dari tiga jenis, yaitu seledri daun, seledri tangkai, dan seledri umbi. Seledri dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Di Indonesia seledri banyak ditanam di daerah yang memiliki hawa sejuk. Dan biasanya, seledri yang banyak di tanam di Indonesia adalah jenis seledri daun. Tanaman seledri ditemukan sekitar tahun 1640 oleh ahli sejarah botani. Pada awal ditemukan seledri hanya digunakan sebagai sayuran. Dan sejak tahun 1942, seledri mulai digunakan juga untuk obat-obatan. Masyarakat Tiongkok mengkonsumsi tanaman seledri ini untuk menurunkan tekanan darah.

Daun seledri banyak dimanfaatkan untuk bumbu dapur, bau daun seledri yang wangi dapat membuat semua jenis makanan berkuah menjadi lebih beraroma dan lezat. Selain digunakan untuk penyedap masakan, seledri juga dipakai sebagai hiasan kue atau pemanis sajian makanan.

Hampir seluruh bagian dari tanaman seledri bermanfaat untuk kesehatan, hal ini dikarenakan kandungan yang ada pada tanaman seledri, misalnya :
  • Batang seledri mengandung kimia apiin, apigenin, asparagina, besi 1 mg, fosfor 40 mg, glutamina, inosita, 20 kalori, kalsium 50 mg, kholina, linamarosa, manit, protein, vitamin A, K, 130 SI, B1 0,03 mg, dan vitamin C 11 mg.
  • Daun seledri mengandung fitosterol yang mampu menurunkan kolesterol dan bermanfaat dan bermanfaat untuk membersihkan mulut dan gigi para lansia.

A. Khasiat Seledri.

Selain sebagai penyedap masakan, seledri juga memiliki khasiat untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Khasiat dari seledri antaranya adalah sebagai berikut :

1. Menurunkan tekanan darah tinggi, cara pengolahannya :
  • Ambil satu tangkai seledri segar, tumbuk hingga halus.
  • Beri sedikit air matang, selanjutnya peras dan saring.
  • Minum air perasan seledri sehari sekali, selama 4 hari.
2. Mengurangi rematik, cara pengolahannya :
  • Ambil satu tangkai seledri segar, cuci bersih.
  • Makan sebagai lalapan.
  • Lakukan selama 5 hari.
3. Menghilangkan vertigo, cara pengolahannya :
  • Ambil dua tangkai seledri segar, cuci bersih, lalu potong-potong.
  • Ambil separug apel malang, jangan dikupas kulitnya.
  • Jus kedua bahan tersebut, tambahkan madu secukupnya.
  • Minum.
4. Menumbuhkan rambut pada anak balita, cara pengolahannya :
  • Ambil dua tangkai seledri segar, tumbuk hingga halus.
  • Tambahkan sedikit air, lalu oleskan pada seluruh kulit kepala.
  • Lakukan tiga hari sekali hingga tumbuh rambut.

5. Mengatasi sakit mata, cara pengolahannya :
  • Ambil dua tangkai seledri.
  • Dua tangkai bayam.
  • Satu tangkai daun beluntas.
  • Cuci bersih seluruh bahan. Potong kasar.
  • Tumbuk semua bahan hingga halus, beri sedikit air, lalu disaring.
  • Minum sehari sekali selama empat hari.
6. Menurunkan asam urat, cara pengolahannya :
  • Ambil dua gram biji seledri.
  • Rebus biji seledri tersebut dengan air satu gelas hingga biji seledri melunak.
  • Saring.
  • Minum sehari sekali, selama 4 hari.
7. Menghilangkan pegal pada pinggang dan linu pada punggung, cara pengolahannya :
  • Ambil satu tangkai seledri segar.
  • Buat jus dan minum.
8. Menurunkan panas pada anak, cara pengolahannya :
  • Ambil satu tangkai daun seledri segar.
  • Tumbuh hingga halus, tambahkan sedikit air.
  • Oleskan pada kening anak, lakukan sampai panas turun.

B. Menanam Seledri.

Menanam seledri bisa dilakukan dengan beberapa cara :
  • Menggunakan biji seledri. Biji seledri yang berkualitas dapat dibeli di toko penjual bibit pertanian 
  • Dengan menanam langsung batang seledri yang masih ada akarnya.

1. Menanam seledri dalam pot.
  • Siapkan pot dengan diameter 25 - 30 cm.
  • Siapkan juga campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan komposisi 1 : 1 : 1. Diamkan selama tiga hari.
  • Tuang campuran tanah tersebut ke dalam pot, lalu tanam anakan seledri atau batang seledri yang memiliki akar atau biji seledri ke dalam pot. Siram dengan air secukupnya.
  • Letakkan di tempat yang teduh dengan sedikit terkena sinar matahari.

2. Menanam seledri di tanah.
  • Cari lokasi untuk menanam di area yang terkena sedikit sinar matahari (teduh).
  • Gali tanah dengan kedalaman 15 - 20 cm atau sesuaikan dengan panjang akar.
  • Diamkan galian tanah tersebut selama tiga hari, agar kadar asam dalam tanah berkurang.
  • Tanam bibit atau biji seledri ke dalam tanah.
  • Tutup galian tanah tersebut dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang dan sekam. Siram dengan air secukupnya.
  • Agar seledri tumbuh sehat, bersihkan sekeliling pohon dari gulma atau tanaman-tanaman liar.

Yang perlu diingat adalah bahwa orang hamil dan penderita radang ginjal sebaiknya tidak mengkonsumsi seledri secara berlebihan, karena dapat menyebabkan kontraksi dan gangguan lainnya.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat...